Belakangan ini,  mungkin malas pergi ke luar rumah, bahkan di saat  akhir pekan. Bukan apa-apa. Dibenak Anda, tertanam pikiran, sekali bepergian, pengeluaran pasti tak terbendung. Memang benar. Untuk sekedar cuci mata di pusat perbelanjaan saja, kita harus menyiapkan anggaran untuk bahan bakar, parkir, dan bersantap. Belum lagi jika tergoda untuk berbelanja. Tanpa sadar, uang bulanan pun ludes. Walhasil, pilihan yang paling aman adalah berdiam dirumah. Walaupun menjemukan, tetapi setidaknya tabungan tetap terjaga.

Namun pada dasarnya tidak perlu sampai seektrem itu. Dengan anggaran terbatas bahkan minim sekalipun,  tetap bisa menjalani hidup berkualitas. Tentunya yang dimaksud dengan hidup berkualitas disini bukan hidup mewah dan berfoya-foya. Namun, hidup yang berkecukupan dan layak. Bagaimana caranya?

Yang pertama, dan yang paling penting untuk diingat, adalah  harus bisa menentukan barang apa yang layak dibeli. Pikirkan uang yang tersisa di rekening jangan sampai besar pasak dari pada tiang. Jika sudah yakin danannya mencukupi pikirkan nilai investasi barang tersebut. Seorang pakar ekonomi menyarankan, jika ingin membeli dengan anggaran terbatas, pastikan bahwa yang dibeli itu bukan barang melainkan aset.

Apa bedanya barang dengan aset? Barang adalah sesuatu yang tidak memiliki nilai jual dikemudian hari- misalnya pakaian. Sebaliknya, aset adalah sesuatu yang bisa dijual kembali dengan harga tinggi bahkan lebih dari harga beli seperti rumah, tanah, valas.

Diluar semua itu, sebenarnya ada satu aset yang jarang dilirik, padahal jauh lebih berharga ketimbang aset-aset lainnya: Ilmu pengetahuan. Dengan memperdalam ilmu, nilai jual anda pun akan lebih tinggi, sehingga penghasilan Andapun yang akan didapat akan meningkat berkali-kali lipat. Karena itu, jika memiliki dana lebih, gunakanlah untuk mengikuti pelatihan atau kursus yang dapat menyokong pekerjaan Anda.
Menikmati Hidup Dengan Anggaran Minim
Menikmati Hidup Dengan Anggaran Minim tetap bis menjalani hidup berkualitas

Disamping itu, ada lima cara lain yang bisa digunakan agar dapat menikmati hidup berkualitas ditengah himpitan anggaran yang terbatas.

Jangan malu meminta saran oranglain, jika perlu penasihat keuangan. Setiap bulan, Anda selalu dihadapkan pada dilema yang sama. Pendapatan ludes untuk menutupi pengeluaran. Terkadang  bahkan harus gali lubang tutup lubang. Ujung-ujungnya, sama sekali tidak memiliki simpanan, apalagi investasi.

Jika ingin keluar dari keadaan ini, harus bisa memperbaiki keuangan Anda. Jika Anda sendiri sudah angkat tangan, artinya sudah saatnya melibatkan pihak ke tiga. Dewasa ini, sudah banyak perencana keuangan yang siap membantu. Tetapi, jika sungkan, atau takut terbebani biaya konsultasi. Bisa meminta rekan atau saudara yang mahir mengelola keuangan.

Temukan Dua cara untuk mengurangi pengeluaran perbulan. Guna meminimalisir pengeluaran, hal ini pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan tujuan finansial yang rasional dan sesuai dengan kondisi saat ini. Sebisa mungkin, tetapkan tujuan yang tidak terlalu jauh dari jangkauan dan berjangka pendek.  Berangkat dari  tujuan  tersebut, tetapkanlah anggaran belanja dan tabungan rutin perbulan.

Setelah itu, Bisa memulai memikirkan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengeluaran bulanan. Cobalah temukan dua cara baru untuk berhemat setiap bulannya. Misalnya, bulan ini mengurangi jatah belanja sebanyak 10%, sekaligus memangkas uang bahan bakar sebanyak 15%, dan menghindari pemborosan listrik denagn  mematikan peneyejuk udara saat keluar ruangan, dan sebagainya.

Temukan cara untuk meningkatkan pendapatan. Jangan hanya berfokus pada penghematan pengeluaran, tetapi teruslah mencari kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

Faktanya, ada banyak sekali kesemapatan yang tersedia bagi mereka yangmau mencari. Banting setir dengan mencoba industri baru atau bahkan mencoba berwiraswasta bisa menjadi keuntungan, bukan sebaliknya.

Singkirakn impian yang terklalu muluk. Siapa yang tidak ingin memiliki rumah mewah dan kendaraan mewah. Apalagi semua itu mudah dicapai dengan jalan kredit. Benarkah demiakian?

Sebenarnya, tidak ada yang salah denga membeli secara kredit. Hanya saja, bunga yang ditimpakan biasanya sangat tinggi, bisa mencapai seperempat, atau setengah dari harga barang itu sendiri. Ujung-ujungnya, menghabisakan jauh lebih banyak uang hanya untuk membayar bunga pinjaman saja.

Sebenarnya, pakar ekonomi menyarankan agar mempertimbangkan kembali keinginan untuk membeli barang secara kredit. Daripada membeli rumah mewah secara kredit, misalnya, akan lebih bijaksana membeli rumah sederhana secara tunai.

Tetapi, jika sudah terlanjur membeli secara kredit, dan sekarang kebingingunan karena tidak mampu membayar tunggakannya, jangan ragu untuk menjualnya, dan mencari pengganti yang lebih sederhana. Selain terbebas dari hutang, sisa uang hasil penjualan juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain.

Biarkan anak membiayai keperluannya sendiri sejak dini. Cara ini mendatangkan dua manfaat sekaligus. Selain mengurangi pengeluaran,  juga bisa mengajari anak untuk berhemat dan menagtur keuangannya sejak dini.

Dimulai dari hal kecil saja. Misalnya, dari jatah jajan mereka perhari,anak diminta untuk menyisihkan sebagian untuk ditabung. Walaupun nomilanya kecil,   namun jika kebiasaan ini diteruskan hingga dewasa, akan terkumpul uang yang cukup banyak, bahkan mungkin bisa membiayai biaya pendidikan di perguruan tinggi.

Terbukti, kan? dengan anggran terbatas pun bisa hidup layak, dan tidak perlu sampai memenjarakan diri sendiri.