Halloween party ideas 2015
Showing posts with label Nutrisi. Show all posts

Tidak sedikit kalangan ibu-ibu yang sering mengeluhkan anaknya tidak mau makan sayuran. Padahal banyak kandungan vitamin yang bermanfaat bagi pertumbuhannya.

Vitamin A yang terdapat pada wortel akan membantu kejernihan mata anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Lantas bagaimana agar anak-anak mau memakan sayuran?

Berikut ada beberapa kiat yang bisa Anda lakukan agar sang anak tertarik untuk menyantap sayuran.

1. Saat acara makan bersama tunjukkan minat orang tua terhadap sayuran. Ini sangat efektif karena anak cenderung akan meniru apa yang orang tuanya lakukan.

2. Tambahkan sayuran ke dalam makanan favorit anak Anda. Misalnya anak Anda sangat menyukai nasi goreng, maka tambahkan sayuran pada nasi goreng tersebut.

3. Ajak anak untuk berbelanja sayuran ke swalayan. Biarkan anak untuk memilih sayuran yang ia mau,biasanya hal demikian akan memudahkan anak untuk memakan sayur karena ia yang telah memilih apa yang akan dimakannya.

4. Campurkan kaldu pada sayuran agar dirasakan lebih gurih oleh anak.

5. Sekali-kali berikan motivasi melalui bacaan cerita atau dongeng yang mengisahkan tentang manfaat sayuran.

6. Libatkan anak saat memasak sayuran. Dengan suasana yang menyenangkan anak akan lebih bersemangat mencoba hal-hal yang baru di dapur, namun orang tua harus lebih mengawasinya agar tidak melakukan hal-hal yang membahayakannya selama di dapur.

7. Tetap bersabar jika anak tidak mau makan sayur, terus dicoba akan tetapi jangan memaksanya. Justru dengan semakin dipaksa, anak akan semakin menghindari sayur dan menjauhinya.

8. Variasi dalam memasak. Perlu disiasati pula dalam memasak sayuran agar anak tertarik untuk memakan sayuran. Misalnya Anda mencampurakannnya dengan telor dadar.

9. Kreatifitas menghiasi makanan anak dengan sayuran. Anda bisa membuat wajah di piring nasi goreng anak dengan mata dari kacang polong, rambut dari bayam, bibir dan hidung dari wortel, dan telinga dari bunga brokoli. Tentu hal ini akan menarik perahatian anak dan mereka terdorong untuk memakannya karena bentuknya yang lucu.

Selamat mencoba

Ketika bayi sudah berusia 6 bulan, susu saja tidak cukup untuk menyokong pertumbuhannya. mereka sudah mulai membutuhkan nutrisi tambahan. Kalau mau yang instan sih gampang. Tapi kalau bisa membuat sendiri pasti lebih puas. Ternyata banyak orangtua  meski sederhana caranya.

Bubur susu untuk si kecil.
Pemberian makanan pada bayi dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anatomi dan fsikologi anak. Mengenalkan bubur susu merupakan proses peralihan pemberian bentuk makanan cair (susu) ke makanan padat yang sangat halus (bubur saring, nasi lembek, nasi tim) sampai sepenuhnya mampu menyantap makanan keluarga.

Bayi usia 0-6 bulan hanya diberikan ASI saja karena dengan mengkonsumsi ASI kebutuhan gizinya sudah bisa terpenuhi. Tetapi mulai usia 6 bulan keatas bayi sudah bisa mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI, dimulai dengan pemberian bubur susu.

Bubur susu adalah makanan padat dalam bentuk lembek yang berbahan dasar susu (bisa susu sapi atau bisa juga ASI). Bubur susu ini umumnya dibuat dari susu yang ditambahkan sumber karbohidrat lain seperti tepung dan serealia. (misalnya tepung beras). Ada juga yang divariasikan dengan menambahkan tepung ikan, tepung tempe, tepung kacang-kacangan (umumnya kacang hijau karena termasuk jenis kacang yang mudah dicerna) Bahkan ada beberapa yang menambahkan tepung sayuran (bayam, wortel, tomat, brokoli) Dan tepung ekstrak buah sepertim pisang, pepaya, jeruk kedalamnya. Semua itu dilakukan agar bubur susu semakain lengkap kandungan zat gizinya. Sehingga kecukupan zat gizi untuk bayi bisa terpenuhi. Setiap porsinya bubur susu mengandung berkisar 150-250 kalori.

Umbi-umbian jarang digunakan sebagai bahan pembuatan bubur susu, karena pada umbian banyak terkandung jenis serat yang susah dicerna sehingga bisa membaut bayi menjadi kembung. Jadi umumnya hanya bahan-bahan yang mudah dicerna yang ditambahkan ke dalam bubur susu.

Karena bubur susu berbahan dasar susu ada juga bayi yang tidak bisa mengkonsumsi, yaitu yang alergi terhadap susu sapi. Kondisi bayi seperti ini, disarankan untuk membauat sendiri bubur dengan menggunakan ASI sebagai bahan dasarnya.

Cukupkah Gizinya

Bubur Susu Buatan Sendiri
Kecukupan gizi bayi usia lebih dari 6 bulan adalah energi 650 kalori dan protein 16 gr. Kecukupan ini dalam sehari dapat terpenuhi dengan mengkonsumsi ASI sebanyak-banyaknya, bubur susu 1 kali, juice buah 1 kali, biskuit yang dilumatkan 1 kali.

Sebagai permulaan perkenalkan makanan padat bubur susu kepada bayi secara bertahap, jangan langsung diberikan dalam jumlah yang banyak. Berikan sedikit demi sedikit sesuai dengan usia, jika menolak jangan dipaksakan tapi tetap diperkenalkan pada kesempatan yang lain. Untuk bahan-bahanya pilih bahan yang mudah dicerna dan diperkenalkan bahan yang bervariasi.

Membuat bubur susu sendiri
pilihlah tepung beras merah atau tepung beras putih yang sudah disangrai matang, bisa   juga dikombinasikan antara tepung dan beras merah dan tepung beras putih. Setiap 10 gr tepung dilarutkan dengan ASI 100 ml. atau susu formula, ditambahkan dengan bahan lainnya sebagai kombinasi.

Apa reaksi Anda ketika mendengar si kecil berkata demikian? Kesal, bingung, dan tak tahu harus bagaimana lagi?

Seberapa seringkah Anda harus meninggikan suara dan marah karena anak tidak mau makan? Masalah makan memang cukup sering dikeluhkan orangtua. Masalah ini sering di alami oleh anak usia 1-3 tahun dan dapat berlanjut hingga usia sekolah. Hal ini terjadi karena pada usia tersebut anak sedang asyik bereksplorasi dengan lingkungan dan tidak begitu tertarik dengan makan. Disamping itu pula, pasa usia tersebut secara psikologis, anak ingin otorisasi terhadap apapun yang dilakukannya, ia juga cenderung menolak atau malah besikap melawan atas apa pun yang disuruh oleh orangtua.

Masalah makan sering terjadi adalah selective eaters, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu saja. Ini terjadi karena anak mempunyai memori tertentu terhadap bentuk, rasa, bau dan tekstur tertentu di masa lalu sewaktu kita sebagai orangtua memberi pelajaran makan.

Terkatang anak bisa juga menjadi neophobia, artinya takut mencoba jenis makanan baru. Masalah lain yang sering terjadi adalah justru karena mispersepsi dari orangtua, maksudnya adalah kita sebagai orangtua sering dengan sadar atau tidak sadar hanya memperkenalkan dan memberikan makanan  yang terbatas variasinya. Alasan yang sering dikemukakan oleh para orangtua adalah takut terjadi alergi, takut gangguan percernaan atau masih terlalu kecil, alias belum cukup umur untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Akibatnya si anak hanya mengal makanan dan rasa yang itu-itu saja sedangkan umumnya pada anak usia 9 bulan keatas sudah dapat merasakan rasa selain manis, indera perasanya sudah peka terhadap rangsangan berbagai macam rasa.  Setelah Usia 1 tahun, anak juga lebih senang mengkonsumsi makanan yang lebih tajam rasanya. Ia juga sudah mulai ingin berekspresi untuk memegang sendok sendiri, menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sendiri serta bereksperimen dengan bentuk, tekstur dan rasa yang berbeda.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memberikan makanan pada anak adalah jangan sampai melakukan pola  pemaksaaan dalam memberikan makanan ataupun sekedar mencobakan bentuk, tekstur dan rasa baru. Ingat, masa beberapa kali percobaan untuk sampai hingga anak tersebut menyukainya.

Masalah makan sering terjadi adalah selective eaters, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu saja
Masalah makan sering terjadi adalah selectiveeaters, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu saja
Bagamana cara mengatasinay? Berikan makanan yang variatif sejak dini. Usia 6-9 tahun merupakan masa keemasan seorang anak untuk mengenal  dan belajar makan. Diharapkan pada usia 1 tahun sorang anak sudah dapat diberikan makanan keluarga. Jadi, berikanlah  pengalaman bagi anak Anda verbagai macam rasa, konsitensi dan tekstur secara bertahap dan dilakukan dengan sabar. Artinya kita sebagai orangtua menyediakan bentuk , macam dan waktu mekanannya, anaklah yang menentukan seberapa yang ia ingin makan. Tidak perlu memaksakan kehendak atau harus habis. Agar anak tidak mengalami kesulitan makan nantinya, perkenalkan jadwal makan yang teratur, tidak berlama-lama dalam memberikan makan cukup 30 ment , berikan lingkungan yang menyenangkan sewaktu makan, tetapi juga tidak bermain sambil makan. Berikan porsi sedikit tapi sering, dorong anak untuk mencoba makan sendiri serta hentikan proses makan jika anak sudah lebih asyik bermain atau menunjukkan tanda penolakan.

Jika kemudian hari ia masih juga memilih makan tertentu, janganlah bingung. Coba perhatikan jenis makanan yang kurang di sukainya, ganti denagn makanan sejenis yang hampir sama kandungannya serta coblah resep masakan unik ala Chep terkenal. Jangan lupa perbaiki teknik penyajian makanan. Anak-anak sangat  suka warna-warni meriah serta makanan yang lain dari pada yang lain, di sini memang kreativitas sangat diperlukan. Tidak lupa pula perlunya orangtua bertindak sebagai role model bagi anak agar ia juga dapat melihat dan akhirnya ingin untuk mencoba makanan selayaknya orang dewasa, mengingat di priode itu pula anak ingin diperlukan bukan sebagai anak kecil lagi.

Yoghurt atau kadang disebut susu asam adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Susu mengandung gula dalam bentuk laktosa. Fermentasi laktosa pada susu menghasilkan asam laktat yang peranannya pada protein susu untuk menghasilakn tekstur seperti gel dan aroma yang unik pada yoghurt. Yoghurt di pasaran dapat mempunyai berbagai aroma dan rasa. Yoghurt sebenarnya bisa dibuat dari susu apa saja termasuk susu kedelai maupun susu kacang, tetapi saat ini sangat populer yang terbuat dari susu sapi. Yoghurt artinya kental, berasal dari kata Turki yaitu yogen.

Yoghurt dibuat dari susu yang  tidak dipasteurisasi agar keseimbangan anatara bakteri dan enzim dari susu tetap terjaga.  Kedalam susu tersebut ditambahkan bakteri yang menguntungkan pada suhu dan kondisi yang terkontrol. Bakteri akan mengubah laktosa Igula susu alami) menjadi asam laktat. Hal itu akan meningkatkan keasaman sehingga menyebabkan protein masa yang padat atau kental.

Proses pembuatan susu menjadi yoghurt akan memberikan peningkatan keasaman susu sehingga terasa asam. Peningkatan keasaman (pH 4-5) akan mencegah perbanyakan sel dari bakteri pantogen lainnya sehingga melindungi tubuh terhadap terjangkitnya penyakit akibat perbanyakan sel bakteri yang tidak menguntungkan (panthogen) tersebut. Disamping itu, pada umumnya kultur yoghurt sendiri melibatkan dua atau lebih bakteri yang berbeda untuk proses fermentasi, sehingga proses fermentasi, yaitu Streptococcus salivarius dan thermophilus dan genus Lacidophilus, bulgaricus, casei serta bifidus. Karena kultur yoghurt mengandung enzim-enzim yang dapat memecah laktosa, beberapa individu yang menderita intoleransi laktosa dapat menikmati yoghurt tanpa efek yang merugikan. Yoghurt kaya akan protein dan beberapa vitamin B serata mineral penting lainnya.

Kapan Yoghurt Boleh Dikonsumsi Si Kecil
Yoghurt dibuat dari susu yang  tidak dipasteurisasiagarkeseimbangan anatara bakteri dan enzim dari susu tetap terjaga
Kapan Yoghurt mulai boleh diberikan pada si kecil? Menurut sumber AAP, Yoghurt boleh dikenalkan saat bayi berumur 6 bulan, yaitu umur dimana bayi telah diperbolehkan mendapatkan makanan pendamping. Dalam mengkunsumsi perlu diperhatikan adalah pemberian campurannya. Sebagai contoh bahwa madu tidak direkomindasikan untuk bayi berumur di bawa satu tahun karena sporanya. Perlu di ingat juga bahwa yoghurt bukan pengganti susu sebagai yang  dimaksutkan sebagai makanan pokok pada umur tersebut. Susu terutama ASI merupakan makanan utama dan merupakan sumber kalsium utama untuk bayi. Demikian pula susu sapi segar maupun susu skim tidak direkomendasikan sebagai makanan utama pada bayi di bawah umur 1 tahun.


Tak mau makan sayur adalah hal klasik yang umum dijumpai pada anak-anak. Jangankan anak, orang dewasa pun tak sedikit yang tak suka sayur.

Kegemaran makan sayur sebenarnya tak hanya berpangkal dari rasa sayur semata. Banyak juga kok sayur yang rasanya enak, sebut saja wortel. Coba kunyah wortel dan rasakan betapa manis dan segarnya sayaur yang kaya akan retinol dan betakaroten ini. Lalu bagaimana dengan kangkung dan daun singkong, rsanya juga enak.

Kalau begitu, lantas mengapa sayur tidak menjadi makanan favorit buat anak? Bahkan ketika dihidangkan, tak jarang sayur disingkirkan di pinggir piring. Kesalahan mungkin berawal dari Anda, para orangtua.

Para ahli gizi anak seringkali menyarankan agar sayuran dan buah mulai diperkenalkan kepada anak sejak ia diajarkan makan makanan padat yang pertama (sekitar usia 6 bulan). Sayuran dan buah dapat diperkenalkan dalam bentuk dihaluskan maupun dengan cara lainyang sesuai. Dengan demikian indera perasasi kecil sudah familiar sejak dini.

Pengaruh Keluarga

Apakah anak gemar sayur atau tidak, juga dipengaruhi oleh pola makan keluarga. Kemungkinan sayuran memang bukan makanan favorit dalam keluarga, sehingga kebiasaan ini menurun dengan mulus pada anak.

Anak ini disuruh makan brokoli mentah sama air putih oleh orangtuanya. Tentu saja anaknya  tidak mau,
Ajarkan pada anak bahwa makanan adalah sebagai sesuatu yang diperlyukan, bukan hanya suatu ritual untuk memanjakan lidah semata. Bahwa makanan sehat dibutuhkan untuk hidup sehat, salah satu cara ampuh adalah dengan menjadikan diri Anda sebagai penyuka sayuran dan buah. Ingat, anak adalah peniru ulung.

Pentingnya Variasi

Salah satu kata kunci dalam mengajak si kecil suka sayur adalah variasi makanan yang terhidang di meja makan. Baik variasi dalam soal bahan maupun penyajiannya.

Variasi makanan berarti mencakup banyak pilihan makanan seperti sayuran, buah, sereal, daging,ikan, susu. Food Fact Asia tahun 2005 mencatat bahwa variasi makanan memiliki banyak manfaat antara lain:

Mencegah munculnya diabetes tipe-2, beberapa jenis kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah. Jangan lupa, belakangan ini juga mulai mengintai anak-anak.

Dengan variasi makanan dapat menyeimbangkan interaksi positif dan negatif dari bahan-bahan makanan dan juga melengkapi asupan nutrisi yang diperlukan tubuh. Bayangkan jika anak hanyasuka roti plus selai saja? padahal anak sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.

Menjadi kreatif memang tak mudah, tetapi Anda dituntut untuk melakukannya agar si kecil lebih berminat pada makanannya. Sesekali libatkan mereka saat Anda mempersiuapkan makanan, agar merasa memiliki makanan tersebut.

Sebagai ibu mungkin anda akan merasa bangga ketika melihat si bayi tubuh dengan sehat. Berikan kebiasaan baik pada anak anda dengan memberikan pola makan sehat. Memasuki usia sekolah, anak-anak biasanya harus beradaptasi dengan banyaknya kegiatan. Mulai dari les, mengerjakan pekerjaan rumah hingga bermain. 


Jadwal makan anak harus diatur dan diterapkan secara rutin setiap hari, mulai dari setelah ia bangun di pagi hari hingga malam hari sebelum tidur. Makanan yang diberikan tentunya harus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral serta air. Selain itu, makanan yang disajikan pun hendaknya bervariasi untuk melatih indera pengecap bayi sekaligus supaya ia tidak merasa bosan, namun tetap memperhatikan komposisi kandungan nutrisi.


Jika kegiatan anak cukup padat, hal terpenting selain mempersiapkan menu makanan sehat untuk memenuhi gizinya adalah membuat jadwal makan.


Jadwal makan untuk anak yang belum bisa mengatur kegiatannya sendiri sangat penting. Hal itu dikarenakan, saat bermain dan lepas dari kegiatan les atau sekolah, biasanya mereka lupa makan atau cenderung malas dan lebih memilih minum susu saja.


Mengatur Jadwal Makan Anak
Jadwal makan anak harus diatur dan diterapkan secara rutin setiap hari,mulai dari setelah ia bangun di pagi hari hingga malam hari sebelum tidur
Untuk itu, jadwal makan sangat penting karena bisa membuat anak makan lebih teratur dan terkontrol serta membentuk kebiasaan makan yang baik pada anak.


Untuk jadwal makan anak yang sudah mulai sekolah akan lebih baik jika dimasukkan dalam daftar kegiatannya sehari-hari. Hal ini untuk mengingatkan anak, agar mereka tidak lupa makan saat kegiatan di sekolah sedang padat.


Buatlah jadwal mulai dari waktu sarapan, makan siang dan makan malam. Tentukan juga kapan mereka boleh mengonsumsi cemilan. Sebaiknya jangan pilih cemilan yang mengandung gula dan lemak tinggi.


Pilihlah cemilan sehat seperti es buah atau agar-agar susu. Jadwal makan berfungsi tidak hanya membuat anak menjadi makan teratur dan lebih sehat, tetapi juga melatih kedisiplinan mereka.

Bagi Rina (25) Mempunyai seorang bayi merupakan pengalaman baru untuknya. Tak heran, ia sangat antusias ke segala yang berhubungan dengan tumbuh kembang bayi mungilnya. Setelah mendapatkan ASI eklusif 6 bulan bayi harus diberi makanan pendamping ASI untuk mencukupi nutrisinya.

Kendati demikian, sebagai seorang ibu baru, masih banyak pengetahuan seputar kebutuhan gizi anak yang belum diketahuinya. "Nanti makanan tambahannya perlu dikasih garam nggak ya"?cetusnya dalam hati.

Kebutuhan Garam Sesuai Usia
Sekelumit pertanyaan seputar kebutuhan garam bagi anak tentu juga menjadi pertanyaan bagi para ibu lainnya. Sejak kapan makanan bergaram dapat diberikan kepada anak dan seberapa besar kebutuhannya bagi anak di tiap kelompok usia perlu diketahui oleh orangtua sedini mungkin.

Garam merupakan campuran antara natrium dan klorida. Komponen natrium merupakan elektrolit penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit dalam sel dan dalam tubuh. Berikut tercantum kebutuhan natrium berdasarkan usia anak.

Umur          Kebutuhan Minimum
                          (mg/khari
0-5  bulan             120
6-11 bulan             200
     1 tahun             225
 2-5 tahun             300
 6-9 tahun             400
10-18 tahun         500
> 18 tahun            500

Dalam AS pun Ada Garam
Dalam ASI terkandung 11,2-14 mg natrium dalam 100 ml ASI. Susu sapi (segar) terdapat 49 mg natrium dalam tiap 100 ml-nya. Sedangkan susu formula standar 15-18 mg per 100 ml susu.
Konsumsi Garam Pada Anak
Sampai usia 1 tahun sesungguhnya anak belum memerlukan garam dalam makanannya.

Sebagaimana ilustrasi  seorang bayi usia 4 bulan dengan berat badan 6 kg, kebutuhan cairannya perharinya sekitar 900-1000 Ml. Jika ia hanya mendapatkan ASI, Kebutuhan natriumnya sudah terpenuhi melalui ASI. Demikian pula dengan susu formula, bahkan jika menggunakan susu formula ada sedikit kelebihan dibandingkan dengan kebutuhab anak tersebut pada umumnya.

Natrium secara alamiah terkandung dalam berbagai makanan yang dimakan oleh bayi dalam bentuk makanan pendamping ASI. Natrium terdapat dalam bubur sereal, lauk pauk dan sayuran dan buah.

Perkembangan indera perasa pada bayi terhadap rasa asin mulai timbul sekitar usia 4-6 bulan, tetapi bukan berarti kita harus menambahkan garam dalam makanan.

Itu karena asupan garam pasti telah dapat dipenuhi melalui ASI dan MP-ASI (makanan pendamping ASI)-nya. Anak usia dibawah 1 tahun adalah masa untuk mengenal berbagai macam rasa dari buah, sayuran dan makanan lainnya. Jika dari kecil anak sudah diberi makanan yang gurih dan manis, maka nantinya anak punya kebiasaan memilih-milih makanan yang dikunsumsinya, rasa manis dan gurihlah yang jadi pilihan.

Awas Garam Makanan Kalengan

Penting bagi orangtua memberikan pendidikan melalui pembiasaan makan yang baik sejak usia muda, Caranya dengan memperkenalkan berbagai makanan yang bervariasi sehingga rasa alamiah dari makanan dikenal oleh anak sejak dini.

Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar dan lainnya dapat diberikan sejak anak berusia 9 bulan yang klebih berkembang indera perasanya.

Sejak usia 1 tahun anak telah dapat diberikan makanan keluarga, artinya makanan yang dimakannya tidak berbeda dengan yang dimakan orangtuanya.

Orangtua juga harus membatasi pemberian makanan yang dikeringkan atau diawetkan (makanan kalengan) karena  kandungan garam natriumnya cukup tinggi. Demikian pula dengan makanan siap saji dan minuman ringan juga mengandung garam natrium yang tinggi, apalagi jika di konsumsi dalam jumlah banyak dengan frekuensi sering.

Jadi singkatnya manusia memang memerlukan garam natrium, tetapi dalam jumlah yang secukupnya karena garam matrium sebenarnya sudah terkandung secara alamiah dalam berbagai makanan kita sehari-hari.

Bahaya Kelebihan Garam

Sama seperti orang dewasa kelebihan garam pada balita dan anak-anak juga dapat membahayakan kesehatan. Kelebihan garam natrium dalam tubuh akan mempermudah terjadinya tekanan darah tinggi dan terjadinya retensi air dalam tubuh (air dipertahankan tetap dalam tubuh) sehingga terjadi bengkak di tubuh. Hal ini biasanya berhubungan dengan adanya kelainan fungsi ginjal.

Bayi yang mendapat garam berlebihan menambah beban kerja ginjalnya. Sebab fungsi ginjal balita dan anak-anak belum cukup matang untuk menyisihkan kelebiahan mineral dalam garam dapur. Tubuh memang membutuhkan mineral natrium yang dapat diproleh dari garam dapur tapi tak perlu menambah lagi garam dapur dalam makanan si kecil, jika natrium yang terkandung dalam makanan alami sudah mencukupi.

Kebutuhan garam pada balita dan anak-anak sudah terpenuhi dari susu, sayur, atau buah. Makanan bayi sampai usia 6 bulan , baik yang dibuat sendiri maupun yang dijual dalam bentuk diawetkan seperti biskuit dan bubur susu sebaiknya pilih yang tidak mengandung garam. 
Powered by Blogger.