Halloween party ideas 2015

Advertisement
Bagi Rina (25) Mempunyai seorang bayi merupakan pengalaman baru untuknya. Tak heran, ia sangat antusias ke segala yang berhubungan dengan tumbuh kembang bayi mungilnya. Setelah mendapatkan ASI eklusif 6 bulan bayi harus diberi makanan pendamping ASI untuk mencukupi nutrisinya.

Kendati demikian, sebagai seorang ibu baru, masih banyak pengetahuan seputar kebutuhan gizi anak yang belum diketahuinya. "Nanti makanan tambahannya perlu dikasih garam nggak ya"?cetusnya dalam hati.

Kebutuhan Garam Sesuai Usia
Sekelumit pertanyaan seputar kebutuhan garam bagi anak tentu juga menjadi pertanyaan bagi para ibu lainnya. Sejak kapan makanan bergaram dapat diberikan kepada anak dan seberapa besar kebutuhannya bagi anak di tiap kelompok usia perlu diketahui oleh orangtua sedini mungkin.

Garam merupakan campuran antara natrium dan klorida. Komponen natrium merupakan elektrolit penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit dalam sel dan dalam tubuh. Berikut tercantum kebutuhan natrium berdasarkan usia anak.

Umur          Kebutuhan Minimum
                          (mg/khari
0-5  bulan             120
6-11 bulan             200
     1 tahun             225
 2-5 tahun             300
 6-9 tahun             400
10-18 tahun         500
> 18 tahun            500

Dalam AS pun Ada Garam
Dalam ASI terkandung 11,2-14 mg natrium dalam 100 ml ASI. Susu sapi (segar) terdapat 49 mg natrium dalam tiap 100 ml-nya. Sedangkan susu formula standar 15-18 mg per 100 ml susu.
Konsumsi Garam Pada Anak
Sampai usia 1 tahun sesungguhnya anak belum memerlukan garam dalam makanannya.

Sebagaimana ilustrasi  seorang bayi usia 4 bulan dengan berat badan 6 kg, kebutuhan cairannya perharinya sekitar 900-1000 Ml. Jika ia hanya mendapatkan ASI, Kebutuhan natriumnya sudah terpenuhi melalui ASI. Demikian pula dengan susu formula, bahkan jika menggunakan susu formula ada sedikit kelebihan dibandingkan dengan kebutuhab anak tersebut pada umumnya.

Natrium secara alamiah terkandung dalam berbagai makanan yang dimakan oleh bayi dalam bentuk makanan pendamping ASI. Natrium terdapat dalam bubur sereal, lauk pauk dan sayuran dan buah.

Perkembangan indera perasa pada bayi terhadap rasa asin mulai timbul sekitar usia 4-6 bulan, tetapi bukan berarti kita harus menambahkan garam dalam makanan.

Itu karena asupan garam pasti telah dapat dipenuhi melalui ASI dan MP-ASI (makanan pendamping ASI)-nya. Anak usia dibawah 1 tahun adalah masa untuk mengenal berbagai macam rasa dari buah, sayuran dan makanan lainnya. Jika dari kecil anak sudah diberi makanan yang gurih dan manis, maka nantinya anak punya kebiasaan memilih-milih makanan yang dikunsumsinya, rasa manis dan gurihlah yang jadi pilihan.

Awas Garam Makanan Kalengan

Penting bagi orangtua memberikan pendidikan melalui pembiasaan makan yang baik sejak usia muda, Caranya dengan memperkenalkan berbagai makanan yang bervariasi sehingga rasa alamiah dari makanan dikenal oleh anak sejak dini.

Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar dan lainnya dapat diberikan sejak anak berusia 9 bulan yang klebih berkembang indera perasanya.

Sejak usia 1 tahun anak telah dapat diberikan makanan keluarga, artinya makanan yang dimakannya tidak berbeda dengan yang dimakan orangtuanya.

Orangtua juga harus membatasi pemberian makanan yang dikeringkan atau diawetkan (makanan kalengan) karena  kandungan garam natriumnya cukup tinggi. Demikian pula dengan makanan siap saji dan minuman ringan juga mengandung garam natrium yang tinggi, apalagi jika di konsumsi dalam jumlah banyak dengan frekuensi sering.

Jadi singkatnya manusia memang memerlukan garam natrium, tetapi dalam jumlah yang secukupnya karena garam matrium sebenarnya sudah terkandung secara alamiah dalam berbagai makanan kita sehari-hari.

Bahaya Kelebihan Garam

Sama seperti orang dewasa kelebihan garam pada balita dan anak-anak juga dapat membahayakan kesehatan. Kelebihan garam natrium dalam tubuh akan mempermudah terjadinya tekanan darah tinggi dan terjadinya retensi air dalam tubuh (air dipertahankan tetap dalam tubuh) sehingga terjadi bengkak di tubuh. Hal ini biasanya berhubungan dengan adanya kelainan fungsi ginjal.

Bayi yang mendapat garam berlebihan menambah beban kerja ginjalnya. Sebab fungsi ginjal balita dan anak-anak belum cukup matang untuk menyisihkan kelebiahan mineral dalam garam dapur. Tubuh memang membutuhkan mineral natrium yang dapat diproleh dari garam dapur tapi tak perlu menambah lagi garam dapur dalam makanan si kecil, jika natrium yang terkandung dalam makanan alami sudah mencukupi.

Kebutuhan garam pada balita dan anak-anak sudah terpenuhi dari susu, sayur, atau buah. Makanan bayi sampai usia 6 bulan , baik yang dibuat sendiri maupun yang dijual dalam bentuk diawetkan seperti biskuit dan bubur susu sebaiknya pilih yang tidak mengandung garam. 
Powered by Blogger.