Halloween party ideas 2015
Showing posts with label Tumbuh kembang. Show all posts

Ancaman bahaya narkoba tidak pandang usia, Masuk keseluruh lapisan masyarakat, termasuk ke lingkungan sekolah, bahkan mendirikan pabrik di lingkungan perumahan. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2007 mengungkapkan, terdapat 3,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang berkutat dengan zat terlarang tersebut. Bahkan tahun 2006 tercatat sekitar 15000 anak dan remaja meninggal akibat narkotika dan obat berbahaya (narkoba), yang umumnya sudah mereka kenal sejak dalam rentang usia 10-19 tahun. Penelitian Program International Eliminasi Pekerja Anak (IPEC), Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada tahun 2003 menegaskan rata-rata anak mulai mengenal narkoba sejak usia 13 tahun. Ada sekitar 500 ribu di antaranya para pencandu heroin, 25 persennya memakai alat suntik. Heroin memiliki ketergantungan yang sangat besar dibandingkan dengan jenis narkotika lainnya, dan kenikmatannya juga juga lebih besar. Oleh karena itu para orang tua memahami dengan baik informasi mengenai jenis dan bahaya narkoba. Pemahaman ini penting, agar orangtua juga dapat mengenali dan memeberikan informasi yang benar kepada anak.

Jenis narkoba yang banyak beredar di pasaran adalah opioid, salah satu jenisnya adalah heroin. Dunia kedokteran sering menggunakannya untuk obat-obatan, seperti morphin, penthamil. Namun sekarang ini banyak juga yang beredar di pasaran. Efek akibat pemakaian heroin adalah pupil mata mengecil, timbul eophoria, atau disphoria, mengalami gangguan pemusatan perhatian, keringat berlebihan, dan daya ingat berlebihan. Konsumsi opioid juga mempengaruhi tingkah laku penggunanya, berupa perilaku maladaftif seperti ketakutan, kecurigaan, gangguan dan tidak realistis.

Zat berbahaya lain yang banyak dikonsumsi dan menimbulkan masalah kecanduan adalah alkohol. Minuman alkohol juga termasuk jenis narkoba. Alkohol menimbulkan efek gelisah yang berlebihan, tekanan darah menurun dan menimbulkan halusinasi pendengaran. Alkohol memiliki jenis yang beragam, mulai dari yang resmi sampai yang tidak resmi, mulai dari kadar alkohol rendah hingga sangta berbahaya.

Cegah Narkoba Kenali Anak

Ketiga adalah ganja. Penelitian Profil Pcandu (YCAB,2001)bmembuktikan bahwa lebih dari 70 persen pecandu berat narkoba memulai karier mereka dengan menghisap ganja. kebiasaan melayang dengan menghisap ganja ini biasanya kemudian meningkat ke narkoba kelas berat seperti putau atau sabu. Efek yang ditimbulkan bila seseorang memakai ganja adalah jantung berdebar, euphoria,halusinasi, delusi, nafsu makan bertambah, apatis, dan memiliki perasaan waktu berjalan sangat lambat.

Jenis Lainnya adalah kokain, jenis stimulasia yang terbuat dari pohon koka yang bayak terdapat di peru dan chilli. Melalui proses kimiawi, sari daun koka ini diolah menjadi bubuk halus yang disebut kokain  dengan cara menyedot langsung serbuk putih tersebut melalui hidung. Jenis ini sangat mahal dan dikonsumsi orang-orang tertentu saja.

Jenis narkoba yang lain yang banyak beredar adalah aphetamine tipe stimulan. Aphetamine sebenarnya adalah obat perangsang yang dapat menimbulkan efek langsung pada pemakainya. Ada  4 jenis bentuk aphetamine, di antaranya adalah tablet, injeksi, ekstasi, dan shabu. Saat ini pasar narkoba dunia sebagian besar mengarh pada pemakaian aphetamine sangat gampang dibuat dari bahan racikan. Efek yang ditibulkan adalah agitasi psikomotor (hyperaktif, tidak dapat diam), rasa gembira, paranoid, halusinasi penglihatan, tekanan darah meningkat, dan sebagainya.

Zat memabukkan lainnya yang juga banyak dikonsumsi adalah halusinogen yakni zat yang bisa menimbulkan halusinasi, diantaranya valatile solvent, zat cair yang mudah menguap yang kerap digunakan untuk campuran lem. Ada pula benzoadiazepine dan pil koplo. Namun  zat adiktif yang bayak beredar adalah rokok, Pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenallnya kepada rokok.

Brain Damage
Narkoba menyebabkan ketergantungan pada penggunanya karena mengandung zat adiktif yang menempel di otak. Otak adalah organ vital yang akan terserang pertama kali akibat pemakaian narkoba. Dalam jangka panjang pemakaian dapat menyerang organ lainnya vital lainnya seperti hati, jantung, dan paru-paru. Dalam otak manusia terdapat zat-zat kimia yang berfungsi sebagai pengantar implus di dalam synapse (jaringan otak) yang disebut neorotransmitter.

Ada beberapa jenis neorotransmitter di antaranya adalah dopamin yang bertanggung jawab akan tibulnya rasa nyaman, meningkatkan tekanan darah dan denyaut jantung. Kedua  adalah serotonin yang bertanggung jawab pada mood, rasa lapar, dan kantuk. Kekurangan serotonin akan mengakibatkan depresi. Ketiga adalah gama amino butyric acid yang bertanggung jawab akan tibulnya rasa tenang dan kantung. Dan terakhir endrophin yang bertanggung jawab mengatur rasa nyeri.

Setiap neorotransmitter tersebut mempunyai reseptor tertentu yang pengaruhnya langsung ke otak. Jika seseorang memakai narkoba, zat yang terkandung di dalamnya membuat otak seolah-olah di injeksi dengan tekan tinggi, yang menyebabkan terjadinya barain damage atau kerusakan otak. Makanya seseorang pencandu baru akan merasakan kenikmatan mengunakan narkoba pada saat ia mencoba pertama kali, si zat tersebut sudah membuat sarang di dalam otaknya.

Orangtua perlu lebih aware
Banyak orangtua yang berpendapat "saya  pasti tahu kalau anak saya mulai memakai narkoba". Namun sayangnya, pada kebanyakan kasus narkoba, orangtua justru menjadi orang terakhir yang mengetahui bahwa anaknya bernmasalah dengan narkoba. Celakanya, ketika orangtua mengetahui, tingkat ketergantungan anak sudah parah dan sangat terlamabat diupayakan pencegahan.  Karena itu menghimbau kepada orangtua agar benar-benar mengenal anaknya dengan baik "hanya itu yang dapat menjadi peringatan dini (early warning) bagi orangtua.

Langkah pertama yang perlu dilakukan orangtua adalah menekankan pada anak-anak bahwa penyalahgunaan narkoba adalah haram dan dilarang semua agama. Dengan begitu anak-anak tidak ragu lagi terhadap status barang laknat tersebut. Hendaknya orangtua membekali dirinya dengan pengetahuan dan keterampilan tentang   bahaya dan akibat narkoba. Dengan mengetahuinya, orangtua bisa melihat dan mendeteksi secara dini segala kejanggalan yangf tampak pada diri anaknya. Baik dalam keseharian dirumah maupun aktivitas bersama rekan sebayanya.

Perubahan tingkah laku yang terjadi pada anak secara mendadak atau ekstrim bisa dijadikan warning bagi orangtua. Misalnya si anak yang tadinya rajin beribadah menjadi sering meninggalkannya, sering berbohong, membolos prestasi belajar menurun, dan lainnya.  Selain itu bila orangtua menemukan barang-barang yang digunakan untuk konsumsi, atau sisa konsumsi narkoba, misalnya alumunium foil terbakar, alat suntik, remah daun ganja, dan lainnya. Maka orangtua harus waspada. Untuk mengetahuinya orangtua sesekali memeriksa kamar anak. Orangtua juga wajib  mengenali teman-teman bermain satu geng anak, dan memperhatikan aktivitas mereka.

Meskipun mitos ada yang mengatakan pecandu biaasanya berasal dari keluarga broken home, namun penelitian Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB,2000) pada 600 pecandu menunjukkan, sebagian besar pencandu narkoba berasal dari keluarga baik-baik. Persepsi keluarga baik-baik ini mungkin berbeda tiap orang. Namun hal penting perlu dicatat dari penelitian ini adalah lebih dari 60 persen pecandu mengaku mempunyai orangtua lengkap, dimana ibu tidak bekerja dan tinggal dirumah.

Artinya narkoba tidak hanya meneyerang mereka yang berlatar belakang keluarga broken home,  atau ibu yang sibuk bekerja. Narkoba juga merasuki anak-anak dari keluarga yang tampaknya sempurna. Tapi anak dari keluarga yang hancur dan kurang perhatian, akan lebih mudah terpancing untuk mencari perhatian diluar rumah dan bisa terjerumus pada kelamnya dunia narkoba.

Metode rehabillitasi yang memasukkan konsep agama memiliki tingkat kegagalan 12 persen. Semenetra tingkat keberhasilan rehabilitasi tanpa konsep agama hanya sekitar 43 persen.

Namun bagaimana pun kondisi keluarga, yang penting orangtua perlu senantiasa menjaga komunikasi dengan anak. Meskipun si anak sudah tidak lagi menjadi pencandu dan melakukan rehabilitasi,  namun tidak menetup kemungkinan zat aktif narkoba yang pernah ia pakai menjadi aktif kembali. Yang perlu dilakukan adalah menghilangkan "sarang-sarang" bekas zat adiktif tadi. Karena obat-obat ini memiliki efek yang berbeda-beda, maka orangtua dapat melihatnya lewat perubahan perilaku anak. Biasanya yang pendiam lebih sering memakai aphetamin, sehingga ia akan mengalami kegairahan. Dan bila anak agak hyper, ia lebih senang menggunakan jenis opioid.


Jika memang kedapatan seseorang sudah terkena narkoba hal yang perlu segera dilakukan adalah membawanya ke profesioanal. Bila anaknya sudah overdosis maka orangtua perlu membawanya ke rumah sakit bukan ke psikiater. Psikiater hanya akan melakukan terapi medik,psikologik, mauoun sosial. Terapi medik yang dimaksud adalah si anak diberi jenis obatanti psikotik yang ditujukan terhadap gangguan sistem neurotransmitter susunan saraf pusat (otak). Selain itu juga diberikan terapi psikologi, dan sosial, yang akan mengontrol lingkungan sosial si anak.Jika ia bergaul dengantukang bunga maka ia kan ikut wangi. Jadi orangtua perlu memantau pergaulan anak, dan lingkungannya.


Tak kalah penting adalah terapi agama. Ada korelasi positif antara faktor agama dengan proses penyembuhan pengguna narkoba. Pada intinya niat si pencandu itu sendiri yang memperkuat keinginan untuk keluar dari jerat narkoba. Metode rehabilitasi yang memasukkan konsep agama memiliki tingkat kegagalan 12 persen. Sementara tingkat keberhasilan rehabilitasi tanpa konsep agama hanya sekitar 43 persen.


Kenali lingkungan Anda
Tidak ada jamina tipe-tipe anak tertentu saja yang mudah terpengaruh narkoba. Apa pun tipenya, anak bisa terjangkit narkoba. Namun kebanyakan dari mereka yang terkena adalah anak-anak yang tergolong tidak bisa menentukan keputusan, dan mudah sekali terpancing denganhal-hal yang baru, sehingga ingin mencoba-coba. Usia pra remaja hingga remaja adalah usia dimana mereka lebih care kepada teman-teman bermain, dengan kata lain peer group sangat berpengaruh. oleh karena itu, lingkungan pergaulan anak,akan sangat berperan dalam menularkan narkoba kepada anak.


lingkungan pergaulan, bukan hanya lingkungan tempat anak-anak nongkrong, namun juga lingkungan sekolah yang juga menjadi tempat yang paling rawan akan peredaran narkoba. Malah sekolah elite yang edentik dengan ketatnya aturan ternyata tidak luput dari incaran jaringan narkoba. sekolah elite justru menjadi sasaran empuk bagi bandar narkoba. hidup serba kecukupan para siswa sekolah elite sering membuat mereka gampang mengeluarkan uang, untuk membeli barang haram tersebut. Apalagi banyak siswa yang tidak mengetahui aneka macam narkoba.


Narkoba juga sudah masuk lingkungan perumahan. Tidak hanya mengedarkan, bahkan beberapa kasus menunjukkan bahwa narkoba diproduksi di lingkungan perumahan. Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar ini sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab banyak pihak, seperti orangtua,guru,dan masyarakat. Salah satunya adalah dengan memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba dan mengadakan razia mendadaksecara rutin, baikdi sekolah maupun di lingkungan  masyarakat. untuk mencegah anak agar tidak terjerumus pada dunia narkoba, orangtua perlu menegaskan kepada anak bahwa narkoba dan sejenisnya adalah HARAM.


Langkah terbaik untuk mencegah agar anak tidak terjerat narkoba adalah mengenal sifat dan perilaku anak. Apakah Anda sudah mengenal anak Anda? berikut ini kuis mengenal anak menurut Raising Drug-Free Children, Veronica Colondan tahun 2007.

  1. Warna fafavorit anak saya adalah.........
  2. Sahabat terdekat anak saya adalah..........
  3. Siapa nama guru anak saya dan siapa guru yang disuka mengapa?
  4. Siapa yang menjadi panutan di dalam  keluaraga?
  5. Apa yang dikaguminya dari orang yang menjadi panutan?
  6. Apakah harapan anak untuk sesuatu yang sekarang saya lakukan bagi dia?
  7. Apa makanan kesukaan anak saya?
  8. Apa acara televisi yang disuka anak saya?
  9. Apa pendapat anak saya tentang dirinya sendiri, dan tentang saya?
  10. Apa hoby anak saya?
  11. Apa cita-cita anak saya?
Skor Anda jika menjawab dengan benar
  • 8-10 : Selamat! Anda sangat mengenal anak anda
  • 5-7   : Anda bisa lebih baik memberi perhatian
  • Kurang dari 5 pertanyaan : Wah..parah.. sudah saatnya Anda luangkan waktu untuk lebih mengenal anak Anda sebelum terlambat.

Dunia berubah dan berkembang sedemikian cepat setiap harinya. Kemajuan media dan perangkat komunikasi adalah dua hal yang paling kita rasakan pengaruhnya pada kehidupan sehari-hari. Handphone misalnya, 10 tahun yang lalu masih merupakan barang langka namun sekarang benda plastik berukuran ini telah menjadi teman sejati manusia untuk bertelepon, membuat foto, mendengarkan musik, bermain games, dan bahkan untuk browsing di internet.

Perkembangan ini tentunya telah memberi perubahan besar dalam kehidupan maupun pengalaman hidup anak-anak kita. Masa kanak-kanak mengalami perubahan yang cukup signifikan. Kebanyakan anak sudah meninggalkan jenis-jenis permainan 'lama' seperti: memanjat dan bertengger di atas pohon, membuat benteng pasir, bermain di sungai, bersepeda di jalan, menjaga keseimbangan tubuh di atas batu, mengukur kakuatan fisik dengan teman sebaya, atau pun menjatuhkan diri dan berguling di atas bukit ke bawah dengan gembira. Anak-anak zaman sekarang, lebih sering melewatkan masa kanak-kanak di rumah dengan berbvagai kegiatan seperti: menonton televisi, bermain komputer, bemain playstation, atau pun permainan elektronik lainnya. Tentunya hal ini juga membawa damapak positif untuk memenuhi keingintahuan mereka terhadap teknologi dan informasi.

Oleh karena itulah, perkembangan kemampuan anak terutama dalam teknologi dewasa ini sangat mengagumkan. Tak perlu heran bila pada usia 7 tahun banyak dari mereka yang telah menguasai berbagai informasi dan pengetahuan tentang dunia, lebih unggul daripada kakek dan nenek di rumah. Bahkan, di usia dini, banyak anak yang telah mengerti 2 sampai 3 bahasa dengan sendirinya, tanpa sadar dari televisi. Selain itu mereka juga mampu memakai peralatan teknik modern dengan luar biasa cekatan. Pada satu sisi, anak-anak menjadi jauh lebih cerdas dan mempunyai pengetahuan yang lebih luas. Namun di sisi lain, kami mengamati adanya peningkatan jumlah siswa yang mengalami masalah gangguan belajar, seperti: masalah konsentrasi serta kesulitan dalam proses membaca, menulis, dan berhitung. 
Aktivitas Fisik Pengaruhi Kemampuan Matematika Anak

Tahapan Pengembangan Kemampuan Belajar Anak

Hasil observasi mencatat, saat ini, 15-20% dari siswa da dalam kelas reguler mengalami gangguan belajar. Masalah yang paling terlihat adalah gangguan koordinasi. Pada pelajaran olahraga, misalnya. Sebuah gerakan koprol sederhana atau aktivitas senam dengan alat yang membutuhkan kepekaan gerakan tubuh, tercatat mempunyai risiko cidera yang cukup tinggi. Bertambahnya angka kecelakaan dalam pelajaran ini, menjadikan tantangan utama bagi tiap guru olahraga olahraga untuk menguasai teknik penyelamatan siswa, walaupun pada akhirnya sering berujung pada penghentian aktivitas tersebut.

Menjaga keseimbangan bergerak pada usia 1 tahun, diawali dengan kemampuan menggerakkan mata, menyeimbangkan tubuh, dan kemampuan untuk berdiri. Kemampuan dasar ini sangat penting dikuasai untuk kelanjutan tingkat perkembangan berikutnya di usia 2-3 tahun, dimana titik beratnya adalah daya dan rentang konsentrasi seorang anak, serta kemampuannya untuk bergerak.

Daya konsentrasi dan kemampuan bergerak merupakan dasar langkah berikutnya di usia 4-6 tahun, dimana anak mulai mengembangkan daya ingat dan kemampuan berinteraksi. Tahapan ini merupakan dasar dari kemampuan tingkat berikutnya, yaitu kemampuan berkonsentrasi dan sebagainya, yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan akademik. Maka secara garis besar dapat disimpulkan, bahwa kemampuan dasar seorang anak merupakan syarat utama untuk menuju kemampuan yang lebih kompleks. Dan di lain pihak dapat disimpulkan pula bahwa salah satu penyebab gangguan konsentrasi adalah kurangnya koordinasi/keseimbangan tubuh seorang anak.

Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kemampuan Matematika

Dari penjabaran diatas, maka dapat dikatakan bahwa penyebab masalah ketidakberhasilan siswa di sekolah, terutama dalam pelajaran yang memerlukan konsentrasi tinggi seperti matematika, adalah kurangnya pengalaman latihan motorik keseimbangan tubuh yang secara langsung berdampak pada kurangnya koordinasi tubuh dan lemahnya koordinasi mata-tangan. 

Koordinasi tubuh bukanlah bakat, melainkan dapat dikuasai melalui latihan. Pada umumnya anak-anak belajar koordinasi tubuh melalui aktivitas fisik, seperti: memanjat pohon, menjaga keseimbangan diatas batu, dan bahkan anak dapat belajar dari pengalaman jatuh dalam usahanya untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Meskipun kurangnya koordinasi tubuh dan anak sangat dapat terlihat dalam pelajaran olahraga, namun hal ini juga berdampak pada mata pelajaran lainnya. hambatan dalam belajar matematika, contohnya, sering disebabkan oleh kurangnya baiknya koordinasi tubuh anak. Mungkin terdengar sangat janggal. Namun metode mengatasi masalah belajar matematika dapat dilakukan melalui latihan keseimbangan diatas batu selama satu jam bersama dengan anak.

Maka dari itu, para pakar (perkembangan anak) mengatakan bahwa anak-anak yang dapat dengan tangkas menyelamatkan dirinya ketika terjatuh, sebenarnya telah menguasai persyaratan untuk berhasil dalam pelajaran matematika. Dalam hal ini, anak yang dapat tangkas jatuh tanpa mencelakakan diri sendiri, secara tidak langsung mempunyai kesadaran terhadap penguasaan keseimbangan tubuh dalam proses jatuh tersebut.

Koordinasi Tubuh dan Koordinasi Mata-Tangan
Tentunya kemampuan penguasaan keseimbangan diri ini akan sangat terbantu oleh kerja otot dan tendon (motorik kasar) yang terlatih serta kekuatan fungsi indra peraba yang di dukung pula oleh kemampuan visual yang baik lewat koordinasi mata-tangan yang sempurna. Keseluruhan hubungan ini,sekali lagi, dapat dengan mudah dijelaskan dengan contoh sebagai berikut:Apakah koordinasi mata-tangan itu?. Anak kecil akan belajar apa yang dirasakan, dengan tangan. Langkah yang dialami yaitu; (1) meraba (2) bergerak (3) melihat benda yang berbeda bentuk, dan (4) mengerti.

Namun, lemahnya koordinasi mata-tangan menyebabkan anak sulit untuk mengerti berbagai hal. Padahal pada dasarnya, koordinasi tubuh merupakan dasar kemampuan untuk bergerak. Contohnya; untuk mengangkat tangan, seorang anak harus memiliki pengetahuan tentang tangan, selain harus pula mempunyai otot tangan yang kuat untuk menggerakkannya. Disamping itu, koordinasi tubuh yang baik akan menunjang pula perkembangan kemampuan berimajinasi anak. Hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah, bahwa kemampuan diatas, yaitu koordinasi tubuh dan koordinasi mata tangan,merupakan syarat dasar untuk melatih perspektif depan-belakang, yang dapat membangun kejelian anak dalam melihat sebuah bentuk dasar.

Seorang anak dengan koordinasi mata-tangan yang tidak terbentuk dengan baik, hanya dapat belajar mengembangkan persepsi depan-belakang dengan terbatas. Ketidakmampuan anak untuk melihat gambar angsa pada garis-garis lengkung yang mengelilinginya dapat menjadi contoh. Kejelian melihat bentuk dasar merupakan syarat dalam mengukur kemampuan untuk memahami dan menyadari suatu hal, terlebih lagi yang abstrak.

Tak Perlu Mahal: Pohon Dan Batu Dapat Membantu!
Bila orangtua atau para pendidik telah menyadari langkah perkembangan pembelajaran yang penting bagi anak, maka sudah seharusnya kita memberikan kesempatan seluas-luasnya pada mereka untuk membangun fisik yang kuat melalui barbagai kegiatan. Salah satunya dapat dilakukan melalui pendidikan olahraga yang optimal.

Di beberapa sekolah, kesadaran akan pentingnya hubungan antara keberhasilan akademik dan koordinasi tubuh telah difasilitasi dan dikembangkan dalam bentuk kegiatan atau program yang mengintergrasikan kedua hal tersebut bagi siswa sedini mungkin. Mulai dari Taman Kanak-Kanak, sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas.

Pada pelajaran olahraga misalnya. penggunaan balok rintangan pada trek lari yang disusun secara khusus, di bawah bimbingan guru, memungkinkan siswa berlatih mengembangkan keseimbangan tubuh. Dan hasilnya sangat mengagumkan, dimana siswa lambat laun menjadi lebih berani mencoba dan mengambil resiko untuk memanjat pohon, dengan penuh kepercayaan diri.

Di sisi lain, hal ini sangat menunjang siswa dalam memahami materi akademik mereka, yang dari hari ke hari semakin penuh tantangan. Para pendidik merasa lebih tertantang untuk memberikan variasi soal matematika dengan banyak tingkat kesulitan yang semakin tinggi setiap harinya. Hal ini dimungkinkan oleh peningkatan kemampuan siswa dalam berkonsentrasi yang secara tidak langsung meningkatkan daya nalar mereka ketika menghadapi sebuah permasalahan.

Tentunya merupakan hal yang berharga bila anak-anak dibekali dengan pengalaman tersebut sejak dini. Apalagi bila dapat dilakukan bersama orang tua mereka. Sudah seharusnya orang tua menyadari, Bahwa aktifitas fisik dan pengalaman berolah tubuh memiliki arti yang luar biasa bagi perkembangan anak. Dengan kata lain, seorang anak sebaiknya menghabiskan waktunya untuk bermain dan berolahraga lebih banyak daripada duduk diam di depan televisi, komputer atau playstation. Bila memungkinkan, sebaiknya orangtua menyediakan sarana yang memberikan kesempatan anak dapat melakukan aktifitas gerak badan sekaligus belajar untuk mengenal tubuh mereka.

Semua alat bermain yang menunjang perkembangan keseimbangan tubuh, meskipun sangat sederhana, seperti pohon dan batu yang disediakan gratis oleh alam, akan membawa makna yang sangat berguna bagi keberhasilan anak, bukan hanya dalam pelajaran matematika, namun lebih dari itu, dalam semua aspek kehidupan.

Sulit rasanya memisahkan si ABG dengan bantal butut kesayangannya. Jika ada yang berusaha mencuci atau membuang guling kesayangannya maka bisa jadi si anak akan marah besar. Meski guling kesayangannya itu sudah lusuh, baunya tidak enak, bekas air liur sudah membentuk peta pulau-pulau kecil. Biasanya bantal guling ini sudah menemani tidurnya sejak kecil, bahkan anak akan sulit tidur tanpa guling bututnya.

Ibu biasanya sudah kehabisan akal, bingung bagaimana cara supaya anak mau merelakan guling untuk dicuci. Maklum gulingnya sudah bertahun-tahun tanpa dicuci, khawatirnya dibantalnya ada bakteri atau kuman yang dapat mengganggu kesahatannya.

Demi Pertahankan Rasa Aman dan Nyaman.

Keterikatan anak pada benda-benda tertentu, seperti boneka, guling atau bantal adalah wajar di rentang usia tertentu dan dalam batasan perilaku tertentu. Umumnya berkait dengan kebutuhan anak pada munculnya perasaan nyaman dan aman. Perilaku itu juga merupakan model awal interaksi hubungan anak dengan ibunya dalam tugas perkembangannya.

Anak perlu mencapai rasa nyaman dan aman serta mampu mengalihkan model interaksi awal tersebut menjadi keterampilan beriteraksi dengan orang lain, terutama dengan lawan jenis di masa dewasanya.

Jika ada beberapa anak yang meski sudah lewat usia 9 tahun masih terikat pada benda-benda tadi, hal itu disebabkan  anak-anak itu masih belum mampu melakukan proses pengalihan yang seharusnya sudah dikuasainya.

Bayangkan jika suatu saat nanti ia harus menghabiskan waktu diluar rumah bersama teman-temannya, lalu masih membawa bantal guling lapuk hanya supaya tetap nyaman. Oleh sebab itu tingkah polah sepertiu itu harus dihentikan dengan cara yang menyenangkan . Terpenting ajarkan anak menegndalikan diri sendiri untuk merasa aman dan nyaman.

Biasakan Mengganti atau Menukar

Jika bantal guling atau selimut yang menjadi andalan sikecil, dianjurkan para orangtua membiasakan anak mengganti benda-benda itu secara priodik. Hal ini untuk membuktikan bahwa ia tetap bisa merasa nyaman dan aman dengan benda-benda yang lain, tak hanya dengan satu benda.

Orangtua juga perlu membiasakan anak dengan memahamkan anak pada perbedaan konsep bayi, anak kecil, anak besar, remaja, dan seterusnya. Dengan cara ini membuat anak mampu memahami konsep diri yang berbeda, tentu benda-benda nya juga harus berbeda. Misalnya, ada bantal bayi, ada bantal anak kecil dan seterusnya.
Cara Mengatsi Anak Sulit Berpisah Dengan Gulingnya

Namun tentu kareteristik setiap anak tak sama,  dan memaksa anak untuk berpisah dengan benda-benda kesayangannya secara mendadak juga bukan suatu tindakan yang bijaksana. Harus ada proses yang sistematik.

Alternatif Untuk Orangtua

  • Bernegosiasi untuk menukar bantal gulingnya, boneka, selimut denagn barang lain yang diminatinya sejak dini. Namaun jika proses penanaman minat di fase tumbuh kembang sebelumnya (antara 4-8 Tahun) tidak diciptkan, bisa jadi pada usia ini anak tak mempunyai minat apa pun terhadap hal apa pun yang membuat proses ini menjadi sulit.
  • Mengaitkan keberhasilan berpisah pada benda-benda tersebut dengan konsep anak pintar, anak besar, dan seterusnya. Cara ini akan menggerakkan anak mengadaptasi konsep tersebut dan akhirnya berkenan berpisah dengan barang kesayangannya.
  • Menjalanai progaram terapi khusus menciptakan rasa aman dan nyaman, misalnya relaksasi, sugesti, positif dan lain-lain demi mengatasi perasaan tak nyamannya.

Habis ini kakak les ya, Ma? Kalimat itu selalu ditanyakan cita (5 tahun) setiap pulang sekolah ekspresinya datar, namun tatap tersirat nada harap-harap cemas. Begitu mendapat jawaban bahwa hari ini les libur, ekpresinya langsung berubah total "Yes aku bisa main!" sambil berjingkrak meninggalkan mamanya. Hal  seperti ini yang membuat resah. Dulu Cita memaksa ikut les Bahasa Inggris katanya dia pengen ke desneyland, jadi harus bisa bahasa Inggris. Keluarga pun menyambut baik permintaan Cita. Saiapa sih yang tidak pengen anaknya cas cis bahasa asing.  Pada awalnya Cita begitu semangat berangkat les, tapi sekarang jangankan semangat, kalau bisa diterjemahkan, maka Cita seolah mengatakan "Aku gak mau berangkat les lagi" Hampir satu tahun Cita les, namun dia tidak pernah cerita bagaimana serunya saat les. Memang Cita bukan tipe anak yang hebat bercerita, namun sepertinya dia tidak begitu menikmati kegiatan lesnya . Kemampuan Bahasa Iggrisnya juga tidak mengalami lompatan yang signifikan, biasa saja.  Mama mulai bimbang menghadapi situasi ini, kalau berhenti rasanya sayang karena bahasa Inggris pasti dibutuhkan untuk masa depan. Namun melihat Cita berangkat les tanpa semangat dan hasilnya begitu-begitu saja, rasanaya juga kasihan. Apalagi dia mendapat laporan dari pembantunya kalau cita pernah menangis dan bilang nggak mau les lagi.

BERIKAN SESUAI KEBUTUHAN
Dalam prinsip pengasuhan dan pendidkan, orang tua hendaknya memberikan sesuai dengan kebutuhan anak. Saat anak meminta sesuatu kepada orang tua. apakah itu mencerminkan kebutuhannya dan orang tua harus selalu mengabulkannya? Karena permintaan hanya berbeda tipis dengan kebutuhannya. Orang tua yang bijak hendaknya mencerna terlebih dahulu dan memastikan bahwa yang diberikan benar kebutuhannya. Seorang bayi menangis, menunjukkan bahwa dia sedang mengajukan permintaan. Orang tua akan mencerna terlebih dahulu arti tangisan tersebut, apakah bayi kehausan, membutuhkan makanan, kepanasan, buang air, atau bahkan kesakitan. Sehingga tangisan bayi akan reda saat orangtua tepat memberikan kebutuhannya.
Les Bukan Jaminan Sukses

Saat anak sudah bisa berbicara menyampaikan permintaannya, apakah itu mencerminkan kebutuhannya? Bagaimana bila anak menangis dan berterial-teriak meminta mainan di mall? Orang tua yang bijak hendaknya mencerna arti ucapan, teriakan atau bahkan tangisan si anak. Apakah itu merupakan keinginan emosionalnya atau benar-benar kebutuhannya?  Tak jarang orangtua mengabulkan permintaan anak bukan dengan dasar kebutuhannya, tapi untuk mempercepat penyelesaian masalah supaya diam, tidak rewel atau bahkan membuat malu orang di mall.

KEBUTUHAN SIAPA?
Bagaimana dengan kasus Cita? Apakah les yang dimabilnya merupakan kebutuhan atau tidak? Pada masa usia dini, orang tua hendaknya memberikan kegiatan yang bermakna bagi anak sesuai dengan perkembanagnnya. Kegiatan yang dilaukan anak, diharapkan merupakan investasi pengetahuan dimasa  yang akan datang. Jangan buang waktunya percuma untuk kegiatan yang tidak membuat dirinya berbahagiah karena melakukannya dengan terpaksa. Karena akan sulit tersimpan dalam memori jangka panjang.

Apakah Bahasa Inggris tidak penting bagi Cita? Lebih baik dilihat terlebih dahulu kondisi lingkungannya. Bila sekolah Cita berpengantar Bahasa Inggris, dan dirumah orangtua tak jarang menggunakannya untuk berkomunikasi, Les Bahsa Inggris bisa jadi pendukung untuk mengasah keterampilannya. Namun, bila dia bersekolah dengan Bahsa Indonesia dan dirumah jarang digunakan Bahasa Inggris wajar saja kalau Ciat merasa tidak nyaman. Bahkan bisa jadi merasa tertekan karena harus belajar Bahasa Inggris seorang diri. Sementara orangtuanya tidak punya kewajiban semacam itu. Sama halnya dengan kasus les piano. Banyak orangtua mendaftar supaya anaknya jago main piano. Namun tak jarang ditemukan anak-anak yang frustasi karena harus berlatih. Kenapa akau harus berlatih setiap hari, sementara orang-orang di rumah dan teman yang lain tidak?

Pemeberian kegiatan pada anak usia dini hendaknya diperhatikan, apakah benar itu kebutuhan anak atau demi kebanggan orangtua? Jangan sampai demi kebanggaan, anak terpaksa ikut bermacam-macam kegiatan yang belum tentu bermakna dan membuatnya bahagiah. Hal ini seperti menyimpan bom waktu yang siap meledak suatu saat.

LES BUKAN  JAMINAN SUKSES
Masa usia dini masa eksplorasi. Biarakan anak mencoba berbahagiah hal yang disenangi. Namun jangan kaget, bila dalam beberapa waktu dia sudah berpindah ke lain hati. Itu bukan hal yang aneh bila dia berganti-ganti kesenangan. Mengikuti berbagai les, tidak menjamin kesuksesannya dimasa depan. Bila anak menunjukkan ketertarikannya pada satu hal, maka tugas kita adalah mendukung dengan memberikan sarana dan lingkungan yang kondusif untuknya. Hingga satu saat dia akan menemukan hal yang paling diminatinya. Mari kita bantu anak kita menemukan kejeniusannya karena setiap anak adalah juara.

Bayi-bayi yang lahir dengan bobot besar biasa disebut makrosamia. Termasuk makrosamia atau giant baby jika saat lahir berberat lebih dari 3,8 kilogram. Kelahiran bayi berbobot lahir besar umumnya dipicu oleh 3 hal. Yakni, faktor dari gizi yang sangat baik, faktor dari ibu penderita diabetes melitus dan bayi-bayi terlahir dari ibu yang mengalami obesitas dan faktor hamil lebih bulan.

Yang paling berisiko adalah jika bayi lahir besar dari ibu penderita diabetes. Sebab, banyak kegawatan yang bakal terjadi sejak si bayi lahir. Kemungkinan besar si besar ini mengalami hipogilkemia dan resiko kesehatan lainnya.

Bakal tumbuh besar?. Mengutip dari sebuah riset terbaru tentang masa depan bayi lahir besar, bahwa belum tentu bay-bayi demiakain akan tumbuh menjadi bongsor. Memang benar bayi-bayi makrosamia punya kesempatan tumbuh menjadi besar pula dengan asumsi peningkatan pertumbuhan sama dengan bayi normal lainnya. Namun, pada faktanya mereka bisa saja tumbuh dengan berat badan normal sesuai usianya.

Pola makan dan pola hidup yang sehat akan menyeimbangkan kebutuhan tubuh si bayi besar di saat selanjutnya. Para ibu yang punya bayi makrosamia  agar tidak cemas anaknya akan menjadi obesitas selama tidak ada indikasi kesehatan membahayakan seperti diabetas. Banyak pasien yang dulu lahir besar namun dalam perkembangan selanjutnya normal-normal saja. Sebaliknya, bayi yang berberat lahir normal berkembang menjadi bayi obes dikarenakan orangtuanya tidak menerapkan pola hidup sehat seimbang.

Lahir Besar, Tumbuh Besar?
Namun demikian, berat tidak ada penagturan penambahan kenaikan berat badan bagi si makrosamia. Pengontrolan berat badan ini, bukan berarti menghambat tumbuh kembangnya melainkan mengatur agar tidak bablas. Pertambahan berat badan tidak boleh lebih dari  1 kg/bulan dalam tiga bulan pertama setelah kelahiran. Tiga bulan selanjutnya, maksimal penambahan BB-nya 600 gr. Tiga  bulan selanjutnya berkurang lagi, setiap bulannya tidak boleh lebih dari 300-400 gram.

Bukankah pada bayi berat normal pun harus ada pengontrolan berat agar tak kurang dan tak berlebihan. Target BB itu bisa tercapai dengan pemberian ASI ekslusif. Sebab kebutuhan ASI itu sesuai dengan demmad-nya, sesuai kebutuhan bayi tak lebih tak kurang.

Begitu anak Anda memasuki usia 2-5 tahun, ia sudah mampu memegang alat tulis ataupun alat lukis, kita dapat mengetahui apa yang sedang ia sampaikan mengenai dirinya sendiri, melalui hal-hal berikut ini:

Apakah sikecil senang bereksperimen? Bila ia bereksperimen dengan beberapa alat tulis maupun gambar yang disediakan di hadapannya, ini menandakan bahwa si kecil memiliki keingintahuan yang besar terhadap hal-hal baru, ingin mencoba hal-hal baru yang menarik baginya, begitupun keinginannya untuk mengeksplorasi lingkungannya maupun lingkungannnya yang baru baginya. Sebaliknya, apa bila si kecil memilih hanya satu benda atau alat tulis maupun gambar yang ada dihadapannya dan alat tulis lainnya, maka kemungkinan besar ia memilih kebutuhan yang kuat akan rasa aman dan nyaman baginya sebelum akhirnya ia berani untuk bereksplorasi dan mengeksprerimen dirinya.

Berapakah banyakkah ruang dalam kertas yang digunakan? Bila si kecil memenuhi hampir seluruh ruang dalam kertas kosong yang Anda berikan, maka kemungkinan besar ia memiliki ketertarikan untuk pergi, melihat, melakukan banyak hal memanfaatkan dengan baik setiap ruang yang ada dalam lingkungannya berada. Ia cenderung menjadiseseorang yang ekstrovert menikmati berada di antara banyak orang atau teman ekspresif. Dan sebaliknya,  apabila si kecil lebih senang menggambar/menulis di bagian tertentu pada kertas, dan gambarnya pun tidak begitu besar, maka ia cenderung introvert, dan senang atau bias menikmati kesenderiannya, dengan kata lain bila ia harus bekerja seorang diri hal itu tidak menjadi masalah baginya, atau justru akan membuatnya lebih nyaman justru akan membuatnya lebih nyaman berekspresi.

Apakah si kecil suka menggunakan banyak warna atau sebaliknya? Seseorang anak yang memilih untuk menggunakan banyak warna dalam menggambar menandakan semangatnya yang besar untuk mengesplorasi hal-hal maupun lingkungannya termasuk lingkungannya yang baru, dan bila didukung dengan ukuran gambar yang juga cukup besar, maka sangat mungkin bahwa rasa percaya diri keberaniannya untuk mengeksperimenkan diri pada lingkungan di luar sudah mulai terbangun.
Cara Membaca Arti Coretan Anak And
Apakah si kecil tidak sabaran? Apabila sikecil dengan terburu-buru, berantakan, tidak suka detail dan sangat cepat selesai atau mengaku merasa sudah lelah padahal ia baru menggambar sebentar, maka kemungkinan besar bahwa ia kurang sabaran. Anak Anda bisa jadi membutuhkan perhatian ekstra dan kebersamaan dalam mengambar ataupun menulis, dengan melihat bagaimana Anda mengambar atau menulis, anak Anda dengan sendirinya perlahan-lahan akan meniru kesabaran Anda.

Apakah si kecil suka mengambar? Seorang anak yang senang mengambar pada medianya dan menyukai detail pada gambarnya, kemungkinan besar ia sudah siap untuk belajar mengambar kosentrasi  yang lebih seperti di sekolah, namun walau bagaimanapun juga tetap harus bertahap dalam pemberiannya pada anak agar kemampuan anak dalam berkonsentrasi dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam menghasilkan karya-karya yang positif.

Semoga tips memahami si kecil agar kita dapat membantunya memenuhi kebutuhannya yang sesuai. Selamat mencoba.


Apa reaksi Anda ketika mendengar si kecil berkata demikian? Kesal, bingung, dan tak tahu harus bagaimana lagi?

Seberapa seringkah Anda harus meninggikan suara dan marah karena anak tidak mau makan? Masalah makan memang cukup sering dikeluhkan orangtua. Masalah ini sering di alami oleh anak usia 1-3 tahun dan dapat berlanjut hingga usia sekolah. Hal ini terjadi karena pada usia tersebut anak sedang asyik bereksplorasi dengan lingkungan dan tidak begitu tertarik dengan makan. Disamping itu pula, pasa usia tersebut secara psikologis, anak ingin otorisasi terhadap apapun yang dilakukannya, ia juga cenderung menolak atau malah besikap melawan atas apa pun yang disuruh oleh orangtua.

Masalah makan sering terjadi adalah selective eaters, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu saja. Ini terjadi karena anak mempunyai memori tertentu terhadap bentuk, rasa, bau dan tekstur tertentu di masa lalu sewaktu kita sebagai orangtua memberi pelajaran makan.

Terkatang anak bisa juga menjadi neophobia, artinya takut mencoba jenis makanan baru. Masalah lain yang sering terjadi adalah justru karena mispersepsi dari orangtua, maksudnya adalah kita sebagai orangtua sering dengan sadar atau tidak sadar hanya memperkenalkan dan memberikan makanan  yang terbatas variasinya. Alasan yang sering dikemukakan oleh para orangtua adalah takut terjadi alergi, takut gangguan percernaan atau masih terlalu kecil, alias belum cukup umur untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Akibatnya si anak hanya mengal makanan dan rasa yang itu-itu saja sedangkan umumnya pada anak usia 9 bulan keatas sudah dapat merasakan rasa selain manis, indera perasanya sudah peka terhadap rangsangan berbagai macam rasa.  Setelah Usia 1 tahun, anak juga lebih senang mengkonsumsi makanan yang lebih tajam rasanya. Ia juga sudah mulai ingin berekspresi untuk memegang sendok sendiri, menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sendiri serta bereksperimen dengan bentuk, tekstur dan rasa yang berbeda.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memberikan makanan pada anak adalah jangan sampai melakukan pola  pemaksaaan dalam memberikan makanan ataupun sekedar mencobakan bentuk, tekstur dan rasa baru. Ingat, masa beberapa kali percobaan untuk sampai hingga anak tersebut menyukainya.

Masalah makan sering terjadi adalah selective eaters, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu saja
Masalah makan sering terjadi adalah selectiveeaters, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu saja
Bagamana cara mengatasinay? Berikan makanan yang variatif sejak dini. Usia 6-9 tahun merupakan masa keemasan seorang anak untuk mengenal  dan belajar makan. Diharapkan pada usia 1 tahun sorang anak sudah dapat diberikan makanan keluarga. Jadi, berikanlah  pengalaman bagi anak Anda verbagai macam rasa, konsitensi dan tekstur secara bertahap dan dilakukan dengan sabar. Artinya kita sebagai orangtua menyediakan bentuk , macam dan waktu mekanannya, anaklah yang menentukan seberapa yang ia ingin makan. Tidak perlu memaksakan kehendak atau harus habis. Agar anak tidak mengalami kesulitan makan nantinya, perkenalkan jadwal makan yang teratur, tidak berlama-lama dalam memberikan makan cukup 30 ment , berikan lingkungan yang menyenangkan sewaktu makan, tetapi juga tidak bermain sambil makan. Berikan porsi sedikit tapi sering, dorong anak untuk mencoba makan sendiri serta hentikan proses makan jika anak sudah lebih asyik bermain atau menunjukkan tanda penolakan.

Jika kemudian hari ia masih juga memilih makan tertentu, janganlah bingung. Coba perhatikan jenis makanan yang kurang di sukainya, ganti denagn makanan sejenis yang hampir sama kandungannya serta coblah resep masakan unik ala Chep terkenal. Jangan lupa perbaiki teknik penyajian makanan. Anak-anak sangat  suka warna-warni meriah serta makanan yang lain dari pada yang lain, di sini memang kreativitas sangat diperlukan. Tidak lupa pula perlunya orangtua bertindak sebagai role model bagi anak agar ia juga dapat melihat dan akhirnya ingin untuk mencoba makanan selayaknya orang dewasa, mengingat di priode itu pula anak ingin diperlukan bukan sebagai anak kecil lagi.

Kepolosan menjadi sesuatu yang langka didunia yang semakin artifisial. Tak heran, kepolosan yang ditampilkan oleh sosok gadis kecil bernama Masha dalam tayangan Masha and bear menjadi begitu mudah digandrungi. Tua dan muda lantas ketagihan kartun dari Rusia ini.

Tokoh Masha ramai diperbincangkan di media sosial. Foto-foto unik seperti gambar satu regu polisi yang sedang serius menonton Masha & The Bear Beredar di dunia maya. Tak hanya anak-anak, tontonan yang sejatinya dikhususkan bagi anak bawah lima tahun ini ternyata juga digemari penonton dewasa.

Tayangan makin menarik karena disuguhkan dalam format HD (High Definition) untuk televisi. Dalam penggarapannya masha & The Bear mengunakan teknik animasi 3D  yang cukup mutakhir sehingga menghasilkan gambar yang tajam dan indah.

Pada episode bertajuk hari mencuci, misalnya, kenakalan Masha segera tampak. Begitu ada tanda-tanda, ia keluar dari rumah, semuanya yang awalnya sedang bersantai segera lari bersembunyi. Kambing lari ke balik pohon hingga ayam lari terbirit-0birit ke dasar sumur. Kisah tragis kali ini menimpa si babi yang lamban sembunyi.

Masha mempermainkan babi dan mengangapnya  sebagai anak bayi lalu menempatkannya di kereta bayi. Ketika jalanan mulai menurun, kereta bayi meluncur cepat menabrak Misha (dalam bahasa Rusia bermakna boneka beruang). Misha, si beruang raksasa penyayang, selalu memperlakukan Masha bak anak sendiri.

Cerita yang disuguhkan memang sederhana. Namun, penonton dibawa larut pada polah lucu Masha serta kesialan para binatang disekitarnya. Serigala, binatang paling menyeramkan dihutan pun bisa ;lari terbirit-birit hanya mendengar nyanyian masha. Tak selalu nakal, kadang-kadang Masha juga bisa baik hati dan menolong semua binatang di hutan.

Dunia Masha, Dunia Jujur dan Menghibur
Dunia Masha, Dunia Jujur dan Menghibur
Kepolosan, kesederhanaan, dan kejenakaan Masha menjadi daya tarik utama penonton. Relasi antara Masha dan misha menjadi contoh menarik sebuah persahabatan harmonis ditengah beragam perbedaan. Masha and the Bear bercerita tentang persahabatan serta kepolosan anak-anak yang memandang dunia dengan kacamatanya yang polos, lucu, lugu, dan jujur, kadang menggemaskan. Nilai-nilai persahabatan yang hadir di sela kenakalan serta kejahilan Misha ini bisa menjad contoh baik bagi anak-anak.

Anak juga ingin tahu, bagaimana rasanya jadi orang dewasa. Ketika foto-foto Suri Cruise yang bersepatu dengan kitten heels setinggi 2 cm, begitu banyak reaksi yang muncul atas pilihan gaya putri aktor Tom Cruise dan Katie holmesini. Sang bunda berdalih, sepatu itu untuk balita belajar ballroom dance. Namun, tak sedikit orang yang mengatakan  penampilan Suri yang masih berusia 3 tahun tidak pantas, terlalu dewasa. Suri Cruise jadi tampak sepperti orang dewasa mini.

Tak hanya busana dan sepatu. Produsen parfum, cologne, shampo dan cat kuku pun sekarang membidik pasar anak, dikemas dalam wadah bergambar yang menarik perhatiannya. Anak-anak yang mestinya masih tampil polos, kini tak ragu berdandan dan didandani ibunya. Seharusnya bagaimana?

Ijinkan anak berdandan.
Anak usia ini mulai melirik orang tuanya. Putri kecil Anda mulai senang mencoba kalung milik ibu, mengenakan septu dan membawa tas ibu. Tangan kecilnya makin rajin menggeratak meja rias, mencoba lipstik dan semprot-semprot parfum. Ini merupakan proses identifikasi normal pada anak perempuan. Di usianya ini dia juga merasa punya suara dengan menentukan apa yang ingin dikenakannya. Jadi pahami kenginginannya namun jangan penuhi keinginannya untuk menjadi persis seperti Anda. Dengan memdadaninya seperti orang dewasa. Ajak dia ke toko aksesoris untuk membeli kalung imitasi yang memang dirancang untuk anak dan biarkan dia memilih. Ketika kita mengajaknya berbelanja pakaian dan aksesoris, arahkan pilihan pada produk yang dirancang untuk anak-anak seusianya-bukan baju anak model dewasa. Beri kebebasan anak untuk berdandan, misalnya memadu padankan baju dengan kalung dan bandana, kaus kaki dan sepatunya.

Beri pengertian
Bahwa anak-anak punya gaya berdandan yang berbeda, Anak-anak biasanya ingin punya baju seperti baju Bunda, ingin sepatu seperti sepatu bunda dan ingin memakai lipstik. Jadi, jelaskan bahwa dia tetap dapat seperti bunda, misalnya memakai kalung, sepatu dan tasnya sendiri. Bisa juga Anda membeli kain untuk dibuat gaun berkain sama namun untuknya, tetap pilih model gaun untuk anak seusianya. Anak akan senang, karena dia merasa seperti Bunda.

Sesekali boleh dicoba
Suri Cruise bergaya seperti orang dewasa
Si anak 3 tahun sedang gemar bereksplorasi mencoba berbagai hal yang menarik perhatiannya. Lipstik dan parfum adalah hal baru, sama seperti ketika dia melihat laptop atau kamera ayah. Benda tersebut juga menggugah rasa ingin tahunya. Jadi, tak perlu bereaksi keras dengan marah atau Anda khawatir anak akan ketagihan ketika sia kecil mencoba lipstik  atau parfum Anda. Bisa jadi dia mencoba hanya penasaran ingin tahu rasanaya. Bila Anda khawatir si kecil akan ketagihan terus memakainya, jelaskan bahwa teman-temanya tidak menggunakan lipstik atau parfum untuk sehari-hari. Jelaskan bahwa lipstik tidak dibuat untuk anak-anak. Dan jangan punya parfum sendiri.

Katakan Tidak untuk benda yang berbahaya
Perlengkapan kosmetik milik bunda, seperti bedak, alas bedak, perona pipi atau eye shadow, dibuat untuk orang dewasa. Benda-benda ini tidak aman digunakan oleh anak-anak, karena kulitnya peka dan rentan alergi. Jauhkan benda-benda ini dari jangkauan anak, karena bagaimanapun di usia ini dia ingin sekali meniru Anda. Masih aman bila si  kecil hanya mencoba lipstik atau kuteks, meski tetap harus Anda pastikan bahan-bahannya aman digunakan si kecil, tidak menyebabkan alergi. Arahkan untuk memakai kosmetiknya sendiri, yang masih dalam rentang usia balita.

Cekukan bukan indikasi penyakit berbahaya, bukan pula sebuah penyakit. Biasanya pada bayi namun bikin risih dan rewel si kecil. Cegukan yang dialami oleh siapapun, orang dewasa ataupun  bayi tidak berbahaya bagi kesehatan. Cegukan atau hiccup merupakan mekanisme tubuh khususnya diafragma yakni lembaran otot peneyekat antara rongga dada dan perut, mengatasi menyelinapnya udara yang tiba-tiba.

Bunyi cegukan muncul dari kontraksi diafragma akibat selinapan udara. Nah, selinapan udara ini bisa berasal dari aneka aktivitas. Pada bayi, misalnya si kecil tiba-tiba melakukan dua hal secara hampir bersamaan  seperti tertawa dan kaget. Perubahan mendadak itu menyebabkan udara terperangkap dalam paru dan menimbulkan cegukan. Udara juga bisa berasal dari lamanya menangis. Coba ibu perhatikan kalau si kecil habis menangis agak lama, cegukan biasanya muncul apalagi kalau berhentinya mendadak yang disertai tertawa.

Bunyi cegak-ceguk juga bisa muncul saat si kecil minum lalu karena suatu hal ia tertawa. Udara yang sebelumnya terkendali saat ia minum terjebak karena ia tertawa menimbulkan cegukan. Selain itu, rasa terekan yang dialami bayi bisa juga menyebabkan bunyi cegak-ceguk. Sters memicu reaksi lambung menghasilkan gas berlebihan yang kemudian dengan mekanisme sama menyebabkan kontraksi diafragma.

Namun, tak usah kuatir. Cegukan tidak berbahaya dan bukan merupakan indikasi suatu penyakit tertentu. 

CARA MENGATASI
Penyebabnya cegukan pada Bayi
Cegukan tidak berbahaya dan bukan merupakan indikasi suatu penyakit tertentu.
Meski tidak berbahaya, cegukan seringkali bikin risih karena suaranya itu loh yang cegak-ceguk mengganggu. Lagi pula kalau si kecil sering cegukan jadinya mengganggu keriangannya. Jadi atasi saja  dengan cara sebagai berikut:
  • Berikan air minum hangat
  • Tepuk-tepuk ringan bagian punggungnya dengan maksud membebaskan udara yang terperangkap
  • Hindari menggoda si kecil secara tiba-tiba
  • Kalau ibu menduga cegukan si kecil karena stres berikan minum air hangat lalu peluklah si kecil, tenangkan perasaan galaunya. Ajaklah ia bermain -mainan kesukaannya
  • Meski tidak berbahaya, namun jika ibu kuatir silahkan di bawa ke dokter untuk mengatasi cegukannya. Dokter akan memberikan obat untuk merileks-kan otot-otot diafragma sehingga menghentikan cegukannya. 

Kemampuan mengingat pada otak bukan melulu soal genetika. Bisa ditingkatkan . Remaja, hindarilah stres dan tekanan. "Ah, kamu masih muda kok sudah pelupa. Coba, dingat-ingat lagi dimana kamu menaruh kacamatamu itu" Kata ibu Nunuk pada putra sulungnya aji (13 tahun).

Ibu Nunik sering kali heran pada Aji. Hampir setiap saat anak itu ribut dengan kacamata bacanya. Anak sulungnya yang baru menginjak sekolah menengah pertama itu selalu lupa dimana menaruh kacamata bacanya. Bahkan, pernah satu saat Aji ribut dengan kacamatanya padahal kacamata itu bertengger di mata silindernya. Walah!.

Namun, di balik keherannnya itu Ibu nunik sebenarnya cemas juga. Daya ingat anak sulungnya itu sepertinya menurun jika di bandingkan dengan masa-masa  sebelumnya. Ia juga jadi ingat kalau hasil raport Aji tak sebagus waktu Aji di sekolah dasar. Apa yang terjadi dengan anakku? Batin ibu nunik kautir.

Merekam, Menyimpan, Memanggil Kembali.

Kemampuan otak Manusia sangat luar biasa. Organ yang mendominasi  isi teyimpan sejumlampurung  kepala ini menyimpan sejumlah besar sel yang berfungsi multi Di sinilah pusat kendali, pusat data, pusat perintah sekaligus kordinasi seluruh organ tubuh manusia. Dengan terdiri atas sel-sel otak yang saling terhubung kemampuan organ otak sangat menentukan kulitas berpikir dan kemampuan mengambil keputusan hidup.

Pada remaja perkembangan otak secara fisik memang tak sepesat saat balita. Sel-sel otak sudah terbentuk secara rapi demikian juga dengan keterhubungannya. Namun, pada saat remaja inilah sedang berlangsung aktif pengisian memori otak.

Dimasa ini juga memori otak remaja sedang aktif menyimpan sekaligus memangil kembali isi memori. Bukankah, usia sekolah merupakan masa paling aktif proses-proses ini.? Coba bayangkan. Mereka ini aktif belajar hal-hal baru dengan aneka pelajaran, pergaulan dan lain sebaginya. Kemudian semua itu direkam, disimpan lalu dipanggil kembali saat diperlukan misalnya saat mereka menghadapi ujian.

Kemampuan Berbeda
daya ingat pada anak
Anak sedang berpikir dan memanggil kembali memori otaknya
Setiap anak punya kemampuan otak berbeda. Daya rekam, daya simpan maupun daya panggilnya berbeda. Pertama tergantung bahan bakunya. Faktor seluruhnya karena genetik, gift dar tuhan. Sudah dari sononya. Kedua faktor makanan lalu psikologis dan lingkungan. Anak yang terlahir dari orangtua berbudaya ingat kuat kemudian besar juga denikian.

Peneyebab Turun.

Ada banyak faktor yang bisa menurunkan daya ingat manusia terutamaremaja. Yang paling dominan adalah kondisi psikologis dan tekanan dari lingkungan. Tekanan atau stress apalagi depresi bisa menurunkan daya ingat remaja. Masa remaja merupakan masa yang paling banyak peluang si remaja mengalami tekanan dari lingkungan. Baik lingkungan sekolah, pertemanan dan pergaulan, dan bahakan di rumah. Tuntutan yang tinggi terhadap apa yang harus dicapai si anak berkontribusi besar pada penurunan daya ingat terutama daya pangilnya.

Memor yang sudah terisi akan terganggu ketika dipanggil kembali oleh adanya presure pada jiwanya. Kosentrasinya menurun drastis, itu yang menggangu daya panggil.

Selain itu kurangnya. kurangnya istirahat juga bisa menurunkan konsentrasi yang menggangu daya ingat. Tingginya kadar gula dalam darah, mendengkur kala tidur yang menggangu suplai oksigen ke otak dan menurunnya metabolisme tubuh sebagai peneyebab daya ingat remaja menurun. Istirahat berupa siang sangat penting mengembalikan daya inmgat dan kebugaran tubuh.

Meningkatkan Daya Ingat.
Bisakah? Jawabannya bisa. Misalnya dengan aneka cara sebagai berikut.
  • Membaca. Biasakan selalu membaca setiap ada kesempatan jadikan rutinitas membaca koran setiap hari.
  •  Mencoba aneka permainan latihan otak seperti bermain scrable.
  • Istirahat yang cukup agar kosentrasi selalu terjaga.
  • Biasakan si anak memiliki keteranturan hidup setiap harinya. Misalnya jam berapa bangun pagi, tidur malam, dan kapan istirahat. Kebiasaan yang terpola semacam ini bisa melatih kapasitas simpan otak secara beraturan sehingga memudahkan pemanggilan memori.
  • Konsumsi makanan bergizi. Perbanyak sayuran brokoli, bayam, ikan-ikanan semerti salmon, tuna. Perbanyak juga kacang-kacangan dan aneka buah dari golongan berry seperti sterawberry yangtinggi antioksidannya. Alpukat juga merupakan buah yang sangat baik untuk meningkatkan kinerja otak. Bahkan kacang-kacangan dan selai kacang sangat bagus untuk otak si kecil. Demikian juga biji bunga matahari

Kemampuan refleks bayi terus berkembang seiring usianya yang bertambah, salah satunya kemampuannya menjulurkan lidah atau melet. Pertanda apa? Otot-otot di mulut bayi baru mulai berkembang saat bulan-bulan pertama hidupnya. Oleh karena itu, bayi perlu melatih penggunaan lidah- termasuk dengan cara menjulurkan lidah-sebelum dia bisa mengerjakan tugas yang lebih besar seperti bicara atau mengkonsumsi makanan padat.

enjulurkan lidah adalah metode bayi berkomunikasi dengan orang lain, misalnya mungkin bayi melet karena ia sudah ada keinginan untuk berinteraksi atau bercanda. Maka saat orang-orang di sekelilingnya menjulurkan lidah di hadapannya, si bayi akan ikut-ikutan menirukan hal tersebut. Bisa jadi, si bayi suka melet atau menjulur-julurkan lidahnya agar mendapat respons dari sekelilingnya.

Jadi tak perlu kuatir, perilaku bayi seperti ini. Akan hilang dengan sendirinya apabila bayi sudah bisa berkomunikasi dengan lingkungannya secara efektif, maka cara ini akan ditinggalkan sekitar umur satu tahun. Bila respons orangtua sesuai dengan maksud si bayi, maka tak ada dampak negatif dari perilaku melet.

Rifleks menjulurkan lidah juga merupakan hal wajar sebagai salah satu bentuk perkembangan oromotor atau oral motor secara umum adalah sistem gerak otot yang menyeluruh dalam mulut, rahang, lidah, bibir, dan pipi.

Pada bayi secara khusus, kekuatan koordinasi dan kontrol dari struktur mulut inilah yang menjadi fondasi dari seluruh aktivitas makan, sepetrti menghisap, menggigit, menghancurkan makanan, menjilat dan menguyah. Sebab, kegiatan makan dimulai sebagai sesuatu yang bersifat refleks dan kemudian berkembang menjadi tindakan yang dapat dikendalikan.

Harper Seven Beckham
Harper Seven Beckham menjulurkan lidahnya ketika berusia  7 bulan
Proses menjulurkan lidah biasanya terjadi saat bayi akan memasuki usia 6 bulan, boleh jadi juga sebagai tanda bahwa si bayi lapar. Makanan padat perlu diperkenalkan kepada bayi di usia 6 bulan karena ASI saja sudah tak mencukupi kebutuhan gizinya. Selain itu kemampuan oromotor bayi sudah meningkat dan bisa menerima asupan makanan padat dengan konsistensi yang luna sebagaitahapan perkenalan.

Orangtua harus memberikan tanggapan atas isyarat yang diberikan oleh bayi. Menjulurkan lidah dapat berarti lapar atau sudah kenyang, bermain, lapar atau justru belum siap untuk menerima makanan padat. Jika demikian , tunda dulu pemeberian makana padat sambil dilatih untuk siap menerima makanan padat.

Bagi Rina (25) Mempunyai seorang bayi merupakan pengalaman baru untuknya. Tak heran, ia sangat antusias ke segala yang berhubungan dengan tumbuh kembang bayi mungilnya. Setelah mendapatkan ASI eklusif 6 bulan bayi harus diberi makanan pendamping ASI untuk mencukupi nutrisinya.

Kendati demikian, sebagai seorang ibu baru, masih banyak pengetahuan seputar kebutuhan gizi anak yang belum diketahuinya. "Nanti makanan tambahannya perlu dikasih garam nggak ya"?cetusnya dalam hati.

Kebutuhan Garam Sesuai Usia
Sekelumit pertanyaan seputar kebutuhan garam bagi anak tentu juga menjadi pertanyaan bagi para ibu lainnya. Sejak kapan makanan bergaram dapat diberikan kepada anak dan seberapa besar kebutuhannya bagi anak di tiap kelompok usia perlu diketahui oleh orangtua sedini mungkin.

Garam merupakan campuran antara natrium dan klorida. Komponen natrium merupakan elektrolit penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit dalam sel dan dalam tubuh. Berikut tercantum kebutuhan natrium berdasarkan usia anak.

Umur          Kebutuhan Minimum
                          (mg/khari
0-5  bulan             120
6-11 bulan             200
     1 tahun             225
 2-5 tahun             300
 6-9 tahun             400
10-18 tahun         500
> 18 tahun            500

Dalam AS pun Ada Garam
Dalam ASI terkandung 11,2-14 mg natrium dalam 100 ml ASI. Susu sapi (segar) terdapat 49 mg natrium dalam tiap 100 ml-nya. Sedangkan susu formula standar 15-18 mg per 100 ml susu.
Konsumsi Garam Pada Anak
Sampai usia 1 tahun sesungguhnya anak belum memerlukan garam dalam makanannya.

Sebagaimana ilustrasi  seorang bayi usia 4 bulan dengan berat badan 6 kg, kebutuhan cairannya perharinya sekitar 900-1000 Ml. Jika ia hanya mendapatkan ASI, Kebutuhan natriumnya sudah terpenuhi melalui ASI. Demikian pula dengan susu formula, bahkan jika menggunakan susu formula ada sedikit kelebihan dibandingkan dengan kebutuhab anak tersebut pada umumnya.

Natrium secara alamiah terkandung dalam berbagai makanan yang dimakan oleh bayi dalam bentuk makanan pendamping ASI. Natrium terdapat dalam bubur sereal, lauk pauk dan sayuran dan buah.

Perkembangan indera perasa pada bayi terhadap rasa asin mulai timbul sekitar usia 4-6 bulan, tetapi bukan berarti kita harus menambahkan garam dalam makanan.

Itu karena asupan garam pasti telah dapat dipenuhi melalui ASI dan MP-ASI (makanan pendamping ASI)-nya. Anak usia dibawah 1 tahun adalah masa untuk mengenal berbagai macam rasa dari buah, sayuran dan makanan lainnya. Jika dari kecil anak sudah diberi makanan yang gurih dan manis, maka nantinya anak punya kebiasaan memilih-milih makanan yang dikunsumsinya, rasa manis dan gurihlah yang jadi pilihan.

Awas Garam Makanan Kalengan

Penting bagi orangtua memberikan pendidikan melalui pembiasaan makan yang baik sejak usia muda, Caranya dengan memperkenalkan berbagai makanan yang bervariasi sehingga rasa alamiah dari makanan dikenal oleh anak sejak dini.

Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar dan lainnya dapat diberikan sejak anak berusia 9 bulan yang klebih berkembang indera perasanya.

Sejak usia 1 tahun anak telah dapat diberikan makanan keluarga, artinya makanan yang dimakannya tidak berbeda dengan yang dimakan orangtuanya.

Orangtua juga harus membatasi pemberian makanan yang dikeringkan atau diawetkan (makanan kalengan) karena  kandungan garam natriumnya cukup tinggi. Demikian pula dengan makanan siap saji dan minuman ringan juga mengandung garam natrium yang tinggi, apalagi jika di konsumsi dalam jumlah banyak dengan frekuensi sering.

Jadi singkatnya manusia memang memerlukan garam natrium, tetapi dalam jumlah yang secukupnya karena garam matrium sebenarnya sudah terkandung secara alamiah dalam berbagai makanan kita sehari-hari.

Bahaya Kelebihan Garam

Sama seperti orang dewasa kelebihan garam pada balita dan anak-anak juga dapat membahayakan kesehatan. Kelebihan garam natrium dalam tubuh akan mempermudah terjadinya tekanan darah tinggi dan terjadinya retensi air dalam tubuh (air dipertahankan tetap dalam tubuh) sehingga terjadi bengkak di tubuh. Hal ini biasanya berhubungan dengan adanya kelainan fungsi ginjal.

Bayi yang mendapat garam berlebihan menambah beban kerja ginjalnya. Sebab fungsi ginjal balita dan anak-anak belum cukup matang untuk menyisihkan kelebiahan mineral dalam garam dapur. Tubuh memang membutuhkan mineral natrium yang dapat diproleh dari garam dapur tapi tak perlu menambah lagi garam dapur dalam makanan si kecil, jika natrium yang terkandung dalam makanan alami sudah mencukupi.

Kebutuhan garam pada balita dan anak-anak sudah terpenuhi dari susu, sayur, atau buah. Makanan bayi sampai usia 6 bulan , baik yang dibuat sendiri maupun yang dijual dalam bentuk diawetkan seperti biskuit dan bubur susu sebaiknya pilih yang tidak mengandung garam. 
Powered by Blogger.