Halloween party ideas 2015

Advertisement
Sulit rasanya memisahkan si ABG dengan bantal butut kesayangannya. Jika ada yang berusaha mencuci atau membuang guling kesayangannya maka bisa jadi si anak akan marah besar. Meski guling kesayangannya itu sudah lusuh, baunya tidak enak, bekas air liur sudah membentuk peta pulau-pulau kecil. Biasanya bantal guling ini sudah menemani tidurnya sejak kecil, bahkan anak akan sulit tidur tanpa guling bututnya.

Ibu biasanya sudah kehabisan akal, bingung bagaimana cara supaya anak mau merelakan guling untuk dicuci. Maklum gulingnya sudah bertahun-tahun tanpa dicuci, khawatirnya dibantalnya ada bakteri atau kuman yang dapat mengganggu kesahatannya.

Demi Pertahankan Rasa Aman dan Nyaman.

Keterikatan anak pada benda-benda tertentu, seperti boneka, guling atau bantal adalah wajar di rentang usia tertentu dan dalam batasan perilaku tertentu. Umumnya berkait dengan kebutuhan anak pada munculnya perasaan nyaman dan aman. Perilaku itu juga merupakan model awal interaksi hubungan anak dengan ibunya dalam tugas perkembangannya.

Anak perlu mencapai rasa nyaman dan aman serta mampu mengalihkan model interaksi awal tersebut menjadi keterampilan beriteraksi dengan orang lain, terutama dengan lawan jenis di masa dewasanya.

Jika ada beberapa anak yang meski sudah lewat usia 9 tahun masih terikat pada benda-benda tadi, hal itu disebabkan  anak-anak itu masih belum mampu melakukan proses pengalihan yang seharusnya sudah dikuasainya.

Bayangkan jika suatu saat nanti ia harus menghabiskan waktu diluar rumah bersama teman-temannya, lalu masih membawa bantal guling lapuk hanya supaya tetap nyaman. Oleh sebab itu tingkah polah sepertiu itu harus dihentikan dengan cara yang menyenangkan . Terpenting ajarkan anak menegndalikan diri sendiri untuk merasa aman dan nyaman.

Biasakan Mengganti atau Menukar

Jika bantal guling atau selimut yang menjadi andalan sikecil, dianjurkan para orangtua membiasakan anak mengganti benda-benda itu secara priodik. Hal ini untuk membuktikan bahwa ia tetap bisa merasa nyaman dan aman dengan benda-benda yang lain, tak hanya dengan satu benda.

Orangtua juga perlu membiasakan anak dengan memahamkan anak pada perbedaan konsep bayi, anak kecil, anak besar, remaja, dan seterusnya. Dengan cara ini membuat anak mampu memahami konsep diri yang berbeda, tentu benda-benda nya juga harus berbeda. Misalnya, ada bantal bayi, ada bantal anak kecil dan seterusnya.
Cara Mengatsi Anak Sulit Berpisah Dengan Gulingnya

Namun tentu kareteristik setiap anak tak sama,  dan memaksa anak untuk berpisah dengan benda-benda kesayangannya secara mendadak juga bukan suatu tindakan yang bijaksana. Harus ada proses yang sistematik.

Alternatif Untuk Orangtua

  • Bernegosiasi untuk menukar bantal gulingnya, boneka, selimut denagn barang lain yang diminatinya sejak dini. Namaun jika proses penanaman minat di fase tumbuh kembang sebelumnya (antara 4-8 Tahun) tidak diciptkan, bisa jadi pada usia ini anak tak mempunyai minat apa pun terhadap hal apa pun yang membuat proses ini menjadi sulit.
  • Mengaitkan keberhasilan berpisah pada benda-benda tersebut dengan konsep anak pintar, anak besar, dan seterusnya. Cara ini akan menggerakkan anak mengadaptasi konsep tersebut dan akhirnya berkenan berpisah dengan barang kesayangannya.
  • Menjalanai progaram terapi khusus menciptakan rasa aman dan nyaman, misalnya relaksasi, sugesti, positif dan lain-lain demi mengatasi perasaan tak nyamannya.
Powered by Blogger.