Halloween party ideas 2015
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Dunia berubah dan berkembang sedemikian cepat setiap harinya. Kemajuan media dan perangkat komunikasi adalah dua hal yang paling kita rasakan pengaruhnya pada kehidupan sehari-hari. Handphone misalnya, 10 tahun yang lalu masih merupakan barang langka namun sekarang benda plastik berukuran ini telah menjadi teman sejati manusia untuk bertelepon, membuat foto, mendengarkan musik, bermain games, dan bahkan untuk browsing di internet.

Perkembangan ini tentunya telah memberi perubahan besar dalam kehidupan maupun pengalaman hidup anak-anak kita. Masa kanak-kanak mengalami perubahan yang cukup signifikan. Kebanyakan anak sudah meninggalkan jenis-jenis permainan 'lama' seperti: memanjat dan bertengger di atas pohon, membuat benteng pasir, bermain di sungai, bersepeda di jalan, menjaga keseimbangan tubuh di atas batu, mengukur kakuatan fisik dengan teman sebaya, atau pun menjatuhkan diri dan berguling di atas bukit ke bawah dengan gembira. Anak-anak zaman sekarang, lebih sering melewatkan masa kanak-kanak di rumah dengan berbvagai kegiatan seperti: menonton televisi, bermain komputer, bemain playstation, atau pun permainan elektronik lainnya. Tentunya hal ini juga membawa damapak positif untuk memenuhi keingintahuan mereka terhadap teknologi dan informasi.

Oleh karena itulah, perkembangan kemampuan anak terutama dalam teknologi dewasa ini sangat mengagumkan. Tak perlu heran bila pada usia 7 tahun banyak dari mereka yang telah menguasai berbagai informasi dan pengetahuan tentang dunia, lebih unggul daripada kakek dan nenek di rumah. Bahkan, di usia dini, banyak anak yang telah mengerti 2 sampai 3 bahasa dengan sendirinya, tanpa sadar dari televisi. Selain itu mereka juga mampu memakai peralatan teknik modern dengan luar biasa cekatan. Pada satu sisi, anak-anak menjadi jauh lebih cerdas dan mempunyai pengetahuan yang lebih luas. Namun di sisi lain, kami mengamati adanya peningkatan jumlah siswa yang mengalami masalah gangguan belajar, seperti: masalah konsentrasi serta kesulitan dalam proses membaca, menulis, dan berhitung. 
Aktivitas Fisik Pengaruhi Kemampuan Matematika Anak

Tahapan Pengembangan Kemampuan Belajar Anak

Hasil observasi mencatat, saat ini, 15-20% dari siswa da dalam kelas reguler mengalami gangguan belajar. Masalah yang paling terlihat adalah gangguan koordinasi. Pada pelajaran olahraga, misalnya. Sebuah gerakan koprol sederhana atau aktivitas senam dengan alat yang membutuhkan kepekaan gerakan tubuh, tercatat mempunyai risiko cidera yang cukup tinggi. Bertambahnya angka kecelakaan dalam pelajaran ini, menjadikan tantangan utama bagi tiap guru olahraga olahraga untuk menguasai teknik penyelamatan siswa, walaupun pada akhirnya sering berujung pada penghentian aktivitas tersebut.

Menjaga keseimbangan bergerak pada usia 1 tahun, diawali dengan kemampuan menggerakkan mata, menyeimbangkan tubuh, dan kemampuan untuk berdiri. Kemampuan dasar ini sangat penting dikuasai untuk kelanjutan tingkat perkembangan berikutnya di usia 2-3 tahun, dimana titik beratnya adalah daya dan rentang konsentrasi seorang anak, serta kemampuannya untuk bergerak.

Daya konsentrasi dan kemampuan bergerak merupakan dasar langkah berikutnya di usia 4-6 tahun, dimana anak mulai mengembangkan daya ingat dan kemampuan berinteraksi. Tahapan ini merupakan dasar dari kemampuan tingkat berikutnya, yaitu kemampuan berkonsentrasi dan sebagainya, yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan akademik. Maka secara garis besar dapat disimpulkan, bahwa kemampuan dasar seorang anak merupakan syarat utama untuk menuju kemampuan yang lebih kompleks. Dan di lain pihak dapat disimpulkan pula bahwa salah satu penyebab gangguan konsentrasi adalah kurangnya koordinasi/keseimbangan tubuh seorang anak.

Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kemampuan Matematika

Dari penjabaran diatas, maka dapat dikatakan bahwa penyebab masalah ketidakberhasilan siswa di sekolah, terutama dalam pelajaran yang memerlukan konsentrasi tinggi seperti matematika, adalah kurangnya pengalaman latihan motorik keseimbangan tubuh yang secara langsung berdampak pada kurangnya koordinasi tubuh dan lemahnya koordinasi mata-tangan. 

Koordinasi tubuh bukanlah bakat, melainkan dapat dikuasai melalui latihan. Pada umumnya anak-anak belajar koordinasi tubuh melalui aktivitas fisik, seperti: memanjat pohon, menjaga keseimbangan diatas batu, dan bahkan anak dapat belajar dari pengalaman jatuh dalam usahanya untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Meskipun kurangnya koordinasi tubuh dan anak sangat dapat terlihat dalam pelajaran olahraga, namun hal ini juga berdampak pada mata pelajaran lainnya. hambatan dalam belajar matematika, contohnya, sering disebabkan oleh kurangnya baiknya koordinasi tubuh anak. Mungkin terdengar sangat janggal. Namun metode mengatasi masalah belajar matematika dapat dilakukan melalui latihan keseimbangan diatas batu selama satu jam bersama dengan anak.

Maka dari itu, para pakar (perkembangan anak) mengatakan bahwa anak-anak yang dapat dengan tangkas menyelamatkan dirinya ketika terjatuh, sebenarnya telah menguasai persyaratan untuk berhasil dalam pelajaran matematika. Dalam hal ini, anak yang dapat tangkas jatuh tanpa mencelakakan diri sendiri, secara tidak langsung mempunyai kesadaran terhadap penguasaan keseimbangan tubuh dalam proses jatuh tersebut.

Koordinasi Tubuh dan Koordinasi Mata-Tangan
Tentunya kemampuan penguasaan keseimbangan diri ini akan sangat terbantu oleh kerja otot dan tendon (motorik kasar) yang terlatih serta kekuatan fungsi indra peraba yang di dukung pula oleh kemampuan visual yang baik lewat koordinasi mata-tangan yang sempurna. Keseluruhan hubungan ini,sekali lagi, dapat dengan mudah dijelaskan dengan contoh sebagai berikut:Apakah koordinasi mata-tangan itu?. Anak kecil akan belajar apa yang dirasakan, dengan tangan. Langkah yang dialami yaitu; (1) meraba (2) bergerak (3) melihat benda yang berbeda bentuk, dan (4) mengerti.

Namun, lemahnya koordinasi mata-tangan menyebabkan anak sulit untuk mengerti berbagai hal. Padahal pada dasarnya, koordinasi tubuh merupakan dasar kemampuan untuk bergerak. Contohnya; untuk mengangkat tangan, seorang anak harus memiliki pengetahuan tentang tangan, selain harus pula mempunyai otot tangan yang kuat untuk menggerakkannya. Disamping itu, koordinasi tubuh yang baik akan menunjang pula perkembangan kemampuan berimajinasi anak. Hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah, bahwa kemampuan diatas, yaitu koordinasi tubuh dan koordinasi mata tangan,merupakan syarat dasar untuk melatih perspektif depan-belakang, yang dapat membangun kejelian anak dalam melihat sebuah bentuk dasar.

Seorang anak dengan koordinasi mata-tangan yang tidak terbentuk dengan baik, hanya dapat belajar mengembangkan persepsi depan-belakang dengan terbatas. Ketidakmampuan anak untuk melihat gambar angsa pada garis-garis lengkung yang mengelilinginya dapat menjadi contoh. Kejelian melihat bentuk dasar merupakan syarat dalam mengukur kemampuan untuk memahami dan menyadari suatu hal, terlebih lagi yang abstrak.

Tak Perlu Mahal: Pohon Dan Batu Dapat Membantu!
Bila orangtua atau para pendidik telah menyadari langkah perkembangan pembelajaran yang penting bagi anak, maka sudah seharusnya kita memberikan kesempatan seluas-luasnya pada mereka untuk membangun fisik yang kuat melalui barbagai kegiatan. Salah satunya dapat dilakukan melalui pendidikan olahraga yang optimal.

Di beberapa sekolah, kesadaran akan pentingnya hubungan antara keberhasilan akademik dan koordinasi tubuh telah difasilitasi dan dikembangkan dalam bentuk kegiatan atau program yang mengintergrasikan kedua hal tersebut bagi siswa sedini mungkin. Mulai dari Taman Kanak-Kanak, sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas.

Pada pelajaran olahraga misalnya. penggunaan balok rintangan pada trek lari yang disusun secara khusus, di bawah bimbingan guru, memungkinkan siswa berlatih mengembangkan keseimbangan tubuh. Dan hasilnya sangat mengagumkan, dimana siswa lambat laun menjadi lebih berani mencoba dan mengambil resiko untuk memanjat pohon, dengan penuh kepercayaan diri.

Di sisi lain, hal ini sangat menunjang siswa dalam memahami materi akademik mereka, yang dari hari ke hari semakin penuh tantangan. Para pendidik merasa lebih tertantang untuk memberikan variasi soal matematika dengan banyak tingkat kesulitan yang semakin tinggi setiap harinya. Hal ini dimungkinkan oleh peningkatan kemampuan siswa dalam berkonsentrasi yang secara tidak langsung meningkatkan daya nalar mereka ketika menghadapi sebuah permasalahan.

Tentunya merupakan hal yang berharga bila anak-anak dibekali dengan pengalaman tersebut sejak dini. Apalagi bila dapat dilakukan bersama orang tua mereka. Sudah seharusnya orang tua menyadari, Bahwa aktifitas fisik dan pengalaman berolah tubuh memiliki arti yang luar biasa bagi perkembangan anak. Dengan kata lain, seorang anak sebaiknya menghabiskan waktunya untuk bermain dan berolahraga lebih banyak daripada duduk diam di depan televisi, komputer atau playstation. Bila memungkinkan, sebaiknya orangtua menyediakan sarana yang memberikan kesempatan anak dapat melakukan aktifitas gerak badan sekaligus belajar untuk mengenal tubuh mereka.

Semua alat bermain yang menunjang perkembangan keseimbangan tubuh, meskipun sangat sederhana, seperti pohon dan batu yang disediakan gratis oleh alam, akan membawa makna yang sangat berguna bagi keberhasilan anak, bukan hanya dalam pelajaran matematika, namun lebih dari itu, dalam semua aspek kehidupan.

Orangtua mengharapkan suatun saat nanti menjadi anak yang sukses dan hal ini tidak terlepas dari peran orangtua. Tumbuh kembang anak tidak lepas dari pelajaran yang diberikan orangtua . Demi mencapai hal tersebut orangtua akan melakukan apa saja bahkan sampai mengirimkan anak ke luar negeri untuk belajar. Padahal kesuksesan anak bisa dimulai dari dari rumah.

Berikut hal yang dapat Anda ajarkan agar anak bisa sukses kemudian hari:

1. Suruh anak mengerjakan pekerjaan rumah
Menyuruh anak melakukan pekerjaan rumah seperti membuang sampah, mencuci piring hingga membersihkan rumah akan membuat mereka mengerti bahwa bekerja merupakan aspek penting dalam kehidupan. Mereka juga akan lebih mengerti tentang pentingnya berusaha dan bekerja untuk mencapai apa yang diinginkan.


2. Ajarkan kemampuan interaksi sosial
Anak yang memiliki kemampuan sosialisai yang baik akan lebih mudah untuk sukses dibanding mereka yang sulit bergaul.

Anak yang memiliki kemampuan sosial yang baik juga akan senang untuk membantu orang lain, memahami apa yang temannya rasakan serta menyelesaikan persoalan dengan sendiri.

3. Ajarkan pentingnya pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan seseorang di masa depan. Jika Anda ingin anak mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi nantinya, maka harus bisa mencontohkan pentingnya pendidikan tersebut pada dirinya. Anak pun nantinya akan merasa terdorong akan apa yang orang tuanya contohkan.

4. Ajarkan cara bangun hubungan baik
Anak juga harus memiliki kemampuan untuk membangun hubungan baik dengan sekelilingnya. Hal ini perlu diajarkan untuk menurunkan resiko terjadinya konflik ketika mereka tumbuh besar.

5. Mengajarkan matematika sejak dini
Penelitian yang dilakukan di Northwestern University mengungkap bahwa mengajarkan matematika sejak dini dapat memicu kemampuan sang anak untuk sukses di kemudian hari. Banyak anak yang akhirnya sukses karena diajarkan hal ini sedari aawal.

6. Menanamkan pola pikir tidak takut gagal
Akan sangat mungkin nantinya sang anak dihadapkan pada berbagai rintangan dan tantangan dalam mewujudkan apa yang ia inginkan. Untuk itu, pola pikir tidak takut gagal sangat diperlukan agar sang anak dapat lebih tangguh ketika menghadapi masalah nantinya.

7. Beri tahu tentang etika dalam bekerja
Anda harus mencontohkan model perilaku yang baik apabila mau anak tumbuh menjadi orang yang baik. Etika dalam bekerja juga perlu diajarkan pada anak sehingga nantinya ia mampu melakukan perilaku yang baik di lingkungan kerja.

Mempunyai anak-anak kecil di rumah pasti sangat menyenangkan, Namun saat terjadi pertengkaran, suasana berubah menjadi tegang dengan teriakan dan tangisan. Sudahkah Anda berlaku adil pada mereka?

Mengapa harus selalu mengalah? Judul lagu terkenal ini seolah menjadi lagu kebangsaan para kakak. Kata orangtua, jika sang adik menginginkan apa yang dipunyai atau dipegang kakak, seolah wajib hukumnya untuk diberikan. Apakah Anda mengatakan hal yang sama pada anak yang lebih besar di rumah? Pernahkah Anda membanyangkan bagaimana perasaan anak Anda saat harus mengalah. Secara bahasa, kata mengalah berasal dari kata kalah. Dan secara manusiawi, tidak ada orang, baik baik anak maupun dewasa, merasa senang saat menderita kekalahan.

Jangan lupa. meskipun kakak secara fisik lebih besar dari adik, namun dia juga masih anak-anak. Di usia 5 tahun, sifat egosentrisnya masih melekat. Jadi dia masih belum bisa secara sempurna melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang dan mempunyai keinginan untuk mempertahankan miliknya. Sehingga jika harus mengalah, seringkali bukan karena kesadaran pribadi, tetapi keterpaksaan yang dilakukan di bawah tekanan orang tua. Tindakan yang dilakukan di bawah tekanan secara terus-menerus, dikhawatirkan menjadi bom yang siap meledak satu waktu nanti.

Bersikap Adil
Mempunyai anak-anak kecil di rumah pasti sangat menyenangkan. Suasana jadi meriah dengan celotehan, nyanyian, dan jeritan mereka. Namun saat terjadi konflik pertengkaran atau perebutan barang, suasana berubah menjadi tegang dengan teriakan dan tangisan. Kakak dan adik diibaratkan anjing dan kucing yang sedang berkelahi. Barang-barang sepele yang biasanya tidak menarik perhatian, bisa menjadi objek rebutan saat salah satu dari mereka menggunakannya. Bagaimana cara kita bersikap adil mengatasi “perang saudara” tersebut?
    Mengapa Kakak Selau Mengalah
  • Melihat masalah dari dua pihak. Cermati terlebih dahulu, siapa yang memulai konflik. Jangan selalu mengambil kesimpulan kakak yang mengganggu adik atau kakak harus mengalah karena dia lebih besar.
  • Berbicara dengan baik. Saat Anda sudah mengetahui duduk permasalahnnya, ajaklah anak-anak untuk menyelesaikan masalah dengan berbicara yang baik, bukan dengan berteriak, memukul, atau bahkan menendang. Gunakan bahasa sederhana supaya mudah dipahami buah hati anda.
  • Ajarkan untuk bersabar. Jika mereka ingin meminjam barang yang dimiliki atau dipegang orang lain, mintalah mereka, baik kakak atau adik untuk bersabar sampai barang tersebut selesai digunakan, sedangkan yang menggunakan bersegera untuk menyelesaikan.
  • Meminta maaf. Setelah masalah terselesaikan, ajarkan kepada anak untuk meminta maaf. Dengan meminta maaf, diharapkan mereka tidak akan mengulangi perbuatannya lagi dan menyadari bahwa berebutan bukanlah penyelesaian masalah yang baik.
  • Berikan alternatif pengganti. Jika si kecil menginginkan spidol merah yang sedang digunakan kakak, ajaklah dia mencari barang pengganti, seperti spidol warna lain, pensil atau krayon.
  • Konsistensi dan kerjasama tim. Pembiasaan ini memerlukan waktu yang panjang, sehingga diperlukan konsistensi dalam pelaksanaannya. Dukungan seluruh penghuni rumah termasuk pengasuh, sangat dibutuhkan demi keberhasilan pembiasaan perilaku ini.
Tim yang Kompak
Betapa menyenangkan menyaksikan anak-anak bermain bersama, saling berbagi, kompak, dan damai. Psikolog Selvy Andriana, Psi., menyarankan sebagai orangtua, kita bisa membantunya untuk meminimalkan konflik dengan :
  • Memberi label pada barang pribadi. Pisahkan barang-barang pribadi mereka dengan memberikan label pada lemari, sikat gigi, gelas, ataupun baju mereka. Dengan mengetahui barang milik orang lain, mereka tidak boleh sembarangan menggunakannya.
  • Menghargai milik orang lain. Jika ingin menggunakan barang orang lain, ajarkan untuk meminjam dengan cara yang baik dan menjaga saat menggunakannya. Namun tidak semua barang pribadi boleh dipinjamkan, seperti sikat gigi dan celana dalam.
  • Barang bersama. Tunjukkan kepada anak, apa saja yang merupakan barang bersama, boleh digunakan dan dijaga secara bersama –sama. Biasakan anak-anak untuk saling berbagi dengan saudaranya.
  • Memberi barang sesuai kebutuhan. Jika mempunyai tiga anak, bukan berarti harus membeli tiga barang yang sama untuk mereka. Biasakan untuk memberi barang sesuai kebutuhan. Jika hanya membelikan sepasang sepatu untuk anak pertama, bukan berarti anak yang lain tidak disayang. Tapi sepatu diberikan karena memang anak pertama memang sedang membutuhkannya. Demikian juga untuk barang-barang kebutuhan yang lain.
  • Kegiatan bersama. Rancanglah kegiatan yang memerlukan kerjasama kakak dan adik untuk lebih mendekatkan mereka seperti, menyelesaikan puzzle bersama, bermain masak-masakan, bermain air, dan lain sebagainya. Piknik bersama keluarga juga bisa menghangatkan hubungan antar keluarga.
  • Tidak membandingkan. Setiap anak adalah unik, dengan kelebihan dan kekurangannya. Jangan membandingkan seorang anak dengan anak yang lain. “Dasar bandel, semuanya jadi rusak! Lihat kakakmu, pandai merawat mainan!”. Jika ingin menasihati, berikan dengan kalimat-kalimat positif sehingga tidak melukai hati anak dan memicu konflik berikutnya.
  • Berilah contoh senang berbagi. Orangtua adalah cermin bagi anaknya. Sehingga jika orangtua menghendaki anaknya mempunyai sifat senang berbagi, maka hendaknya mereka memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Pastikan Anda memberikan perhatian dan kasih sayang yang adil di antara mereka, Sehingga mereka akan tumbuh dengan rasa saling berbagi, menghargai, dan menyayangi.

Si kecil sering menyembunyikan dompet, tas make-up, handphone, kunci mobil, atau barang berharga Anda lainnya?  Mungkin Anda pernah mengalaminya kehilangan barang-barang tesebut diambil oleh "pencuri cilik". Tapi benarkah si kecil pencurinya? Mungkin istilah pencuri kurang tepat diberikan bagi anak usia kurang dari 3 tahun karena prilaku mengambil barang orang lain yang mereka lakukan biasanya bukan bermotif mengambil keuntungan sendiri, karena pada usia tersebut mereka belum bisa memahami secara jelas hak kepemilikan, sehingga menganggap milik orang lainpun mereka anggap milik sendiri. Istilah "pencuri" lebih tepat diberikan kepada orang yang berusia lebih besar dan sudah memahami konsep kepemilikan, namun tetap mengambil milik orang lain. Jangan panik saat si kecil senang mengambil atau meyembunyikan milik orang lain karena motif yang biasanya mendasari perbutan tersebut.

Rasa keinginan yang besar. Ekplorasi pada benda-benda yang menarik, dilakukan untuk memuaskan rasa keingintahuan. Dompet, merupakan benda yang sangat menarik untuk di bongkar karena di dalamnya mereka bisa menemukan berbagai "harta karun" seperti kertas beraneka warna gambar dan warna uang, berbagai koin, berbagai macam kartu, foto bahkan menemukan permen dan tusuki gigi. Anak usia 3 tahun belum mengenal konsep uang, sehingga mereka tidak akan mengambilnya dengan tujuan membelanjakan kebutuhannya sendiri. Dompet make-up juga sangat menarik untuk dibongkar, didalamnya menemukan banyak beraneka goresan garis maupun warna di wajah seperti yang biasa dilakukan mama.

Mencari perhatian. Anak balita sangat senang mencari perhatian dari orang lain dan merasa bangga saat di puji. kadang mereka sengaja meyembunyikan sesuatu, dan saat orang lain kebingungan mencarinya, maka dia akan keluar sebagai pahlawan penyelamat yang menemukannya. Dan dia bangga saat diberi pujian. pada motif ini juga tidak ditemukan keinginan anak untuk menggunakan barang yang diambilnya untuk memenuhi kepentingnnya.

Si Kecil Suka Mencuri? Ini Sebabnya
Gambar Ilustrasi Anak suka mencuri
Meskipun perilaku anak yang senang mengambil dan menyembunykan barang orang laindi usia balita bukan berarti mencuri. namun kita tidak boleh membiarakannya. Usia balita merupakan saat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai untuk membangun karakter positif anak. Karena itu.

 Jika  anak senang mengambil milik oarng lain. Maka: 
  • Hadapi dengan kepala dingin. Jangan emosi, apalagi marah-marah kepadanya. Mereka belum mengerti konsep kepemilikan secara jelas, sehingga mereka merasa tidak bersalah. Jika orangtua ingin memberikan penjelasan yang benar, sampaikan dengan bahasa yang positif, bukan dengan emosi yang meledak palagi memberikan hukuman fisik.
  • Tanamkan konsep kepemilikan. Ajari mereka untuk membedakan barang milik Ayah, dompet milik ibu, sepatu milik kakak, tas milik adik, dan lain sebagainya. Didiklah mereka untuk menghargai milik orang lain, dengan cara meminta izin terlebih dahulu jika ingin meminjamnya.
  • Berilah contoh yang baik. Anak akan selalu melihat perilaku orang disekitanya. Sebagai orangtua, Anda juga harus membiasakan diri meminta izin terlebih dahulu jika ingin meminjam barang baik pada tetangga, maupun kepada anak. Sikecil akan mengikuti contoh yang diberikan orangtua.
  • Jangan panggil dengan sebutan "pencuri". Panggilan itu tidak pantas diberikan pada balita, karena motif mereka mengambil bukanlah untuk mengambil keuntungan sendiri. Jika sebutan itu mereka terima dari kecil, bisa membentuk pola bawah sadar mereka bahwa mereka benar-benar "pencuri".
  • Jika mengambil milik teman, ajari anak untuk mengembalikan dan meminta maaf. Temani anak saat melakukannya, untuk meyakinkan dia bahwa Anda selalu mendukungnya.
  • Berikan barang-barang sebagai alternatif  pengganti. Misalnya anak sangat tertarik dengan dompet mama, maka berikan dompet lain untuknya. Pilihlah warna yang menarik baginya, kemudian isilah dengan uang-uangan atau uang asli dalam jumlah kecil. Berikan juga kartu-kartu nama atau ATM yang sudah tidak terpakai. Dengan mempunyai dompet sendiri, maka anak akan belajar menghargai milik orang lain.
Berikan stimulus yang tepat untuk memuaskan segala rasa keinginan anak Anda. Berikanlah bimbingan dan kasih sayang supaya mereka tetap berada di jalan yang benar.

Ritme kehidupan yang semakin luar biasa membuat sebagian besar ayah-ayah menjadi manusia penuh keterbatasan. Terbatas waktu dan terbatas pengetahuan terumtama ketika berhubungan dengan anak-anaknya. Web sederhana ini ditujukan untuk ayah-ayah sibuk agar meski sibuk tapi tetap berkualitas dalam mengasuh dan mendidik anak-anak. Pagi Hari, sebagian ayah mungkin segera menarik nafas salam-dalam ketika mendengar kata-kata ini. Ada sekian fragmen yang bermunculan tiba-tiba. Mulai dari anak-anak yang susah dibangunkan. Adegan antri menggunakan kamar mandi yang menegangkan. Persiapan peralatan sekolah yang sangat rumit  dan ruwet . Adegan  sarapan yang kadang-kadang membetot adrenalin. Sampai proses perpisahan dengan anak-anak yang sangat terasa hambar dan rutin sifatnya.

Hebatnya kegiatan ini berjalan tidak hanya sekali dua kali . Tiap hari dari pekan ke pekan, bulan ke bulan bahkan sampai tahun ke tahun. Saking terbiasanya, maka banyak para ayah pada akhirnya menikmati sebagai sebuah kebiasaan saja yang memang harus dijalankan. Harus dijalankan meski adegan perang, kecaman, bahkan sedikit kekerasan terus mewarnai prosesi pagi haridi rumah di rumah. Meski anak-anak berangkat ke sekolah dengan muka asem, pikiran galau, emosi bertumpuk. Sama seperti ayah dan bundanya juga.

Pagi hari adalah simpul awal dari kehidupan sehari-hari anak-anak kita. Simpul dimana banyak bergantung momen-momen kehidupan anak selanjutnya berlangsung. Berhati-hatilah membuka dan menutup simpul tersebut terutama yang berkaitan dengan persoalan psikologis. Salah membuka, rumit gerak berikutnya. Kasar membuka maka perih yang dirasa.

Makanya para ahli parenting memang mengusulkan persoalan pagi hari sebaiknya sudah dirancang dengan baik jauh sebelum anak-anak mau tidur. Harus ada aturan yang berasal dari kesepakatan bersama. Tidak ada otoriter kekuasaan dari satu pihak. Tidak boleh ada pemaksaan apalagi kekerasan.

Peran Ayah di Pagi Hari
Dua  orang dewasa yang terbatas dengan sekian anak di pagi hari. Setiap hari, ini adalah serial telenovela yang luar biasa. Serial ini bisa saja berisiskan tangis, jeritan, kekerasan, kekesalan, kedongkolan setiap harinya. Serial ini juga bisa berisikan tawa, canda suka pelukan hangat, ciuman mesra dan saling merindu. Semuanya tergantung seperti apa sang sutradara tersebut? kalau tidak ayah ya ibu.

Persoalannya adalah sang sutradara tidak berbekal banyak ilmu penyutradaraan. Dua-duanya lupa menambah ilmunya sementara anak-anak terus bertambah dan berkembang.

Inilah sedikit skketsa yang mungkin sebagian besar terjadi di rumah kita sepanjang pagi. Korban terbesar yang menanggungkan salah penyutradaraan ini adalah anak-anak. Apa yang harus kita lakukan? tentulah menyiapkan pagi sebelum pagi datang.

  1. Jelang tidur kegiatan pagi hari yang utama dan pangkal dari semuanya adalah saat bangun pagi. Maksudnya, seperti apa dan bagaimana terjadinya bangun pagi itu amat menentukan untuk kelanjutan kegiatan berikutnya di pagi hari itu bahkan kadangkala kegiatan sehari penuh. Sesungguhnya bangun pagi sebaiknya dipersiapkan jauh lebih awal yaitu sewaktu jelang tidur.
  2. Bangun pagi. Setelah ayah melakukan deal politik cara membangun anak pagi hari, itu berarti ayah sudah merambah jalan agar lebih mudah membangunkan anak pagi hari, itu berarti ayah sudah merambah jalan agar lebih mudah membangunkan anak serta membuat suasana pagi yang ceria. Buatakan aturan baku. Suatu saat di waktu yang pas (mungkin Tidak harus pagi hari) Sebaiknya anatara ayah ibu dan anak duduklah berdua bicarakan sebuah peraturan baku tentang bangun pagi.
  3. Mandi. Kegiatan mandi bukannya tidak bermasalah. terlalu banyak tricky yang dapat dimainkan anak-anak dalam memperpanjang masa tidurnya dengan menggunakan kesempatan waktunya mandi.
  4. Berpakaian sekolah. Urusan berpakaian adalah urusan yang cukup meminta waktu juga. Ank-anak sebagian besar tidak terlalu terlatih berpakaian sendiri. Atau bisa berpakaian namun selalu banyak masalah yang timbul karena soal pakaian.
  5. Sarapan pagi. Sebagian besar kita berharap waktu sarapan pagi adalah waktu yang penuh dengan keceriaan. Tapi pada kenyataannya yang terjadi adalah sebaliknya. Ini bisa jadi karena ayah mempunyai keterbatasan waktu dan wawasan pengasuhnya. Demikian juga ibu.
  6. Persiapan sekolah. Persiapan ke sekolah adalah sebuah pekerjaan yang meminta banyak pengorbanan. Bagi sebagian besar anak-anak, karena persiapan ke sekolah inilah yang menyebabkan terburainya air mata, kekesalan luar biasa hanya karena kaos kaki hilang sebelah. Persiapan di malam hari. Sebaiknya ayah membantu mempersiapkan segala hal di malam hari semaksimal mungkin. Seperti menyiapkan buku pelajaran sekolah, menyiapkan pakaian seragam, sepatu, dan kaos kaki, pakaian olahraga, botol minuman dan makanan untuk dibawa sebagai bekal ke sekolah.
  7. Perpisahan. Dalam sebuah penelitian, didapatkan bahwa sebagian besar anak-anak kehilangan ayahnya secara fisisk dan psikologi lebih dari 20 jam setiap hari. Delapan jamnya adalah ketika ayah mereka pergi bekerja. Melihat keadaan tersebut ada sebuah momen yang sangat berharga bagi anak-anak baik secara fisik maupun secara psikologis. Sayangnya bagi sebagian kecil para ayah momen ini dijalankan secara rutin saja. Momenya adalah ketika perpisahan anatara ayah dengan anak. Ayah berangkat kerja dan anak berangkat ke sekolah. Lakukanlah perpisahan dengan total. Biasanya anak-anak meminta ayahnya bersalam-salaman.
Pagi Hari Adalah Segalanya

Kata orang, hidup seharian tergantung bagaimana kita mengawalinya di pagi hari. Baik dan enak di pagi hari maka mudah-mudahan akan baik juga sampai ujung hari nanti. Berat dan ruwet di pagi hari, alamat seharian akan ruwet juga kehidupan.

Salah satu aktor penting yang bisa menjadikan suasana pagi hari menjadi enak dan nyaman adalah ayah. Ayalah yang berperan sebagai sutradaranya. Piawai sang sutradara mengatur semua lakon maka akan sukseslah pertunjukan pagi hari. Maka pastilah pagi hari akan menstimulasi pertunjukan siang dan malam hari menjadi sukses.



Mengajarkan cara menjaga kebersihan gigi kepada anak kita bukan perkara gampang. Sering kita kehabisan akal bagaimana membuat mereka mau melakukannya. Mengajarkan kebersihan gigi akan berpengaruh juga bagi kehidupan mereka kelak. Lalu, bagaimana cara mengajak anak agar gemar menyikat gigi.

Berikut tips agar anak gemar menyikat gigi tersebut:

  1. Jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai sesuatu yang menyenangkan. Misalnya saja dengan bermain peran, Sebagai contoh, saat akan menyikat gigi, berperanlah Mom dan anak yang berpetualang di planet misterius. Diplanet tersebut, kalian berperang melawan alien kotor yang siap menyerang planet gigi, planet tempat kalian hidup. Agar planet gigi tidak dukuasai alien, kalian membutuhkan perlindungan. Perlindungan itu berupa pasta gigi ber-fluoride yang digosokkan ke setiap bagian gigi. Ketika kalian menyikat gigi, si alien mati karena tubuhnya kepanasan oleh ramuan pelindung yang digosokkan pada gigi.
  2. Libatkan anak dalam membeli peralatan menggosok gigi. Saat sedang berbelanja, tawarkan sikat gigi yang menarik untuk kalian berdua. Begitu pula pasta giginya. Pastikan keduanya aman dab nyaman. Denagn peralatan yang dipilihnya sendiri, anak akan dengan sendirinya bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan menyikat gigi.
  3. Dampingi selalu saat menyikat gigi pada kesempatan itu, Ibu bisa mencontohkan cara menyikat gigi yang baik dan benar.Tentunya dengan bahasa-bahasa yang lemah lembut dan persuasif.
  4. Saat anak merasa enggan dan malas menyikat gigi, ceritakan kepadanya tentang betapa pentingnya menyikat gigi untuk kesehatan gigi dan tubuh. Sebutkan beberapa contoh kasus penyakit gigi. Usahakan kasus yang diceritakan adalah kasus nyata yang terjadi di sekitar anak. Misalnya aja temanya yang sakit gigi, sepupunya yang giginya berlubang atau juga anak tetangga yang bergigi jelek karena giginya tidak dirawat.
  5. Jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai sesuatu yang menyenangkan
    Jadikan kegiatan menyikat gigi  sebagai sesuatu yang menyenangkan.
  6. Jadilah Ibu sebagia teladan bagi anak. Segala usaha dan sehebat apa pun tips mengajak anak gemer menyikat gigi, tidak akan ada hasilnya jika ibu tidak melakukan kegiatan menyikat gigi dengan baik dan rutin. Ingat, contoh yang paling baik bagi anak adalah dari orang yang paling dekat dengan mereka.

Car seat atau kursi khusus anak adalah salah satu alat keselamatan paling penting saat berkendara, jadi bukankah seharusnya benda itu mudah di pasang oleh orangtua yang kurang tidur sekalipun? Sayangnya banyak ibu dan ayah tidak sadar bahwa mereka  telah melakukan kesalahan fatal. Di luar variasi desain, orangtua masih merasa kesulitan saat memasang car seat.

Car seat pertama bayi didesain membelakangi mobil untuk alasan yang bagus. Ketika terjadi tabrakan, bagian belakang car seat menyerap paling banyak  dan menyebarkan tenaga dorong yang masih tersisa ke seluruh bagian punggung bayi- bagian tubuh dia yang paling kuat. Car seat juga menyokong kepala bayi yang berat dan lehernya yang masih relatif lemah, sehingga dia terhindar dari cedera leher dan sumsum tulang belakang.

Fitur penting lain dari car seat bayi adalah sandaran yang bisa di sesuaikan. Fitur itu memungkinan Anda memosisikan bayi pada sudut yang tepat (sekitar 45 derajat) jika posisi car seat terlalu tegak, kepala bayi bisa terhentak ke depan saat terjadi kecelakaan. 

Meskipun para ahli pernah mengatakan bahwa bayi sudah bisa duduk di car seat yang menghadap ke depan ketika usianya menginjak satu tahun dan berat badannya 10 Kg, penelitian menunjukkan bahwa anak berusia anatara 1-2 tahun lima kali lipat lebih sering terkena cedera serius saat terjadi kecelakaan ketika mereka duduk di car seat yang menghadap ke depan. Karena itu semua anak untuk menggunakan car seat yang menghadap ke belakang hingga mereka mencapai tinggi atau berat badan maksimal yang ditetapkan produsen car seat.  Ini berlaku bagi car seat bayi maupun balita yang keduanya bisa digunakan menghadap ke depan atau ke belakang.

KESALAHAN UMUM

  1. Menempatkan bayi pada jok depan. Hentakan kantong udara depan yang keluar tiba-tiba bisa menyebabkan cedera serius, bahkan kematian pada anak. Dudukkanlah si kecil di tempat paling aman di mobil Anda bagian tengah jok belakang.  Studi terbaru yang dilakukan di The children's hospital of philadelphia menemukan,  anak yang duduk di posisi itu 43 persen lebih potensial terhindar dari cedera saat kecelakaan dibandingkan dengan anak yang duduk di tepi jok belakang. Meski begitu posisi duduk manapun di belakang lebih aman dibandingkan duduk di belakang.
  2. Menggunakan pengait yang salah. Sistem LATCH (Low Anchors and Tethers for Children) memungkinkan Anda mengaitkan car seat ke cincin logam yang terletak pada jok belakang tanpa harus mengenakan sabuk keselamatan . Namun tidak semua mobil punya pengait di bagian tengah jok belakang. Ketika memasang car seat di tengah jangan sampai Anda menggunakan pengait yang terletak di pinggir dekat pintu. Jika mobil Anda tidak dilengkapi pengait tengah, gunakan sabuk keselamatan.
  3. Car Seat tidak dipasang dengan ketat. Seharusnya tidak bisa digerakkan lebih dari satu inci ke samping. Ketika mengetatkan tali LTCH atau sabuk keselamatan berlututlah di car seat dan tekan ke bawah agar memudahkan Anda menarik tali sekuat mungkin. 
  4. Memasang tali pengaman terlalu tinggi. Ketika bayi duduk menghadap ke belakang sesuaikan tali pengaman agar berada tepat pada posisinya atau di bawah bahu anak.
  5. Empat dari lima pengguna car seat tidak menerapkan prosedur yang benar. Pastikan Anda bukan satu di antara pengguna yang salah.
    Empat dari lima pengguna car seat tidak menerapkan proseduryang benar. Pastikan Anda bukan satu di antara pengguna yang salah.
  6. Menambah bantalan. Anda tida bisa mengetatkan pengait dengan kuat jika tali dilapisi bantalan empuk, membalut bayi dengan selimut atau kain tebal, atau menggunakan bantalan kursi yang tidak di desain untuk car seat.
Pecahkan dilema posisi duduk di kendaraan. 
Pastikan Anda tahu cara paling aman mendudukkan semua anak pada situasi berikut. Anda punya lebih dari satu anak maka posisikan anak yang paling memerlukan perlindungan-berdasarkan usia. Poster tubuh, dan kondisi kesehatan- duduk di tengah. Namaun jika car seat tidak bisa terpasang dengan aman di bagian tengah kendaraan Anda tidak boleh ada anak yang duduk di posisi itu.

Jumlah anak lebih banyak dari pada jumlah jok belakang mobil. Di 13 negara bagian AS, mendudukkan anak di jok depan adalah perbuatan melanggar hukum. Jika Anda tidak punya pilihan, geserjik depan sejauh mungkin dari kantong udara dan dudukkan anak yang punya ketahanan tubuh bagian atas paling kuat di atas car seat yang menghadapa ke depan. Jangan pernah mendudukkan anak di car seat yang menghadap ke belakang di jok depan karena hal tersebut tidak bisa menahan hentakan kantong udara. Anak saling berkelahi bila mereka duduk bersebelahan. Dudukkanlah di dekat jendela. Mereka lebih aman jika tidak mengganggu Anda yang sedang menyetir kendaraan,

Hiduplah seperti air mengalir. Pesan dari nasihat ini adalah, berjalanlah apa adanya dalam menjalani hidup, ikuti saja lah alur. Dalam satu sisi, pendapat ini bisa jadi benar. Namun bagaimana bila dikaitkan dengan persiapan dana pendidikan kedepan?

Sepertinya pendapat tersebut tak lagi bisa dijadikan sandaran. Persiapan dari sekarang penting agar ada jaminan untuk pendidikan anak nanti. Benar hidup memang perlu perencanaan, apalagi menyangkut biaya pendidikan sang bauh hati ke depan. Orang tualah yang menyiapakan, apa warna pendidkan anak ke depan. Pendidkan anak merupakan investasi jadi mempersiapkan dananya sejak dini menjadi penting.

Melihat dari sisi biaya pendidkan yang terus naik setiap tahunnya, Dimasa lalu sekitar 26 tahun yang lalu biaya kuliah di bandung di universitas negeri hanya menghabiskan biaya 2 juta an sudah tamat kuliah, sekarang dari jumlah tersebut sudah membengkak menjadi 126 juta. Wow, bisa di bayangkan berapa perkiraan biaya kuliah anak-anak kita 20 tahun mendatang.

Itu biaya di universitas negeri lho, bagaimana dengan biaya pendidikan di kampus-kampus swasta favorit? bisa-bisa jadi perkiraan angkanya milyaran rupiah. Angka ini tidak main-main.

Naik Seiring Inflasi
Mahal sekali ya ternyata biaya pendidkan ke depan. Dana pendidikan anak setiap tahun akan naik seiring kenikan setara atau bahkan lebih besar dari inflasi.

Ilustrasi anak pulang sekolah tanpa didampingi
orang tua
Untuk di luar negeri sana, rumusan untuk menghitung kenaikan biaya pendidikan per tahun adalah sebesar 2x inflasi rata-rata. Contoh, di Amerika Serikat dimana inflasi rata-rata 15 tahun (Usia Mendekatia anak masuk kuliah) adalah sebesar 3,5 %-4% per tahun, maka kenaikan biaya pendidkan rata-rata di Amerika Serikat 7-8% per tahun. Demiakian juga di australia yang rata-rata inflasinya 5% memiliki rata-rata kenaikan biaya pendidkan sebesar 10 persen per tahun.

Bagaimana dengan di Indonesia? Zaman sudah berubah. Saat Era Orde Baru dulu, biaya pendidkan banyak disubsidi pemerintah. Ini tentu sangat meringankan orang tua. Namun sekarang, biaya pendidkan bisa mencapai dua kali lipat dari biaya rata-rata inflasi. Rata-rata inflasi dalam kurun waktu 15 tahun terakhir adalah sekitar 12%.

Bila mengacu pada rumus di atas, kenaikan rata-rata biaya pendidkan di Indonesia bisa mencapai 24% setiap 3-5 tahun sekali terjadi penyesuaian biaya pendidkan yang angkanyabisa naik antara 50-100%. Bahkan ada universitas swasta yang kenaikannya 40% per tahun dan setiap 3 tahun naik 100%.

Plan A, B atau C
Bila Orangtua kaget atau cemas berapa uang yang perlu kita siapkan untuk biaya pendidikan yang sang buah hati nanti? Sah-sah saja bila perasaan gundah menggelayuti pikiran orangtua. Dalam pandangan siapa pun akan cemas menghadapi sesuatu yang belum jelas didepannya. Apalagi ini menyangkut biaya pendidikan anak yang merupakan investasi orangtua. kecemasan biasanya akan semakin besar bila yang akan kita hadapai jke depan kian jelas dan bisa diprediksikan.

Lantas, apa yang harus diperbuat? Orangtua memang harus melakukan sesuatu. Suka tidak suka kondisi ini kan menghampiri. 

Begitu pola soal biaya pendidikan anak ke depan bila sudah ada prediksinya, orangtua bisa mengatur strategi. Oarangtua mesti membuat plan A, B atau C terhadap rencama pendidkan putra putrinya.  Misalnya orangtua  mulai memikirkan berapa biaya yang mesti diinvestasikan per bulan untuk universitas yang diinginkan. Misalnya investasi yang dibutuhkan Rp. 500.000 per bulan. Ini plan A

Bila Masih terasa berat, mungkin bisa beralih ke paln B. Pilihan universitas lain bisa menjadi rujukan. Cara lainnya adalah dengan mencari bea siswa untuk membantu biaya pendidikan. Untuk universitas negeri beragam besasiswa untuk anak-anak cerdas.

Banyak Jalan Menuju Roma
Kalkulasi biaya pendidkan yang mencapai milliaran itu bisa saja terjadi. Apalagi itu dilakukan oleh mereka yang propesional  di bidangnya. Namun berbicara masa depan pendidikan anak, tentu saja tak melulu bicara soal uang. Apalagi tidak semua orang beruntung bisa menyiapkan dana pendidkan untuk jumlah yang besar sejak anak berusia dini.

Selain persiapan financial, ada banyak hal lain yang harus dipersiapkan. Misalnya, bagaimana anak memandang belajar itu sendiri, Sejauh mana orangtua membantu dia untuk belajar. Untuk suka sekolah dan lainnya. Dengan demikian diharapkan potensi anak akan berkembang dengan baik. Ketika bicara potensi anak-anak yang mampu berkembang maksimal, orangtua tentu optimis prestasinya akan memuaskan dan memberi kemungkinan dia mendapat beasiswa.

Pendek kata,  ada banyak jalan menuju roma Artinya, orangtua tidak terpaku hanya pada satu  cara untuk memaksimalkan pendidikan anak. Jangan sampai karena nilai nominalnya sangat besar tadi, orangtua justru cemas berlebihan memikirkan nya, repotnya bila merasa tidak mampu, orangtua lalu menurunkan aspirasi pendidikan anaknya. Misalnya daripada memikirkan biaya kuliah yang miliaran itu lebih baik sampai tingkat SMA saja. Jangan sampai itu terjadi.

Padahal  Harapan aspirasi pendidikan itu suatu hal yang bisa mendorong seorang anak dalam meraih tujuan pendidkannya. Sederhananya, bila anak bisa lari seratus meter, lalu karena capek, panas atau gerah, lalu cuma diberi jarak 50 meter. Daya dorongnya pasti berbeda. Dengan menargetkan jenjang pendidikan yang tinggi plus sikap realistis, daya juang anak dan orangtua tentu juga akan lebih besar. Percayalah, banyak jalan menuju Roma dan yakin akan ada cara lain untuk mencapai tujuan tersebut.

Tak hanya itu, orangtua juga tidak perlu cemas berlebihan melihat tingginya biaya pendidikan anak kelak. Sebab bisa saja di tengah jalan-dengan adanya beragam alasan-orangtua menemukan kenyataan, bahwa ternyata anaknya tidak perlu sampai kuliah setinggi itu. Cukup di bidang akademik. Namun ini bukan menurunkan standar pendidkan anak. Sebab, bisa jadi bakat atau kecenderungan anak baru bisa diketahui saat usianya menginjak 10 tahun atau lebih.

Bayi sehat berawal  dari makanan yang tepat. Sebagai sumber pertumbuhan, makanan akan menyiapkan dan mendukung semua organ tubuh bayi untuk mendapatkan berbagai stimulasi yang akan meningkatkan kemapuan fisik dan inteljensia anak. Bagaimana memilih makanan yang tepat untuk bayi? Berikut paparan dari permatapelangi.com.

Kapan sebaiknya bayi mulai diberi makanan selain ASI dan jenis makanan apa yang boleh dikenalkan pada bayi?
Pemberian makanan pendamping ASI, dianjurkan untuk diberikan mulai usia 6 bulan. Cara pemberian makanan bertahap, mulai dari cair, lunak (bubur susu), kemudian lembek (tim saring), agak kasar, kemudian makanan padat (makanan orang dewasa). Banyaknya makanan yang diberikan juga mulai dari jumlah  sedikit dan ditambah secara bertahap. Jenis makanan bervariasi, buah pepaya (disaring atau di blender), pisang (dikerok halus), jeruk (diperas), bubur susu (dari tepung beras atau tepung maizena), biskuit bayi, jenis makanan ini mulai diberikan satu persatu, tidak diberikan sekaligus semua dalam waktu bersamaan.

Mana yang lebih baik, bayi diberi makanan instan organik atau makanan yang diolah sendiri?
Lebih dianjurkan bayi diberi makanan yang diolah sendiri, dengan pertimbangan bahwa makanan buatan sendiri lebih bergizi dan bebas zat-zat aditif, lebih bervariasi, lebih mudah dan hemat,  dan jauh lebih lezat dibandingkan makanan instan.

Apakah boleh makanan instan bayi dicampur dengan makanan yang diolah sendiri? Dan kapan bayi boleh mengkonsumsi makanan instan?
Tidak dilarang mencampur makanan instan dan hasil olahan sendiri. Makanan instan untuk bayi tersedia di pasaran untuk bayi 6 bulan dan seterusnya.

Apakah boleh bila makanan bayi dihanmgatkan di dalam micromave?
Makanan Tepat agar Bayi Sehat
Pemberian makanan yang tepat agar bayi sehat dan Pemberian makanan pendamping ASI,
dianjurkan untuk  diberikan mulai usia 6 bulan
Boleh saja. Namun harus diingat agar makanan diaduk terlebih dahulu agar pemanasan makanan bisa merata.

Bisakah bayi terkena alergi terhadap makanan. Apa tanda-tanda bayi alergi pada makanan?
Bayi bisa terkena alergi terhadap makanan tertentu. Tanda-tanda alergi bervariasi, antara lain, muntah, diare, kembung, napas beunyi " grok grok", kulit kemerahan. Bila bayi alergi terhadap makanan tertentu, dianjurkan agar pemberian makanan tersebut dihentikan. Bila gejala alergi cukup berat atau berkepanjangan segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Bagaimana memilh makanan yang tidak menimbulkan alergi untuk bayi?
Makanan yang biasanya menimbulkan alergi untuk bayi bervariasi, antara lain susu sapi, putih telur, seafood, kacang tanah, coklat, tomat, pisang dan lain-lain. Harus diingat bahwa pemberian makanan padat yang diperkenalkan terlebih dini pada bayi juga bisa memicu reaksi alergi pada bayi.

Remaja menuntut dirinya tidak tampil seperti anak-anak, tapi juga tidak mau terlihat terlalu dewasa. Konsep diri yang keliru, akan berdampak pada rendahnya rasa percaya diri, yang mempengaruhi pola pergaulannya.

Memasuki usia remaja, anak memasuki tahap perkembangan menuju dewasa. Selain berkembang aspek psikologisnya, berkembang juga aspek fisiknya. Pada jenjang awal memasuki tahap kedewasaannya, remaja akan memulai proses pencarian jati dirinya. Mereka ingin tampil beda, tidak seperti anak-anak, tapi jangan terlihat dewasa agar tidak dibilang sok tua. Untuk itu mereka banyak bercermin kepada sesuatu  diluar sana, terutama remaja lain, yang sama tingkatan umurnya dengan mereka. Biasanya remaja banyak bercermin pada tokoh-tokoh idola, seperti artis, bintang iklan, pemian filmbintang sepak bola, dan lain sebagianya, yang seringkali digambarkan sebagai sosok ideal.

Penagruh teman sebaya (peer) memiliki pengaruh yang lebih kuat di usia ini. Tokoh idola si remaja pun cenderung akan lebih kuat di usia ini. Tokoh idola si remaja pun cenderung akan sama dengan kelompoknya. Karena kebutuhan kebersamaan dengan kelompok sebaya yang kuat, remaja akan berusaha diterima oleh kelompok tersebut dengan menyesuaikan pembawaan dirinya seperti remaja lain, termasuk penampilannya. Remaja sangat peduli dengan bagaimana orang lain memandang mereka. Mereka pun akan lebih mendengarkan teman-teman mereka dibandingkan orangtuanya.

Konsep Diri.
Kecenderungan lebih memperhatikan pendapat teman sebaya dan mengabaikan nasihat orangtua itu, membuat banyak orangtua merasa anaknya berubah menjadi pembangkang. Padahal yang terjadi adalah perbedaan pandangan anatar orangtua dan anak. Anak pada usia ini lebih membutuhkan bimbingan orangtua guna membantu membuat keputusan dan bekajar bertanggung jawab, khususnya bertanggung jawab kepada pilihan penampilannya. Peran akatif orangtua dapat mendorong tumbuhnya konsep diri pada remaja.

Penampilan Fisik VS Konsep Diri
Remaja dengan prestasi. Team Nasional U-19 yang digadang-gadang akan mengharumkan nama Indonesia
Remaja yang mempunyai konsep diri negatif cenderung akan memiliki rasa percaya diri yang rendah, juga dalam menilai tubuh dan penampilannya. Hal ini, sedikit banyak,akan mempengaruhi pergaulannya. Padahal umumnya remaja ingin tampil sempurna di hadapan teman-temannya. Mereka akan meniru gaya penampilan para selebritisdi media, demi meningkatkan rasa percaya diri. Berbagai cara dilakukan demi membuat penampilanya menjadi sempurna berdasarkan pemahaman tersebut.

Dampak positif dari hal ini adalah meningkatkan rasa percaya diri, bila dirinya bisa diterima oleh lingkungannya sesuai gayanya. Namun sayangnya,justru dampak negatif yang sering muncul, mereka bisa tidak menjadi diri sendiri demi diterima dikelomponya. Remaja sulit menjadi  diri sendiri, sekaligus menyesuaikan diri karena tingkat emosional mereka masih tinggi.

Munculnya konsep diri yang keliru, akan bedampak pada rendahnya rasa percaya diri. Pengetahuan dan kemampuan yang terbatas dapat menjerumuskan remaja dalam pola hidup yang sehat, seperti diet tak sehat, penggunaan narkoba dan alkohol. Pada kasus yang ekstrim, mengakibatkan kasus-kasu psikologis seperti pola makan menyimpang.

Untuk Kasus-kasus tertentu, dimana pengaruh negatif kenginginan untuk diterima kelompoknya sudah menimbulkan maslah yang dapat diterima kelompoknya sudah menimbulkan masalah yang dapat mengancam masa depan anak, sebaiknya meminta pihak ke tiga untuk menyelesaikan masalah. Pada tahap ini biasanya anak sulit mendengar perkataan orangtua, sehingga masing-masing pihak yakin bahwa keputusan yang diambil adalah tepat. Pola komunikasi anatara orangtua-anak pun perlu diperbaiki dan masing-masing pihak perlu menyadari kekeliruannnay.

Namaun jangan pula melarang atau memisahka remaja dari lingkungan pergaulannya secara langsung apabila lingkungan tersebut danggap tidak baik bagi anak. Yang dapat dilakukan aorangtua adalah berbicara baik-baik dengan mereka, biarkan mereka berpendat baru kemudian orangtua berpendapat. Ungkakkan dengan kata-kata yang positif, cari celah dengan ajakan-ajakan yang sesuai dengan bahasa remaja. Melarang bisa dilakukan tapi tidak efektif. Remaja akan mencari tahu sendiri, sehingga orangtua malah kecolongan.

Daripada melarang atau memaksa anak memutuskan hubungan dengan lingkungannya, lebih baik bila orangtua berusaha memperkenalkan remaja pada lingkungan baru yang lebih sehat, kegiatannya positif, dan tidak hanya mengurusi masalah penampilan saja. Lambat laun, dia akan menyukainya dan dengan sendirinya memilih lingkungan yang lebih postif tersebut.

Anak-anak generasi platinum, berisiko memiliki kehidupan sosial dengan dengan ruang lingkup terbatas. Resiko tersebut dipicu oleh pola hidup anak-anak sekarang, yang memiliki banyak pilihan aktuvitas untuk menjadi anak yang unggul di semua bidang. Kesibukan tersebut bisa mengurangi waktu dan kesempatan untuk beraktivitas sosial.

Apalagi bila orangtuanya kurang memperhatikan kebutuhan anak, sehingga anak asyik dengan dunianya sendiri. Mengahabiskan waktu di depan TV, games, internet dan komputer. Meski dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan anak, adanya komputer, internet dan games juga dapat membuat anak menjadi lebih individual.

Agar anak tidak terkurung dalam sikap individualisme, mereka perlu dibekali kemampuan bersosialisasi agar dia mampu menyesuikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Anak yang memiliki kemampuan sosial yang baik akan mampu berkomunikasi secara tepat, dapat mengekpresikan pikiran, perasaan dan pendapatnya dengan baik, serta bisa menerima pendapat orang lain. Itu sebetulnya modal utama untuk kelak dia hidup bermasyarakat. 

Orangtua perlu berperan aktif dalam mengembangkan kemampuan sosial anak dengan membiasakan agar anak bisa melihat lingkungan sosialnya secara positif. Pengalaman yang baik ketika berinteraksi dalam keluarga dan hubungan yang harmonis dengan orangtua, merupakan bekal bagi anak sehingga anak mempunyai rasa aman, nyaman dan percaya diri untuk berinteraksi dengan orang lain. Komunilasi efektif orangtua dan anak merupakan modal utama anak untuk bersosialisasi pada lingkungan yang lebih luas.

kemampuan Sosial Anak
Anak-anak generasi platinum, berisiko memiliki kehidupan sosial dengan dengan  ruang lingkup terbatas
Komunikasi efektif orangtua dan anak dapat mewujudkan dengan membebaskan anak untuk mengekpresikan pendapatnya, tidak terlalu mengkritik, dan tidak menuntutnya untuk selalu cepat-cepat melakukan atau mengungkapkan sesuatu. Kalau orangtua menerima anak, anak juga merasa dihargai, dan itu meningkatkan self esteemnya.

Oarangtua adalah panutan anak dalam belajar berinteraksi dengan orang lain. orangtua perlu berhati-hati dalam bersikap. Misalnya, jangan seenaknya memerintah dan memarahi pembantu di rumah. Waspadai juga fasilitas di sekitar anak yang dapat mempengaruhi perilaku sosial anak. Misalnya, koleksi buku, video games, dan tontonan yang bermuatan kekerasan, atau perilaku agresif.

Anak-anak dengan kemampuan sosial yang baik, bisa menjadi seseorang pemimpin yang baik dikemudian hari. Selain karena bisa berempati, anak yang memilki kemampuan sosial yang baik bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga bisa berkembang optimal. Jadi tidak semata-mata kemampuan intelektualnya saja.

Tips mengembangkan kemampaun sosial anak

  • Membangun komunikasi efektif dengan anak, dengan memotivasi anak agar berani mengungkapkan pendapatnya dan memiliki rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain.
  • Melatih keterampilan sosial anak. Misalnya mengajari berterima kasih, menyapa, memperkenalkan diri, meminta maaf ketika salah, dan sebagainya.
  • Memotivasi anak dengan memberikan pujian terhadap setiap hal baik yang dilakukan anak dalam bersosialisasi.
  • Memberikan kesempatan dan mendorong anak untuk bergaul dengan siapa saja, oarang-orangn kaya atau miskin, terpelajar atau tkidak sekolah, teman sebaya atau lebih tua, dan sebagainya.
  • Ajak anak mengikuti acara keluarga secara reguler.
  • Memotivasi anak untuk bersahabat pena denagn teman berlatar budaya berbeda.

Kesehatan anak sudah tentu menjadi perhatian orang tua. Namaun mustahil mendapat kesehatan anak yang optimal tanpa ditunjang dengan kesehatan gigi terutama kesehatan gigi susunya.

Banyak orangtua yang merasa yang resah ketika bayinya yang sudah lewat usia setahun, belum juga tumbuh gigi. Tak sedikit orangtua yang kemudian mengaitkan lambatnya pertumbuhan gigi anak dengan berbagai hal, mulai hal yang berbau ilmiah, hingga tak masuk akal. Namun sayangnya, setelah gigi tumbuh, tak jarang pula orangtua yang mengabaikan perawatan gigi bayinya. Mereka beranggapan gigi bayi yang kerap disebut gigi susu itu, hanyalah sementara yang setelah tanggal akan berganti gigi tetap. Padahal gigi susu memegang peran penting dalam perkembangan anak sehingga harus dijaga serta dirawat kesehatannya sampai gigi susu tanggal.

Kapan Gigi Mulai Tumbuh?
Setiap bayi memeiliki proses pertumbuhan gigi  yang berbeda-beda. Ada bayi yang giginya sudah tumbuh ketika dilahirkan, sementara ada anak yang belum tumbuh samapi usia satu tahun. Namun perlu dingat bahwa hal ini sama sekali tak ada hubungannya dengan perkembangan mental atau intelegensinya.

Pada umumnya pertumbuhan gigi dimulai dengan munculnya dua gigi seri di bagian tengah sebelah bawah, disusul oleh gigi seri bagian tengah sebelah atas, dan diikuti oleh gigi yang lain, Gigi susu akan lengkap berjumlah 20 buah, biasanya sebelum anak berusia tiga tahun. Semua gigi susu ini pasti akan tanggal dan akan digantikan oleh gigi tetap.

Jangan Sepelekan Gigi Susu Balita
Mustahil mendapat kesehatan anak yang optimal tanpa ditunjang dengan kesehatan
 gigi terutama kesehatan gigi susunya.
Dilihat dari bentuknya, gigi susu memiliki bentuk yang lebih kecil, berstruktur lebih tipis, lebih rentan terhadap karies gigi, dan berwarna lebih putih. Sedangkan dari fungsinya, gigi susu memiliki fungsi yang sama dengan gigi tetap. yaitu: untuk mengunyah makanan, berbicara, dan fungsi estetika  (membentuk wajah). Selain fungsi -fungsi tersebut, ada fungsi lain yang memiliki oleh gigi susu yaitu sebagai penuntun tumbuhnya gigi tetap.

Penyakit Gigi Susu
Penyakit gigi yang sering terjadi pada anak-anak adalah gigi berlubang (karies). Karies gigi adalah gigi yang disebabkan oleh 4 faktor. Yang paling utama adalah bakteri yang terdapat dalam plak, yang akan merubah zat  gula pada makanan menjadi zat asam. Faktor lain yang bisa menimbulkan karies adalah makanan yang mengandung gula, bentuk gigi yang rentan, tipis, rapuh, dan permukaan tidak rata, sehingga mudah dilekati plak yang mudah terjadi karies. Karies juga dapat terjadi jika asam yang dihasilkan bakteri bersentuhan dengan permukaan gigi dalam waktu yang lama.

Namun Karies dapat dicegah dengan beberapa cara memelihara kesehatan gigi dengan baik, diantaranya adalah  dengan menggosok gigi secara teratur 2 kali sehari sesudah sarapan dengan sebelum tidur. Selain itu, menyantap makanan yang bergizi dan mengurangi konsumsi gula yang berlebihan, hindari makan jajanan manis diluar waktu makan, dan gantilah cemilan dengan manis dengan buah atau sayuran . Pencegahan lainnya adalah dengan menguatkan gigi dengan memberi tambahan flour. Penggunaan pasta gigi menagndung fluorida sangat penting untuk menguatkan gigi.

Akibat Kehilangan gigi Susu Dini
Kehilangan gigi susu pada anak akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan wajah, tulang rahang dan oklusi (hubungan) gigi geligi. Hal ini akan mempengaruhi keseimbangan struktur, efisiensi pengunyahan, dan keharmonisan wajah. Pada umumnya kehilangan gigi igi-pada anak terjadi karena karies yang tidak terawat, atau dapat juga karena trauma, dan pada beberapa kasus benihnya memang tidak ada.

Gigi susu yang tanggal terlalu dini dapat terjadi pada satu gigi atau lebih, gigi depan maupun belakang, dan akan menyebabkan terjadinya perubahan struktur gigi, perubahan tersebut seperti penutupan ruangan yang tidak terkontrol akibat pergeseran gigi tetangga dari yang hilang tersebut, yang akan menyebabkan perubahan posisi gigi tetap pengganti, baik di lengkung gigi depan maupun gigi belakang. Kehilangan gigi susu juga mengakibatkan gangguan fungsi bicara, yang terutama terjadi pada saat pengucapan hurup-hurup mati S, Z, V,  dan F.

Ruang kososng yang diakibatkan oleh tanggalan gigi susu  juga dapat menimbulkan kebiasaan buruk, seperti menjulurkan lidah ditempat yang kososng tersebut. Kebiasaan buruk terus berlanjut setelah tumbuhnya gigi tetap pengganti. Akan menyebabkan perubahan posisi gigi tetap akibat tekanan yang terus menerus dari lidah. Selain itu, kehilangan dini gigi susu pada gigi belakang dapat mengurangi fungsi pengunyahan.

Kehilangan didni gigi susu, terutama gigi depan dapat menimbulkan masalah pada kepercayaan diri anak. Rasa rendah diri akibat gigi depan ompong dapat menyebabkan truma psikis yang mempengaruhi hubungan sosial dengan teman-temannya.

Memelihara Kesehatan Gigi  Anak
Untuk Mencegah terjadinya hal-hal diatas. pemeliharaan kesehatan gigi anak harus menjadi perhatian orangtua. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan gigi anak adalah:

 1. Membersihkan gigi

Walaupun gigi susu hanya bersifat sementara, namun kebersihan dan kesehatannya tetap harus diperhatikan, terutama oleh para orangtua. Banyak orangtua yang mengira perawatan gigi anak baru perlu setelah gigi pertamanya tumbuh. Perwatan gigi yang dan sehat sebenarnya dimulai saat anak belum lahir. Karena itu, ibu yang sedang mengandung sebaiknya juga menjaga kesehatan mulut dan giginya.

Orangtua sudah harus membersihkan gigi anak, bahkan ketika anak masih berusia beberapa bulan sebelum gigi pertama muncul. Gunakan spons halus basah, yang berfungsi sebagai sarung tangan , untuk mengelap dan memijat gusi bayi dua kali sehari. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan mulut dan membiasakan anak dengan perwatan mulut.

Setelah gigi pertama muncul, gunakan sikat gigi halus dan air biasa untuk menyikat gigi. Saat mandi merupakan saat yang tetap untuk memperkenalkan kegiatan membersihkan gigi dan peralatannya pada anak. Anak kecil cenderung suka memasukkan segala sesuatu yang dipegangnya. Cobalah beri dia sikat gigi bersikap lembut dan berkepala kecil agar dia mulai mengenal sikat gigi dan membiasakan mulutnya merasakan sikat gigi.

Selain cara menyikat gigi yang benar, posisi orangtua dalam ,membantu anak menggosok gigi juga penting untuk diperhatikan.

  • Jika anak masih terlalu kecil, ia dapat dibaringkan di meja bayi atau sofa dengan kepala dipangkuan  orangtua. Pada dasarnya jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai hal yang menyenangkan bagi anak.
  • Jangan gunakan pasta gigi samapai anak bisa belajar untuk meludahkan busanya (kira-kira 18 bulan), setelah itu gunakan sedikit saja  (kira-kira sebesar jagung) namun tetap awasi penggunaannya.
  • Hindari anak terlalu banyak memakan pasta gigi karena membahyakan kesehatannya.
  • Sikat gigi sebaiknya diganti setiap bulan atau segera setelah  bulu sikatnya nampak mekar dan rusak.
  • Perikasalah sikat gigi jika anak menderita sakit, karena bakteri dapat tinggal pada gigi selama berminggu-minggu.
  • Mulailah menyikat gigi dari bagian geraham bagian luar kemudian bagian dalam, dengan gerakan ke depan dan belakang. Setelah itu sikat bagian atas gigi, dan bagian dalam gigi.
  • Ulangi gerakan seperti itu secara perlahan (ajak anak menghitung sampai sepuluh dalam hati). Setelah itu bersihkan bagian depan gigi dengan gerakan memutar secara perlahan.
  • Awasi aktivitas menyikat gigi sampai anak berusia tujuh atau delapan tahun. Biasanya anak belum mengetahui cara menyikat gigi yang benar.
2. Hilangkan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak adalah sindroma susu botol. Sindroma ini adalah karies pada gigi susu anak yang biasanya meneyerang gigi-gigi depan rahang atas, yang disebabkan oleh kebiasaan minum susu botol atau larutan gula pada waktu tidur. Faktor yang paling menentukan adalah lamanya gigi terekspos oleh zat gula. Gula tersebut akan diubah oleh bakteri plak menjadi asam. Asam yang diproduksi oleh bakteri inilah yang melarutkan email gigi anak sehingga gigi akan berlubang.

Sindroma susu botol ini dapat dicegah dengan menggendong bayi selama bayi menyusui, sehingga jika ia tertidur kegiatan menyususi dapat dihentikan. Bairkan bayi tidur tanpa susu botol atau isilah botol dengan air tawar. Begitu anak sudah dapat minum dari gelas hentikan penggunaan botol susu dan bersihkan plak pada gigi bayi dengan handuk halus basah. Tanyakan kepada dokter gigi atau dokter anak, kemungkian untuk penambahan fluor demi memperkuat gigi.

3. Konsumsi Makanan

Sayuran yang mempunyai banyak serat sangat bermanfaat bagi gigi, selain bergizi juga membantu pembersihan gigi. Makanan dan minuman yang banyak mengandung mineral terutama kalsium, sangat bermanfaat bagi pertumbuhan gigi.  Begitu pula keju, dan kacang-kacangan. Sebaliknya, makanan yang manis atau yang mengandung gula dapat merugikan kesehatan gigi seperti coklat, permen, biscuit, dan makanan lainnya.
Tapai hampir mustahil untuk melarang anak-anak mengkonsumsi makanan tersebut. Meskipun demikian perlu upaya untuk mengatasinya:
  • Jangan jadikan makanan manis sebagia hadiah kepada anak.
  • gantilah cemilan manis tersebut dengan buah, sayur, dan kacang-kacangan
  • Berikan cemilan manis pada saat yang bersamaan dengan waktu makan
  • Biasakan anak untuk berkumur setiap habis makan makanan manis.
4. Periksa rutin ke doker gigi.

Selain hal-hal diatas, pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi sangat diperlukan. Hal ini berguna untuk memonitor pertumbuhan dan perkembangan gigi anak serta mendeteksi kemungkinan adanya kelainan gigi sejak dini. Orangtua diharapkan untuk berperan serta dalam memonitor pertumbuhan dan perkembangan gigi anak-anak di rumah. Keluhan-keluhan ataupun kelainan yang ditunjukkan anak perlu mendapat perhatian. Sehingga anak belum dapat mejelaskan rasa sakit, tetapi perhatian bila ia menolak makan makanan yang keras, mengunyah makanan hanya satu sisi, atau nafsu makannya hilang sama sekali. Mungkin saja anak mengalami sakit gigi atau kelainan pada fungsi pengunyahan.

Kunjungan pertama ke doker gigi sebaiknya mulai dilakukan pada saat anak berusia 2 tahun dan dalam keadaan sehat, sehingga anak hanya diperiksa tanpa ada tindakan yang menyakitkan. Hal ini untuk menghindari kesan buruk dari anak terhadap dokter gigi. 
Powered by Blogger.