Advertisement
Car seat atau kursi khusus anak adalah salah satu alat keselamatan paling penting saat berkendara, jadi bukankah seharusnya benda itu mudah di pasang oleh orangtua yang kurang tidur sekalipun? Sayangnya banyak ibu dan ayah tidak sadar bahwa mereka telah melakukan kesalahan fatal. Di luar variasi desain, orangtua masih merasa kesulitan saat memasang car seat.
Car seat pertama bayi didesain membelakangi mobil untuk alasan yang bagus. Ketika terjadi tabrakan, bagian belakang car seat menyerap paling banyak dan menyebarkan tenaga dorong yang masih tersisa ke seluruh bagian punggung bayi- bagian tubuh dia yang paling kuat. Car seat juga menyokong kepala bayi yang berat dan lehernya yang masih relatif lemah, sehingga dia terhindar dari cedera leher dan sumsum tulang belakang.
Fitur penting lain dari car seat bayi adalah sandaran yang bisa di sesuaikan. Fitur itu memungkinan Anda memosisikan bayi pada sudut yang tepat (sekitar 45 derajat) jika posisi car seat terlalu tegak, kepala bayi bisa terhentak ke depan saat terjadi kecelakaan.
Meskipun para ahli pernah mengatakan bahwa bayi sudah bisa duduk di car seat yang menghadap ke depan ketika usianya menginjak satu tahun dan berat badannya 10 Kg, penelitian menunjukkan bahwa anak berusia anatara 1-2 tahun lima kali lipat lebih sering terkena cedera serius saat terjadi kecelakaan ketika mereka duduk di car seat yang menghadap ke depan. Karena itu semua anak untuk menggunakan car seat yang menghadap ke belakang hingga mereka mencapai tinggi atau berat badan maksimal yang ditetapkan produsen car seat. Ini berlaku bagi car seat bayi maupun balita yang keduanya bisa digunakan menghadap ke depan atau ke belakang.
KESALAHAN UMUM
Car seat pertama bayi didesain membelakangi mobil untuk alasan yang bagus. Ketika terjadi tabrakan, bagian belakang car seat menyerap paling banyak dan menyebarkan tenaga dorong yang masih tersisa ke seluruh bagian punggung bayi- bagian tubuh dia yang paling kuat. Car seat juga menyokong kepala bayi yang berat dan lehernya yang masih relatif lemah, sehingga dia terhindar dari cedera leher dan sumsum tulang belakang.
Fitur penting lain dari car seat bayi adalah sandaran yang bisa di sesuaikan. Fitur itu memungkinan Anda memosisikan bayi pada sudut yang tepat (sekitar 45 derajat) jika posisi car seat terlalu tegak, kepala bayi bisa terhentak ke depan saat terjadi kecelakaan.
Meskipun para ahli pernah mengatakan bahwa bayi sudah bisa duduk di car seat yang menghadap ke depan ketika usianya menginjak satu tahun dan berat badannya 10 Kg, penelitian menunjukkan bahwa anak berusia anatara 1-2 tahun lima kali lipat lebih sering terkena cedera serius saat terjadi kecelakaan ketika mereka duduk di car seat yang menghadap ke depan. Karena itu semua anak untuk menggunakan car seat yang menghadap ke belakang hingga mereka mencapai tinggi atau berat badan maksimal yang ditetapkan produsen car seat. Ini berlaku bagi car seat bayi maupun balita yang keduanya bisa digunakan menghadap ke depan atau ke belakang.
KESALAHAN UMUM
- Menempatkan bayi pada jok depan. Hentakan kantong udara depan yang keluar tiba-tiba bisa menyebabkan cedera serius, bahkan kematian pada anak. Dudukkanlah si kecil di tempat paling aman di mobil Anda bagian tengah jok belakang. Studi terbaru yang dilakukan di The children's hospital of philadelphia menemukan, anak yang duduk di posisi itu 43 persen lebih potensial terhindar dari cedera saat kecelakaan dibandingkan dengan anak yang duduk di tepi jok belakang. Meski begitu posisi duduk manapun di belakang lebih aman dibandingkan duduk di belakang.
- Menggunakan pengait yang salah. Sistem LATCH (Low Anchors and Tethers for Children) memungkinkan Anda mengaitkan car seat ke cincin logam yang terletak pada jok belakang tanpa harus mengenakan sabuk keselamatan . Namun tidak semua mobil punya pengait di bagian tengah jok belakang. Ketika memasang car seat di tengah jangan sampai Anda menggunakan pengait yang terletak di pinggir dekat pintu. Jika mobil Anda tidak dilengkapi pengait tengah, gunakan sabuk keselamatan.
- Car Seat tidak dipasang dengan ketat. Seharusnya tidak bisa digerakkan lebih dari satu inci ke samping. Ketika mengetatkan tali LTCH atau sabuk keselamatan berlututlah di car seat dan tekan ke bawah agar memudahkan Anda menarik tali sekuat mungkin.
- Memasang tali pengaman terlalu tinggi. Ketika bayi duduk menghadap ke belakang sesuaikan tali pengaman agar berada tepat pada posisinya atau di bawah bahu anak.
- Menambah bantalan. Anda tida bisa mengetatkan pengait dengan kuat jika tali dilapisi bantalan empuk, membalut bayi dengan selimut atau kain tebal, atau menggunakan bantalan kursi yang tidak di desain untuk car seat.
![]() |
| Empat dari lima pengguna car seat tidak menerapkan proseduryang benar. Pastikan Anda bukan satu di antara pengguna yang salah. |
Pecahkan dilema posisi duduk di kendaraan.
Pastikan Anda tahu cara paling aman mendudukkan semua anak pada situasi berikut. Anda punya lebih dari satu anak maka posisikan anak yang paling memerlukan perlindungan-berdasarkan usia. Poster tubuh, dan kondisi kesehatan- duduk di tengah. Namaun jika car seat tidak bisa terpasang dengan aman di bagian tengah kendaraan Anda tidak boleh ada anak yang duduk di posisi itu.
Jumlah anak lebih banyak dari pada jumlah jok belakang mobil. Di 13 negara bagian AS, mendudukkan anak di jok depan adalah perbuatan melanggar hukum. Jika Anda tidak punya pilihan, geserjik depan sejauh mungkin dari kantong udara dan dudukkan anak yang punya ketahanan tubuh bagian atas paling kuat di atas car seat yang menghadapa ke depan. Jangan pernah mendudukkan anak di car seat yang menghadap ke belakang di jok depan karena hal tersebut tidak bisa menahan hentakan kantong udara. Anak saling berkelahi bila mereka duduk bersebelahan. Dudukkanlah di dekat jendela. Mereka lebih aman jika tidak mengganggu Anda yang sedang menyetir kendaraan,
