Halloween party ideas 2015
Showing posts with label Junior. Show all posts

Kasus penculikan anak, tak hanya menyergap keluarga yang berkecukupan, dengan tujuan mendapatkan uang tebusan. Dikalangan masyarakat bawah pun, kasus penculikan anak terjadi, untuk diperjualbelikan atau diperkerjakan. Apa pun motif tindakan tak beradap itu, menimbulkan luka yang dalam pada korban. Baik anak maupun keluarga. Selama dalam sekapan para penculik, seorang anak umumnya mengalami beberapa jenis kekerasan, baik secara fisik maupun mental.

Namun, diantara beberapa jenis kekerasan tersebut, yang paling menakutkan bagi anak adalah berpisah dengan orangtua atau orang-orang yang disayangi. Dia harus tinggal dengan orang yang umumnya sama sekali tidak dia kenal. Kalau penculik orang yang dikenal, anak tetap merasa tidak nyaman, bahkan tersiksa karena tidak tahu kapan bisa bertemu dengan orangtua dan keluarga.

Meningkatnya kasus penculikan merupakan sinyalemen bahwa kekerasan pada anak meningkat. Eskalasi kekerasan itu, memperkuat dugaan bahwa banyak orang yang menganggap anak hanyalah sebagai miniatur orang dewasa, tidak berdaya, rentan, dan peka. Ketidak berdayaan anak kemudian dimanfaatkan orang dewasa dan dianggap objek. Padahal anak merupakan aset bangsa yang perlu dirawat agar tumbuh optimal. Jadi anak perlu dijamin dan dilindungi hak-haknya.

Usia balita merupakan tahap egosentis dimana anak berpikir bahwa semua keinginannya harus dipenuhi. Namun, ketika diculik kondisi tersebut berubah 180 derajat, anak tidak lagi bisa berontak maupun mengontrol keadaan. Dalam pikiran anak akan muncul seperti, "mengapa saya tidak dijemput?" dan lain-lain.

Ketidaktahuan dan ketidak mengertian anak tentang kondisi yang sedang terjadi, akan menimbulkan dampak negatif pada pencintraan anak. Figur orangtua yang selama ini menjadi idola, perlahan akan luntur dan berkembang menjadi kemarahan. Pada anak yang lebih besar, biasanya akan muncul pikiran bahwa penculikan yang dia alami merupakan akibat dari kesalahan yang telah dia buat.

Lamanya masa penyekapan dan penculikan, akan mempengaruhi kestabilan emosi anak. Akibat yang muncul berbeda-beda tergantung dari motif penculikan, apakah menculik untuk dijadikan anak, meminta uang  tebusan, atau motif pengambilan organ tubuh.

Penculik yang motifnya ingin mnjadikan korban sebagai anaknya biasanya cenderung memanjakan. Pelaku juga akan melakukan cuci otak dengan mengatakan, bahwa meraka adalah papa dan mama si anak yang sebenarnya dan melakukan pembunuhan karakter orangtua. Figur orangtua yang selama ini dikenal, secara sistematis dihapus dari memori si anak, untuk selanjutnya berganti dengan figur si penculik.

Pemulihan
Beberapa korban penculikan yang selamat mengalami trauma yang tidak segera diatasi akan menetap hingga dewasa. Wujudnya biasanya berupa mimpi buruk, takut keluar rumah,curiga bila bertemu orang, dan tidak percaya diri dalam pergaulan. Atau mengalami ketakukan untuk berpisah dengan anggota keluarganya. Anak akan takut untuk pergi ke sekolah,atau menginap ditempat lain tanpa  orangtuanya. Bahkan ketakutan untuk berkenalan, atau bertemu orang lain. Ketakutan ini bisa memunculkan gejala seperti rasa pusing dan rasa sakit yang tidak bersumber penyakit fisik.

Untuk mengatasi kondisi tersebut orangtua harus membangun kembali pola asuh yang konsisten, artinya prinsip-prinsip utama dalam pengasuhan jangan pernah diterjang. Orangtua juga dituntut untuk memberi perhatian lebih pada anak pasca penculikan karena dalam keadaan ini kondisi kejiwaan anak belum stabil.

Selain memulihkan kondisi psikis dan fisik anak, juga penting diperhatikan upaya pemulihan terhadap orangtua pasca penculikan anak. Ternyata, orangtua juga tak kalah menderitanya dengan anak yang menjadi korban penculikan, bahkan bisa mengalami trauma yang lebih dalam. Peraan orangtua korban penculikan biasanya bercampur aduk, tak kalah menderitanya dengan anak.

Pada orangtua, muncul perasaan, sedih, marah yang bercampur menjadi satu. Dalam banyak kasus, orangtua akan berubah menjadi ekstrim. Misalnya menjadi memanjakan atau berupaya melindungi si anak secara berlebihan. pola-pola pendidikan untuk mendisiplinkan dan menanamkan kepercayaan diri pada anak, kerap diabaikan dengan alasan demi melindungi anak. Kondisi ini hanya akan merugikan keduanya.

Cara terbaik mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui konseling dengan ahli. Masa pemulihan pasca penculikan, diharapkan dapat lebih cepat dicapai orang tua dibanding anak. dengan asumsi, kepribadian orangtua jauh lebih matang dibanding anak, pemulihan trauma orang tua akan sangat membantu si anak.

Mencegah penculikan
bagaimanapun , mencegah selalu lebih baik. Para orangtua kini harus lebih waspada dan berhati. Orangtua harus menanamkan  pengertian kepada anak agar jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Perlu  juga diberitahukan kepada pihak sekolah atau tempat kursus siapa yang akan datang menjemput si anak, bagaimana mengawasi si anak bila sekolah telah usai, tetapi penjemput belum tiba. penjemput pun harus tahu betul jadwal pulang sekolah si anak.

Anak juga perlu dibekali sikap waspada. Ajari anak agar mau di ajak oleh orang-orang yang dikenalnya, bila telah mendapat izin langsung dari orangtua. Anak juga perlu diajari untuk berani menolak, dan berteriak sekencang-kencangnya bila ada orang yang membujuknya bahkan memaksa untuk ikut dengannya. Sebagaimana upaya kuratif, orangtua bisa segera melaporkan kepada polisi segera setelah menyadari adanya kemungkinan penculikan. Upaya lain yang bisa ditempuh adalah menyebarkan foto identitas si anak serta nomor kontak orangtua sebanyak mungkin tempat. Dalam hal ini, foto jauh lebih berarti daripada deskripsi dalam bentuk lain.

Penculikan, perdagangan, penganiayaan, eksploitasi, hingga aksi penjualan organ tubuh anak bukanlah tindak kriminal biasa. Pada kasus ini, mestinya diberlakukan pasal berlapis, sehingga pelaku pelanggaran hak anak yang dilakukan oleh pelaku dewasa mesti diberikan sanksi yang maksimal. Hukuman maksimal dan berlapis  bagi pelaku- yang ada dalam UU perlindungan anak- dapat memberikan perlindungan lebih bagi si anak.

Sesuai  UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pelaku penculikan anak - apalagi yang kemudian diikuti dengan tindakan kekerasan, bahkan bila sampai memperdagangkan organ tubuh - harus diberlakukan hukuman maksimal, bahkan hukuman seumur hidup. Bagi anak yang selamat dan masih hidup saja, dampak kekerasan, penculikan, pemerkosaan atau penganiayaan lainnya. Menimbulkan penderitaan fisik dan psikis yang dapat berlangsung lama, bahkan seumur hidup.

Oleh karena itu perlu dipahami, bahwa memperhatikan keamanan dan keselamatan anak, adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya orangtua si anak. Semua orang dewasa berkewajiban menjaga tunas-tunas itu mampu tumbuh berkualitas.

Saat anak membanding-bandingkan peraturan keluarga dengan peraturan keluarga lain, pendekatan apa yang dapat kita gunakan?
"Kenapa aku nggak boleh makan sambil nonton Tivi?"
"Tidak baik, sayang?"
"Hemm.."
"Kenapa, Ma?"
"Mama tidak tahu, Pokoknya di rumah ini tidak boleh makan sambil Nonton Tivi.""
Pokoknya itulah 'kata sakti' yang sering kita jadikan senjata pamungkas untuk menyetop gugatan anak atas peraturan yang berlaku di rumah kita. Sayangnya pemakaina kata 'pokoknya' dalam situasi semacam ini tidak mengajarkan apa-apa kepada anak, selain memnperkuat anggapan mereka bahwa kita adalah orangtua yang mau menang sendiri.frontal 
Adakah pendekatan yang lebih baik? tentu ada!

MEMAHAMI GUGATAN SI KECIL

Coba amati ungkapan si kecil berikut ini. Kadang begitu frontal dan 'Galak' "Nggak mau tidur jam delapan! Mau jam sepuluh kayak Adit"

Apa pun bentuknya, kalau kita lebih peka, sebenarnya ungkapan-ungkapan seperti diatas menunjukkan gugatan anak atas peraturan yang berlaku di kelurganya. Guagatan tersebut muncul setelah mereka membandingkan peraturan yang berlaku atas diri mereka dengan aturan yang berlaku untuk anak yang lain. Dan ini adalah sesuatu yang wajar.

Anak memang penuh rasa ingin tahu. dan tidak hanya itu, selama bertahun -tahun prasekolah anak juga sedang mengembangkan identitas diri. dan gagasan mereka tentang orang lain. Apa yang dipelajari anak di tahun-tahun prasekolah ini, bisa membantu membentuk konsep diri yang positif dan kuat untuk menghormati dan berinteraksi secara nyaman dengan orang yang berbeda dengan dirinya.

Karena anak sedang belajar mengenali persamaan dan perbedaan dirinya dengan orang lain, sejak awal kita bisa mengajarkan bahwa dilingkungan yang berbeda pula. Mampukah  anak mencernanya? Anak-anak kecil ini belajar bahwa perilaku yang berbeda boleh diterapkan denagn situasi yang berbeda pula.
Mengajarkan Perbedaan Peraturan Pada Anak

Dalam keseharian, anak prasekolah belajar bahwa lingkungan yang berbeda menurut peraturan yang berbeda pula.  Di rumah mereka bisa membantu menyimpan mainannya  setelah bermain. Dirumah mereka boleh memiliki boneka kesayangnnya yang tidak mereka pinjamkan kepada siapa pun, dikelompok bermain semua mainan untuk digunakan bersama. Di rumah mereka bebas menonton TV sambil berkomentar.

Houts menyarankan agar kita menyiapkan anak sebelum pergi ketempat-tempat tertentu, Misalnya restoran. Caranya adalah dengan mengatakan kepada anak perilaku apa yang diharapkan disana. Mengacu saran houts, kita agaknya perlu mengajak si kecil sering berkunjung ke orang.  Sebelum berkunjung, kita bisa menjelaskan padanya apa yang kita ketahui tentang peraturan atau konveksi (peraturan tidak resmi) di rumah yang yang dikunjungi. Misalnya, Keluarga A suka sekali nonton TV sambil makan. Jadi, kita mungkin akan di ajak makan sambil nonton  TV juga.

Dengan cara ini, mudah-maudahan anak terbaisa memahami bahwa rumah orang menuntut peraturan yang berbeda dengan rumah kita.

Tahun ke tiga dalam kehidupan anak masih merupakan tahap belajar berjalan atau todddler. Masyarakat Barat menyebut anak yang baru belajar berjalan, bisanya usia 1-2 tahun, sebagai toddler. Tahap ini amat penting karena merupakan priode dimana seorang anak belajar dan bertumbuh kembang dalam banyak hal.

TIAP ANAK MEMANG BEDA
Tumbuh kembang anak pada tahap toddler sifatnya unik: anak-anak punya time-table-nya sendiri. Istilah lainnya, tiap anak punya kecepatannya sendiri, jadi boleh saja Anda mengacu pada berbagai diagram tumbuh kembang yang disusun para pakar khusus memastikan apakah si kecil berada didalam kurva. Tapi perlu Anda ketahui, diagram-diagram semacam itu hanya mengambarkan capaian rata-rata. Jadi, tidak berarti capaian si kecil harus sama persis seperti itu.


KESEMPATAN MENCOBA
Melatih anak mandiri memang bukan persoalan gampang. Sering kali orangtua bersikap ambivalen dalam menghadapi anak. Di satu pihak ia menuntut anak menjadi anak mandiri, namun sisi lain orangtua kurang konsisten anaknya mencoba.

Orangtua acapkali terlalu overprotecting terhadap anak. Dengan alasan tidak tega, anak dilarang melakukan sesuatu meskipun dia mampu. Tertutupnya kesempatan semacam ini, menjadikan anak tidak punya kesempatan untuk belajar dari sebuah kesalahan.

Untuk anak satu tahun misalnya, itu masa dimana anak mulai berjalan. Berikan kesempatan untuk melakukannya meski kadang memang jatuh. Tapi tidak apa-apa, karena dari keslahan itu dia belajar.
Tahun ke tiga dalam kehidupan anak masih merupakan tahap belajar berjalan atau todddler. Masyarakat Barat menyebut anak yang baru belajar berjalan, bisanya usia 1-2 tahun, sebagai toddler. Tahap ini amat penting karena merupakan priode dimana seorang anak belajar dan bertumbuh kembang dalam banyak hal.

Masalah lain dari orangtua yang sering menjadikan penghambat munculnya ketidakmandirian ialah kurangnya kebebasab bagi anak untuk mengembangkan fikirannya. Dalam banyak kasus, saat si kecil melakukan sebauh kesalahan, orangtua akan cenderung untuk mengkritik dan menyalahkan.

Sayangnya, penilaian benar dan salah oleh orangtua itu lebih menggunakan sudut pandang sendiri yang tentu saja belum berlaku bagi si kecil. Para orangtua kadang tidak sadar bahwa terminolog benar dan salah dari orangtua tidak selamanya sesuai dengan kondisi anak saat ini.

BENAR VERSI ORANGTUA
Peranan orangtua dalam bermain ternyata sangat mempengaruhi bentuk kemandirian anak. Pada anak yang diberi kebebasan untuk mengembangkan pemikirannya, ternyata dia tumbuh menjadi lebih mandiri. Salah satu penelitian  di USA dan Yogyakarta adalah permainan balok. Ibu-ibu  di Amerika lebih memberi kebebasan anak untuk membuat bentuk apapun dengan balok tersebut. Tetapi tidak demikian dengan ibu-ibu di Yogyakarta, yang cenderung menggurui. Mereka takut orang akan mengatakan anaknya membentuk bangunan yang salah. Padahal tidak ada yang benar dan salah dalam hal ini.

Sikap yang selalu mengkritik dan menggurui seperti inilah yang sebenarnya awal dari munculnya perasaan tidak percaya diri pada si anak. Anak kemudian berkembang dengan jiwa menunggu perintah serta takut untuk melakukan kesalahan. Anak pada akhirnya muncul sebagai sosok yang tidak mampu menunjukkan kemandirian, meski sebenarnya sanggup melakukan sebuah pekerjaan.

Sikap bijaksana dari orangtua yang diperlukan dalan membentuk kemandirian anak. Orangtua juga tidak perlu bersikap terlalu menggurui. Berilah kebebasan bagi si kecil untuk menunjukkan segala keinginan  dan Pikirannya. Jangan memotong pikiran sikecil ditengah jalan, karena akan menjadikan anak tidak mandiri dalam berpikir. Persoalan anak akan semakin rumit, saat gengsi orangtua ikut campur dalam perkembangan anak.  Sebagian orangtua memaksa anak untuk dapat menjadi sok pintar, namun orangtua kemudian melupakan aspek lain pada anak.

MANDIRI SEJAK DINI
Untuk usia satu tahun, misalnya anak sudah dapat mulai belajar berjalan. Pada saat inilah orangtua harus mampu memberi kesempatan untuk si kecil berlatih berjalan. Meski kemudian ia harus menangis karena jatuh. Dari itulah kemudian si kecil akan mendapat pengalaman untuk mematangkan dirinya. 

Di minggu-minggu pertama si kecil, ada beberapa hal yang mungkin bisa menimbulkan kepanikan bagi ibu baru. Salah satunya seputar kesehatan kulit si kecil.

Wajahnya berjerawat. Jerawat bisa terjadi pada 20% bayi usia kurang dari satu bulan. Bentuknya bintil-bintil putih (serupa jerawat batu pada remaja), kebanyakan mengenai wajah terutama pipi. Jerawat ini disebabkan hormon andogen yang didapat dari ibu pada saat dalam kandungan yang bersifat sementara dan akan menghilang pada usia 1-3 bulan. Yang bisa Anda lakukan adalah menjaga kulit bayi tetap bersih, kering dan memakai sabun lembut.

Kok ketombean. Ini disebut cradle cap, bentuknya seperti sisik yang lengket berwarna putih seperti hingga kekuningan dan kulit dibawahnya berwarna merah. Biasanya muncul di usia 1 bulan. Wajah juga bisa terkena , yakni di dahi. sekitar alis dan telinga sampai ke pipi. Mandikan si kecil dengan sabun bayi dan kramas dengan sampo bayi. Sebelumnya lunakkan sisik dengan minyak kelapa atau minyak bayi, lalu sisiri perlahan. Setelah itu bilas sampo sampai bersih

Milia yang membingungkan. Milia adalah bintil-bintil berwarnah putih teraba keras, diameter 1-2 mm (yang sepeintas mirip jerawat). milia dapat muncul pada usia berapa pun, dapat pecah secara spontan dan tidak berbahaya. Bila diperlukan, milia dapat dikupas secara lembut dan isisnya dikeluarkan dengan jarum steril.

Tanda Lahir normalkah?. Tanda lahir pada bayi bisa berbentuk koin warna biru, putih atau abu-abu. Biasanya disekitar bokong atau bahu. jumlahnya bisa satu atau lebih, bisa kecil atau meluas. lebih dari 80% bayi berkulit hitam, Asia memiliki gambaran ini (sehingga dikenal sebagai mongolian spot), sedangkan pada orang kulit putih kurang dari 10%. Gambaran khas ini disebabkan sel pigmen terhenti. Tanda ini biasanya menghilang pada usia pertama kehidupan tetapi tanda selain di bokong biasanya menetap. Meski tidak berbahaya namun perlu dibedakan pula dengan tanda kebiruan akaibat memar.

Maslah Kulit Si Kecil, Baca ini
Ruam kemerahan. Ruam popok juga bisa terjadi pada bayi kecil Anda. Umumnya disebabkan kontak dengan sisa air seni yang tidak dibersihkan dengan cermat. Bila dengan pemberian krim ruam popok dalam waktu 3 hari tidak menghilang, biasanya saudah disertai dengan infeksi jamur. Area bokongnya menjadi merah terang dengan pinggiran yang jelas, disertai bintik-bintik merah diluar area tersebut disebut lesi satelit  yang khas untuk untuk ruam akibat jamur. Bila hal ini terjadi, obat anti jamur dapat dioleskan 2 kali sehari sesudah mandi. Kadang jamur juga bisa menimbulkan lapisan putih di lidah yang cukup mengganggu. Lapisan putih seperti kerak susu ini kadang rancu dengan sisa susu yang bisa hilang dengan dibersihkan saja, sehingga perlu diobati dengan  obat anti jamur yang diteteskan.


Awas alergi. Alergi pada bayi kadang bersumber dari makanan, sehingga ibu perlu memperhatikan jenis susu yang diberikan, Bayi dengan ASI lebih kecil risikonya untuk mendapatkan eksim susu. Tapi ibu tetap harus memperhatikan makanan karena mungkin saja dapat memasukkan zat penyebab alergi dalam ASI. Kalau pencetus alerginya sudah dihilangkan, keluhan alergi pun umumnya akan menghilang dengan sendirinya.

Mengajarkan cara menjaga kebersihan gigi kepada anak kita bukan perkara gampang. Sering kita kehabisan akal bagaimana membuat mereka mau melakukannya. Mengajarkan kebersihan gigi akan berpengaruh juga bagi kehidupan mereka kelak. Lalu, bagaimana cara mengajak anak agar gemar menyikat gigi.

Berikut tips agar anak gemar menyikat gigi tersebut:

  1. Jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai sesuatu yang menyenangkan. Misalnya saja dengan bermain peran, Sebagai contoh, saat akan menyikat gigi, berperanlah Mom dan anak yang berpetualang di planet misterius. Diplanet tersebut, kalian berperang melawan alien kotor yang siap menyerang planet gigi, planet tempat kalian hidup. Agar planet gigi tidak dukuasai alien, kalian membutuhkan perlindungan. Perlindungan itu berupa pasta gigi ber-fluoride yang digosokkan ke setiap bagian gigi. Ketika kalian menyikat gigi, si alien mati karena tubuhnya kepanasan oleh ramuan pelindung yang digosokkan pada gigi.
  2. Libatkan anak dalam membeli peralatan menggosok gigi. Saat sedang berbelanja, tawarkan sikat gigi yang menarik untuk kalian berdua. Begitu pula pasta giginya. Pastikan keduanya aman dab nyaman. Denagn peralatan yang dipilihnya sendiri, anak akan dengan sendirinya bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan menyikat gigi.
  3. Dampingi selalu saat menyikat gigi pada kesempatan itu, Ibu bisa mencontohkan cara menyikat gigi yang baik dan benar.Tentunya dengan bahasa-bahasa yang lemah lembut dan persuasif.
  4. Saat anak merasa enggan dan malas menyikat gigi, ceritakan kepadanya tentang betapa pentingnya menyikat gigi untuk kesehatan gigi dan tubuh. Sebutkan beberapa contoh kasus penyakit gigi. Usahakan kasus yang diceritakan adalah kasus nyata yang terjadi di sekitar anak. Misalnya aja temanya yang sakit gigi, sepupunya yang giginya berlubang atau juga anak tetangga yang bergigi jelek karena giginya tidak dirawat.
  5. Jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai sesuatu yang menyenangkan
    Jadikan kegiatan menyikat gigi  sebagai sesuatu yang menyenangkan.
  6. Jadilah Ibu sebagia teladan bagi anak. Segala usaha dan sehebat apa pun tips mengajak anak gemer menyikat gigi, tidak akan ada hasilnya jika ibu tidak melakukan kegiatan menyikat gigi dengan baik dan rutin. Ingat, contoh yang paling baik bagi anak adalah dari orang yang paling dekat dengan mereka.

Kepolosan menjadi sesuatu yang langka didunia yang semakin artifisial. Tak heran, kepolosan yang ditampilkan oleh sosok gadis kecil bernama Masha dalam tayangan Masha and bear menjadi begitu mudah digandrungi. Tua dan muda lantas ketagihan kartun dari Rusia ini.

Tokoh Masha ramai diperbincangkan di media sosial. Foto-foto unik seperti gambar satu regu polisi yang sedang serius menonton Masha & The Bear Beredar di dunia maya. Tak hanya anak-anak, tontonan yang sejatinya dikhususkan bagi anak bawah lima tahun ini ternyata juga digemari penonton dewasa.

Tayangan makin menarik karena disuguhkan dalam format HD (High Definition) untuk televisi. Dalam penggarapannya masha & The Bear mengunakan teknik animasi 3D  yang cukup mutakhir sehingga menghasilkan gambar yang tajam dan indah.

Pada episode bertajuk hari mencuci, misalnya, kenakalan Masha segera tampak. Begitu ada tanda-tanda, ia keluar dari rumah, semuanya yang awalnya sedang bersantai segera lari bersembunyi. Kambing lari ke balik pohon hingga ayam lari terbirit-0birit ke dasar sumur. Kisah tragis kali ini menimpa si babi yang lamban sembunyi.

Masha mempermainkan babi dan mengangapnya  sebagai anak bayi lalu menempatkannya di kereta bayi. Ketika jalanan mulai menurun, kereta bayi meluncur cepat menabrak Misha (dalam bahasa Rusia bermakna boneka beruang). Misha, si beruang raksasa penyayang, selalu memperlakukan Masha bak anak sendiri.

Cerita yang disuguhkan memang sederhana. Namun, penonton dibawa larut pada polah lucu Masha serta kesialan para binatang disekitarnya. Serigala, binatang paling menyeramkan dihutan pun bisa ;lari terbirit-birit hanya mendengar nyanyian masha. Tak selalu nakal, kadang-kadang Masha juga bisa baik hati dan menolong semua binatang di hutan.

Dunia Masha, Dunia Jujur dan Menghibur
Dunia Masha, Dunia Jujur dan Menghibur
Kepolosan, kesederhanaan, dan kejenakaan Masha menjadi daya tarik utama penonton. Relasi antara Masha dan misha menjadi contoh menarik sebuah persahabatan harmonis ditengah beragam perbedaan. Masha and the Bear bercerita tentang persahabatan serta kepolosan anak-anak yang memandang dunia dengan kacamatanya yang polos, lucu, lugu, dan jujur, kadang menggemaskan. Nilai-nilai persahabatan yang hadir di sela kenakalan serta kejahilan Misha ini bisa menjad contoh baik bagi anak-anak.

Sebagai ibu mungkin anda akan merasa bangga ketika melihat si bayi tubuh dengan sehat. Berikan kebiasaan baik pada anak anda dengan memberikan pola makan sehat. Memasuki usia sekolah, anak-anak biasanya harus beradaptasi dengan banyaknya kegiatan. Mulai dari les, mengerjakan pekerjaan rumah hingga bermain. 


Jadwal makan anak harus diatur dan diterapkan secara rutin setiap hari, mulai dari setelah ia bangun di pagi hari hingga malam hari sebelum tidur. Makanan yang diberikan tentunya harus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral serta air. Selain itu, makanan yang disajikan pun hendaknya bervariasi untuk melatih indera pengecap bayi sekaligus supaya ia tidak merasa bosan, namun tetap memperhatikan komposisi kandungan nutrisi.


Jika kegiatan anak cukup padat, hal terpenting selain mempersiapkan menu makanan sehat untuk memenuhi gizinya adalah membuat jadwal makan.


Jadwal makan untuk anak yang belum bisa mengatur kegiatannya sendiri sangat penting. Hal itu dikarenakan, saat bermain dan lepas dari kegiatan les atau sekolah, biasanya mereka lupa makan atau cenderung malas dan lebih memilih minum susu saja.


Mengatur Jadwal Makan Anak
Jadwal makan anak harus diatur dan diterapkan secara rutin setiap hari,mulai dari setelah ia bangun di pagi hari hingga malam hari sebelum tidur
Untuk itu, jadwal makan sangat penting karena bisa membuat anak makan lebih teratur dan terkontrol serta membentuk kebiasaan makan yang baik pada anak.


Untuk jadwal makan anak yang sudah mulai sekolah akan lebih baik jika dimasukkan dalam daftar kegiatannya sehari-hari. Hal ini untuk mengingatkan anak, agar mereka tidak lupa makan saat kegiatan di sekolah sedang padat.


Buatlah jadwal mulai dari waktu sarapan, makan siang dan makan malam. Tentukan juga kapan mereka boleh mengonsumsi cemilan. Sebaiknya jangan pilih cemilan yang mengandung gula dan lemak tinggi.


Pilihlah cemilan sehat seperti es buah atau agar-agar susu. Jadwal makan berfungsi tidak hanya membuat anak menjadi makan teratur dan lebih sehat, tetapi juga melatih kedisiplinan mereka.

Car seat atau kursi khusus anak adalah salah satu alat keselamatan paling penting saat berkendara, jadi bukankah seharusnya benda itu mudah di pasang oleh orangtua yang kurang tidur sekalipun? Sayangnya banyak ibu dan ayah tidak sadar bahwa mereka  telah melakukan kesalahan fatal. Di luar variasi desain, orangtua masih merasa kesulitan saat memasang car seat.

Car seat pertama bayi didesain membelakangi mobil untuk alasan yang bagus. Ketika terjadi tabrakan, bagian belakang car seat menyerap paling banyak  dan menyebarkan tenaga dorong yang masih tersisa ke seluruh bagian punggung bayi- bagian tubuh dia yang paling kuat. Car seat juga menyokong kepala bayi yang berat dan lehernya yang masih relatif lemah, sehingga dia terhindar dari cedera leher dan sumsum tulang belakang.

Fitur penting lain dari car seat bayi adalah sandaran yang bisa di sesuaikan. Fitur itu memungkinan Anda memosisikan bayi pada sudut yang tepat (sekitar 45 derajat) jika posisi car seat terlalu tegak, kepala bayi bisa terhentak ke depan saat terjadi kecelakaan. 

Meskipun para ahli pernah mengatakan bahwa bayi sudah bisa duduk di car seat yang menghadap ke depan ketika usianya menginjak satu tahun dan berat badannya 10 Kg, penelitian menunjukkan bahwa anak berusia anatara 1-2 tahun lima kali lipat lebih sering terkena cedera serius saat terjadi kecelakaan ketika mereka duduk di car seat yang menghadap ke depan. Karena itu semua anak untuk menggunakan car seat yang menghadap ke belakang hingga mereka mencapai tinggi atau berat badan maksimal yang ditetapkan produsen car seat.  Ini berlaku bagi car seat bayi maupun balita yang keduanya bisa digunakan menghadap ke depan atau ke belakang.

KESALAHAN UMUM

  1. Menempatkan bayi pada jok depan. Hentakan kantong udara depan yang keluar tiba-tiba bisa menyebabkan cedera serius, bahkan kematian pada anak. Dudukkanlah si kecil di tempat paling aman di mobil Anda bagian tengah jok belakang.  Studi terbaru yang dilakukan di The children's hospital of philadelphia menemukan,  anak yang duduk di posisi itu 43 persen lebih potensial terhindar dari cedera saat kecelakaan dibandingkan dengan anak yang duduk di tepi jok belakang. Meski begitu posisi duduk manapun di belakang lebih aman dibandingkan duduk di belakang.
  2. Menggunakan pengait yang salah. Sistem LATCH (Low Anchors and Tethers for Children) memungkinkan Anda mengaitkan car seat ke cincin logam yang terletak pada jok belakang tanpa harus mengenakan sabuk keselamatan . Namun tidak semua mobil punya pengait di bagian tengah jok belakang. Ketika memasang car seat di tengah jangan sampai Anda menggunakan pengait yang terletak di pinggir dekat pintu. Jika mobil Anda tidak dilengkapi pengait tengah, gunakan sabuk keselamatan.
  3. Car Seat tidak dipasang dengan ketat. Seharusnya tidak bisa digerakkan lebih dari satu inci ke samping. Ketika mengetatkan tali LTCH atau sabuk keselamatan berlututlah di car seat dan tekan ke bawah agar memudahkan Anda menarik tali sekuat mungkin. 
  4. Memasang tali pengaman terlalu tinggi. Ketika bayi duduk menghadap ke belakang sesuaikan tali pengaman agar berada tepat pada posisinya atau di bawah bahu anak.
  5. Empat dari lima pengguna car seat tidak menerapkan prosedur yang benar. Pastikan Anda bukan satu di antara pengguna yang salah.
    Empat dari lima pengguna car seat tidak menerapkan proseduryang benar. Pastikan Anda bukan satu di antara pengguna yang salah.
  6. Menambah bantalan. Anda tida bisa mengetatkan pengait dengan kuat jika tali dilapisi bantalan empuk, membalut bayi dengan selimut atau kain tebal, atau menggunakan bantalan kursi yang tidak di desain untuk car seat.
Pecahkan dilema posisi duduk di kendaraan. 
Pastikan Anda tahu cara paling aman mendudukkan semua anak pada situasi berikut. Anda punya lebih dari satu anak maka posisikan anak yang paling memerlukan perlindungan-berdasarkan usia. Poster tubuh, dan kondisi kesehatan- duduk di tengah. Namaun jika car seat tidak bisa terpasang dengan aman di bagian tengah kendaraan Anda tidak boleh ada anak yang duduk di posisi itu.

Jumlah anak lebih banyak dari pada jumlah jok belakang mobil. Di 13 negara bagian AS, mendudukkan anak di jok depan adalah perbuatan melanggar hukum. Jika Anda tidak punya pilihan, geserjik depan sejauh mungkin dari kantong udara dan dudukkan anak yang punya ketahanan tubuh bagian atas paling kuat di atas car seat yang menghadapa ke depan. Jangan pernah mendudukkan anak di car seat yang menghadap ke belakang di jok depan karena hal tersebut tidak bisa menahan hentakan kantong udara. Anak saling berkelahi bila mereka duduk bersebelahan. Dudukkanlah di dekat jendela. Mereka lebih aman jika tidak mengganggu Anda yang sedang menyetir kendaraan,

Kemampuan mengingat pada otak bukan melulu soal genetika. Bisa ditingkatkan . Remaja, hindarilah stres dan tekanan. "Ah, kamu masih muda kok sudah pelupa. Coba, dingat-ingat lagi dimana kamu menaruh kacamatamu itu" Kata ibu Nunuk pada putra sulungnya aji (13 tahun).

Ibu Nunik sering kali heran pada Aji. Hampir setiap saat anak itu ribut dengan kacamata bacanya. Anak sulungnya yang baru menginjak sekolah menengah pertama itu selalu lupa dimana menaruh kacamata bacanya. Bahkan, pernah satu saat Aji ribut dengan kacamatanya padahal kacamata itu bertengger di mata silindernya. Walah!.

Namun, di balik keherannnya itu Ibu nunik sebenarnya cemas juga. Daya ingat anak sulungnya itu sepertinya menurun jika di bandingkan dengan masa-masa  sebelumnya. Ia juga jadi ingat kalau hasil raport Aji tak sebagus waktu Aji di sekolah dasar. Apa yang terjadi dengan anakku? Batin ibu nunik kautir.

Merekam, Menyimpan, Memanggil Kembali.

Kemampuan otak Manusia sangat luar biasa. Organ yang mendominasi  isi teyimpan sejumlampurung  kepala ini menyimpan sejumlah besar sel yang berfungsi multi Di sinilah pusat kendali, pusat data, pusat perintah sekaligus kordinasi seluruh organ tubuh manusia. Dengan terdiri atas sel-sel otak yang saling terhubung kemampuan organ otak sangat menentukan kulitas berpikir dan kemampuan mengambil keputusan hidup.

Pada remaja perkembangan otak secara fisik memang tak sepesat saat balita. Sel-sel otak sudah terbentuk secara rapi demikian juga dengan keterhubungannya. Namun, pada saat remaja inilah sedang berlangsung aktif pengisian memori otak.

Dimasa ini juga memori otak remaja sedang aktif menyimpan sekaligus memangil kembali isi memori. Bukankah, usia sekolah merupakan masa paling aktif proses-proses ini.? Coba bayangkan. Mereka ini aktif belajar hal-hal baru dengan aneka pelajaran, pergaulan dan lain sebaginya. Kemudian semua itu direkam, disimpan lalu dipanggil kembali saat diperlukan misalnya saat mereka menghadapi ujian.

Kemampuan Berbeda
daya ingat pada anak
Anak sedang berpikir dan memanggil kembali memori otaknya
Setiap anak punya kemampuan otak berbeda. Daya rekam, daya simpan maupun daya panggilnya berbeda. Pertama tergantung bahan bakunya. Faktor seluruhnya karena genetik, gift dar tuhan. Sudah dari sononya. Kedua faktor makanan lalu psikologis dan lingkungan. Anak yang terlahir dari orangtua berbudaya ingat kuat kemudian besar juga denikian.

Peneyebab Turun.

Ada banyak faktor yang bisa menurunkan daya ingat manusia terutamaremaja. Yang paling dominan adalah kondisi psikologis dan tekanan dari lingkungan. Tekanan atau stress apalagi depresi bisa menurunkan daya ingat remaja. Masa remaja merupakan masa yang paling banyak peluang si remaja mengalami tekanan dari lingkungan. Baik lingkungan sekolah, pertemanan dan pergaulan, dan bahakan di rumah. Tuntutan yang tinggi terhadap apa yang harus dicapai si anak berkontribusi besar pada penurunan daya ingat terutama daya pangilnya.

Memor yang sudah terisi akan terganggu ketika dipanggil kembali oleh adanya presure pada jiwanya. Kosentrasinya menurun drastis, itu yang menggangu daya panggil.

Selain itu kurangnya. kurangnya istirahat juga bisa menurunkan konsentrasi yang menggangu daya ingat. Tingginya kadar gula dalam darah, mendengkur kala tidur yang menggangu suplai oksigen ke otak dan menurunnya metabolisme tubuh sebagai peneyebab daya ingat remaja menurun. Istirahat berupa siang sangat penting mengembalikan daya inmgat dan kebugaran tubuh.

Meningkatkan Daya Ingat.
Bisakah? Jawabannya bisa. Misalnya dengan aneka cara sebagai berikut.
  • Membaca. Biasakan selalu membaca setiap ada kesempatan jadikan rutinitas membaca koran setiap hari.
  •  Mencoba aneka permainan latihan otak seperti bermain scrable.
  • Istirahat yang cukup agar kosentrasi selalu terjaga.
  • Biasakan si anak memiliki keteranturan hidup setiap harinya. Misalnya jam berapa bangun pagi, tidur malam, dan kapan istirahat. Kebiasaan yang terpola semacam ini bisa melatih kapasitas simpan otak secara beraturan sehingga memudahkan pemanggilan memori.
  • Konsumsi makanan bergizi. Perbanyak sayuran brokoli, bayam, ikan-ikanan semerti salmon, tuna. Perbanyak juga kacang-kacangan dan aneka buah dari golongan berry seperti sterawberry yangtinggi antioksidannya. Alpukat juga merupakan buah yang sangat baik untuk meningkatkan kinerja otak. Bahkan kacang-kacangan dan selai kacang sangat bagus untuk otak si kecil. Demikian juga biji bunga matahari

Kafein dalam kopi bisa membuat si anak terjaga, mengganggu jadwal tidur dan sederet ancaman bagi tubuhnya. Kafein tak hanya dalam kopi. Perhatikan asupannya.

Setiap pagi, saat ayahnya minum kopi pagi, Deliar (4 tahun) selalu diberi kesempatan menyeruput kopi sang ayah. Menjadi kebiasaan, seremoni ini bagai menjadi sebuah ritual pagi. Deliar, si gadis mungil berambut kriwil itu akan menagih seruputan kopi jika ayahnya lupa memberi.

"Tidak apa-apa," kata ayahnya. menurut si ayah baik juga memberikan seruput dua ruput kopi pada balita agar anak-anak terhindar dari kejang-kejang kalau mereka sakit panas tinggi. Benarkah?

Tentang Kopi 
Kopi, memiliki efek yang luar biasa bagi peminumnya. Mereka yang minum kopi segera menjadi segar, lebih energik, kerap terjaga dan lebih bisa berkonsentrasi. Tak heran, sebuah sejarah pernah  berkisah bagaimana perilaku aneh kambing-kambing di ethopia sana yang berjingkrak-jingkrak gembira setelah memakan butiran biji kopi.

Kafein dalam kopi bertugas sebagai perangsang kerja otak. Bersifat psikomotorik. Kafein sanggup merilis hormen efinetrin. Hormon ini dapat menaikkan kerja jantung, melancarkan peredaran darah, menambah tensi darah.

Kafein dalam kopi juga sanggup membuat si peminumnya, termasuk balita, menjadi lebih segar, bersemangat seperti kisah kambing gembala. Bukankah efek kafein tersebut bagus? Benar, efek kafein dalam kopi bagus untuk orang dewasa yang membutuhkan tambahan semangat. Namun, bagaimana dengan balita kita?

Kopi dan Baliata
Balita Suka Minum Kopi, Berbahaya?
Benarkah Minum Kopi Cegah Kejang-kejang  pada Balita?
Efek yang diharapkan oleh ayah deliar dalam ilustrasi diawal tulisan ini, masih harus dibuktikan dengan aneka penelitian yang rumit. Sehingga efek positif kopi bagi balita bisa dikatakan tidak ada sama sekali. 

Balita yang kerap minum kopi apakah itu seruput-seruput bahkan satu gelas pun akan menjadi balita yang bersemangat di luar kemampuan tubuhnya. Ia akan menjadi energik tak wajar sehingga tubuhnya malah menjadi kelelahan. Otak si kecil akan terus terjaga. Jantungnya terus terpacu, dan aliran darahnya terlalu lancar sehingga tubuh kecilnya yang masih dalam tahap tumbuh kembang akan terganggu.


Mereka, para balita itu akan selalu dipicu untuk terjaga dan beraktivitas. Padahal yang namanya balita harus cukup istirahat untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya dan perkembangan otaknya.

Kafein juga dapat menimbulkan adiksi. Akibatnya, anak0-anak yang sudah kecanduan menyeruput kopi akan susah menghentikannya. Sama seperti orang dewasa akan merasa pusing bila kopi dihentikan, demikian juga anak-anak. Kalau anak-anak peminum kopi rewel suatu saat mungkin itulah penyebabnya. Jadi, jangan sekali-kali mengenalkan kopi pada anak-anak.

Kafein, Tak hanya pada kopi.

Kandungan kafein bukan hanya ada pada kopi. Melainkan pada jenis minuman lainnya. 
  • Minuman sodan dan kola. Satu kaleng minuman soda dan kola bisanya mengandung 23-25 miligram kafein
  • Cokelat. Kafein secara natural ada di dalam cokelat. Jadi apa pun olahan cokelat pasti akan memberikan efek stimulasi. Dalam permen cokelat setidaknya terdapat 10 miligram kafein
  • Es krim. jika kita menambahkan cokelata atau kopi sebagai rasa pada es krim kuta, kita telah menambahkan kafein di dalamnya. Rata-rata pada setengah mangkuk es krim dengan du rasa tersebut terdapat 30-45 miligram kafein.
  • Minuman Berenergi. Salah satu alasan mengapa minuman kemasan tersebut menjanjikan untuk memompa energi adalah di dalamnya terdapat kafein.
Jadi....
  • Jangan pernah mengenalkan rasa kopi pada anak-anak
  • Jangan ajak si kecil nongkrong di kedai kopi.
  • Jangan memberikan makanan lain yang mengandung kafein pada malam hari karena akan membuat si kecil susah tidur.
  •  Jadilah rule model yang sehat untuk anak. Bagaimana anak tidak ingin mencicipi kopi bila bapaknya dan ibunya punya kebiasaan menyeruput kopi di depan mereka.
  • Berikan pilihan yang lebih sehat, seperti jus buah atau susu cokelat yang bisa memberi manfaat kalsium untuk anak.


Hiduplah seperti air mengalir. Pesan dari nasihat ini adalah, berjalanlah apa adanya dalam menjalani hidup, ikuti saja lah alur. Dalam satu sisi, pendapat ini bisa jadi benar. Namun bagaimana bila dikaitkan dengan persiapan dana pendidikan kedepan?

Sepertinya pendapat tersebut tak lagi bisa dijadikan sandaran. Persiapan dari sekarang penting agar ada jaminan untuk pendidikan anak nanti. Benar hidup memang perlu perencanaan, apalagi menyangkut biaya pendidikan sang bauh hati ke depan. Orang tualah yang menyiapakan, apa warna pendidkan anak ke depan. Pendidkan anak merupakan investasi jadi mempersiapkan dananya sejak dini menjadi penting.

Melihat dari sisi biaya pendidkan yang terus naik setiap tahunnya, Dimasa lalu sekitar 26 tahun yang lalu biaya kuliah di bandung di universitas negeri hanya menghabiskan biaya 2 juta an sudah tamat kuliah, sekarang dari jumlah tersebut sudah membengkak menjadi 126 juta. Wow, bisa di bayangkan berapa perkiraan biaya kuliah anak-anak kita 20 tahun mendatang.

Itu biaya di universitas negeri lho, bagaimana dengan biaya pendidikan di kampus-kampus swasta favorit? bisa-bisa jadi perkiraan angkanya milyaran rupiah. Angka ini tidak main-main.

Naik Seiring Inflasi
Mahal sekali ya ternyata biaya pendidkan ke depan. Dana pendidikan anak setiap tahun akan naik seiring kenikan setara atau bahkan lebih besar dari inflasi.

Ilustrasi anak pulang sekolah tanpa didampingi
orang tua
Untuk di luar negeri sana, rumusan untuk menghitung kenaikan biaya pendidikan per tahun adalah sebesar 2x inflasi rata-rata. Contoh, di Amerika Serikat dimana inflasi rata-rata 15 tahun (Usia Mendekatia anak masuk kuliah) adalah sebesar 3,5 %-4% per tahun, maka kenaikan biaya pendidkan rata-rata di Amerika Serikat 7-8% per tahun. Demiakian juga di australia yang rata-rata inflasinya 5% memiliki rata-rata kenaikan biaya pendidkan sebesar 10 persen per tahun.

Bagaimana dengan di Indonesia? Zaman sudah berubah. Saat Era Orde Baru dulu, biaya pendidkan banyak disubsidi pemerintah. Ini tentu sangat meringankan orang tua. Namun sekarang, biaya pendidkan bisa mencapai dua kali lipat dari biaya rata-rata inflasi. Rata-rata inflasi dalam kurun waktu 15 tahun terakhir adalah sekitar 12%.

Bila mengacu pada rumus di atas, kenaikan rata-rata biaya pendidkan di Indonesia bisa mencapai 24% setiap 3-5 tahun sekali terjadi penyesuaian biaya pendidkan yang angkanyabisa naik antara 50-100%. Bahkan ada universitas swasta yang kenaikannya 40% per tahun dan setiap 3 tahun naik 100%.

Plan A, B atau C
Bila Orangtua kaget atau cemas berapa uang yang perlu kita siapkan untuk biaya pendidikan yang sang buah hati nanti? Sah-sah saja bila perasaan gundah menggelayuti pikiran orangtua. Dalam pandangan siapa pun akan cemas menghadapi sesuatu yang belum jelas didepannya. Apalagi ini menyangkut biaya pendidikan anak yang merupakan investasi orangtua. kecemasan biasanya akan semakin besar bila yang akan kita hadapai jke depan kian jelas dan bisa diprediksikan.

Lantas, apa yang harus diperbuat? Orangtua memang harus melakukan sesuatu. Suka tidak suka kondisi ini kan menghampiri. 

Begitu pola soal biaya pendidikan anak ke depan bila sudah ada prediksinya, orangtua bisa mengatur strategi. Oarangtua mesti membuat plan A, B atau C terhadap rencama pendidkan putra putrinya.  Misalnya orangtua  mulai memikirkan berapa biaya yang mesti diinvestasikan per bulan untuk universitas yang diinginkan. Misalnya investasi yang dibutuhkan Rp. 500.000 per bulan. Ini plan A

Bila Masih terasa berat, mungkin bisa beralih ke paln B. Pilihan universitas lain bisa menjadi rujukan. Cara lainnya adalah dengan mencari bea siswa untuk membantu biaya pendidikan. Untuk universitas negeri beragam besasiswa untuk anak-anak cerdas.

Banyak Jalan Menuju Roma
Kalkulasi biaya pendidkan yang mencapai milliaran itu bisa saja terjadi. Apalagi itu dilakukan oleh mereka yang propesional  di bidangnya. Namun berbicara masa depan pendidikan anak, tentu saja tak melulu bicara soal uang. Apalagi tidak semua orang beruntung bisa menyiapkan dana pendidkan untuk jumlah yang besar sejak anak berusia dini.

Selain persiapan financial, ada banyak hal lain yang harus dipersiapkan. Misalnya, bagaimana anak memandang belajar itu sendiri, Sejauh mana orangtua membantu dia untuk belajar. Untuk suka sekolah dan lainnya. Dengan demikian diharapkan potensi anak akan berkembang dengan baik. Ketika bicara potensi anak-anak yang mampu berkembang maksimal, orangtua tentu optimis prestasinya akan memuaskan dan memberi kemungkinan dia mendapat beasiswa.

Pendek kata,  ada banyak jalan menuju roma Artinya, orangtua tidak terpaku hanya pada satu  cara untuk memaksimalkan pendidikan anak. Jangan sampai karena nilai nominalnya sangat besar tadi, orangtua justru cemas berlebihan memikirkan nya, repotnya bila merasa tidak mampu, orangtua lalu menurunkan aspirasi pendidikan anaknya. Misalnya daripada memikirkan biaya kuliah yang miliaran itu lebih baik sampai tingkat SMA saja. Jangan sampai itu terjadi.

Padahal  Harapan aspirasi pendidikan itu suatu hal yang bisa mendorong seorang anak dalam meraih tujuan pendidkannya. Sederhananya, bila anak bisa lari seratus meter, lalu karena capek, panas atau gerah, lalu cuma diberi jarak 50 meter. Daya dorongnya pasti berbeda. Dengan menargetkan jenjang pendidikan yang tinggi plus sikap realistis, daya juang anak dan orangtua tentu juga akan lebih besar. Percayalah, banyak jalan menuju Roma dan yakin akan ada cara lain untuk mencapai tujuan tersebut.

Tak hanya itu, orangtua juga tidak perlu cemas berlebihan melihat tingginya biaya pendidikan anak kelak. Sebab bisa saja di tengah jalan-dengan adanya beragam alasan-orangtua menemukan kenyataan, bahwa ternyata anaknya tidak perlu sampai kuliah setinggi itu. Cukup di bidang akademik. Namun ini bukan menurunkan standar pendidkan anak. Sebab, bisa jadi bakat atau kecenderungan anak baru bisa diketahui saat usianya menginjak 10 tahun atau lebih.

Istilah kerennya otitis, dan digunakan untuk menyebut infeksi telinga. Infeksi telinga bisa terjadi din telinga luar yang disebut dengan otitis eksterna atau telinga tengah disebut juga otitis media. Otitis media sifatnya ada yang akut dan kronis bila berjalan penyakitnya lebih dari 2 bulan.

untuk otitis media kronik, awam sering menyebutnya dengan istilah congek, yakni bila telinga sering berair, hilang timbul atau terus menerus. Walaupun, telinga berair tidak selalu berarti congek, karena telinga berair bisa juga timbul akibat infeksi telinga luar.

Selain ditandai dengan telinga berair, congek atau otitis mediasupuratif kronis (OMSK), juga kerap disertai perforasi (lobang) digendang telinga yang infeksi. Kadang disertai nyeri terutama bila sudah disertai nyeri terutama bila sudah disertai komplikasi.

Penyakit ini banyak ditemi pada anak-anak tapi sering juga pada orang dewasa. Menurut WHO prevalensi OMSK di Indonesia 3, 9%, termasuk kategori tinggi. Survey Departemen Kesehatan tahun 1996 di 7 propinsi di Indonesia ditemukan prevalensi OMSK sebanyak 3%.

Perjalanan penyakit OMSK sendiri sebagian besar diawali oleh otitis media akut (OMA) yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Karena ketidak tahuan atau penanganan yang tidak tepat, penyakit itu berlanjut dan berkembang menjadi OMSK. OMA bisa sembug sempurna tapi bisa berkembang menjadi otitis media efusi (OME) dimana terjadi penumpukan lendir dibelakang gendang telinga yang dapat mengakibatkan ketulian pada anak.

Bila kasus berlanjut, gendang telinga tertekan oleh cairan tersebut sehingga pecah atau perforasi, lalu cairan keluar. Kondisi infeksi yang berkelanjutan ini menimbulkan OMSK. OMSK dapat mengakibatkan gangguan pendengaran karena infeksi bisa merusak sistem pendengaran dalam telinga. Komplikasio yang ditakutkan adalah perluasan infeksi ke otak yang disebut dengan konplikasi intrakranial berupa abses otak dan meningitis. Komplikasi intrakranial ini sangat menbahayakan karena bisa berujung pada kematian.
Mencegah Basah Ditelinga AnakIlustrasi
Ilustrasi anak menderita sakit telinga Istilah kerennya otitis, dan digunakan untuk menyebut infeksi telinga

Bagaimana mencegahnya? Tips agar bayi terhindar dari penyakit membahayakan ini:

  1. Jangan biasakan memberi susu atau menyusui bayi dalam posisi tidur. Kepala harus lebih tinggiu dari kaki stidaknya 45 derajat, untuk mencegah masuknya susu ketelinga melalui tubaeustachius ( saluran yang menghubungkan telinga dengan hidung dan tenggorokan)
  2. Bila pilek, jangan dibiasakan anak membuang ingus kencang-kencang karena akan memberikan tekanan ke gendang telinga dan bisa pecah.
  3. Dalam penerbangan, bayi atau anak kecil disusui /dot dari botol susunya pada saat teke off dan landing (terutama landing) untuk menetralisir tekanan ditelinga tengah dengan mengaktifkan tubanya. Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa bisa dengan mengunyah permen.
  4. Bila ada faktor penghalang lain seperti amandel atau pemebsaran kelenjar adenoid yang teletak dibelakang hidung, disertai batuk/pilek/panas berulang atau anak ngorok/bernapas dengan mulut terbuka saat tidur. pikirkan untuk diangkat saja amandel dan adenoidnya (operasi)
  5. Pemeriksaan rutin telinga pada bayi dan anak sebaiknya dilakukan minimal 6 bulan sekali terutama untuk mencegah penumpukan kotoran telinga yang bisa mempengaruhi tekanan dalam telinga.

Penyusutan fungsi mata pasti terjadi seiring dengan bertambahnya umur. Perlindungan dan nutrisi yang tepat akan menjaganya dari gangguan. 

Gaya hidup seseorang sangat berpengaruh terhadap kesehatan mata. Keasyikat beraktivitas di depan komputer tau membaca buku diruangan dengan penerangan yang kurang, tanpa disadari memberikan beban yang berlebihan pada mata. Pekerjaan mata yang tak terhingga membuat indera penglihatan ini mengalami penyusutan fungsi, akibat adanya gangguan refraksi pada mata.

Terdapat dua jenis gangguan refraksi pada mata, yitu spherical aberration (rabun jauh atau myopia dan rabun dekat atau hyperopia) dan astignatism (slinder). Gangguan ini biasanya dapat diatasi dengan penggunaan kacamata, lensa kontak, atau operasi refraksi seperti LASIK (Laser-Ii Situ  Keratomileusis). Pada usia di atas 40 tahun, salah satu gangguan pada kesehatan mata yang sering terjadi adalah presbyopia. Gangguan ini dialami saat lensa mata tak lagi fokus pada gambar dekat, dan tidak dapat diperbaiki.

Selain gangguan pada fokus penglihatan, terdapat beberapa risiko penyakit pada mata yang juga harus diwaspadai. Penyakit-penyakit ini dapat mempengaruhi penglihatan secara temporal maupun permanen.

Masalah yang paling serius adalah kanker kulit. Sama seperti bagian kulit lainnya, eyelid dapat terkena kanker. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari dibanding bagian tubuh lainnya, sehingga sangat berisiko terkena kanker. Kanker kulit seringkali, namun tidak selalu, dapat diatasi dengan operasi.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan mata:
  1. Berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan resiko katarak, degenerasi mokular, dan penyakit lain akiabat meningkatnya tekanan oksidatif, mempersempit pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke mata.
  2. Guanakan topi dan kaca mata denagn UV protection saat berada diluar ruangan. Pancaran sianar UV matahari dapat meningkatkan  risiko terkena kanker kulit, katarak, dan degenerasi mokular.
  3. Periksa mata secara berkala. Beberapa penyakit mata tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu hingga penyakitnya parah. Selain itu, penyakit-penyakit mata ini tidak tampak hingga terdiagnosa saat dilakukan pemeriksaan mata yang menyeluruh.
  4. Diet sehat dan konsumsi tambahan nutrisi. Mata tergantung pada nutrisi yang dikomsumsi. Banyak penyakit mata utama yang merupakan implikasi dari oksidatif stress. sangat penting bagi mereka yang berumur agar menjaga asupan antioksidan untuk melindungi mata.
Sejumlah nutrisi yang menguntungkan bagi kesehatan mata bekerja secara langsung mendukung fungsi mata, sementara yang lainnya meningkatkan aliran darah ke mata dengan mendukung sistem kardiovaskular, Nutrisi yang penting untuk mata, antara lain vitamin A, B dan C, omega-3 fatty acids, lipoic acids, beta karotin, zaexanthin dan lutein, selenium, coenyzme qro, dan zinc.

Mata sehat dengan nutrisi tepat.

Dalam aktivitas sehari-hari, anak-anak dan orang dewasa sangat dekat dengan sumber sinar biru diantaranya sinar matahari dan layar televisi yang dapat menggangu kesehatan mata. Asupan zat gizi yang tepat dapat meminimalisir risiko kerusakan mata.

  Jaga Mata Cegah Gangguan
Anak berkaca mata untuk membantu penglihatannya
Anjuran makan banyak wortel untuk memperjelas penglihatan mungkin sudah tidak asing lagi. Sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa mengkonsumsi jenis makanan tertentu dapat membantu menjaga kepekaan penglihatan. Penelitian juga menyebutkan, asupan vitamin C dan E dapat membantu mencegah perkembangan katarak.

Aktivitas mata sehari-hari rentan terkena radikal bebas. Mulai dari debu hingga radiasi sinar biru, berisiko menurunkan kerepatan pigmen mokular. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga berperan pada penurunan kerapatan mokular, berdampak pada kemampuan retina dalam menyaring cahaya yang masuk.

Antioksidan Alami

Pada mata, sebenarnya sudah terkandung lutein dan zeaxanthin yang merupakan antioksidan atau penetralisisr radikal bebas, yang dapat mencegah kerusakan mata. Kedua zat ini berfungsi sebagai kacamata alami yang secara fisik membantu menyaring paparan sinar biru yang berbahaya, dan menghentikan agar tidak mencapai serta merusak bagian belakang retina.

Kesehatan anak sudah tentu menjadi perhatian orang tua. Namaun mustahil mendapat kesehatan anak yang optimal tanpa ditunjang dengan kesehatan gigi terutama kesehatan gigi susunya.

Banyak orangtua yang merasa yang resah ketika bayinya yang sudah lewat usia setahun, belum juga tumbuh gigi. Tak sedikit orangtua yang kemudian mengaitkan lambatnya pertumbuhan gigi anak dengan berbagai hal, mulai hal yang berbau ilmiah, hingga tak masuk akal. Namun sayangnya, setelah gigi tumbuh, tak jarang pula orangtua yang mengabaikan perawatan gigi bayinya. Mereka beranggapan gigi bayi yang kerap disebut gigi susu itu, hanyalah sementara yang setelah tanggal akan berganti gigi tetap. Padahal gigi susu memegang peran penting dalam perkembangan anak sehingga harus dijaga serta dirawat kesehatannya sampai gigi susu tanggal.

Kapan Gigi Mulai Tumbuh?
Setiap bayi memeiliki proses pertumbuhan gigi  yang berbeda-beda. Ada bayi yang giginya sudah tumbuh ketika dilahirkan, sementara ada anak yang belum tumbuh samapi usia satu tahun. Namun perlu dingat bahwa hal ini sama sekali tak ada hubungannya dengan perkembangan mental atau intelegensinya.

Pada umumnya pertumbuhan gigi dimulai dengan munculnya dua gigi seri di bagian tengah sebelah bawah, disusul oleh gigi seri bagian tengah sebelah atas, dan diikuti oleh gigi yang lain, Gigi susu akan lengkap berjumlah 20 buah, biasanya sebelum anak berusia tiga tahun. Semua gigi susu ini pasti akan tanggal dan akan digantikan oleh gigi tetap.

Jangan Sepelekan Gigi Susu Balita
Mustahil mendapat kesehatan anak yang optimal tanpa ditunjang dengan kesehatan
 gigi terutama kesehatan gigi susunya.
Dilihat dari bentuknya, gigi susu memiliki bentuk yang lebih kecil, berstruktur lebih tipis, lebih rentan terhadap karies gigi, dan berwarna lebih putih. Sedangkan dari fungsinya, gigi susu memiliki fungsi yang sama dengan gigi tetap. yaitu: untuk mengunyah makanan, berbicara, dan fungsi estetika  (membentuk wajah). Selain fungsi -fungsi tersebut, ada fungsi lain yang memiliki oleh gigi susu yaitu sebagai penuntun tumbuhnya gigi tetap.

Penyakit Gigi Susu
Penyakit gigi yang sering terjadi pada anak-anak adalah gigi berlubang (karies). Karies gigi adalah gigi yang disebabkan oleh 4 faktor. Yang paling utama adalah bakteri yang terdapat dalam plak, yang akan merubah zat  gula pada makanan menjadi zat asam. Faktor lain yang bisa menimbulkan karies adalah makanan yang mengandung gula, bentuk gigi yang rentan, tipis, rapuh, dan permukaan tidak rata, sehingga mudah dilekati plak yang mudah terjadi karies. Karies juga dapat terjadi jika asam yang dihasilkan bakteri bersentuhan dengan permukaan gigi dalam waktu yang lama.

Namun Karies dapat dicegah dengan beberapa cara memelihara kesehatan gigi dengan baik, diantaranya adalah  dengan menggosok gigi secara teratur 2 kali sehari sesudah sarapan dengan sebelum tidur. Selain itu, menyantap makanan yang bergizi dan mengurangi konsumsi gula yang berlebihan, hindari makan jajanan manis diluar waktu makan, dan gantilah cemilan dengan manis dengan buah atau sayuran . Pencegahan lainnya adalah dengan menguatkan gigi dengan memberi tambahan flour. Penggunaan pasta gigi menagndung fluorida sangat penting untuk menguatkan gigi.

Akibat Kehilangan gigi Susu Dini
Kehilangan gigi susu pada anak akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan wajah, tulang rahang dan oklusi (hubungan) gigi geligi. Hal ini akan mempengaruhi keseimbangan struktur, efisiensi pengunyahan, dan keharmonisan wajah. Pada umumnya kehilangan gigi igi-pada anak terjadi karena karies yang tidak terawat, atau dapat juga karena trauma, dan pada beberapa kasus benihnya memang tidak ada.

Gigi susu yang tanggal terlalu dini dapat terjadi pada satu gigi atau lebih, gigi depan maupun belakang, dan akan menyebabkan terjadinya perubahan struktur gigi, perubahan tersebut seperti penutupan ruangan yang tidak terkontrol akibat pergeseran gigi tetangga dari yang hilang tersebut, yang akan menyebabkan perubahan posisi gigi tetap pengganti, baik di lengkung gigi depan maupun gigi belakang. Kehilangan gigi susu juga mengakibatkan gangguan fungsi bicara, yang terutama terjadi pada saat pengucapan hurup-hurup mati S, Z, V,  dan F.

Ruang kososng yang diakibatkan oleh tanggalan gigi susu  juga dapat menimbulkan kebiasaan buruk, seperti menjulurkan lidah ditempat yang kososng tersebut. Kebiasaan buruk terus berlanjut setelah tumbuhnya gigi tetap pengganti. Akan menyebabkan perubahan posisi gigi tetap akibat tekanan yang terus menerus dari lidah. Selain itu, kehilangan dini gigi susu pada gigi belakang dapat mengurangi fungsi pengunyahan.

Kehilangan didni gigi susu, terutama gigi depan dapat menimbulkan masalah pada kepercayaan diri anak. Rasa rendah diri akibat gigi depan ompong dapat menyebabkan truma psikis yang mempengaruhi hubungan sosial dengan teman-temannya.

Memelihara Kesehatan Gigi  Anak
Untuk Mencegah terjadinya hal-hal diatas. pemeliharaan kesehatan gigi anak harus menjadi perhatian orangtua. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan gigi anak adalah:

 1. Membersihkan gigi

Walaupun gigi susu hanya bersifat sementara, namun kebersihan dan kesehatannya tetap harus diperhatikan, terutama oleh para orangtua. Banyak orangtua yang mengira perawatan gigi anak baru perlu setelah gigi pertamanya tumbuh. Perwatan gigi yang dan sehat sebenarnya dimulai saat anak belum lahir. Karena itu, ibu yang sedang mengandung sebaiknya juga menjaga kesehatan mulut dan giginya.

Orangtua sudah harus membersihkan gigi anak, bahkan ketika anak masih berusia beberapa bulan sebelum gigi pertama muncul. Gunakan spons halus basah, yang berfungsi sebagai sarung tangan , untuk mengelap dan memijat gusi bayi dua kali sehari. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan mulut dan membiasakan anak dengan perwatan mulut.

Setelah gigi pertama muncul, gunakan sikat gigi halus dan air biasa untuk menyikat gigi. Saat mandi merupakan saat yang tetap untuk memperkenalkan kegiatan membersihkan gigi dan peralatannya pada anak. Anak kecil cenderung suka memasukkan segala sesuatu yang dipegangnya. Cobalah beri dia sikat gigi bersikap lembut dan berkepala kecil agar dia mulai mengenal sikat gigi dan membiasakan mulutnya merasakan sikat gigi.

Selain cara menyikat gigi yang benar, posisi orangtua dalam ,membantu anak menggosok gigi juga penting untuk diperhatikan.

  • Jika anak masih terlalu kecil, ia dapat dibaringkan di meja bayi atau sofa dengan kepala dipangkuan  orangtua. Pada dasarnya jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai hal yang menyenangkan bagi anak.
  • Jangan gunakan pasta gigi samapai anak bisa belajar untuk meludahkan busanya (kira-kira 18 bulan), setelah itu gunakan sedikit saja  (kira-kira sebesar jagung) namun tetap awasi penggunaannya.
  • Hindari anak terlalu banyak memakan pasta gigi karena membahyakan kesehatannya.
  • Sikat gigi sebaiknya diganti setiap bulan atau segera setelah  bulu sikatnya nampak mekar dan rusak.
  • Perikasalah sikat gigi jika anak menderita sakit, karena bakteri dapat tinggal pada gigi selama berminggu-minggu.
  • Mulailah menyikat gigi dari bagian geraham bagian luar kemudian bagian dalam, dengan gerakan ke depan dan belakang. Setelah itu sikat bagian atas gigi, dan bagian dalam gigi.
  • Ulangi gerakan seperti itu secara perlahan (ajak anak menghitung sampai sepuluh dalam hati). Setelah itu bersihkan bagian depan gigi dengan gerakan memutar secara perlahan.
  • Awasi aktivitas menyikat gigi sampai anak berusia tujuh atau delapan tahun. Biasanya anak belum mengetahui cara menyikat gigi yang benar.
2. Hilangkan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak adalah sindroma susu botol. Sindroma ini adalah karies pada gigi susu anak yang biasanya meneyerang gigi-gigi depan rahang atas, yang disebabkan oleh kebiasaan minum susu botol atau larutan gula pada waktu tidur. Faktor yang paling menentukan adalah lamanya gigi terekspos oleh zat gula. Gula tersebut akan diubah oleh bakteri plak menjadi asam. Asam yang diproduksi oleh bakteri inilah yang melarutkan email gigi anak sehingga gigi akan berlubang.

Sindroma susu botol ini dapat dicegah dengan menggendong bayi selama bayi menyusui, sehingga jika ia tertidur kegiatan menyususi dapat dihentikan. Bairkan bayi tidur tanpa susu botol atau isilah botol dengan air tawar. Begitu anak sudah dapat minum dari gelas hentikan penggunaan botol susu dan bersihkan plak pada gigi bayi dengan handuk halus basah. Tanyakan kepada dokter gigi atau dokter anak, kemungkian untuk penambahan fluor demi memperkuat gigi.

3. Konsumsi Makanan

Sayuran yang mempunyai banyak serat sangat bermanfaat bagi gigi, selain bergizi juga membantu pembersihan gigi. Makanan dan minuman yang banyak mengandung mineral terutama kalsium, sangat bermanfaat bagi pertumbuhan gigi.  Begitu pula keju, dan kacang-kacangan. Sebaliknya, makanan yang manis atau yang mengandung gula dapat merugikan kesehatan gigi seperti coklat, permen, biscuit, dan makanan lainnya.
Tapai hampir mustahil untuk melarang anak-anak mengkonsumsi makanan tersebut. Meskipun demikian perlu upaya untuk mengatasinya:
  • Jangan jadikan makanan manis sebagia hadiah kepada anak.
  • gantilah cemilan manis tersebut dengan buah, sayur, dan kacang-kacangan
  • Berikan cemilan manis pada saat yang bersamaan dengan waktu makan
  • Biasakan anak untuk berkumur setiap habis makan makanan manis.
4. Periksa rutin ke doker gigi.

Selain hal-hal diatas, pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi sangat diperlukan. Hal ini berguna untuk memonitor pertumbuhan dan perkembangan gigi anak serta mendeteksi kemungkinan adanya kelainan gigi sejak dini. Orangtua diharapkan untuk berperan serta dalam memonitor pertumbuhan dan perkembangan gigi anak-anak di rumah. Keluhan-keluhan ataupun kelainan yang ditunjukkan anak perlu mendapat perhatian. Sehingga anak belum dapat mejelaskan rasa sakit, tetapi perhatian bila ia menolak makan makanan yang keras, mengunyah makanan hanya satu sisi, atau nafsu makannya hilang sama sekali. Mungkin saja anak mengalami sakit gigi atau kelainan pada fungsi pengunyahan.

Kunjungan pertama ke doker gigi sebaiknya mulai dilakukan pada saat anak berusia 2 tahun dan dalam keadaan sehat, sehingga anak hanya diperiksa tanpa ada tindakan yang menyakitkan. Hal ini untuk menghindari kesan buruk dari anak terhadap dokter gigi. 
Powered by Blogger.