Halloween party ideas 2015

Advertisement
Istilah kerennya otitis, dan digunakan untuk menyebut infeksi telinga. Infeksi telinga bisa terjadi din telinga luar yang disebut dengan otitis eksterna atau telinga tengah disebut juga otitis media. Otitis media sifatnya ada yang akut dan kronis bila berjalan penyakitnya lebih dari 2 bulan.

untuk otitis media kronik, awam sering menyebutnya dengan istilah congek, yakni bila telinga sering berair, hilang timbul atau terus menerus. Walaupun, telinga berair tidak selalu berarti congek, karena telinga berair bisa juga timbul akibat infeksi telinga luar.

Selain ditandai dengan telinga berair, congek atau otitis mediasupuratif kronis (OMSK), juga kerap disertai perforasi (lobang) digendang telinga yang infeksi. Kadang disertai nyeri terutama bila sudah disertai nyeri terutama bila sudah disertai komplikasi.

Penyakit ini banyak ditemi pada anak-anak tapi sering juga pada orang dewasa. Menurut WHO prevalensi OMSK di Indonesia 3, 9%, termasuk kategori tinggi. Survey Departemen Kesehatan tahun 1996 di 7 propinsi di Indonesia ditemukan prevalensi OMSK sebanyak 3%.

Perjalanan penyakit OMSK sendiri sebagian besar diawali oleh otitis media akut (OMA) yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Karena ketidak tahuan atau penanganan yang tidak tepat, penyakit itu berlanjut dan berkembang menjadi OMSK. OMA bisa sembug sempurna tapi bisa berkembang menjadi otitis media efusi (OME) dimana terjadi penumpukan lendir dibelakang gendang telinga yang dapat mengakibatkan ketulian pada anak.

Bila kasus berlanjut, gendang telinga tertekan oleh cairan tersebut sehingga pecah atau perforasi, lalu cairan keluar. Kondisi infeksi yang berkelanjutan ini menimbulkan OMSK. OMSK dapat mengakibatkan gangguan pendengaran karena infeksi bisa merusak sistem pendengaran dalam telinga. Komplikasio yang ditakutkan adalah perluasan infeksi ke otak yang disebut dengan konplikasi intrakranial berupa abses otak dan meningitis. Komplikasi intrakranial ini sangat menbahayakan karena bisa berujung pada kematian.
Mencegah Basah Ditelinga AnakIlustrasi
Ilustrasi anak menderita sakit telinga Istilah kerennya otitis, dan digunakan untuk menyebut infeksi telinga

Bagaimana mencegahnya? Tips agar bayi terhindar dari penyakit membahayakan ini:

  1. Jangan biasakan memberi susu atau menyusui bayi dalam posisi tidur. Kepala harus lebih tinggiu dari kaki stidaknya 45 derajat, untuk mencegah masuknya susu ketelinga melalui tubaeustachius ( saluran yang menghubungkan telinga dengan hidung dan tenggorokan)
  2. Bila pilek, jangan dibiasakan anak membuang ingus kencang-kencang karena akan memberikan tekanan ke gendang telinga dan bisa pecah.
  3. Dalam penerbangan, bayi atau anak kecil disusui /dot dari botol susunya pada saat teke off dan landing (terutama landing) untuk menetralisir tekanan ditelinga tengah dengan mengaktifkan tubanya. Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa bisa dengan mengunyah permen.
  4. Bila ada faktor penghalang lain seperti amandel atau pemebsaran kelenjar adenoid yang teletak dibelakang hidung, disertai batuk/pilek/panas berulang atau anak ngorok/bernapas dengan mulut terbuka saat tidur. pikirkan untuk diangkat saja amandel dan adenoidnya (operasi)
  5. Pemeriksaan rutin telinga pada bayi dan anak sebaiknya dilakukan minimal 6 bulan sekali terutama untuk mencegah penumpukan kotoran telinga yang bisa mempengaruhi tekanan dalam telinga.
Powered by Blogger.