Halloween party ideas 2015
Showing posts with label Kesehatan anak. Show all posts

Selama masa kehamilan, banyak literatur yang menganjurkan calon ibu agar mengkonsumsi ikan. Selain bermanfaat bagi ibu hamil, konsumsi ikan juga dapat membantu pertumbuhan janin. Para ahli kebidanan kerap menyerukan agar wanita hamil dan ibu menyusui mengkonsumsi ikan minimal 340 gram permiggu untuk perkembangan otak bayi.

Ikan merupakan sumber protein yang dibutuhkan ibu hamil terutama pada tri semester ketiga masa kehamilan. Selain itu, kandungan omega-3 yang tinggi pada ikan laut berdasarkan beberapa penelitian mempunyai dampak positif pada perkembangan otak.Konten Omega-3, terutama yang terdapat pada ikan laut, dapat mempengaruhi perkembangan awal otak bayi.

Bahkan ibu hamil seharusnya mengkonsumsi ikan sejak awal kehamilan dengan porsi seimbang. Porsi seimbang ini perlu ditekankan karena  konsumsi protein yang berlebihan juga akan berakibat kurang baik bagi ibu hamil dan bayinya. Konsumsi protein berlebih dapat mengakibatkan ketidakseimbangan diet pada ibu hamil, sehingga akan menyebabkan disproporsi pertumbuhan janin. Untuk mendapatkan diet yang seimbang, agar ibu hamil mengkonsumsi ikan sekitar 50 gram hingga 100 gram per minggu. Jumlah itu kira-kira sekitar dua sampai tiga kali makan ikan perminggu.

Bahaya merkuri pada ikan
Udang laut jenis ikan yang kadar merkurinya rendah
Namu anjuran makan ikan untuk ibu hamil ini perlu diikuti dengan kewaspadaan tentang kualitas keamanan ikan dan hasil perikanan. Hasil perikanan yang berasal dari laut, sungai dan perairan darat yang tercemar dikhawatirkan akan ikut membahayakan ibu hamil dan janin. Selain menyebabkan keguguran, cemaran logam berat pada ikan dan hasil perikanan lainnya dapat menyebabkan kelahiran bayi yang cacat. Sealain ada efek positifnya, mengkonsumsi ikan  pun harus berhati-hati karena ada kemungkinan mempunyai efek negatif. 

Dibeberapa negara yang tingkat pencemarannya sangat rendah seperti Finlandia, Swedia, Denmark, jepang, Singapura, Amerika Serikat, dan Korea Selatan, konsumsi hasil laut memang bagus bagi ibu hamil. Tapi dinegara-negara Asia seperti Indonesia, India, Pakistan, dengan kadar pencemaran masih sangat tinggi, sebaiknya konsumsi makanan laut pada ibu hamil benar-benar dibatasi. Terutama untuk jenis-jenis ikan yang mudah menyerap logam berat, seperti timbal, tembaga, air raksa, merkuri dan sebagainya.

Keberadaan merkuri sebenarnya dapat muncul secara alami pada ikan, namun dapat pula muncul akibat polusi yang berasal dari industri. polusi melalui daratan dan udara itu dapat turun ke air dan berubah menjadi methylmercury, yang membahayakan perkembangan bayi. Ikan akan menyerap methylmercury dalam air sehingga ikan tersebut akhirnya pun mengandung merkuri. Meskipun berasal dari perairan yang sama, kandungan methylmercury pada tiap ikan bervariasi. Pada jenis ikan tertentu merkuri yang kandungannya, bisa lebih besar dibandingkan ikan lainnya, karena sangat tergantung pada apa yang dimakan ikan tersebut.

Sebenarnya hampir semua ikan mengandung methylmercury. Namun semakin besar ukuran ikan dan semakin lama mereka hidup, tingkat kandungan methylmercury pada ikan tersebut kemungkinan akan lebih tinggi karena sudah lebih lama mengakumulasi kadar merkuri yang dikonsumsinya. Lembaga Pengawas makanan dan obat Amerika Serikat, melansir bahwa jenis-jenis ikan yang berisiko mengandung tingkat pencemaran yang tertinggi antara lain ikan todak (swordfish), hiu, makarel raja dan kakap. oleh karena itu , jenis-jenis ikan tersebut direkomendasikan agar tidak dikonsumsi ibu hamil dan anak-anak. Sedangkan konsumsi jenis ikan lainnya, sebaiknya dengan memperhatikan rekomendasi ahli gizi setempat.

Untuk kasus Indonesia, saat ini setidaknya belum ada lembaga resmi yang secara berkala dan berkelanjutan mengawasi dan menilai tingkat kelayakan konsumsi hasil perikanan laut dan darat. Masalah pencemaran dan kandungan merkuri pada ikan dan hasil perikanan lainnya seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Perlu dicermati apakah benar pencemaran laut sudah sampai mencemari produk-produk kelautan seperti ikan. Itu seharusnya yang menjamin adalah departemen Kelautan dan instasi terkait.

Padahal kadar merkuri yang tinggi pada ikan dapat menimbulkan risiko yang cukup berat pada ibu hamil. Merkuri yang terkandung pada ikan dapat menyebabkan keracunan parah pada ibu hamil. Si ibu bisa terkena diare over dehidrasi. Yang paling tidak diharapkan adalah keguguran. 

Dilema konsumsi ikan. 
Para ibu hamil yang mengkonsumsi ikan lebih dari 12 ons perminggunya pada saat kehamilan, melahirkan bayi-bayi yang cerdas dan memiliki perkembangan otak yang baik. Menghindari konsumsi ikan karena alasan risiko tercemar logam berat, bisa jadi akan mengurangi asupan nutrisi yang sebenarnya penting untuk perkembangan otak yang optimum.

Oleh karena itu, disayangkan bila ibu hamil tidak dapat mengkonsumsi ikan karena kekhawatiran akan tingkat keamanan hasil perikanan  dari resiko pencemarannya. Ancaman kualitas keamanan konsumsi ikan, dibalik anjuran untuk dikonsumsi. Tentu saja menjadi dilema bagi ibu hamil. Apalagi bukan soal gampang untuk membedakan ikan yang aman dan yang tidak.

Untuk menghindari atau meminimalkan dampak konsumsi ikan yang tercemar logam berat, disarankan ibu hamil mengkonsumsi makanan yang bersih dan sesehat mungkin selama kehamilan. Ibu hamil yang menginginkan manfaat ikan tapi khawatir akan merkuri dan racun lainnya, sebaiknya memilih jenis ikan yang diketahui memiliki kandungan merkuri yang relatif rendah. Manfaat ikan terbaik bisa didapat dari jenis-jenis ikan berminyak seperti salmon, haring, dan sarden, yang memiliki kadar merkuri relatif rendah.

Hindari konsumsi ikan mentah. 
Selain mewaspadai dan menghindari jenis-jenis ikan yang diduga banyak mengandung merkuri, ibu hamil juga harus menghindari konsumsi ikan mentah secara langsung, seperti biasa dihidangkan dalam bentuk sashimi. Menurut banyak penelitian, resiko pencemaran terbesar terdapat pada ikan mentah atau setangah matang yang berasal dari air yang telah terkontaminasi. Beberapa macam bakteri jahat telah terbukti ditemukan pada seafood mentah. Ikan mentah juga harus dihindari selama masa kehamilan karena ikan-ikan tersebut juga mungkin mengandung parasit seperi cacing.  

Memasak dan membekukan ikan merupakan metode yang paling efektif untuk membunuh parasit yang ada pada ikan tersebut. Sebenarnya mengkonsumsi ikan apapun asal diolah dengan baik dan benar, akan menghindari risiko merkuri dan parasit. Memasak ikan dengan suhu 145 derajat Fahrenheit, minimal 15 detik, atau membekukan ikan hingga 10 derajat Fahrenheit selama 168 jam (7hari) juga akan membunuh parasit-parasit tersebut.

Seafood Do'S and Don'S untuk ibu hamil:
  1. Jangan makan ikan hiu, ikan todak, ikan makarel raja, ikan kakap, karena ikan-ikan jenis ini mengandung kadar merkuri yang cukup tinggi.
  2. Makanlah sedikitnya 12 ons ikan selama seminggu. jenis ikan yang kadar merkurinya rendah anatar lain udang laut,tiram, salmon, sardin, dan haring
  3. Variasikan jenis ikan yang dikomsumsi.
  4. Jangan mengkonsumsi ikan yang sama lebih dari satu kali dalam seminggu.
  5. periksakanlah terlebih dahulu kadar kemanan ikan hasil budidaya yang diambil dari sungai atau tambak. Jika tidak tersedia informasi kadar keamanan, sebaiknya Anda hanya dapat mengkonsumsi maksimal 6 ons perminggu dan jangan mengkonsumsi jenis ikan lain pada minggu tersebut.
Salah satu cara menghindari konsumsi ikan yang berisiko infeksi parasit, ialah dengan mengolah ikan dan hasil perikanan yang dikonsumsi, sehingga matang. agar benar-benar aman dari zat pencemar, masaklah ikan pada suhu rumah 63 derajat celcius atau 145 derajat fahrenheit selama 15 detik.

Sejak tumbuh jerawat di wajahnya kelakuan Selly (13 Tahun) menjadi berubah. Dia lebih senang menghabiskkan waktu liburannya di rumah. Padahal, biasanya dia paling semangat menyusun rencana bersama teman-temannya jika liburan datang. Namun sekarang, berenang, bersepeda atau bermain basket tidak lagi menarik baginya. Saat mama mengajak belanja ke mall maupun berkunjung ke rumah keluarga pun, Selly terlihat berat hati. Dia selalu beralasan supaya tidak perlu ikut seolah takut bertemu orang lain. Begitu pun saat di sekolah, Dia berusaha menghindar dari tugas yang mengharuskannya dia bicara atau melakukan di depan kelas. Bahkan suatau hari, Selly pernah mogok sekolah saat jerawat benar-benar menyebalkan baginya.


Tak Cantik Lagi.

Memasuki usia praremaja  perubahan-perubahan fisik mulai tampak sebagai tanda memasuki masa pubertas. Selain itu, perubahan hormon seks akan meningkatkan kelenjar sebasea (kelenjar penghasil minyak) yang merangsang tumbuhnya jerawat. Kondisi ini cukup mengganggu karena kulit mereka menjadi tidak bersih.dan terlihat aneh. Praremaja beranggapan semua akan selalu memperhatikan penampilannya. Jadi, hadirnya jerawat di muka akan mengurangi penilaian seseorang terhadapnya. Gara-gara jerawat, mereka merasa tidak cantik atau tampan lagi. Hal ini membuat mereka menjadi kurang percaya diri dan merasa dan begitu menderita saat jerawat tumbuh di muka. Mereka kemudian menarik diri dari pergaulan untuk menghindari aktivitas yang berhubungan dengan orang lain.

Jangan Anggap Remeh

Jerawat sebenarnya adalah masalah kesehatan kulit, tapi pada praremaja bisa mempengaruhi masalah psikis. Ini disebabkan pada usia tersebut mereka belum mempunyai kesetabilan emosi dan sedang berada dalam masa pembentukan identitas diri. Tumbuhnya jerawat bahkan bisa mengguncang kepercayaan dirinya. Anak belasan tahun dengan jerawat yang parah mempunyai kecenderungan depresi, bahkan bunuh diri, jadi jangan anggap remeh saat anak mulai menunjukkan ketidaknyamanan saat jerawat mulai tumbuh dikulit mulusnya. Besarkan hatinya dengan cara berikut:

Sejak tumbuh jerawat di wajahnya kelakuan selly (13 Tahun) menjadi berubah. Dia lebih senang menghabiskkan waktu liburannya di rumah. Padahal, biasanya dia paling semangat menyusun rencana bersama teman-temannya jika liburan datang. Namun sekarang, berenang, bersepeda atau bermain basket tidak lagi menarik baginya. Saat mama mengajak belanja ke mall maupun berkunjung ke rumah keluarga pun, selly terlihat berat hati. Dia selalu beraslasan supaya tidak perlu ikut seolah takut bertemu orang lain. Begitu pun saat di sekolah, Dia berusaha menghindar dari tugas yang mengharuskannya dia bicara atau melakukan di depan kelas. Bahakan suatau hari, Selly pernah mogok sekolah saat jerawat benar-benar menyebalkan baginya.
  1. Dengarkan keluhannya . Biarkan anak mencurahkan saja yang menjadi masalahnya. Anak akam merasa dihargai saat kita mau mendengarkan masalahnya. Mungkin bagi orangtua jerawat tidak terlalu berharga untuk dipikirkan, tapi bagi mereka, itu adalah masalah besar.
  2. Katakan bahwa semua orang mengalaminya supaya anak tidak merasa sendirian dan paling menderita di dunia. Hampir semua orang mengalaminya, karena itu merupakan proses hormonal yang terjadi dalam tubuh kita. Tunjukkan sumber-sumber ilmiahnya, seperti dari buku.
  3. Sampaikan bahwa jerawat tidak akan merubah rasa sayang kita padanya. Orangtua akan selalu membantu mencarikan solusi untuk mengatasi masalahnya.
  4. Luruskan penegrtian bahwa jerawat akan menghilangkan kecantikan seseorang. Kebaikan seseorang tidak hanya dinilai  dari kecantikan fisiknya.Jerawat bukan alasan sembunyi dari orang lain. Karena mereka tidak akan menilai seseorang dari berapa jumlah jerawat yang dipunya, tapi dari bagaimana dia bersikap pada oarang lain dan lingkungannya.
  5. Latihlah kepercayaan diri anak dengan membiarkannya mengambil keputusan dalam beberapa hal, atau menjadi pemimpin bagi kelompoknya. Misal beri kepercayaan dia membawa pergiu dan menjaga adik dan sepupunya ke arena bermain. Jika anak mempunyai kepercayaan diri yang baik, maka tumbuhnya jerawat tidak akan terlalu mengganggu pergaulannya.
  6. Berikan pengetahuan cara merawat kulit dan jerawat. Sampaikan bahwa jerawat hanya tumbuh sementara waktu karena pengaruh hormon tubuh. Kalau diperlakukan dengan cara yang benar, maka dia akan hilang dengan sendirinya.
  7. Hubungi ahlinya. Ini adalah pilihan terakhir jika memang anak mengalami jerawat yang cukup parah. Bisa disebabkan oleh kulit yang sangat sensitive atau perawatan kulit yang tidak tepat. Hubungilah dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Tuhan memberikan karunia kulit untuk melindungi tubuh manusia dari cuaca panas dan dingin. Maka sebagi rasa syukur atas karunia-Nya, ajarkan anak untuk bertanggung jawab dalam menjaganya. Apalagi memasuki praremaja, dimana hormon-hormon semakin banyak berproduksi, maka pengetahuan mengenai perawatan kulit semakin diperlukan. Praremaja perlu menyadari bahwa dengan menginjak usia yang sekarang, mereka mulai meninggalkan masa kanak-kanak, saat dimana orangtua berperan sangat besar dalam membantu kehidupannya. Berikut cara-cara merawat kulit terutama wajah bagi praremaja:

  • Rajin membersihkan muka. Dengan mencuci muka akan menghilangkan kelenjar minyak dan sel kulit mati.
  • Menjaga kebersihan rambut. Mencuci rambut dengan teratur akan menghilangkan ketombe, atau kotoran rambut yang bisa merangsang jerawat.
  • Tidak memencet jerawat. Sebenarnya jerawat boleh dipencet asalkan dengan cara yang benar dan steril. Namun seringkali, tangan terasa gatal untuk memencet padahal kondisi jari tidak steril. Hal ini bisa mengakibatkan infeksi ataupun bekas luka pada kulit.
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung sayur dan buah-buahan. Kandungan vitamin didalamnya sangat baik untuk peremajaan kulit.
  • Jangan gampang terpengaruh iklan produk perawatan kulit. Rayuan iklan berbagai produk yang menjanjikan kulit putih dan mulus sering menggoda, namun belum tentu menjadi kenyataan.
Jangan biarkan jerawat menggangu aktivitas praremaja kita. Bahkan pendampingan yang benar, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang penuh percaya diri.

Tak mau makan sayur adalah hal klasik yang umum dijumpai pada anak-anak. Jangankan anak, orang dewasa pun tak sedikit yang tak suka sayur.

Kegemaran makan sayur sebenarnya tak hanya berpangkal dari rasa sayur semata. Banyak juga kok sayur yang rasanya enak, sebut saja wortel. Coba kunyah wortel dan rasakan betapa manis dan segarnya sayaur yang kaya akan retinol dan betakaroten ini. Lalu bagaimana dengan kangkung dan daun singkong, rsanya juga enak.

Kalau begitu, lantas mengapa sayur tidak menjadi makanan favorit buat anak? Bahkan ketika dihidangkan, tak jarang sayur disingkirkan di pinggir piring. Kesalahan mungkin berawal dari Anda, para orangtua.

Para ahli gizi anak seringkali menyarankan agar sayuran dan buah mulai diperkenalkan kepada anak sejak ia diajarkan makan makanan padat yang pertama (sekitar usia 6 bulan). Sayuran dan buah dapat diperkenalkan dalam bentuk dihaluskan maupun dengan cara lainyang sesuai. Dengan demikian indera perasasi kecil sudah familiar sejak dini.

Pengaruh Keluarga

Apakah anak gemar sayur atau tidak, juga dipengaruhi oleh pola makan keluarga. Kemungkinan sayuran memang bukan makanan favorit dalam keluarga, sehingga kebiasaan ini menurun dengan mulus pada anak.

Anak ini disuruh makan brokoli mentah sama air putih oleh orangtuanya. Tentu saja anaknya  tidak mau,
Ajarkan pada anak bahwa makanan adalah sebagai sesuatu yang diperlyukan, bukan hanya suatu ritual untuk memanjakan lidah semata. Bahwa makanan sehat dibutuhkan untuk hidup sehat, salah satu cara ampuh adalah dengan menjadikan diri Anda sebagai penyuka sayuran dan buah. Ingat, anak adalah peniru ulung.

Pentingnya Variasi

Salah satu kata kunci dalam mengajak si kecil suka sayur adalah variasi makanan yang terhidang di meja makan. Baik variasi dalam soal bahan maupun penyajiannya.

Variasi makanan berarti mencakup banyak pilihan makanan seperti sayuran, buah, sereal, daging,ikan, susu. Food Fact Asia tahun 2005 mencatat bahwa variasi makanan memiliki banyak manfaat antara lain:

Mencegah munculnya diabetes tipe-2, beberapa jenis kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah. Jangan lupa, belakangan ini juga mulai mengintai anak-anak.

Dengan variasi makanan dapat menyeimbangkan interaksi positif dan negatif dari bahan-bahan makanan dan juga melengkapi asupan nutrisi yang diperlukan tubuh. Bayangkan jika anak hanyasuka roti plus selai saja? padahal anak sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.

Menjadi kreatif memang tak mudah, tetapi Anda dituntut untuk melakukannya agar si kecil lebih berminat pada makanannya. Sesekali libatkan mereka saat Anda mempersiuapkan makanan, agar merasa memiliki makanan tersebut.

Mengajarkan cara menjaga kebersihan gigi kepada anak kita bukan perkara gampang. Sering kita kehabisan akal bagaimana membuat mereka mau melakukannya. Mengajarkan kebersihan gigi akan berpengaruh juga bagi kehidupan mereka kelak. Lalu, bagaimana cara mengajak anak agar gemar menyikat gigi.

Berikut tips agar anak gemar menyikat gigi tersebut:

  1. Jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai sesuatu yang menyenangkan. Misalnya saja dengan bermain peran, Sebagai contoh, saat akan menyikat gigi, berperanlah Mom dan anak yang berpetualang di planet misterius. Diplanet tersebut, kalian berperang melawan alien kotor yang siap menyerang planet gigi, planet tempat kalian hidup. Agar planet gigi tidak dukuasai alien, kalian membutuhkan perlindungan. Perlindungan itu berupa pasta gigi ber-fluoride yang digosokkan ke setiap bagian gigi. Ketika kalian menyikat gigi, si alien mati karena tubuhnya kepanasan oleh ramuan pelindung yang digosokkan pada gigi.
  2. Libatkan anak dalam membeli peralatan menggosok gigi. Saat sedang berbelanja, tawarkan sikat gigi yang menarik untuk kalian berdua. Begitu pula pasta giginya. Pastikan keduanya aman dab nyaman. Denagn peralatan yang dipilihnya sendiri, anak akan dengan sendirinya bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan menyikat gigi.
  3. Dampingi selalu saat menyikat gigi pada kesempatan itu, Ibu bisa mencontohkan cara menyikat gigi yang baik dan benar.Tentunya dengan bahasa-bahasa yang lemah lembut dan persuasif.
  4. Saat anak merasa enggan dan malas menyikat gigi, ceritakan kepadanya tentang betapa pentingnya menyikat gigi untuk kesehatan gigi dan tubuh. Sebutkan beberapa contoh kasus penyakit gigi. Usahakan kasus yang diceritakan adalah kasus nyata yang terjadi di sekitar anak. Misalnya aja temanya yang sakit gigi, sepupunya yang giginya berlubang atau juga anak tetangga yang bergigi jelek karena giginya tidak dirawat.
  5. Jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai sesuatu yang menyenangkan
    Jadikan kegiatan menyikat gigi  sebagai sesuatu yang menyenangkan.
  6. Jadilah Ibu sebagia teladan bagi anak. Segala usaha dan sehebat apa pun tips mengajak anak gemer menyikat gigi, tidak akan ada hasilnya jika ibu tidak melakukan kegiatan menyikat gigi dengan baik dan rutin. Ingat, contoh yang paling baik bagi anak adalah dari orang yang paling dekat dengan mereka.

Cekukan bukan indikasi penyakit berbahaya, bukan pula sebuah penyakit. Biasanya pada bayi namun bikin risih dan rewel si kecil. Cegukan yang dialami oleh siapapun, orang dewasa ataupun  bayi tidak berbahaya bagi kesehatan. Cegukan atau hiccup merupakan mekanisme tubuh khususnya diafragma yakni lembaran otot peneyekat antara rongga dada dan perut, mengatasi menyelinapnya udara yang tiba-tiba.

Bunyi cegukan muncul dari kontraksi diafragma akibat selinapan udara. Nah, selinapan udara ini bisa berasal dari aneka aktivitas. Pada bayi, misalnya si kecil tiba-tiba melakukan dua hal secara hampir bersamaan  seperti tertawa dan kaget. Perubahan mendadak itu menyebabkan udara terperangkap dalam paru dan menimbulkan cegukan. Udara juga bisa berasal dari lamanya menangis. Coba ibu perhatikan kalau si kecil habis menangis agak lama, cegukan biasanya muncul apalagi kalau berhentinya mendadak yang disertai tertawa.

Bunyi cegak-ceguk juga bisa muncul saat si kecil minum lalu karena suatu hal ia tertawa. Udara yang sebelumnya terkendali saat ia minum terjebak karena ia tertawa menimbulkan cegukan. Selain itu, rasa terekan yang dialami bayi bisa juga menyebabkan bunyi cegak-ceguk. Sters memicu reaksi lambung menghasilkan gas berlebihan yang kemudian dengan mekanisme sama menyebabkan kontraksi diafragma.

Namun, tak usah kuatir. Cegukan tidak berbahaya dan bukan merupakan indikasi suatu penyakit tertentu. 

CARA MENGATASI
Penyebabnya cegukan pada Bayi
Cegukan tidak berbahaya dan bukan merupakan indikasi suatu penyakit tertentu.
Meski tidak berbahaya, cegukan seringkali bikin risih karena suaranya itu loh yang cegak-ceguk mengganggu. Lagi pula kalau si kecil sering cegukan jadinya mengganggu keriangannya. Jadi atasi saja  dengan cara sebagai berikut:
  • Berikan air minum hangat
  • Tepuk-tepuk ringan bagian punggungnya dengan maksud membebaskan udara yang terperangkap
  • Hindari menggoda si kecil secara tiba-tiba
  • Kalau ibu menduga cegukan si kecil karena stres berikan minum air hangat lalu peluklah si kecil, tenangkan perasaan galaunya. Ajaklah ia bermain -mainan kesukaannya
  • Meski tidak berbahaya, namun jika ibu kuatir silahkan di bawa ke dokter untuk mengatasi cegukannya. Dokter akan memberikan obat untuk merileks-kan otot-otot diafragma sehingga menghentikan cegukannya. 

Kemampuan refleks bayi terus berkembang seiring usianya yang bertambah, salah satunya kemampuannya menjulurkan lidah atau melet. Pertanda apa? Otot-otot di mulut bayi baru mulai berkembang saat bulan-bulan pertama hidupnya. Oleh karena itu, bayi perlu melatih penggunaan lidah- termasuk dengan cara menjulurkan lidah-sebelum dia bisa mengerjakan tugas yang lebih besar seperti bicara atau mengkonsumsi makanan padat.

enjulurkan lidah adalah metode bayi berkomunikasi dengan orang lain, misalnya mungkin bayi melet karena ia sudah ada keinginan untuk berinteraksi atau bercanda. Maka saat orang-orang di sekelilingnya menjulurkan lidah di hadapannya, si bayi akan ikut-ikutan menirukan hal tersebut. Bisa jadi, si bayi suka melet atau menjulur-julurkan lidahnya agar mendapat respons dari sekelilingnya.

Jadi tak perlu kuatir, perilaku bayi seperti ini. Akan hilang dengan sendirinya apabila bayi sudah bisa berkomunikasi dengan lingkungannya secara efektif, maka cara ini akan ditinggalkan sekitar umur satu tahun. Bila respons orangtua sesuai dengan maksud si bayi, maka tak ada dampak negatif dari perilaku melet.

Rifleks menjulurkan lidah juga merupakan hal wajar sebagai salah satu bentuk perkembangan oromotor atau oral motor secara umum adalah sistem gerak otot yang menyeluruh dalam mulut, rahang, lidah, bibir, dan pipi.

Pada bayi secara khusus, kekuatan koordinasi dan kontrol dari struktur mulut inilah yang menjadi fondasi dari seluruh aktivitas makan, sepetrti menghisap, menggigit, menghancurkan makanan, menjilat dan menguyah. Sebab, kegiatan makan dimulai sebagai sesuatu yang bersifat refleks dan kemudian berkembang menjadi tindakan yang dapat dikendalikan.

Harper Seven Beckham
Harper Seven Beckham menjulurkan lidahnya ketika berusia  7 bulan
Proses menjulurkan lidah biasanya terjadi saat bayi akan memasuki usia 6 bulan, boleh jadi juga sebagai tanda bahwa si bayi lapar. Makanan padat perlu diperkenalkan kepada bayi di usia 6 bulan karena ASI saja sudah tak mencukupi kebutuhan gizinya. Selain itu kemampuan oromotor bayi sudah meningkat dan bisa menerima asupan makanan padat dengan konsistensi yang luna sebagaitahapan perkenalan.

Orangtua harus memberikan tanggapan atas isyarat yang diberikan oleh bayi. Menjulurkan lidah dapat berarti lapar atau sudah kenyang, bermain, lapar atau justru belum siap untuk menerima makanan padat. Jika demikian , tunda dulu pemeberian makana padat sambil dilatih untuk siap menerima makanan padat.

Bagi Rina (25) Mempunyai seorang bayi merupakan pengalaman baru untuknya. Tak heran, ia sangat antusias ke segala yang berhubungan dengan tumbuh kembang bayi mungilnya. Setelah mendapatkan ASI eklusif 6 bulan bayi harus diberi makanan pendamping ASI untuk mencukupi nutrisinya.

Kendati demikian, sebagai seorang ibu baru, masih banyak pengetahuan seputar kebutuhan gizi anak yang belum diketahuinya. "Nanti makanan tambahannya perlu dikasih garam nggak ya"?cetusnya dalam hati.

Kebutuhan Garam Sesuai Usia
Sekelumit pertanyaan seputar kebutuhan garam bagi anak tentu juga menjadi pertanyaan bagi para ibu lainnya. Sejak kapan makanan bergaram dapat diberikan kepada anak dan seberapa besar kebutuhannya bagi anak di tiap kelompok usia perlu diketahui oleh orangtua sedini mungkin.

Garam merupakan campuran antara natrium dan klorida. Komponen natrium merupakan elektrolit penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit dalam sel dan dalam tubuh. Berikut tercantum kebutuhan natrium berdasarkan usia anak.

Umur          Kebutuhan Minimum
                          (mg/khari
0-5  bulan             120
6-11 bulan             200
     1 tahun             225
 2-5 tahun             300
 6-9 tahun             400
10-18 tahun         500
> 18 tahun            500

Dalam AS pun Ada Garam
Dalam ASI terkandung 11,2-14 mg natrium dalam 100 ml ASI. Susu sapi (segar) terdapat 49 mg natrium dalam tiap 100 ml-nya. Sedangkan susu formula standar 15-18 mg per 100 ml susu.
Konsumsi Garam Pada Anak
Sampai usia 1 tahun sesungguhnya anak belum memerlukan garam dalam makanannya.

Sebagaimana ilustrasi  seorang bayi usia 4 bulan dengan berat badan 6 kg, kebutuhan cairannya perharinya sekitar 900-1000 Ml. Jika ia hanya mendapatkan ASI, Kebutuhan natriumnya sudah terpenuhi melalui ASI. Demikian pula dengan susu formula, bahkan jika menggunakan susu formula ada sedikit kelebihan dibandingkan dengan kebutuhab anak tersebut pada umumnya.

Natrium secara alamiah terkandung dalam berbagai makanan yang dimakan oleh bayi dalam bentuk makanan pendamping ASI. Natrium terdapat dalam bubur sereal, lauk pauk dan sayuran dan buah.

Perkembangan indera perasa pada bayi terhadap rasa asin mulai timbul sekitar usia 4-6 bulan, tetapi bukan berarti kita harus menambahkan garam dalam makanan.

Itu karena asupan garam pasti telah dapat dipenuhi melalui ASI dan MP-ASI (makanan pendamping ASI)-nya. Anak usia dibawah 1 tahun adalah masa untuk mengenal berbagai macam rasa dari buah, sayuran dan makanan lainnya. Jika dari kecil anak sudah diberi makanan yang gurih dan manis, maka nantinya anak punya kebiasaan memilih-milih makanan yang dikunsumsinya, rasa manis dan gurihlah yang jadi pilihan.

Awas Garam Makanan Kalengan

Penting bagi orangtua memberikan pendidikan melalui pembiasaan makan yang baik sejak usia muda, Caranya dengan memperkenalkan berbagai makanan yang bervariasi sehingga rasa alamiah dari makanan dikenal oleh anak sejak dini.

Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar dan lainnya dapat diberikan sejak anak berusia 9 bulan yang klebih berkembang indera perasanya.

Sejak usia 1 tahun anak telah dapat diberikan makanan keluarga, artinya makanan yang dimakannya tidak berbeda dengan yang dimakan orangtuanya.

Orangtua juga harus membatasi pemberian makanan yang dikeringkan atau diawetkan (makanan kalengan) karena  kandungan garam natriumnya cukup tinggi. Demikian pula dengan makanan siap saji dan minuman ringan juga mengandung garam natrium yang tinggi, apalagi jika di konsumsi dalam jumlah banyak dengan frekuensi sering.

Jadi singkatnya manusia memang memerlukan garam natrium, tetapi dalam jumlah yang secukupnya karena garam matrium sebenarnya sudah terkandung secara alamiah dalam berbagai makanan kita sehari-hari.

Bahaya Kelebihan Garam

Sama seperti orang dewasa kelebihan garam pada balita dan anak-anak juga dapat membahayakan kesehatan. Kelebihan garam natrium dalam tubuh akan mempermudah terjadinya tekanan darah tinggi dan terjadinya retensi air dalam tubuh (air dipertahankan tetap dalam tubuh) sehingga terjadi bengkak di tubuh. Hal ini biasanya berhubungan dengan adanya kelainan fungsi ginjal.

Bayi yang mendapat garam berlebihan menambah beban kerja ginjalnya. Sebab fungsi ginjal balita dan anak-anak belum cukup matang untuk menyisihkan kelebiahan mineral dalam garam dapur. Tubuh memang membutuhkan mineral natrium yang dapat diproleh dari garam dapur tapi tak perlu menambah lagi garam dapur dalam makanan si kecil, jika natrium yang terkandung dalam makanan alami sudah mencukupi.

Kebutuhan garam pada balita dan anak-anak sudah terpenuhi dari susu, sayur, atau buah. Makanan bayi sampai usia 6 bulan , baik yang dibuat sendiri maupun yang dijual dalam bentuk diawetkan seperti biskuit dan bubur susu sebaiknya pilih yang tidak mengandung garam. 

Bayi-bayi di bawah enam bulan memang punya tingkah unik-unik. Nah, kali ini khusus untuk bayi yang hobinya menjerit-jerit. Sedang cari perhatian atau jangan-jangan is sedang kesakitan.


Wah, Dimas (4Bulan) ia memang termasuk bayi yang tak bisa anteng. Ia Punya hobi menjerit-jerit. Sedikit-sedikit menjerit sedikit-sedikit menjerit. Waduh, berabe nih kalau seperti ini terus. Ibunya pasti tidak bisa mengerjakan hal lain selain menimang-nimang dimas. 

Kira-kira kenapa anak suka sekali menjerit-jerit. Apakah dia termasuk bayi yang tempramental? Tentu ada banyak penyebabnya, Antara lain:

Mengalami kolik, sehingga bayi menangis keras dan lama tanpa alasan yang jelas. "seringkali disertai dengan jeritan"

Terjadi perubahan. Misalnya tiba-tiba ada cahaya menyilaukan, suara keras, suhu panas, bayi-bayi dibawah enam bulan sangat sensetif terhadap perubahan kecil.

Lapar, buang air, mengantuk, bosan, lelah.

Kehadiran orang asing atau orang baru selain yang biasa ia jumpai. Neneknya, paman atau bibinya misalnya. Adanya orang asing membuat si kecil tidak nyaman sehingga ia meresponnya dengan menjerit dan gelisah. Sebenarnya perilaku si kecil bisa menjadi alram bagi orangtuanya atau pengasuhnya akan kehadiran orang yang mungkin saja menjadi ancaman.

Menejrit=Tempamental

Memang ada berbagai kategori karakter yang dapat menggolongkan anak-anak temasuk yang mana. Apakah anak-anak kita termasuk anak yang mudah, sulit, atau tempramentalkah. Kategorasinya ini bukanlah untuk mengkotak-kotakkan anak-anak melainkan menjadi dasar bagi orangtua dalam merawat dan mengasuh mereka.
anak suka menjerit
Kira-kira kenapa anak suka sekali menjerit-jerit.  Apakah dia termasuk bayi yang tempramental?

Namun, untuk bayi-bayi dibawah enam bulan karakter itu nampaknya belum menjadi acuan apakah si anak kelak menjadi anak kategori mana. Sebab, rentang usia tersebut bayi-bayi masih membutuhkan pendampingan penuh dari otrangtua atai siapa pun yang menjaganya.

Jadi, ya wajar saja kalau bayi-bayi ini berprilaku menangis dan menjerit. Itu hanya bentuk komunikasi saja. Yang penting, sepanjang si bayi  tidak mengalami sakit fisik di tubuhnya, menangis dan menjerit adalah  hal wajar perilaku bayi.

Siapa pun akan merasa risih kalau mendengar buah hati menangis apalagi menjerit-jerit. Selain kuatir ada apa-apa pada tubuhnya. Suasana juga dipastikan menjadi riuh dan mungkin ibu sedikit panik. Ibu bisa menimang-nimang si kecil, mendekapnya penuh kasih sayang sambil tak lupa berkata-kata lembut seakan bertanya mengapa ia menjerit. Bernyanyilah, Bu. Paling tidak bersenandunglah. Si kecil akan otomatis tenang mendengar suara ibunya. Percayalah bukan suara ibu yang sumbang juga bukan seberapa bisa ibu bisa bernyanyi melainkan tone suara ibu yang dikenalnya yang menenangkan.

Untuk mengetahui bagaimana cara menenangkan jeritan si kecil ibu memang harus belajar caranya. Setiap bayi berbeda-beda. Setiap bayi punya teknik sendiri bagaimana membuat ia nyaman. Jangan putus asa mencoba berbagai trik agar si kecil menghentikan lengkingan suaranya.

Hal penting sebelum ibu menenangkan buah hatinya yang hobi menjerit, tenangkan dulu ibunya. Tidak mudah menangani bayi-bayi mungil yang belum bisa bicara itu sehingga butuh ketenangan si ibu. Karena itu, sebelum ibu menggendong si kecil tariklah napas panjang-panjang untuk menenangkan diri ibu. Kalau perlu duduklah barang beberapa detik baru kemudian handle si kecil.

Ada bercak putih di muka, tangan, leher dan dada. Gangguan kulit apa yang sedang dialami anak? Apabila muncul bercak putih seperti panu. Tidak gatal dan tidak bersisik. Timbul bila habis bermain panas-panasan di bagian pipi kadang muncul bercak putih. Demikian juga di bagian lehernya. Bila diberikan pelembab, biasanya beberapa hari perlahan bercak hilang. Namun pada kesempatan lain biasanya akan muncul lagi. Begitu seterusnya. Kadang-kadang anak tidak terganggu sama sekali sebab tidak menimbulkan keluhan seperti gatal.

Banyak penyebab yang membuat kulit anak ada bercak putih. Pada gangguan kulit akibat alergi biasanya memang tanpa keluhan yang berarti. Apalagi anak-anak belum sadar lingkungannya. Meskipun secara estitika mengganggu penampilan. Gangguan kulit apakah ini? Tidak mudah untuk menjawabnya, namun melihat gejalanya kemungkinan dia menderita gangguan kulit yang disebut piltritas alba. Ini merupakan gejala inflamsi ringan pada kulit. Pada anak-anak bercak putih tersebut sering muncul pada muka yitu sekitar mulut, dagu dan pipi. Sekitar 20% anak yang menderita terkena di daerah leher, lengan dan bahu sebagai tambahan terhadap muka. Namun ada juga yang muncul di bagian dada. Umumnya anak juga tak mengeluh apa-apa.

Sampai saat ini penyebab gangguan kulit ini tidak diketahui. Biasanya sering terlihat pada orang dengan riwayat asma, alergi atau eksema atopik. Namun ada pula yang mengaitkan dengan kondisi kulit anak yang kering dan sering terpapar matahari.  Itulah mengapa gangguan kulit ini akan muncul pada anak-anak yang suka berenang, bermain di terik matahari. 

Jangan Anggap sepele
Menurut literatur, pititatis alba lebih banyak muncul pad anak usia 3-16 tahun dengan insiden mencapai 30-40%. Laki-laki dan perempuan sama.seiktar 90% kasus ini terjadi pada anak usia dibawah 12 tahun, dan kadang pada usia dewasa.

Cukup  banyak anak yang mengalaminya, gangguan pitirasi alba memang bukan penyakit serius yang bisa menyebabkan kematian. Bahkan sering bertambahnya umur anak, perlahan anak sembuh dengan sendirinya atau tidak perlu terapi.
Ada Bercak Putih di Wajah Anak
 perempuan. Pembiaran bisa jadi akan membuat bercak putih tersebut semakin banyak dan akan menggangu penampilannya dalam pergaulan.Kasihan kan?

Dokter akan mencermati lebih jauh untuk memastikannya. Benarkah pemicunya itu pitirasis alba ataukah bercak putih tersebut karena ganguan kulit biasa. Bila karena gangguan pitirasis alba, Dokter biasanya akan memberikan krim pelemabab, krim ini dioleskan dibagian kulit yang mengalami bercak putih sehingga tidak terlau kering. Bila pemicunya gangguan kulit lain, tentu dokter akan memberi terapi sesuai gangguan ini.
Powered by Blogger.