Advertisement
Sejak tumbuh jerawat di wajahnya kelakuan Selly (13 Tahun) menjadi berubah. Dia lebih senang menghabiskkan waktu liburannya di rumah. Padahal, biasanya dia paling semangat menyusun rencana bersama teman-temannya jika liburan datang. Namun sekarang, berenang, bersepeda atau bermain basket tidak lagi menarik baginya. Saat mama mengajak belanja ke mall maupun berkunjung ke rumah keluarga pun, Selly terlihat berat hati. Dia selalu beralasan supaya tidak perlu ikut seolah takut bertemu orang lain. Begitu pun saat di sekolah, Dia berusaha menghindar dari tugas yang mengharuskannya dia bicara atau melakukan di depan kelas. Bahkan suatau hari, Selly pernah mogok sekolah saat jerawat benar-benar menyebalkan baginya.
Tak Cantik Lagi.
Memasuki usia praremaja perubahan-perubahan fisik mulai tampak sebagai tanda memasuki masa pubertas. Selain itu, perubahan hormon seks akan meningkatkan kelenjar sebasea (kelenjar penghasil minyak) yang merangsang tumbuhnya jerawat. Kondisi ini cukup mengganggu karena kulit mereka menjadi tidak bersih.dan terlihat aneh. Praremaja beranggapan semua akan selalu memperhatikan penampilannya. Jadi, hadirnya jerawat di muka akan mengurangi penilaian seseorang terhadapnya. Gara-gara jerawat, mereka merasa tidak cantik atau tampan lagi. Hal ini membuat mereka menjadi kurang percaya diri dan merasa dan begitu menderita saat jerawat tumbuh di muka. Mereka kemudian menarik diri dari pergaulan untuk menghindari aktivitas yang berhubungan dengan orang lain.
Jangan Anggap Remeh
Jerawat sebenarnya adalah masalah kesehatan kulit, tapi pada praremaja bisa mempengaruhi masalah psikis. Ini disebabkan pada usia tersebut mereka belum mempunyai kesetabilan emosi dan sedang berada dalam masa pembentukan identitas diri. Tumbuhnya jerawat bahkan bisa mengguncang kepercayaan dirinya. Anak belasan tahun dengan jerawat yang parah mempunyai kecenderungan depresi, bahkan bunuh diri, jadi jangan anggap remeh saat anak mulai menunjukkan ketidaknyamanan saat jerawat mulai tumbuh dikulit mulusnya. Besarkan hatinya dengan cara berikut:
- Dengarkan keluhannya . Biarkan anak mencurahkan saja yang menjadi masalahnya. Anak akam merasa dihargai saat kita mau mendengarkan masalahnya. Mungkin bagi orangtua jerawat tidak terlalu berharga untuk dipikirkan, tapi bagi mereka, itu adalah masalah besar.
- Katakan bahwa semua orang mengalaminya supaya anak tidak merasa sendirian dan paling menderita di dunia. Hampir semua orang mengalaminya, karena itu merupakan proses hormonal yang terjadi dalam tubuh kita. Tunjukkan sumber-sumber ilmiahnya, seperti dari buku.
- Sampaikan bahwa jerawat tidak akan merubah rasa sayang kita padanya. Orangtua akan selalu membantu mencarikan solusi untuk mengatasi masalahnya.
- Luruskan penegrtian bahwa jerawat akan menghilangkan kecantikan seseorang. Kebaikan seseorang tidak hanya dinilai dari kecantikan fisiknya.Jerawat bukan alasan sembunyi dari orang lain. Karena mereka tidak akan menilai seseorang dari berapa jumlah jerawat yang dipunya, tapi dari bagaimana dia bersikap pada oarang lain dan lingkungannya.
- Latihlah kepercayaan diri anak dengan membiarkannya mengambil keputusan dalam beberapa hal, atau menjadi pemimpin bagi kelompoknya. Misal beri kepercayaan dia membawa pergiu dan menjaga adik dan sepupunya ke arena bermain. Jika anak mempunyai kepercayaan diri yang baik, maka tumbuhnya jerawat tidak akan terlalu mengganggu pergaulannya.
- Berikan pengetahuan cara merawat kulit dan jerawat. Sampaikan bahwa jerawat hanya tumbuh sementara waktu karena pengaruh hormon tubuh. Kalau diperlakukan dengan cara yang benar, maka dia akan hilang dengan sendirinya.
- Hubungi ahlinya. Ini adalah pilihan terakhir jika memang anak mengalami jerawat yang cukup parah. Bisa disebabkan oleh kulit yang sangat sensitive atau perawatan kulit yang tidak tepat. Hubungilah dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Tuhan memberikan karunia kulit untuk melindungi tubuh manusia dari cuaca panas dan dingin. Maka sebagi rasa syukur atas karunia-Nya, ajarkan anak untuk bertanggung jawab dalam menjaganya. Apalagi memasuki praremaja, dimana hormon-hormon semakin banyak berproduksi, maka pengetahuan mengenai perawatan kulit semakin diperlukan. Praremaja perlu menyadari bahwa dengan menginjak usia yang sekarang, mereka mulai meninggalkan masa kanak-kanak, saat dimana orangtua berperan sangat besar dalam membantu kehidupannya. Berikut cara-cara merawat kulit terutama wajah bagi praremaja:
- Rajin membersihkan muka. Dengan mencuci muka akan menghilangkan kelenjar minyak dan sel kulit mati.
- Menjaga kebersihan rambut. Mencuci rambut dengan teratur akan menghilangkan ketombe, atau kotoran rambut yang bisa merangsang jerawat.
- Tidak memencet jerawat. Sebenarnya jerawat boleh dipencet asalkan dengan cara yang benar dan steril. Namun seringkali, tangan terasa gatal untuk memencet padahal kondisi jari tidak steril. Hal ini bisa mengakibatkan infeksi ataupun bekas luka pada kulit.
- Konsumsi makanan yang banyak mengandung sayur dan buah-buahan. Kandungan vitamin didalamnya sangat baik untuk peremajaan kulit.
- Jangan gampang terpengaruh iklan produk perawatan kulit. Rayuan iklan berbagai produk yang menjanjikan kulit putih dan mulus sering menggoda, namun belum tentu menjadi kenyataan.
Jangan biarkan jerawat menggangu aktivitas praremaja kita. Bahkan pendampingan yang benar, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang penuh percaya diri.
