Advertisement
Bayi-bayi di bawah enam bulan memang punya tingkah unik-unik. Nah, kali ini khusus untuk bayi yang hobinya menjerit-jerit. Sedang cari perhatian atau jangan-jangan is sedang kesakitan.
Wah, Dimas (4Bulan) ia memang termasuk bayi yang tak bisa anteng. Ia Punya hobi menjerit-jerit. Sedikit-sedikit menjerit sedikit-sedikit menjerit. Waduh, berabe nih kalau seperti ini terus. Ibunya pasti tidak bisa mengerjakan hal lain selain menimang-nimang dimas.
Kira-kira kenapa anak suka sekali menjerit-jerit. Apakah dia termasuk bayi yang tempramental? Tentu ada banyak penyebabnya, Antara lain:
Mengalami kolik, sehingga bayi menangis keras dan lama tanpa alasan yang jelas. "seringkali disertai dengan jeritan"
Terjadi perubahan. Misalnya tiba-tiba ada cahaya menyilaukan, suara keras, suhu panas, bayi-bayi dibawah enam bulan sangat sensetif terhadap perubahan kecil.
Lapar, buang air, mengantuk, bosan, lelah.
Kehadiran orang asing atau orang baru selain yang biasa ia jumpai. Neneknya, paman atau bibinya misalnya. Adanya orang asing membuat si kecil tidak nyaman sehingga ia meresponnya dengan menjerit dan gelisah. Sebenarnya perilaku si kecil bisa menjadi alram bagi orangtuanya atau pengasuhnya akan kehadiran orang yang mungkin saja menjadi ancaman.
Terjadi perubahan. Misalnya tiba-tiba ada cahaya menyilaukan, suara keras, suhu panas, bayi-bayi dibawah enam bulan sangat sensetif terhadap perubahan kecil.
Lapar, buang air, mengantuk, bosan, lelah.
Kehadiran orang asing atau orang baru selain yang biasa ia jumpai. Neneknya, paman atau bibinya misalnya. Adanya orang asing membuat si kecil tidak nyaman sehingga ia meresponnya dengan menjerit dan gelisah. Sebenarnya perilaku si kecil bisa menjadi alram bagi orangtuanya atau pengasuhnya akan kehadiran orang yang mungkin saja menjadi ancaman.
Menejrit=Tempamental
Memang ada berbagai kategori karakter yang dapat menggolongkan anak-anak temasuk yang mana. Apakah anak-anak kita termasuk anak yang mudah, sulit, atau tempramentalkah. Kategorasinya ini bukanlah untuk mengkotak-kotakkan anak-anak melainkan menjadi dasar bagi orangtua dalam merawat dan mengasuh mereka.
![]() |
| Kira-kira kenapa anak suka sekali menjerit-jerit. Apakah dia termasuk bayi yang tempramental? |
Namun, untuk bayi-bayi dibawah enam bulan karakter itu nampaknya belum menjadi acuan apakah si anak kelak menjadi anak kategori mana. Sebab, rentang usia tersebut bayi-bayi masih membutuhkan pendampingan penuh dari otrangtua atai siapa pun yang menjaganya.
Jadi, ya wajar saja kalau bayi-bayi ini berprilaku menangis dan menjerit. Itu hanya bentuk komunikasi saja. Yang penting, sepanjang si bayi tidak mengalami sakit fisik di tubuhnya, menangis dan menjerit adalah hal wajar perilaku bayi.
Siapa pun akan merasa risih kalau mendengar buah hati menangis apalagi menjerit-jerit. Selain kuatir ada apa-apa pada tubuhnya. Suasana juga dipastikan menjadi riuh dan mungkin ibu sedikit panik. Ibu bisa menimang-nimang si kecil, mendekapnya penuh kasih sayang sambil tak lupa berkata-kata lembut seakan bertanya mengapa ia menjerit. Bernyanyilah, Bu. Paling tidak bersenandunglah. Si kecil akan otomatis tenang mendengar suara ibunya. Percayalah bukan suara ibu yang sumbang juga bukan seberapa bisa ibu bisa bernyanyi melainkan tone suara ibu yang dikenalnya yang menenangkan.
Untuk mengetahui bagaimana cara menenangkan jeritan si kecil ibu memang harus belajar caranya. Setiap bayi berbeda-beda. Setiap bayi punya teknik sendiri bagaimana membuat ia nyaman. Jangan putus asa mencoba berbagai trik agar si kecil menghentikan lengkingan suaranya.
Hal penting sebelum ibu menenangkan buah hatinya yang hobi menjerit, tenangkan dulu ibunya. Tidak mudah menangani bayi-bayi mungil yang belum bisa bicara itu sehingga butuh ketenangan si ibu. Karena itu, sebelum ibu menggendong si kecil tariklah napas panjang-panjang untuk menenangkan diri ibu. Kalau perlu duduklah barang beberapa detik baru kemudian handle si kecil.
