Advertisement
Tak mau makan sayur adalah hal klasik yang umum dijumpai pada anak-anak. Jangankan anak, orang dewasa pun tak sedikit yang tak suka sayur.
Kegemaran makan sayur sebenarnya tak hanya berpangkal dari rasa sayur semata. Banyak juga kok sayur yang rasanya enak, sebut saja wortel. Coba kunyah wortel dan rasakan betapa manis dan segarnya sayaur yang kaya akan retinol dan betakaroten ini. Lalu bagaimana dengan kangkung dan daun singkong, rsanya juga enak.
Kalau begitu, lantas mengapa sayur tidak menjadi makanan favorit buat anak? Bahkan ketika dihidangkan, tak jarang sayur disingkirkan di pinggir piring. Kesalahan mungkin berawal dari Anda, para orangtua.
Para ahli gizi anak seringkali menyarankan agar sayuran dan buah mulai diperkenalkan kepada anak sejak ia diajarkan makan makanan padat yang pertama (sekitar usia 6 bulan). Sayuran dan buah dapat diperkenalkan dalam bentuk dihaluskan maupun dengan cara lainyang sesuai. Dengan demikian indera perasasi kecil sudah familiar sejak dini.
Pengaruh Keluarga
Apakah anak gemar sayur atau tidak, juga dipengaruhi oleh pola makan keluarga. Kemungkinan sayuran memang bukan makanan favorit dalam keluarga, sehingga kebiasaan ini menurun dengan mulus pada anak.
![]() |
| Anak ini disuruh makan brokoli mentah sama air putih oleh orangtuanya. Tentu saja anaknya tidak mau, |
Pentingnya Variasi
Salah satu kata kunci dalam mengajak si kecil suka sayur adalah variasi makanan yang terhidang di meja makan. Baik variasi dalam soal bahan maupun penyajiannya.
Variasi makanan berarti mencakup banyak pilihan makanan seperti sayuran, buah, sereal, daging,ikan, susu. Food Fact Asia tahun 2005 mencatat bahwa variasi makanan memiliki banyak manfaat antara lain:
Mencegah munculnya diabetes tipe-2, beberapa jenis kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah. Jangan lupa, belakangan ini juga mulai mengintai anak-anak.
Dengan variasi makanan dapat menyeimbangkan interaksi positif dan negatif dari bahan-bahan makanan dan juga melengkapi asupan nutrisi yang diperlukan tubuh. Bayangkan jika anak hanyasuka roti plus selai saja? padahal anak sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.
Menjadi kreatif memang tak mudah, tetapi Anda dituntut untuk melakukannya agar si kecil lebih berminat pada makanannya. Sesekali libatkan mereka saat Anda mempersiuapkan makanan, agar merasa memiliki makanan tersebut.
