Pilih Suplemen Atau Makanan Alami
Menjaga kesehatan dan kebugaran saat ini kerapkali dikaitkan dengan dengan pasokan suplemen. Padahal, jika pola makanan yang kita lakukan sehari-hari sudah mengikuti menu gizi seimbang, suplemen tak lagi diperlukan.
Sebagai makanan tambahan atau pelengkap, suplemen makanan harus dikonsumsi pada saat yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh seseorang. Seseorang dapat saja mengkonsumsi suplemen jika dia sedang hamil, menyusui, baru sembuh dari sakit, pada masa pertumbuhan atau orangtua yang metabolisme tubuhnya sudah menurun. Suplemen juga bisa bermanfaat untuk anda yang sedang menggunakan obat-obatan dalam jangka panjang. Misalnya penderita TBC, yang memang butuh vitamin B6. Tapi suplemen tak boleh dikonsumsi terus-menerus, jika kondisi sudah pulih sebaiknya konsumsi suplemen dihentikan saja. Mengingat bahwa suplemen makanan hanya berfungsi memelihara kesehatan bukan obat yang dapat menyembuhkan. Bahkan jika kebutuhan gizi sudah tercukupi untuk sehari-hari, tidak lagi perlu mengkonsumsi suplemen.
Beberapa tahun terakhir ini, makanan tambahan atau suplemen gencar sekali dipasarkan melalui berbagai media. Iming-iming hidup sehat menjadi faktor yang memancing Anda untuk tergoda. Booming produk suplemen seakan berlomba, bukan hanya melalui media cetak, media televisi atau mall-mall, bahkan sudah masuk kerumah-rumah melalui MLM.
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan sayuran dan buah-buahan serta makanan tradisional yang sarat vitamin apakah masih diperlukan lagi suplemen tambahan? Meskipun begitu tingginya kebutuhan anda akan vitamin, namun alangkah bijaknya anda tidak membiasakan mengkonsumsi suplemen. Sudah selayaknya anda banyak mempertimbangkan dengan pedoman gizi seimbang yang selama ini anda anut dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah sebenarnya suplemen itu dan benarkah kita memerlukannya? Suplemen adalah substansi penting yang disarikan dari bahan alami, yang dimaksudkan untuk membantu seseorang dalam mempertahankan vitalitas tubuh. Pada hakekatnya suplemen kerap dikaitkan dengan kebugaran dan kekuatan fisik. Meski belakangan juga dikhususkan untuk pria, wanita, anak-anak. Pasaran yang segmented ini membuat bisnis suplemen seolah menjadi bisnis yang tak kenal mati dan menggiurkan.
Meskipun terbuat dari bahan alami, bukan berarti anda aman-aman saja mengkonsumsi suplemen. Produk suplemen yang dijual juga mengandung bahan kimia bahkan bahan aktif yang bisa membahayakan kesehatan anda, akibat kontarindikasi. Sebaiknya anda tetap berkonsultasi dengan dokter saat mengkonsumsi suplemen. Sebaiknya seseorang tidak perlu membentengi diri dengan suplemen terus-menerus karena tubuh seseorang sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit asalkan menganut pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan gizi seimbang.
Dari ratusan suplemen yang beredar hanya sebagian kecil saja yang memiliki keefektifan dan aman dikonsumsi. Pasalnya awam seringkali keliru menganggap suplemen adalah obat, padahal suplemen bukan obat. Harap diketahui, produk obat yang gagal memenuhi syarat sebagai obat akhirnya beralih menjadi golongan suplemen.
Overdosis suplemen pun seharusnya menjadi pertimbangan saat anda memutuskan untuk memilih bahan suplemen yang anda perlukan. Karena bukan hanya semata-mata anda memerlukan. Namun yang anda perlukan justru kehati-hatian dan kecermatan saat membaca imformasi yang tertera disetiap kemasan produk suplemen. Ingat, jangan mudah terbujuk rayuan iming-iming sehat dan bugar.
Terkait dengan masih minimnya penelitian terhadap berbagai produk suplemen yang banyak beredar di masyarakat, ada baiknya anda justru bijak menentukan perlu atau tidaknya menkonsumsi suplemen. Harganya yang cukup mahal, sebaiknya menjadi alasan anda untuk memepertimbangkan pentingnya membeli membeli produk suplemen. Alangkah baiknya jika anda berinisiatif menyajikan makanan sehat bergizi untuk sekeluarga. Selain suplemen makanan yang diraih, suplemen cinta yang anda peroleh pasti lebih banyak lagi. seperti dikutip dari bening.





