Halloween party ideas 2015
Showing posts with label gizi. Show all posts

Menjaga kesehatan dan kebugaran saat ini kerapkali dikaitkan dengan dengan pasokan suplemen. Padahal, jika pola makanan yang kita lakukan sehari-hari sudah mengikuti menu gizi seimbang, suplemen tak lagi diperlukan.

Sebagai makanan tambahan atau pelengkap, suplemen makanan harus dikonsumsi pada saat yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh seseorang. Seseorang dapat saja mengkonsumsi suplemen jika dia sedang hamil, menyusui, baru sembuh dari sakit, pada masa pertumbuhan atau orangtua yang metabolisme tubuhnya sudah menurun. Suplemen juga bisa bermanfaat untuk anda yang sedang menggunakan obat-obatan dalam jangka panjang. Misalnya penderita TBC, yang memang butuh vitamin B6. Tapi suplemen tak boleh dikonsumsi terus-menerus, jika kondisi sudah pulih sebaiknya konsumsi suplemen dihentikan saja. Mengingat bahwa suplemen makanan hanya berfungsi memelihara kesehatan bukan obat yang dapat menyembuhkan. Bahkan jika kebutuhan gizi sudah tercukupi untuk sehari-hari, tidak lagi perlu mengkonsumsi suplemen. 

Beberapa tahun terakhir ini, makanan tambahan atau suplemen gencar sekali dipasarkan melalui berbagai media. Iming-iming hidup sehat menjadi faktor yang memancing Anda untuk tergoda. Booming produk suplemen seakan berlomba, bukan hanya melalui media cetak, media televisi atau mall-mall, bahkan sudah masuk kerumah-rumah melalui MLM.

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan sayuran dan buah-buahan serta makanan tradisional yang sarat vitamin apakah masih diperlukan lagi suplemen tambahan? Meskipun begitu tingginya kebutuhan anda akan vitamin, namun alangkah bijaknya anda tidak membiasakan mengkonsumsi suplemen. Sudah selayaknya anda banyak mempertimbangkan dengan pedoman gizi seimbang yang selama ini anda anut dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah sebenarnya suplemen itu dan benarkah kita memerlukannya? Suplemen adalah substansi penting yang disarikan dari bahan alami, yang dimaksudkan untuk membantu seseorang dalam mempertahankan vitalitas tubuh. Pada hakekatnya suplemen kerap dikaitkan dengan kebugaran dan kekuatan fisik. Meski belakangan juga dikhususkan untuk pria, wanita, anak-anak. Pasaran yang segmented ini membuat bisnis suplemen seolah menjadi bisnis yang tak kenal mati dan menggiurkan.

Meskipun terbuat dari bahan alami, bukan berarti anda aman-aman saja mengkonsumsi suplemen. Produk suplemen yang dijual juga mengandung bahan kimia bahkan bahan aktif yang bisa membahayakan kesehatan anda, akibat kontarindikasi. Sebaiknya anda tetap berkonsultasi dengan dokter saat mengkonsumsi suplemen. Sebaiknya seseorang tidak perlu membentengi diri dengan suplemen terus-menerus karena tubuh seseorang sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit asalkan menganut pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan gizi seimbang.

 Pilih Suplemen Atau Makanan Alami

Dari ratusan suplemen yang beredar hanya sebagian kecil saja yang memiliki keefektifan dan aman dikonsumsi. Pasalnya awam seringkali keliru menganggap suplemen adalah obat, padahal suplemen bukan obat. Harap diketahui, produk obat yang gagal memenuhi syarat sebagai obat akhirnya beralih menjadi golongan suplemen.

Overdosis suplemen pun seharusnya menjadi pertimbangan saat anda memutuskan untuk memilih bahan suplemen yang anda perlukan. Karena bukan hanya semata-mata anda memerlukan. Namun yang anda perlukan justru kehati-hatian dan kecermatan saat membaca imformasi yang tertera disetiap kemasan produk suplemen. Ingat, jangan mudah terbujuk rayuan iming-iming sehat dan bugar.

Terkait dengan masih minimnya penelitian terhadap berbagai produk suplemen yang banyak beredar di masyarakat, ada baiknya anda justru bijak menentukan perlu atau tidaknya menkonsumsi suplemen. Harganya yang cukup mahal, sebaiknya menjadi alasan anda untuk memepertimbangkan pentingnya membeli membeli produk suplemen. Alangkah baiknya jika anda berinisiatif menyajikan makanan sehat bergizi untuk sekeluarga. Selain suplemen makanan yang diraih, suplemen cinta yang anda peroleh pasti lebih banyak lagi. seperti dikutip dari bening.

Kerapkali para orang tua mendapatkan informasi yang salah kaprah tentang pemberian kebutuhan suplemen pada anak. Anda sebagai orang tua harus dapat bersikap bijak terhadap hal-hal yang sangat riskan tersebut. Alangkah baiknya sebelum Anda memutuskan untuk memberikan suplemen, terdapat indikasi yang kuat kalau si anak memang membutuhkannya. Suplemen bukanlah makanan melainkan asupan tambahan bagi tubuh yang kekurangan akan zat gizi.
Selama mengonsumsi suplemen, Anda harus perhatikan benar dosis pemberiannya. Untuk membantu konsumen pada umumnya pihak produsen mencantumkan dosis dan aturan pakai pada setiapkemasan. Bahkan suplemen khusus untuk anak juga mencantumkan kategori usia anak.

Sebagai orangtua Anda tentunya menginginkan yang terbaik bagi anak kita, begitu pula dengan kesehatannya. Selain memberikan makanan yang sehat serta bergizi, suplemen akan memberikan tambahan asupan vitamin, mineral serta berbagai zat yang diperlukan si kecil di masa pertumbuhannya.


Tapi bagaimana sebenarnya pandangan ahli mengenai pemberian suplemen bagi anak? Menurut Jennifer Crain, seorang ahli akupuntur, herbalis serta ahli gizi, ternyata makanan sehat yang bervariasi adalah sumber terbaik dari vitamin dan mineral untuk bagi anak.
"Apabila anak dalam kondisi sehat, tanpa masalah kesehatan kronis, saya menganjurkan pemberian suplemen seminimum mungkin," papar Crain.


Sementara itu riset yang dilakukan UC Davis University, California, AS yang dipublikasikan pada jurnal Pediatric & Adolescent Medicine, menemukan kalau kebanyakan anak serta remaja di AS yang mengonsumsi vitamin serta suplemen setiap hari sebenarnya tak memerlukannya.
Sebaliknya studi ini justru menemukan kalau anak-anak yang membutuhkan vitamin dan suplemen justru tak memperolehnya. Hal ini seringkali terjadi pada anak-anak dengan keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi rendah.


Menurut ahli gizi, Dr Anatoly Belilovsky dari Americhoice Center of Excellence in pediatric care menyatakan sebenarnya 24 persen remaja AS kekurangan Vitamin D. Selain itu 10 hingga 30 persen balita AS juga kekurangan zat besi. Pendapat ini juga didukung survei dari USDA (Departemen Pertanian AS) kalau 60 persen anak usia hingga 11 tahun hanya 60 persen yang mendapatkan zat besi cukup.


Jika Anda akhirnya memilih memberikan suplemen serta vitamin pada si kecil tiap harinya, jangan lupa berikan asupan bervariasi yang sehat.
Begitu pula dengan aktivitas fisik yang cukup setiap hari. Menurut Dr Belilovsky, ketergantungan pada suplemen dan vitamin bisa berisiko pada kesehatan anak karena tak memberikan asupan yang cukup soal protein, karbohidrat, lemak atau serta yang menghasilkan energi.
"Vitamin dan suplemen juga tak dapat menggantikan tenaga yang dikeluarkan saat anak beraktivitas yang membutuhkan kekuatan kardio serta kemampuan berat," tegas Dr Belilovsky.
Kesimpulannya Anda bisa memberikan asupan yang bergizi dan bervariasi pada si kecil sekaligus memberikan vitamin serta suplemen agar si kecil berkembang dengan baik di masa pertumbuhannya. Cara memilih suplemen yang tepat untuk anak:


  • Pastikan suplemen apa yang dibutuhkan oleh anak Anda.

  • Pilihlah suplemen yang khusus diformulasikan untuk anak, bukan suplemen yang diperuntukkan bagi semua usia. Baiknya suplemen itu memiliki rasa yang enak serta mudah untuk dikonsumsi.

  • Pilihlah suplemen yang berdosis kecil. Vitamin larut lemak dalam suplemen tertentu bisa tertimbun di jaringan tubuh apabila diberikan dalam dosis besar.

  • Komposisi suplemen harus sesuai dengan standar. Perhatikan pula label manfaat, dosis, cara penyimpanan, dan peringatan pemakaian produk tersebut. Apabila si kecil tengah mengidap suatu penyakit, pastikan kalau suplemen tersebut takkan menyebabkan kontraindikasi dengan penyakit si anak. Diskusikan hal ini dengan dokter Anda.

Makanan probiotik diketahui sangat baik bagi kesehatan pencernaan karena dapat mengatasi masalah sembelit dan diare dengan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik pada usus Anda. Selama ini kita hanya mengenal makanan probiotik adalah hasil olahan susu, seperti yang banyak beredar dipasaran. Tapi ternyata, tidak hanya produk susu yang memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan usus, makanan lain yang sering kita konsumsi pun dapat berfungsi sebagai makanan probiotik. Jadi jika Anda tidak menyukai produk olahan susu, Anda dapat menggantikannya dengan beberapa makanan ini.


1. Dark Chocolates

Cokelat murni ini juga bekerja secara alamiah untuk memulihkan sel dan memperbaiki pencernaan. Cokelat ini kaya akan antioksidan dan flavonoid yang memiliki fungsi untuk mengembalikan fungsi sel dan menghancurkan sel-sel buruk atau radikal bebas. Konsumsi jenis cokelat ini secara rutin dapat membersihkan usus Anda.


2. Kubis fermentasi(sauerkraut)

Dalam proses fermentasi kubis, asam laktat dapat menghancurkan gula yang terkandung di dalamnya, dan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik. Tak hanya itu, kubis ini adalah sumber yang kaya akan vitamin B12.


3. Acar

Sayuran yang diolah menjadi acar mengalami proses yang disebut dengan lacto-fermentation. Dalam proses itu, ditambahkan garam pada sayuran sehingga asam laktat meningkat dan mengubah gula menjadi energi.


4. Kacang, beras, dan gandum

Kacang, beras, dan gandum secara alami merupakan makanan yang baik bagi kesehatan pencernaan karena serat yang terkandung di dalamnya. Tetapi, ketika makanan ini mengalami proses pengasaman, bahan-bahan ini menjadi makanan probiotik yang benar-benar sehat. Di Jepang, sup miso adalah salah satu menu makanan probiotik karena pengolahannya melalui proses fermentasi susu kedelai.
Powered by Blogger.