Halloween party ideas 2015
Showing posts with label Tumbuh Kembang Anak. Show all posts

Banyak anak yang sudah memiliki ponsel atau piranti elektronik sejenis.di usia dini. Tujuan awalnya ialah untuk mempermudah komunikasi dengan teman atau keluarga. Namun, anak-anak harus tetap diawasi dan dibatasi. Jangan sampai mereka kecanduan dan terus-terusan bermain dengan gadget. Tapi kalau sudah terlanjur, Inilah cara menghadapi anak yang sudah telanjur menyukai jenis mainan yang tak sesuai usia!

Jangan Gunakan Gadget di Depan Anak-anak,

Kalau kamu selalu terlihat sibuk dengan gadget, mereka akan berpikir bahwa itu hal yang seru. Jadi, usahakan tidak terlihat oleh anak-anak saat kamu berkutat dengan gadget. Gunakan Gadget dengan seimbang dan waspadai jika anak mulai mengikuti kebiasaan Anda. Anak menjadi kecanduan gadget karena sering melihat orang tua memainkannya.

Batasi Waktu Bermain Gadget,

Jangan biarkan mereka bermain gadget seharian. Berikan batasan misalnya tiga jam saja dalam sehari, atau hanya boleh saat hari libur saja. Trik mudah untuk mencegah kecanduan itu adalah dengan memberikan batasan waktu bermain game dan memasang alarm sebelum anak memainkan game-game itu. Berikan peringatan secara berkala ketika waktu bermain hampir habis. Jika waktu bermain game telah habis, beri anak sedikit jeda untuk menyimpan permainan.

Siapkan aktivitas pengganti atau Berikan Alternatif Mainan Lain,


Saat Anda hanya menyuruhnya berhenti main game di mal begitu saja maka akan timbul perlawanan darinya. Untuk mengurangi perlawanan itu siapkan aktivitas pengganti. Tidak selamanya aktivitas pengganti itu harus pergi ke luar rumah, Anda mungkin bisa mengajaknya masak bersama, menggambar, menggunting, berkebun atau menanam tanaman bersama. Kalau ada mainan lain yang lebih seru, mereka pasti akan berpaling dari gadget-nya. Coba berikan mainan lain yang menarik dan edukatif, misalnya LEGO.

Adaptasikan game dengan aktivitas nyata,

Ketika anak sangat ‘menyukai’ game yang ada di layar, Anda bisa mengadaptasikannya ke dalam dunia nyata. .Aktifitas luar ruangan mampu meningkatkan kemampuan motorik dan sosial anak. Jadi, sering-seringlah mengajak mereka bermain di taman, berlari-larian, berenang, dan sebagainya.

Aktivitas di luar rumah,

Di usia balita, perkembangan otak berkembang sangat pesat begitu juga dengan daya ingatnya. Daripada melihat bermacam hewan, sarana transportasi atau aneka bentuk bunga, tanaman dan lainnya di layar monitor alangkah baiknya mengajaknya melihat secara langsung. Ajak anak ke kebun binatang, kebung bunga, taman rekreasi atau berolahraga. Selain mereka bisa mendapatkan beragam stimulasi langsung, mereka juga akan belajar bersosialisasi dengan orang lain serta juga membuatnya aktif bergerak.

Saya sempat bertengkar hebat dengan anak saya, setelah secara tidak sadar, saya berceloteh panjang lebar tentang prilakunya yang sedang menaksir lawan jenisnya. Saya cerita tentang sikapnya yang mellow dan suka lagu-lagu romantis sejak ditaksir kakak kelasnya di sekolah, ungkap seorang ibu. ketersinggungan anak terhadap 'kelancangan' ibunya itu berbuntut panjang. "anak  ngambek dan gak mau bicara dengan saya selama tiga minggu, hanya karena keteledoran saya ngegosip sama teman-teman".

Apa yang dihadapi oleh seorang ibu tersebut adalah bentuk rasa sayang yang berlebihan kepada anak-anaknya.sehingga terkadang orangtua tidak menyadari anaknya sudah dewasa. Rahasia terbesar yang harus dijaga oleh setiap orangtua tentang anaknya adalah ketika anaknya mulai menyukai lawan jenisnya. Karena ini biasanya adalah masalah yang sangat pribadi bagi seorang anak. Anak biasanya tidak ingin semua orang tahu tentang perilaku dirinya ketika sedang menyukai seseorang.Padahal bila anak semakin besar, orangtua perlu semakin memperhatikan dan menghormati privasi anak, "setiap anak pasti memiliki privasi yang tidak dibeberkan terbuka kepada orang lain. Semakin anak tumbuh biasanya keinginan untuk mandiri dan memiliki privasi semakin tinggi. Ia mungkin mulai mempunyai rahasia yang tidak ingin ia ceritakan pada orngtuanya, atau yang ia pikir orangtuanya tidak perlu tahu.

Bila anaknya bicara yang dimulai dengan imbauan "ma, ini hanya rahasia kita berdua saja ya, orang lain tidak perlu tahu bahkan papa sekalipun, sang ibu harus bersiap-siap untuk menjaga rahasia tersebut. Ibu harus memiliki kepekaan yang tinggi akan hal ini. Jika ini dilanggar,  bukan mustahil kepercayaan seorang anak terhadap orangtuanya akan luntur. Efeknya, bisa menjadi trauma pada si anak dan jadi enggan terbuka kepada orangtuanya.
Curhat vs  rahasia

Menjaga Rahasia Anak

Pada dasarnya, curhat atau mencurahkan isi hati  biasanya mulai dilakukan oleh anak 6-12 tahun. Namun isi curhatnya tidak sedalam orang dewasa. Umumnya masih bersipat ringan, atau minatnya pada sesuatu atau soal lawan jenisnya yang menarik perhatiannya. Semakin besar usia anak, seiring juga dengan pengalaman hidup yang dialaminya, jenis curhat akan semakin beragam dan mendalam.

Hanya saja, kadang-kadang ketika sang anak mulai mencurahkan isi hatinya, orangtua kerap abai untuk menahan diri.  tidak sedikit orangtua yang secara tidak sadar suka mengumbar rahasia anak kepada orang lain. pengalaman ini biasanya hanya terjadi pada ibu. Padahal banyak anak  yang berharap orangtuanya bisa mengerti topik pembicaraan apa saja yang sifatnya rahasia dan apa yang tidak.

Orangtua memang kerap lancang bercerita tentang apa yang dihadapinya anaknya. Ia bisa saja terjadi karena setiap orangtua pada dasarnya begitu ingin membimbing dan melindungi anaknya ke jalan yang benar. Hanya saja kadang-kadang jalan itu akhirnya kerap melanggar privasi anak.Kalau privasinya terlanggar maupun rahasianya diungkap, banyak anak yang kemudian menutup diri dan cenderung menghindar dari orangtuanya.

Padahal ketertutupan anak, kerap membuat orangtua semakin ingin tah, sehingga terpancing untuk semakin melanggar privasi anak.Tidak mengherankan jika banyak orangtua yang sengaja "mencuri' membaca buku harian anaknya, menggeledah kamar anaknya "mengintrogasi" teman-temannya hanya karena ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan anaknya.

Sebaiknya orang tua perlu membedakan antara hal-hal yang perlu diketahui dan  hal-hal yang tidak perlu diketahui. Bicarakan hal-hal yang perlu diketahui dengan mereka. Let it go, hal-hal yang tidak perlu diketahui. Terkadang anak menganggap  orangtuanya belum saatnya mengetahui masalah yang dihadapinya. Dalam menghadapi kondisi ini, biarkan dan awasi tingkah  lakunya, jangan didekte atau dilarang, karena ini nanti akan menghambat komunikasi secara terbuka anak kepada orangtuanya.

Anak introvert dan ekstrovert
Soal curhat, tidak selamanya anak percaya, temanadalah sahabat yang baik untuk menjaga rahasianya. "semua tergantung pada keperibadian anak"  Si ekstrovert, umpamanya, karena keperibadian terbuka, akan lebih sreg kalau hatinya ditumpahkan kepada orang lain, supaya lebih plong. Bahkan si ekstrovert bisa melakuakan curhat pada banyak teman-teman. Jadi tak terbatas hanya pada orang yang itu-itu saja.

Sebaliknya, anak intovert umumnya enggan curhat. Kalaupun mau mengeluarkan unek-unek, ia lebih memilih membuat puisi, menulis diari, menggambar, atau sejenisnya. Nah, kalau ada anggapan bahwa anak perempuan lebih sering melakukan curhat ketimbang anak laki-laki, baik anak perempuan maupun laki-laki mempunyai kebutuhan yang sama untuk mencurahkan isi hatinya. Bedanya mungkin hanya pada caranya saja. Ketika curhat, anak perempuan bisa menceritakan dari A sampai Z suatu persoalan.  Sementara anak laki-laki biasanya lebih singkat dan langsung pada inti masalahnya.

Curhat yang wajar dan yang tidak
curhat jelas bukan perilaku negatif karena manusia pada dasarnya butuh mengeluarkan unek-unek, butuh didengar, dan butuh diperhatikan. Dengan curhat, anak bisa meringankan beban masalah yang sedang dihadapinya syukur-syukur bisa mendapat solusi atau setidaknya dukungan semangat dari teman curhatnya itu.
Justru anak yang sama sekali tidak mau mengungkapkan isi hatinya, terkadang memendam masalah yang tidak kunjung terselesaikan. Dengan memendam masalah, berarti ia dituntut menyelesaikan sendiri. Padahal mungkin saja belum mampu untuk itu dan membutuhkan bantuan orang lain.

Namun begitu, perilaku curhat bisa juga membawa dampak negatif. Hal ini terjadi karena cara berpikir anak yang belum bijak, sehingga saran teman-teman yang tidak bisa ditelannya mentah-mentah sebagai suatu solusi. Belum lagi, bila curhat pada teman ini sudah dijadikan suatu kebiasaan.

ujung-ujungnya apa pun permasalahan yang dihadapi anak, akan diungkapkan pada teman-temannya. Termasuk soal keluarga, soal orangtuanya yang suka bertengkar, soal ayahnya yang jarang pulang, soal gaji ayahnya yang sangat besar, soal ibunya yng beli peralatan elektronik mutahir, dan sebagainya. Kalau ini terjadi, curhat bukan lagi suatu yang positif karena akanmengumbar rahasia keluraga yang seharusnya hanya diketahui orang-orangtertentu saja. mungkin saja tanpa disadari, citra anak menjadi negatif di mata kawan-kawanya sehingga bisa dijadikan bahan ejekan ketika hubungan dengan teman-temannya merenggang.

Bila curhat anak ke teman-temanya masih wajar-wajar saja, dalam artian tidak menceritakan permasalahan keluarga, orangtua tidak perlu merisaukannya. Trekadang curhat antar teman dibutuhkan sebagai cara pengekspresian diri, ajang bergaul, untuk mencari teman bergaul baru. Namun bila curhat anak sudah melenceng menyentuh masalah internal keluarga, perlu diluruskan.

Dalam menyikapi masalah ini, orangtua perlu melakukan intropeksi diri karena beberapa penyebab anak lebih memilih curhat  pada temannya ada kaitannya dengan orangtua yang bernasalah. Jangan -jangan selama ini orangtua tidak pernah mendengarkan segala unek-unek dan keluh kesahnya. kalau memang demikian, orangtua perlu membenahi keembali hubungannya yang renggang dengan baik.

Sebagai langkah awal, orangtua mendekati anaknya kembali. Saat anak mencoba curhat, munculkan sikap impati dan dengarkan cerita anak dengan seksama, jangan menghakimi. jika isi curhatnya merupakan permasalahan yang dihadapi anak, berikan solusi penyelesaian sesuai dengan kemampunnya.

Setelah itu barulah anak diajak berdiskusi soal untung rugi menceritakan rahasia keluraga pada orang lain. Gunakan kata-kata sederhana seraya menjabarkan apa akibat yang akan diterimanya saat ia melaukan curhat pada sembarang orang. Diskusi dari hati akan membuat anak berpikir dua kali menceritakan rahasia kelurga.

Pada dasarnya orang tua mengetahui akan pentingnya hubungan dan kedekatan antara anak-anak dengan mereka. Banyak penelitian menunjukkan bahwa, pada dasarnya sebagian besar orang tua menyatakan bahwa menghabiskan waktu dan demi kedekatan dengan anak bisa menjadi hal yang lebih penting di banding hal lainnya. Pada intinya bahwa antara orang tua dan anak saling membutuhkan rasa cinta dan kasih sayang satu samai lainnya, dan hal itu tidak dapat dipungkiri adanya. Banyak orang tua dan anak merasakan bila rasa cinta dan kasih sayang tidak di dapat dari satu sama lainnya, maka keharmonisan keluarga serasa tidak lengkap.

Namun dilain sisi, banyak hubungan antara orang tua dan anak menjadi terbengkalai, dan hal ini memicu ketidak harmonisan dalam keluarga, bahkan akan menjadi sesuatu yang tidak baik bagi perkembangan psikologis anak. Banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi, salah satunya adalah karena tuntutan ekonomi dan pekerjaan lah yang membuat orang tua kehilangan waktu untuk dapat bersama dengan anak. Kadang dikarenakan kesibukan, orang tua harus pergi pagi-pagi secara terburu-buru karena pekerjaannya dan pulang ke rumah tatkala anak-anak sudah tertidur. Jika kondisi memang demikian, salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua untuk dapat mendekatkan hubungan dengan anak meski memiliki waktu sedikit adalah dengan cara memeluk anak.

Pelukan orang tua kepada anak dapat menimbulkan ikatan batin dan kasih sayang yang kuat antara anak dan orang tua. Mendapat pelukan berarti mendapat dukungan, dan bagi yang memeluknya berarti akan menimbulkan rasa percaya diri. Kehadiran hormon endomorfin yang muncul saat berpelukan dapat mengurangi ketegangan saraf dan serta tekanan darah.

Manfaat Pelukan Orangtua Bagi perkembangan Psikologis Anak

Bahkan penelitian di university of Itali menunjukkan data, bahwa anak yang sering mendapat pelukan dari orang tuanya akan lebih efektif sembuh dari depresi, dan akan timbul rasa percaya dirinya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Bahkan pelukan saat inisiasi dini, sesaat bayi terlahir ke dunia, akan mentransfer sejenis mikroorganisme yang membuat daya tahan tubuh bayi akan semakin kuat. Dan ketika pelukan dengan rasa sayang ini di teruskan hingga masa kanak-kanak dapat menjadikan pribadi anak yang tidak gampang stress (Penelitian Journal of Epidemiology and Community Health). Jangan percaya pada mitos yang mengatakan bahwa anak yang sering mendapat pelukan akan menjadi cengeng, bahkan sebaliknya, secara psikologi, anak yang sering mendapat belaian, sentuhan dan pelukan kasih sayang dari orang tuanya akan tumbuh menjadi anak yang penyayang, pertumbuhannya sehat, akan merasa nyaman dan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.


Peluklah anak anda sebelum anda berangkat kerja, toh memeluk anak tidak akan membutuhkan waktu yang begitu banyak. Peluklah yang tulus, jangan tergesa-gesa, curahkan segala rasa sayang dan cinta anda saat anda memeluk anak anda. Saat anda pulang kerja, meskipun anak sudah tertidur pulas, peluklah dia meskipun sedang tidur. Sesekali sisakan waktu untuk tidur bersamanya dan memeluknya. Meskipun berada di alam bawah sadar, pelukan orang tua saat tidur tetap dapat memerkuat bonding antara orang tua dan anak, karena saat mereka tidur, anak-anak masih berada dalam gelombang alpha, dimana masih bisa untuk menerima rangsangan dan getaran dari perasaan cinta dan kasih sayang orang tuanya.

Orangtua mengharapkan suatun saat nanti menjadi anak yang sukses dan hal ini tidak terlepas dari peran orangtua. Tumbuh kembang anak tidak lepas dari pelajaran yang diberikan orangtua . Demi mencapai hal tersebut orangtua akan melakukan apa saja bahkan sampai mengirimkan anak ke luar negeri untuk belajar. Padahal kesuksesan anak bisa dimulai dari dari rumah.

Berikut hal yang dapat Anda ajarkan agar anak bisa sukses kemudian hari:

1. Suruh anak mengerjakan pekerjaan rumah
Menyuruh anak melakukan pekerjaan rumah seperti membuang sampah, mencuci piring hingga membersihkan rumah akan membuat mereka mengerti bahwa bekerja merupakan aspek penting dalam kehidupan. Mereka juga akan lebih mengerti tentang pentingnya berusaha dan bekerja untuk mencapai apa yang diinginkan.


2. Ajarkan kemampuan interaksi sosial
Anak yang memiliki kemampuan sosialisai yang baik akan lebih mudah untuk sukses dibanding mereka yang sulit bergaul.

Anak yang memiliki kemampuan sosial yang baik juga akan senang untuk membantu orang lain, memahami apa yang temannya rasakan serta menyelesaikan persoalan dengan sendiri.

3. Ajarkan pentingnya pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan seseorang di masa depan. Jika Anda ingin anak mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi nantinya, maka harus bisa mencontohkan pentingnya pendidikan tersebut pada dirinya. Anak pun nantinya akan merasa terdorong akan apa yang orang tuanya contohkan.

4. Ajarkan cara bangun hubungan baik
Anak juga harus memiliki kemampuan untuk membangun hubungan baik dengan sekelilingnya. Hal ini perlu diajarkan untuk menurunkan resiko terjadinya konflik ketika mereka tumbuh besar.

5. Mengajarkan matematika sejak dini
Penelitian yang dilakukan di Northwestern University mengungkap bahwa mengajarkan matematika sejak dini dapat memicu kemampuan sang anak untuk sukses di kemudian hari. Banyak anak yang akhirnya sukses karena diajarkan hal ini sedari aawal.

6. Menanamkan pola pikir tidak takut gagal
Akan sangat mungkin nantinya sang anak dihadapkan pada berbagai rintangan dan tantangan dalam mewujudkan apa yang ia inginkan. Untuk itu, pola pikir tidak takut gagal sangat diperlukan agar sang anak dapat lebih tangguh ketika menghadapi masalah nantinya.

7. Beri tahu tentang etika dalam bekerja
Anda harus mencontohkan model perilaku yang baik apabila mau anak tumbuh menjadi orang yang baik. Etika dalam bekerja juga perlu diajarkan pada anak sehingga nantinya ia mampu melakukan perilaku yang baik di lingkungan kerja.

Bangun setiap tiga sampai empat jam di malam hari pada bayi adalah hal yang normal. Biasanya penyebab utama mengapa mereka bangun, karena merasa lapar (haus), atau tempat tidurnya basah akibat mereka mengompol. 

Penyebab lain mengapa bayi sering terbangun di malam hari, karena mereka sudah tidur cukup lama sebelumnya. Nah, jika Anda memiliki bayi yang sering terbangun di malam hari, inilah beberapa alasan lain yang harus diketahui mengapa buah hati Anda terbangun di malam hari.

Jam Tidur Tidak Teratur Bayi tidak memiliki jam tidur yang rutin sampai sekitar usia enam tahun. Demikian pendapat yang dikemukakan para pakar dari American Academy of Pediatrics (AAP). Untuk bayi yang baru saja lahir untuk 16-17 jam per hari, mereka hanya bisa tidur satu atau dua jam pada suatu waktu. Semakin besar atau semakin bertambah usianya, bayi biasanya membutuhkan lebih sedikit waktu untuk tidur. Bayi usia enam bulan juga masih normal bila terbangun di malam hari dan tidur kembali setelah beberapa menit.

Inilah Penyebab Bayi Terbangun di Malam Hari


Perubahan Lingkungan dan Rutinitas Jika Anda memiliki bayi yang biasanya tidur nyenyak, tapi tiba-tiba sering terbangun, maka ada kemungkinan bahwa akar masalahnya adalah karena perubahan suhu kamar, atau jumlah cahaya dan bunyi yang terdengar di kamar tidurnya. Seorang bayi bisa bangun jika mereka mendengar orangtuanya mendengkur, bergerak atau mungkin batuk. Anda juga harus selalu memeriksa apakah bayi Anda suhu tubuhnya terasa panas, atau kedinginan. 

Nyeri (Rasa Sakit) Nyeri atau rasa sakit juga dapat menyebabkan bayi terbangun di malam hari. Orang tua harus segera membawanya ke dokter untuk segera mendapat pengobatan secara tepat.

Pertumbuhan Bayi yang tidurnya terganggu juga bisa menjadi tanda, bahwa bayi Anda akan tumbuh dan belajar hal baru seperti merangkak atau berjalan. Bayi Anda akan bisa tidur nyenyak lagi bila ia berhasil belajar sesuatu yang baru itu. 

Pertumbuhan Gigi Bayi Anda yang sedang tumbuh gigi sering terbangun di malam hari. Perasaan tidak nyaman inilah yang menyebabkan bayi terbangun. Tak hanya itu, banyak bayi bahkan harus mengalami demam ketika gigi mereka tumbuh. 

Gelisah Hal lain yang dapat menyebabkan bayi terbangun di malam hari adalah, karena mereka tidur terpisah dari orangtua. Hal ini sering terjadi pada bayi usia 9-12 bulan, yang mulai tidur terpisah dari orangtuanya. Mereka sering terbangun di malam hari dan memanggil nama orangtuanya. Hal ini normal terjadi dalam tahap perkembangan emosional anak.Bangun setiap tiga sampai empat jam di malam hari pada bayi adalah hal yang normal. Biasanya penyebab utama mengapa mereka bangun, karena merasa lapar (haus), atau tempat tidurnya basah akibat mereka mengompol. Penyebab lain mengapa bayi sering terbangun di malam hari, karena mereka sudah tidur cukup lama sebelumnya. Nah, jika Anda memiliki bayi yang sering terbangun di malam hari, inilah beberapa alasan lain yang harus diketahui mengapa buah hati Anda terbangun di malam hari.Jam

Tidur Tidak Teratur Bayi tidak memiliki jam tidur yang rutin sampai sekitar usia enam tahun. Demikian pendapat yang dikemukakan para pakar dari American Academy of Pediatrics (AAP). Untuk bayi yang baru saja lahir untuk 16-17 jam per hari, mereka hanya bisa tidur satu atau dua jam pada suatu waktu. Semakin besar atau semakin bertambah usianya, bayi biasanya membutuhkan lebih sedikit waktu untuk tidur. Bayi usia enam bulan juga masih normal bila terbangun di malam hari dan tidur kembali setelah beberapa menit. 

Perubahan Lingkungan dan Rutinitas Jika Anda memiliki bayi yang biasanya tidur nyenyak, tapi tiba-tiba sering terbangun, maka ada kemungkinan bahwa akar masalahnya adalah karena perubahan suhu kamar, atau jumlah cahaya dan bunyi yang terdengar di kamar tidurnya. Seorang bayi bisa bangun jika mereka mendengar orangtuanya mendengkur, bergerak atau mungkin batuk. Anda juga harus selalu memeriksa apakah bayi Anda suhu tubuhnya terasa panas, atau kedinginan.

Nyeri (Rasa Sakit) Nyeri atau rasa sakit juga dapat menyebabkan bayi terbangun di malam hari. Orang tua harus segera membawanya ke dokter untuk segera mendapat pengobatan secara tepat.

Pertumbuhan Bayi yang tidurnya terganggu juga bisa menjadi tanda, bahwa bayi Anda akan tumbuh dan belajar hal baru seperti merangkak atau berjalan. Bayi Anda akan bisa tidur nyenyak lagi bila ia berhasil belajar sesuatu yang baru itu. 

Pertumbuhan Gigi Bayi Anda yang sedang tumbuh gigi sering terbangun di malam hari. Perasaan tidak nyaman inilah yang menyebabkan bayi terbangun. Tak hanya itu, banyak bayi bahkan harus mengalami demam ketika gigi mereka tumbuh. 

Gelisah Hal lain yang dapat menyebabkan bayi terbangun di malam hari adalah, karena mereka tidur terpisah dari orangtua. Hal ini sering terjadi pada bayi usia 9-12 bulan, yang mulai tidur terpisah dari orangtuanya. Mereka sering terbangun di malam hari dan memanggil nama orangtuanya. Hal ini normal terjadi dalam tahap perkembangan emosional anak, seperti dikutip dari circle of moms.





Kerapkali para orang tua mendapatkan informasi yang salah kaprah tentang pemberian kebutuhan suplemen pada anak. Anda sebagai orang tua harus dapat bersikap bijak terhadap hal-hal yang sangat riskan tersebut. Alangkah baiknya sebelum Anda memutuskan untuk memberikan suplemen, terdapat indikasi yang kuat kalau si anak memang membutuhkannya. Suplemen bukanlah makanan melainkan asupan tambahan bagi tubuh yang kekurangan akan zat gizi.
Selama mengonsumsi suplemen, Anda harus perhatikan benar dosis pemberiannya. Untuk membantu konsumen pada umumnya pihak produsen mencantumkan dosis dan aturan pakai pada setiapkemasan. Bahkan suplemen khusus untuk anak juga mencantumkan kategori usia anak.

Sebagai orangtua Anda tentunya menginginkan yang terbaik bagi anak kita, begitu pula dengan kesehatannya. Selain memberikan makanan yang sehat serta bergizi, suplemen akan memberikan tambahan asupan vitamin, mineral serta berbagai zat yang diperlukan si kecil di masa pertumbuhannya.


Tapi bagaimana sebenarnya pandangan ahli mengenai pemberian suplemen bagi anak? Menurut Jennifer Crain, seorang ahli akupuntur, herbalis serta ahli gizi, ternyata makanan sehat yang bervariasi adalah sumber terbaik dari vitamin dan mineral untuk bagi anak.
"Apabila anak dalam kondisi sehat, tanpa masalah kesehatan kronis, saya menganjurkan pemberian suplemen seminimum mungkin," papar Crain.


Sementara itu riset yang dilakukan UC Davis University, California, AS yang dipublikasikan pada jurnal Pediatric & Adolescent Medicine, menemukan kalau kebanyakan anak serta remaja di AS yang mengonsumsi vitamin serta suplemen setiap hari sebenarnya tak memerlukannya.
Sebaliknya studi ini justru menemukan kalau anak-anak yang membutuhkan vitamin dan suplemen justru tak memperolehnya. Hal ini seringkali terjadi pada anak-anak dengan keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi rendah.


Menurut ahli gizi, Dr Anatoly Belilovsky dari Americhoice Center of Excellence in pediatric care menyatakan sebenarnya 24 persen remaja AS kekurangan Vitamin D. Selain itu 10 hingga 30 persen balita AS juga kekurangan zat besi. Pendapat ini juga didukung survei dari USDA (Departemen Pertanian AS) kalau 60 persen anak usia hingga 11 tahun hanya 60 persen yang mendapatkan zat besi cukup.


Jika Anda akhirnya memilih memberikan suplemen serta vitamin pada si kecil tiap harinya, jangan lupa berikan asupan bervariasi yang sehat.
Begitu pula dengan aktivitas fisik yang cukup setiap hari. Menurut Dr Belilovsky, ketergantungan pada suplemen dan vitamin bisa berisiko pada kesehatan anak karena tak memberikan asupan yang cukup soal protein, karbohidrat, lemak atau serta yang menghasilkan energi.
"Vitamin dan suplemen juga tak dapat menggantikan tenaga yang dikeluarkan saat anak beraktivitas yang membutuhkan kekuatan kardio serta kemampuan berat," tegas Dr Belilovsky.
Kesimpulannya Anda bisa memberikan asupan yang bergizi dan bervariasi pada si kecil sekaligus memberikan vitamin serta suplemen agar si kecil berkembang dengan baik di masa pertumbuhannya. Cara memilih suplemen yang tepat untuk anak:


  • Pastikan suplemen apa yang dibutuhkan oleh anak Anda.

  • Pilihlah suplemen yang khusus diformulasikan untuk anak, bukan suplemen yang diperuntukkan bagi semua usia. Baiknya suplemen itu memiliki rasa yang enak serta mudah untuk dikonsumsi.

  • Pilihlah suplemen yang berdosis kecil. Vitamin larut lemak dalam suplemen tertentu bisa tertimbun di jaringan tubuh apabila diberikan dalam dosis besar.

  • Komposisi suplemen harus sesuai dengan standar. Perhatikan pula label manfaat, dosis, cara penyimpanan, dan peringatan pemakaian produk tersebut. Apabila si kecil tengah mengidap suatu penyakit, pastikan kalau suplemen tersebut takkan menyebabkan kontraindikasi dengan penyakit si anak. Diskusikan hal ini dengan dokter Anda.

Hampir tak ada anak yang patuh seratus persen kepada orangtua. Adakalanya sang anak membantah atau mengabaikan perkataan orangtuanya, seperti "nanti aja" atau "nggak mau" jadi kata pamungkas saat ia merasa tak sejalan dengan perasaannya. Wajarkah terjadi pada setiap anak?

Perkembangan emosi tentu dimulai sedari bayi. Misalnya anak usia di bawah 5 tahun menunjukkan emosinya melalui mimik muka. Jika senang mereka tertawa, jika sedih mereka menangis.

Semakin bertambahnya usia anak, perkembangan emosinya pun semakin kompleks. Jika anak usia 5 tahun mengekpresikan perasaan hanya senang dan sedih. Anak usia 5-9 tahun lebih kompleks dan sudah bercabang. Para orangtua, sebaiknya jangan terburu menghakimi anak, menyalahkan, atau mencap buruk sikap anak yang suka melawan. Karena bisa jadi anak yang suka melawan dan meledak kepada orangtuanya lantaran meniru gaya atau sikap yang sama dari salah satu orangtuanya. Oleh sebab itu orangtua harus memberi contoh sikap yang baik di depan anak. Jangan menunjukkan emosi berlebihan yang malah berdampak buruk bagi emosi anak. Kekeliruan adalah membiarkan sikap anaknya karena orangtuanya tak tahu harus melakukan apa.

Sebaikny berkomunikasilah secara tenang saat menghadapi anak yang sedang melawan. Lebih baik paparkan konsekuensi atas sikapnya ketimbang masih marah. Selain meniru tadi, umumnya sikap suka melawan bisa jadi disebabkan oleh pola asuh orangtua yang tak menjadikan anak terampil mengatsai emosinya misalnya otoriter dan memanjakan.
Duh, Kecil-kecil Suka Melawan?

5 Demensi keterampilan emosi yang harus anak kuasai.  Keterampilan berikut sebaiknya sudah diajarkan sejak anak berusia 2 tahun:

  • Kenali emosi. Bila anak menangis karena sedih atau kesal, katakan padanya "kakak menangis karena sedih ya?. Begitu juga ia marah-marah katakan "oh kakak sedang marah ya?"
  • Kendalikan emosi. Kadang anak-anak menggunakan tangisan sebagai cara paling cepat menunjukkan emosinya (marah, sedih, menginginkan sesuatu). Jika ia menangis sambil berkata-kata, maintalah ia hentikan tangisannya lebih dulu baru bicara.
  • Memahami orang lain. Beritahu sebauh alasan, jika sekali waktu ia menginginkan sesuatutapi ibu belum bisa memenuhinya.
  • Memotivasi diri. Ini salah satu yang sangat jarang dilakukan kebanyakan orangtua, biasanya bukan memotivasi tapi malah memarahi atau meladeni yang justru meruntuhkan kepercayaan dirinya.
  • Menjalin Relasi. Pahamkan pada anak, ia tak hidup sendirian. Ada orang lain yang juga perlu diperhatikan kebutuhannya sehingga ia perlu belajar memahami orang lain.
Powered by Blogger.