Halloween party ideas 2015

Advertisement
Hampir tak ada anak yang patuh seratus persen kepada orangtua. Adakalanya sang anak membantah atau mengabaikan perkataan orangtuanya, seperti "nanti aja" atau "nggak mau" jadi kata pamungkas saat ia merasa tak sejalan dengan perasaannya. Wajarkah terjadi pada setiap anak?

Perkembangan emosi tentu dimulai sedari bayi. Misalnya anak usia di bawah 5 tahun menunjukkan emosinya melalui mimik muka. Jika senang mereka tertawa, jika sedih mereka menangis.

Semakin bertambahnya usia anak, perkembangan emosinya pun semakin kompleks. Jika anak usia 5 tahun mengekpresikan perasaan hanya senang dan sedih. Anak usia 5-9 tahun lebih kompleks dan sudah bercabang. Para orangtua, sebaiknya jangan terburu menghakimi anak, menyalahkan, atau mencap buruk sikap anak yang suka melawan. Karena bisa jadi anak yang suka melawan dan meledak kepada orangtuanya lantaran meniru gaya atau sikap yang sama dari salah satu orangtuanya. Oleh sebab itu orangtua harus memberi contoh sikap yang baik di depan anak. Jangan menunjukkan emosi berlebihan yang malah berdampak buruk bagi emosi anak. Kekeliruan adalah membiarkan sikap anaknya karena orangtuanya tak tahu harus melakukan apa.

Sebaikny berkomunikasilah secara tenang saat menghadapi anak yang sedang melawan. Lebih baik paparkan konsekuensi atas sikapnya ketimbang masih marah. Selain meniru tadi, umumnya sikap suka melawan bisa jadi disebabkan oleh pola asuh orangtua yang tak menjadikan anak terampil mengatsai emosinya misalnya otoriter dan memanjakan.
Duh, Kecil-kecil Suka Melawan?

5 Demensi keterampilan emosi yang harus anak kuasai.  Keterampilan berikut sebaiknya sudah diajarkan sejak anak berusia 2 tahun:

  • Kenali emosi. Bila anak menangis karena sedih atau kesal, katakan padanya "kakak menangis karena sedih ya?. Begitu juga ia marah-marah katakan "oh kakak sedang marah ya?"
  • Kendalikan emosi. Kadang anak-anak menggunakan tangisan sebagai cara paling cepat menunjukkan emosinya (marah, sedih, menginginkan sesuatu). Jika ia menangis sambil berkata-kata, maintalah ia hentikan tangisannya lebih dulu baru bicara.
  • Memahami orang lain. Beritahu sebauh alasan, jika sekali waktu ia menginginkan sesuatutapi ibu belum bisa memenuhinya.
  • Memotivasi diri. Ini salah satu yang sangat jarang dilakukan kebanyakan orangtua, biasanya bukan memotivasi tapi malah memarahi atau meladeni yang justru meruntuhkan kepercayaan dirinya.
  • Menjalin Relasi. Pahamkan pada anak, ia tak hidup sendirian. Ada orang lain yang juga perlu diperhatikan kebutuhannya sehingga ia perlu belajar memahami orang lain.
Powered by Blogger.