Halloween party ideas 2015
Showing posts with label Artikel Anak. Show all posts

Tidak sedikit kalangan ibu-ibu yang sering mengeluhkan anaknya tidak mau makan sayuran. Padahal banyak kandungan vitamin yang bermanfaat bagi pertumbuhannya.

Vitamin A yang terdapat pada wortel akan membantu kejernihan mata anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Lantas bagaimana agar anak-anak mau memakan sayuran?

Berikut ada beberapa kiat yang bisa Anda lakukan agar sang anak tertarik untuk menyantap sayuran.

1. Saat acara makan bersama tunjukkan minat orang tua terhadap sayuran. Ini sangat efektif karena anak cenderung akan meniru apa yang orang tuanya lakukan.

2. Tambahkan sayuran ke dalam makanan favorit anak Anda. Misalnya anak Anda sangat menyukai nasi goreng, maka tambahkan sayuran pada nasi goreng tersebut.

3. Ajak anak untuk berbelanja sayuran ke swalayan. Biarkan anak untuk memilih sayuran yang ia mau,biasanya hal demikian akan memudahkan anak untuk memakan sayur karena ia yang telah memilih apa yang akan dimakannya.

4. Campurkan kaldu pada sayuran agar dirasakan lebih gurih oleh anak.

5. Sekali-kali berikan motivasi melalui bacaan cerita atau dongeng yang mengisahkan tentang manfaat sayuran.

6. Libatkan anak saat memasak sayuran. Dengan suasana yang menyenangkan anak akan lebih bersemangat mencoba hal-hal yang baru di dapur, namun orang tua harus lebih mengawasinya agar tidak melakukan hal-hal yang membahayakannya selama di dapur.

7. Tetap bersabar jika anak tidak mau makan sayur, terus dicoba akan tetapi jangan memaksanya. Justru dengan semakin dipaksa, anak akan semakin menghindari sayur dan menjauhinya.

8. Variasi dalam memasak. Perlu disiasati pula dalam memasak sayuran agar anak tertarik untuk memakan sayuran. Misalnya Anda mencampurakannnya dengan telor dadar.

9. Kreatifitas menghiasi makanan anak dengan sayuran. Anda bisa membuat wajah di piring nasi goreng anak dengan mata dari kacang polong, rambut dari bayam, bibir dan hidung dari wortel, dan telinga dari bunga brokoli. Tentu hal ini akan menarik perahatian anak dan mereka terdorong untuk memakannya karena bentuknya yang lucu.

Selamat mencoba

Bangun setiap tiga sampai empat jam di malam hari pada bayi adalah hal yang normal. Biasanya penyebab utama mengapa mereka bangun, karena merasa lapar (haus), atau tempat tidurnya basah akibat mereka mengompol. 

Penyebab lain mengapa bayi sering terbangun di malam hari, karena mereka sudah tidur cukup lama sebelumnya. Nah, jika Anda memiliki bayi yang sering terbangun di malam hari, inilah beberapa alasan lain yang harus diketahui mengapa buah hati Anda terbangun di malam hari.

Jam Tidur Tidak Teratur Bayi tidak memiliki jam tidur yang rutin sampai sekitar usia enam tahun. Demikian pendapat yang dikemukakan para pakar dari American Academy of Pediatrics (AAP). Untuk bayi yang baru saja lahir untuk 16-17 jam per hari, mereka hanya bisa tidur satu atau dua jam pada suatu waktu. Semakin besar atau semakin bertambah usianya, bayi biasanya membutuhkan lebih sedikit waktu untuk tidur. Bayi usia enam bulan juga masih normal bila terbangun di malam hari dan tidur kembali setelah beberapa menit.

Inilah Penyebab Bayi Terbangun di Malam Hari


Perubahan Lingkungan dan Rutinitas Jika Anda memiliki bayi yang biasanya tidur nyenyak, tapi tiba-tiba sering terbangun, maka ada kemungkinan bahwa akar masalahnya adalah karena perubahan suhu kamar, atau jumlah cahaya dan bunyi yang terdengar di kamar tidurnya. Seorang bayi bisa bangun jika mereka mendengar orangtuanya mendengkur, bergerak atau mungkin batuk. Anda juga harus selalu memeriksa apakah bayi Anda suhu tubuhnya terasa panas, atau kedinginan. 

Nyeri (Rasa Sakit) Nyeri atau rasa sakit juga dapat menyebabkan bayi terbangun di malam hari. Orang tua harus segera membawanya ke dokter untuk segera mendapat pengobatan secara tepat.

Pertumbuhan Bayi yang tidurnya terganggu juga bisa menjadi tanda, bahwa bayi Anda akan tumbuh dan belajar hal baru seperti merangkak atau berjalan. Bayi Anda akan bisa tidur nyenyak lagi bila ia berhasil belajar sesuatu yang baru itu. 

Pertumbuhan Gigi Bayi Anda yang sedang tumbuh gigi sering terbangun di malam hari. Perasaan tidak nyaman inilah yang menyebabkan bayi terbangun. Tak hanya itu, banyak bayi bahkan harus mengalami demam ketika gigi mereka tumbuh. 

Gelisah Hal lain yang dapat menyebabkan bayi terbangun di malam hari adalah, karena mereka tidur terpisah dari orangtua. Hal ini sering terjadi pada bayi usia 9-12 bulan, yang mulai tidur terpisah dari orangtuanya. Mereka sering terbangun di malam hari dan memanggil nama orangtuanya. Hal ini normal terjadi dalam tahap perkembangan emosional anak.Bangun setiap tiga sampai empat jam di malam hari pada bayi adalah hal yang normal. Biasanya penyebab utama mengapa mereka bangun, karena merasa lapar (haus), atau tempat tidurnya basah akibat mereka mengompol. Penyebab lain mengapa bayi sering terbangun di malam hari, karena mereka sudah tidur cukup lama sebelumnya. Nah, jika Anda memiliki bayi yang sering terbangun di malam hari, inilah beberapa alasan lain yang harus diketahui mengapa buah hati Anda terbangun di malam hari.Jam

Tidur Tidak Teratur Bayi tidak memiliki jam tidur yang rutin sampai sekitar usia enam tahun. Demikian pendapat yang dikemukakan para pakar dari American Academy of Pediatrics (AAP). Untuk bayi yang baru saja lahir untuk 16-17 jam per hari, mereka hanya bisa tidur satu atau dua jam pada suatu waktu. Semakin besar atau semakin bertambah usianya, bayi biasanya membutuhkan lebih sedikit waktu untuk tidur. Bayi usia enam bulan juga masih normal bila terbangun di malam hari dan tidur kembali setelah beberapa menit. 

Perubahan Lingkungan dan Rutinitas Jika Anda memiliki bayi yang biasanya tidur nyenyak, tapi tiba-tiba sering terbangun, maka ada kemungkinan bahwa akar masalahnya adalah karena perubahan suhu kamar, atau jumlah cahaya dan bunyi yang terdengar di kamar tidurnya. Seorang bayi bisa bangun jika mereka mendengar orangtuanya mendengkur, bergerak atau mungkin batuk. Anda juga harus selalu memeriksa apakah bayi Anda suhu tubuhnya terasa panas, atau kedinginan.

Nyeri (Rasa Sakit) Nyeri atau rasa sakit juga dapat menyebabkan bayi terbangun di malam hari. Orang tua harus segera membawanya ke dokter untuk segera mendapat pengobatan secara tepat.

Pertumbuhan Bayi yang tidurnya terganggu juga bisa menjadi tanda, bahwa bayi Anda akan tumbuh dan belajar hal baru seperti merangkak atau berjalan. Bayi Anda akan bisa tidur nyenyak lagi bila ia berhasil belajar sesuatu yang baru itu. 

Pertumbuhan Gigi Bayi Anda yang sedang tumbuh gigi sering terbangun di malam hari. Perasaan tidak nyaman inilah yang menyebabkan bayi terbangun. Tak hanya itu, banyak bayi bahkan harus mengalami demam ketika gigi mereka tumbuh. 

Gelisah Hal lain yang dapat menyebabkan bayi terbangun di malam hari adalah, karena mereka tidur terpisah dari orangtua. Hal ini sering terjadi pada bayi usia 9-12 bulan, yang mulai tidur terpisah dari orangtuanya. Mereka sering terbangun di malam hari dan memanggil nama orangtuanya. Hal ini normal terjadi dalam tahap perkembangan emosional anak, seperti dikutip dari circle of moms.





Kasus penculikan anak, tak hanya menyergap keluarga yang berkecukupan, dengan tujuan mendapatkan uang tebusan. Dikalangan masyarakat bawah pun, kasus penculikan anak terjadi, untuk diperjualbelikan atau diperkerjakan. Apa pun motif tindakan tak beradap itu, menimbulkan luka yang dalam pada korban. Baik anak maupun keluarga. Selama dalam sekapan para penculik, seorang anak umumnya mengalami beberapa jenis kekerasan, baik secara fisik maupun mental.

Namun, diantara beberapa jenis kekerasan tersebut, yang paling menakutkan bagi anak adalah berpisah dengan orangtua atau orang-orang yang disayangi. Dia harus tinggal dengan orang yang umumnya sama sekali tidak dia kenal. Kalau penculik orang yang dikenal, anak tetap merasa tidak nyaman, bahkan tersiksa karena tidak tahu kapan bisa bertemu dengan orangtua dan keluarga.

Meningkatnya kasus penculikan merupakan sinyalemen bahwa kekerasan pada anak meningkat. Eskalasi kekerasan itu, memperkuat dugaan bahwa banyak orang yang menganggap anak hanyalah sebagai miniatur orang dewasa, tidak berdaya, rentan, dan peka. Ketidak berdayaan anak kemudian dimanfaatkan orang dewasa dan dianggap objek. Padahal anak merupakan aset bangsa yang perlu dirawat agar tumbuh optimal. Jadi anak perlu dijamin dan dilindungi hak-haknya.

Usia balita merupakan tahap egosentis dimana anak berpikir bahwa semua keinginannya harus dipenuhi. Namun, ketika diculik kondisi tersebut berubah 180 derajat, anak tidak lagi bisa berontak maupun mengontrol keadaan. Dalam pikiran anak akan muncul seperti, "mengapa saya tidak dijemput?" dan lain-lain.

Ketidaktahuan dan ketidak mengertian anak tentang kondisi yang sedang terjadi, akan menimbulkan dampak negatif pada pencintraan anak. Figur orangtua yang selama ini menjadi idola, perlahan akan luntur dan berkembang menjadi kemarahan. Pada anak yang lebih besar, biasanya akan muncul pikiran bahwa penculikan yang dia alami merupakan akibat dari kesalahan yang telah dia buat.

Lamanya masa penyekapan dan penculikan, akan mempengaruhi kestabilan emosi anak. Akibat yang muncul berbeda-beda tergantung dari motif penculikan, apakah menculik untuk dijadikan anak, meminta uang  tebusan, atau motif pengambilan organ tubuh.

Penculik yang motifnya ingin mnjadikan korban sebagai anaknya biasanya cenderung memanjakan. Pelaku juga akan melakukan cuci otak dengan mengatakan, bahwa meraka adalah papa dan mama si anak yang sebenarnya dan melakukan pembunuhan karakter orangtua. Figur orangtua yang selama ini dikenal, secara sistematis dihapus dari memori si anak, untuk selanjutnya berganti dengan figur si penculik.

Pemulihan
Beberapa korban penculikan yang selamat mengalami trauma yang tidak segera diatasi akan menetap hingga dewasa. Wujudnya biasanya berupa mimpi buruk, takut keluar rumah,curiga bila bertemu orang, dan tidak percaya diri dalam pergaulan. Atau mengalami ketakukan untuk berpisah dengan anggota keluarganya. Anak akan takut untuk pergi ke sekolah,atau menginap ditempat lain tanpa  orangtuanya. Bahkan ketakutan untuk berkenalan, atau bertemu orang lain. Ketakutan ini bisa memunculkan gejala seperti rasa pusing dan rasa sakit yang tidak bersumber penyakit fisik.

Untuk mengatasi kondisi tersebut orangtua harus membangun kembali pola asuh yang konsisten, artinya prinsip-prinsip utama dalam pengasuhan jangan pernah diterjang. Orangtua juga dituntut untuk memberi perhatian lebih pada anak pasca penculikan karena dalam keadaan ini kondisi kejiwaan anak belum stabil.

Selain memulihkan kondisi psikis dan fisik anak, juga penting diperhatikan upaya pemulihan terhadap orangtua pasca penculikan anak. Ternyata, orangtua juga tak kalah menderitanya dengan anak yang menjadi korban penculikan, bahkan bisa mengalami trauma yang lebih dalam. Peraan orangtua korban penculikan biasanya bercampur aduk, tak kalah menderitanya dengan anak.

Pada orangtua, muncul perasaan, sedih, marah yang bercampur menjadi satu. Dalam banyak kasus, orangtua akan berubah menjadi ekstrim. Misalnya menjadi memanjakan atau berupaya melindungi si anak secara berlebihan. pola-pola pendidikan untuk mendisiplinkan dan menanamkan kepercayaan diri pada anak, kerap diabaikan dengan alasan demi melindungi anak. Kondisi ini hanya akan merugikan keduanya.

Cara terbaik mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui konseling dengan ahli. Masa pemulihan pasca penculikan, diharapkan dapat lebih cepat dicapai orang tua dibanding anak. dengan asumsi, kepribadian orangtua jauh lebih matang dibanding anak, pemulihan trauma orang tua akan sangat membantu si anak.

Mencegah penculikan
bagaimanapun , mencegah selalu lebih baik. Para orangtua kini harus lebih waspada dan berhati. Orangtua harus menanamkan  pengertian kepada anak agar jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Perlu  juga diberitahukan kepada pihak sekolah atau tempat kursus siapa yang akan datang menjemput si anak, bagaimana mengawasi si anak bila sekolah telah usai, tetapi penjemput belum tiba. penjemput pun harus tahu betul jadwal pulang sekolah si anak.

Anak juga perlu dibekali sikap waspada. Ajari anak agar mau di ajak oleh orang-orang yang dikenalnya, bila telah mendapat izin langsung dari orangtua. Anak juga perlu diajari untuk berani menolak, dan berteriak sekencang-kencangnya bila ada orang yang membujuknya bahkan memaksa untuk ikut dengannya. Sebagaimana upaya kuratif, orangtua bisa segera melaporkan kepada polisi segera setelah menyadari adanya kemungkinan penculikan. Upaya lain yang bisa ditempuh adalah menyebarkan foto identitas si anak serta nomor kontak orangtua sebanyak mungkin tempat. Dalam hal ini, foto jauh lebih berarti daripada deskripsi dalam bentuk lain.

Penculikan, perdagangan, penganiayaan, eksploitasi, hingga aksi penjualan organ tubuh anak bukanlah tindak kriminal biasa. Pada kasus ini, mestinya diberlakukan pasal berlapis, sehingga pelaku pelanggaran hak anak yang dilakukan oleh pelaku dewasa mesti diberikan sanksi yang maksimal. Hukuman maksimal dan berlapis  bagi pelaku- yang ada dalam UU perlindungan anak- dapat memberikan perlindungan lebih bagi si anak.

Sesuai  UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pelaku penculikan anak - apalagi yang kemudian diikuti dengan tindakan kekerasan, bahkan bila sampai memperdagangkan organ tubuh - harus diberlakukan hukuman maksimal, bahkan hukuman seumur hidup. Bagi anak yang selamat dan masih hidup saja, dampak kekerasan, penculikan, pemerkosaan atau penganiayaan lainnya. Menimbulkan penderitaan fisik dan psikis yang dapat berlangsung lama, bahkan seumur hidup.

Oleh karena itu perlu dipahami, bahwa memperhatikan keamanan dan keselamatan anak, adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya orangtua si anak. Semua orang dewasa berkewajiban menjaga tunas-tunas itu mampu tumbuh berkualitas.

Habis ini kakak les ya, Ma? Kalimat itu selalu ditanyakan cita (5 tahun) setiap pulang sekolah ekspresinya datar, namun tatap tersirat nada harap-harap cemas. Begitu mendapat jawaban bahwa hari ini les libur, ekpresinya langsung berubah total "Yes aku bisa main!" sambil berjingkrak meninggalkan mamanya. Hal  seperti ini yang membuat resah. Dulu Cita memaksa ikut les Bahasa Inggris katanya dia pengen ke desneyland, jadi harus bisa bahasa Inggris. Keluarga pun menyambut baik permintaan Cita. Saiapa sih yang tidak pengen anaknya cas cis bahasa asing.  Pada awalnya Cita begitu semangat berangkat les, tapi sekarang jangankan semangat, kalau bisa diterjemahkan, maka Cita seolah mengatakan "Aku gak mau berangkat les lagi" Hampir satu tahun Cita les, namun dia tidak pernah cerita bagaimana serunya saat les. Memang Cita bukan tipe anak yang hebat bercerita, namun sepertinya dia tidak begitu menikmati kegiatan lesnya . Kemampuan Bahasa Iggrisnya juga tidak mengalami lompatan yang signifikan, biasa saja.  Mama mulai bimbang menghadapi situasi ini, kalau berhenti rasanya sayang karena bahasa Inggris pasti dibutuhkan untuk masa depan. Namun melihat Cita berangkat les tanpa semangat dan hasilnya begitu-begitu saja, rasanaya juga kasihan. Apalagi dia mendapat laporan dari pembantunya kalau cita pernah menangis dan bilang nggak mau les lagi.

BERIKAN SESUAI KEBUTUHAN
Dalam prinsip pengasuhan dan pendidkan, orang tua hendaknya memberikan sesuai dengan kebutuhan anak. Saat anak meminta sesuatu kepada orang tua. apakah itu mencerminkan kebutuhannya dan orang tua harus selalu mengabulkannya? Karena permintaan hanya berbeda tipis dengan kebutuhannya. Orang tua yang bijak hendaknya mencerna terlebih dahulu dan memastikan bahwa yang diberikan benar kebutuhannya. Seorang bayi menangis, menunjukkan bahwa dia sedang mengajukan permintaan. Orang tua akan mencerna terlebih dahulu arti tangisan tersebut, apakah bayi kehausan, membutuhkan makanan, kepanasan, buang air, atau bahkan kesakitan. Sehingga tangisan bayi akan reda saat orangtua tepat memberikan kebutuhannya.
Les Bukan Jaminan Sukses

Saat anak sudah bisa berbicara menyampaikan permintaannya, apakah itu mencerminkan kebutuhannya? Bagaimana bila anak menangis dan berterial-teriak meminta mainan di mall? Orang tua yang bijak hendaknya mencerna arti ucapan, teriakan atau bahkan tangisan si anak. Apakah itu merupakan keinginan emosionalnya atau benar-benar kebutuhannya?  Tak jarang orangtua mengabulkan permintaan anak bukan dengan dasar kebutuhannya, tapi untuk mempercepat penyelesaian masalah supaya diam, tidak rewel atau bahkan membuat malu orang di mall.

KEBUTUHAN SIAPA?
Bagaimana dengan kasus Cita? Apakah les yang dimabilnya merupakan kebutuhan atau tidak? Pada masa usia dini, orang tua hendaknya memberikan kegiatan yang bermakna bagi anak sesuai dengan perkembanagnnya. Kegiatan yang dilaukan anak, diharapkan merupakan investasi pengetahuan dimasa  yang akan datang. Jangan buang waktunya percuma untuk kegiatan yang tidak membuat dirinya berbahagiah karena melakukannya dengan terpaksa. Karena akan sulit tersimpan dalam memori jangka panjang.

Apakah Bahasa Inggris tidak penting bagi Cita? Lebih baik dilihat terlebih dahulu kondisi lingkungannya. Bila sekolah Cita berpengantar Bahasa Inggris, dan dirumah orangtua tak jarang menggunakannya untuk berkomunikasi, Les Bahsa Inggris bisa jadi pendukung untuk mengasah keterampilannya. Namun, bila dia bersekolah dengan Bahsa Indonesia dan dirumah jarang digunakan Bahasa Inggris wajar saja kalau Ciat merasa tidak nyaman. Bahkan bisa jadi merasa tertekan karena harus belajar Bahasa Inggris seorang diri. Sementara orangtuanya tidak punya kewajiban semacam itu. Sama halnya dengan kasus les piano. Banyak orangtua mendaftar supaya anaknya jago main piano. Namun tak jarang ditemukan anak-anak yang frustasi karena harus berlatih. Kenapa akau harus berlatih setiap hari, sementara orang-orang di rumah dan teman yang lain tidak?

Pemeberian kegiatan pada anak usia dini hendaknya diperhatikan, apakah benar itu kebutuhan anak atau demi kebanggan orangtua? Jangan sampai demi kebanggaan, anak terpaksa ikut bermacam-macam kegiatan yang belum tentu bermakna dan membuatnya bahagiah. Hal ini seperti menyimpan bom waktu yang siap meledak suatu saat.

LES BUKAN  JAMINAN SUKSES
Masa usia dini masa eksplorasi. Biarakan anak mencoba berbahagiah hal yang disenangi. Namun jangan kaget, bila dalam beberapa waktu dia sudah berpindah ke lain hati. Itu bukan hal yang aneh bila dia berganti-ganti kesenangan. Mengikuti berbagai les, tidak menjamin kesuksesannya dimasa depan. Bila anak menunjukkan ketertarikannya pada satu hal, maka tugas kita adalah mendukung dengan memberikan sarana dan lingkungan yang kondusif untuknya. Hingga satu saat dia akan menemukan hal yang paling diminatinya. Mari kita bantu anak kita menemukan kejeniusannya karena setiap anak adalah juara.
Powered by Blogger.