Mengajarkan Perbedaan Peraturan Pada Anak
Saat anak membanding-bandingkan peraturan keluarga dengan peraturan keluarga lain, pendekatan apa yang dapat kita gunakan?
"Kenapa aku nggak boleh makan sambil nonton Tivi?"
"Tidak baik, sayang?"
"Hemm.."
"Kenapa, Ma?"
"Mama tidak tahu, Pokoknya di rumah ini tidak boleh makan sambil Nonton Tivi.""
Pokoknya itulah 'kata sakti' yang sering kita jadikan senjata pamungkas untuk menyetop gugatan anak atas peraturan yang berlaku di rumah kita. Sayangnya pemakaina kata 'pokoknya' dalam situasi semacam ini tidak mengajarkan apa-apa kepada anak, selain memnperkuat anggapan mereka bahwa kita adalah orangtua yang mau menang sendiri.frontal
Adakah pendekatan yang lebih baik? tentu ada!
MEMAHAMI GUGATAN SI KECIL
Coba amati ungkapan si kecil berikut ini. Kadang begitu frontal dan 'Galak' "Nggak mau tidur jam delapan! Mau jam sepuluh kayak Adit"
Apa pun bentuknya, kalau kita lebih peka, sebenarnya ungkapan-ungkapan seperti diatas menunjukkan gugatan anak atas peraturan yang berlaku di kelurganya. Guagatan tersebut muncul setelah mereka membandingkan peraturan yang berlaku atas diri mereka dengan aturan yang berlaku untuk anak yang lain. Dan ini adalah sesuatu yang wajar.
Anak memang penuh rasa ingin tahu. dan tidak hanya itu, selama bertahun -tahun prasekolah anak juga sedang mengembangkan identitas diri. dan gagasan mereka tentang orang lain. Apa yang dipelajari anak di tahun-tahun prasekolah ini, bisa membantu membentuk konsep diri yang positif dan kuat untuk menghormati dan berinteraksi secara nyaman dengan orang yang berbeda dengan dirinya.
Karena anak sedang belajar mengenali persamaan dan perbedaan dirinya dengan orang lain, sejak awal kita bisa mengajarkan bahwa dilingkungan yang berbeda pula. Mampukah anak mencernanya? Anak-anak kecil ini belajar bahwa perilaku yang berbeda boleh diterapkan denagn situasi yang berbeda pula.
Dalam keseharian, anak prasekolah belajar bahwa lingkungan yang berbeda menurut peraturan yang berbeda pula. Di rumah mereka bisa membantu menyimpan mainannya setelah bermain. Dirumah mereka boleh memiliki boneka kesayangnnya yang tidak mereka pinjamkan kepada siapa pun, dikelompok bermain semua mainan untuk digunakan bersama. Di rumah mereka bebas menonton TV sambil berkomentar.
Houts menyarankan agar kita menyiapkan anak sebelum pergi ketempat-tempat tertentu, Misalnya restoran. Caranya adalah dengan mengatakan kepada anak perilaku apa yang diharapkan disana. Mengacu saran houts, kita agaknya perlu mengajak si kecil sering berkunjung ke orang. Sebelum berkunjung, kita bisa menjelaskan padanya apa yang kita ketahui tentang peraturan atau konveksi (peraturan tidak resmi) di rumah yang yang dikunjungi. Misalnya, Keluarga A suka sekali nonton TV sambil makan. Jadi, kita mungkin akan di ajak makan sambil nonton TV juga.
Dengan cara ini, mudah-maudahan anak terbaisa memahami bahwa rumah orang menuntut peraturan yang berbeda dengan rumah kita.
Karena anak sedang belajar mengenali persamaan dan perbedaan dirinya dengan orang lain, sejak awal kita bisa mengajarkan bahwa dilingkungan yang berbeda pula. Mampukah anak mencernanya? Anak-anak kecil ini belajar bahwa perilaku yang berbeda boleh diterapkan denagn situasi yang berbeda pula.
Dalam keseharian, anak prasekolah belajar bahwa lingkungan yang berbeda menurut peraturan yang berbeda pula. Di rumah mereka bisa membantu menyimpan mainannya setelah bermain. Dirumah mereka boleh memiliki boneka kesayangnnya yang tidak mereka pinjamkan kepada siapa pun, dikelompok bermain semua mainan untuk digunakan bersama. Di rumah mereka bebas menonton TV sambil berkomentar.
Houts menyarankan agar kita menyiapkan anak sebelum pergi ketempat-tempat tertentu, Misalnya restoran. Caranya adalah dengan mengatakan kepada anak perilaku apa yang diharapkan disana. Mengacu saran houts, kita agaknya perlu mengajak si kecil sering berkunjung ke orang. Sebelum berkunjung, kita bisa menjelaskan padanya apa yang kita ketahui tentang peraturan atau konveksi (peraturan tidak resmi) di rumah yang yang dikunjungi. Misalnya, Keluarga A suka sekali nonton TV sambil makan. Jadi, kita mungkin akan di ajak makan sambil nonton TV juga.
Dengan cara ini, mudah-maudahan anak terbaisa memahami bahwa rumah orang menuntut peraturan yang berbeda dengan rumah kita.
