Halloween party ideas 2015

Advertisement
Kafein dalam kopi bisa membuat si anak terjaga, mengganggu jadwal tidur dan sederet ancaman bagi tubuhnya. Kafein tak hanya dalam kopi. Perhatikan asupannya.

Setiap pagi, saat ayahnya minum kopi pagi, Deliar (4 tahun) selalu diberi kesempatan menyeruput kopi sang ayah. Menjadi kebiasaan, seremoni ini bagai menjadi sebuah ritual pagi. Deliar, si gadis mungil berambut kriwil itu akan menagih seruputan kopi jika ayahnya lupa memberi.

"Tidak apa-apa," kata ayahnya. menurut si ayah baik juga memberikan seruput dua ruput kopi pada balita agar anak-anak terhindar dari kejang-kejang kalau mereka sakit panas tinggi. Benarkah?

Tentang Kopi 
Kopi, memiliki efek yang luar biasa bagi peminumnya. Mereka yang minum kopi segera menjadi segar, lebih energik, kerap terjaga dan lebih bisa berkonsentrasi. Tak heran, sebuah sejarah pernah  berkisah bagaimana perilaku aneh kambing-kambing di ethopia sana yang berjingkrak-jingkrak gembira setelah memakan butiran biji kopi.

Kafein dalam kopi bertugas sebagai perangsang kerja otak. Bersifat psikomotorik. Kafein sanggup merilis hormen efinetrin. Hormon ini dapat menaikkan kerja jantung, melancarkan peredaran darah, menambah tensi darah.

Kafein dalam kopi juga sanggup membuat si peminumnya, termasuk balita, menjadi lebih segar, bersemangat seperti kisah kambing gembala. Bukankah efek kafein tersebut bagus? Benar, efek kafein dalam kopi bagus untuk orang dewasa yang membutuhkan tambahan semangat. Namun, bagaimana dengan balita kita?

Kopi dan Baliata
Balita Suka Minum Kopi, Berbahaya?
Benarkah Minum Kopi Cegah Kejang-kejang  pada Balita?
Efek yang diharapkan oleh ayah deliar dalam ilustrasi diawal tulisan ini, masih harus dibuktikan dengan aneka penelitian yang rumit. Sehingga efek positif kopi bagi balita bisa dikatakan tidak ada sama sekali. 

Balita yang kerap minum kopi apakah itu seruput-seruput bahkan satu gelas pun akan menjadi balita yang bersemangat di luar kemampuan tubuhnya. Ia akan menjadi energik tak wajar sehingga tubuhnya malah menjadi kelelahan. Otak si kecil akan terus terjaga. Jantungnya terus terpacu, dan aliran darahnya terlalu lancar sehingga tubuh kecilnya yang masih dalam tahap tumbuh kembang akan terganggu.


Mereka, para balita itu akan selalu dipicu untuk terjaga dan beraktivitas. Padahal yang namanya balita harus cukup istirahat untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya dan perkembangan otaknya.

Kafein juga dapat menimbulkan adiksi. Akibatnya, anak0-anak yang sudah kecanduan menyeruput kopi akan susah menghentikannya. Sama seperti orang dewasa akan merasa pusing bila kopi dihentikan, demikian juga anak-anak. Kalau anak-anak peminum kopi rewel suatu saat mungkin itulah penyebabnya. Jadi, jangan sekali-kali mengenalkan kopi pada anak-anak.

Kafein, Tak hanya pada kopi.

Kandungan kafein bukan hanya ada pada kopi. Melainkan pada jenis minuman lainnya. 
  • Minuman sodan dan kola. Satu kaleng minuman soda dan kola bisanya mengandung 23-25 miligram kafein
  • Cokelat. Kafein secara natural ada di dalam cokelat. Jadi apa pun olahan cokelat pasti akan memberikan efek stimulasi. Dalam permen cokelat setidaknya terdapat 10 miligram kafein
  • Es krim. jika kita menambahkan cokelata atau kopi sebagai rasa pada es krim kuta, kita telah menambahkan kafein di dalamnya. Rata-rata pada setengah mangkuk es krim dengan du rasa tersebut terdapat 30-45 miligram kafein.
  • Minuman Berenergi. Salah satu alasan mengapa minuman kemasan tersebut menjanjikan untuk memompa energi adalah di dalamnya terdapat kafein.
Jadi....
  • Jangan pernah mengenalkan rasa kopi pada anak-anak
  • Jangan ajak si kecil nongkrong di kedai kopi.
  • Jangan memberikan makanan lain yang mengandung kafein pada malam hari karena akan membuat si kecil susah tidur.
  •  Jadilah rule model yang sehat untuk anak. Bagaimana anak tidak ingin mencicipi kopi bila bapaknya dan ibunya punya kebiasaan menyeruput kopi di depan mereka.
  • Berikan pilihan yang lebih sehat, seperti jus buah atau susu cokelat yang bisa memberi manfaat kalsium untuk anak.


Powered by Blogger.