Advertisement
Bayi sehat berawal dari makanan yang tepat. Sebagai sumber pertumbuhan, makanan akan menyiapkan dan mendukung semua organ tubuh bayi untuk mendapatkan berbagai stimulasi yang akan meningkatkan kemapuan fisik dan inteljensia anak. Bagaimana memilih makanan yang tepat untuk bayi? Berikut paparan dari permatapelangi.com.
Kapan sebaiknya bayi mulai diberi makanan selain ASI dan jenis makanan apa yang boleh dikenalkan pada bayi?
Pemberian makanan pendamping ASI, dianjurkan untuk diberikan mulai usia 6 bulan. Cara pemberian makanan bertahap, mulai dari cair, lunak (bubur susu), kemudian lembek (tim saring), agak kasar, kemudian makanan padat (makanan orang dewasa). Banyaknya makanan yang diberikan juga mulai dari jumlah sedikit dan ditambah secara bertahap. Jenis makanan bervariasi, buah pepaya (disaring atau di blender), pisang (dikerok halus), jeruk (diperas), bubur susu (dari tepung beras atau tepung maizena), biskuit bayi, jenis makanan ini mulai diberikan satu persatu, tidak diberikan sekaligus semua dalam waktu bersamaan.
Mana yang lebih baik, bayi diberi makanan instan organik atau makanan yang diolah sendiri?
Lebih dianjurkan bayi diberi makanan yang diolah sendiri, dengan pertimbangan bahwa makanan buatan sendiri lebih bergizi dan bebas zat-zat aditif, lebih bervariasi, lebih mudah dan hemat, dan jauh lebih lezat dibandingkan makanan instan.
Apakah boleh makanan instan bayi dicampur dengan makanan yang diolah sendiri? Dan kapan bayi boleh mengkonsumsi makanan instan?
Tidak dilarang mencampur makanan instan dan hasil olahan sendiri. Makanan instan untuk bayi tersedia di pasaran untuk bayi 6 bulan dan seterusnya.
Apakah boleh bila makanan bayi dihanmgatkan di dalam micromave?
![]() |
| Pemberian makanan yang tepat agar bayi sehat dan Pemberian makanan pendamping ASI, dianjurkan untuk diberikan mulai usia 6 bulan |
Bisakah bayi terkena alergi terhadap makanan. Apa tanda-tanda bayi alergi pada makanan?
Bayi bisa terkena alergi terhadap makanan tertentu. Tanda-tanda alergi bervariasi, antara lain, muntah, diare, kembung, napas beunyi " grok grok", kulit kemerahan. Bila bayi alergi terhadap makanan tertentu, dianjurkan agar pemberian makanan tersebut dihentikan. Bila gejala alergi cukup berat atau berkepanjangan segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Bagaimana memilh makanan yang tidak menimbulkan alergi untuk bayi?
Makanan yang biasanya menimbulkan alergi untuk bayi bervariasi, antara lain susu sapi, putih telur, seafood, kacang tanah, coklat, tomat, pisang dan lain-lain. Harus diingat bahwa pemberian makanan padat yang diperkenalkan terlebih dini pada bayi juga bisa memicu reaksi alergi pada bayi.
