Advertisement
Sesak napas memang identik dengan asma. Gejala tersebut terjadi karena menyempitnya saluran napas, yang bisa hilang sendiri atau dalam waktu beberapa hari, tapi bisa juga menetap, tergantung dari berat ringannya. Serangan asma dikategorikan sebagai asma yang sedang, ringan dan berat, sementara kalau keseringan disebut dengan asma episode jarang, sering, dan persisten atau berat. Gejala khas asma adalah sesak dari yang ringan seperti batuk biasa sampai berat seperti tampak kebiru-biruan bahkan hingga terjadi henti napas dan meninggal.
Pemicu asma lebih banyak karena alllergen (pemicu alergi) di udara. Polusi, asap rokok, debu yang tak kalah seringnya adalah tungau debu rumah yang biasanya terdapat dalam karpet, kursi, atau bulu binatang. Makanan, misalnya telor, seafood, dan kacang tanah juga bisa mencetuskan asma, tetapi tidak sebanyak alergen yang dihirup.
Riwayat Keluarga
Jika dilihat dari faktor pemicunya maka setiap orang memiliki resiko yang sama besarnya untuk menyandang asma. Itulah sebabnya deteksi dini sangat diperlukan guna mengetahui apakah seseorang berpotensi menjadi penderita asma atau tidak. Dalam hal ini diteksi dini yang dilakukan merupakan deteksi alergi secara keseluruhan tidak hanya asma.
Harus ditentukan pertama kali dari riwayat keluarga. Di unit kerja kelompok alergi departemen ilmu kesehatan anak FKUI, misalnya, menyediakan kartu deteksi dini alergi. Diamana sesaat sebelum lahir dicari tahu dan dicatat apakah bayi yang akan dilahirkan memiliki risiko alergi atau tidak. Kartu di isi oleh bidan, suster atau dokter kandungan yang membantu persalinan, sehingga ketika di lahir kita bisa tahu apakah dia memiliki risiko alergi atau tidak.
Kalau segera diketahui bisa langsung diberikan tindakan misalnya dengan ASI eksklusif atau jika Asi tidak memungkinkan dipilihkan susu formula yang hipoalergenik. Berdasarkan penelitian sekitar 85-90% merupakan faktor genetik dan sisanya sebesar 10-15% karena faktor non genetik, mungkin tidak jelas atau pembawa sifat. Itula sebabnya salah satu tujuan kartu deteksi dini itu untuk menanyakan status alergi dalam keluarga seperti dari ibu, bapak, atau saudara kandung.
Pada orang dewasa maupun anak, gejala asma adalah sama. Hanya sedikit perbedaannya, misalnya dalam hal pencetusnya dimana pada orang dewasa lebih banyak karena alergen, dan faktor emosi.
Gejala khas yang ditimbulkan anak penyandang asma biasanya batuk lama, terkadang anak menjadi gagap bicara jika timbul serangan, serta muntah.
![]() |
| Obat hirup untuk mengontrol asma, kita tidak bisa menyembuhkan alerginya sebab itu sudah bakat dari lahir tetapi asmanya bisa dikendalikan. |
Dari hasil penelitian memang anak laki-laki lebih dominan dibandingkan anak perempuan. Hal tersebut diyakini karena anak laki-laki lebih sering bermain diluar ruangan dibandingkan anak perempuan.
Ganggu Tumbuh Kembang Anak
Apapun kondisinya, Masyarakat tidak perlu kuatir jika buah hatinya menyandang asma. Sebab pada prinsipnya asma dapat dikendalikan yitu dengan cara kontrol dengan tepat. Caranya dengan menghindari allergen, jangan terlalu lelah, dan jika tidak memungkinkan maka bisa dengan minum obat pengontrol asma. Saat ini sudah banyak tersedia jenis obat hirup.
Satu hal yang harus diperhatikan orangtua bahwa asma harus dikontrol sebaik mungkin, sebab pada anak jika asma tidak terkontrol akan berimbas pada tumbuh kembang yang terganggu. Kalau sering sesak napas oksigen tidak masuk dengan sempurna apalagi kalau tidak masuk ke otak, akibatnya kecerdasan dan pola hudup anak akan terganggu. Sehingga bila dibiarkan akan kronis, pertumbuhan fisik dan kecerdasan menjadi taruhannya.
Hal yang harus diluruskan di masyarakat adalah asma bisa disembuhkan dengan kontrol yang baik, kita tidak bisa menyembuhkan alerginya sebab itu sudah bakat dari lahir tetapi asmanya bisa dikendalikan. Juga makanan apapun seperti hati unta, tidak ada hubungannya dengan asma, itu hanya sugesti saja.
Aktivitas fisik, terutama renang sangat baik dilakukan, Sebab renang tidak membuat tenggorokan dan saluran napas kering. Selain itu juga, tak perlu kuatir akan tertular asma, sebab asma tidak akan menular sebab ia sangat tergantung dari bakat alerginya seseorang. Jika tidak ada bakat atau riwayat keluarga maka tidak perlu kuatir. Asma akan menular jika ada infeksi, baik infeksi virus maupun bakteri. Itulah sebabnya jika terjadi eksim segera sembuhkan dengan tuntas sebelum berjalan menjadi asma. Sebab secara alamiah eksim karena alergi makanan nantinya bisa jadi asma jika tidak diobati dengan baik.
Satu hal yang harus diperhatikan orangtua bahwa asma harus dikontrol sebaik mungkin, sebab pada anak jika asma tidak terkontrol akan berimbas pada tumbuh kembang yang terganggu. Kalau sering sesak napas oksigen tidak masuk dengan sempurna apalagi kalau tidak masuk ke otak, akibatnya kecerdasan dan pola hudup anak akan terganggu. Sehingga bila dibiarkan akan kronis, pertumbuhan fisik dan kecerdasan menjadi taruhannya.
Hal yang harus diluruskan di masyarakat adalah asma bisa disembuhkan dengan kontrol yang baik, kita tidak bisa menyembuhkan alerginya sebab itu sudah bakat dari lahir tetapi asmanya bisa dikendalikan. Juga makanan apapun seperti hati unta, tidak ada hubungannya dengan asma, itu hanya sugesti saja.
Aktivitas fisik, terutama renang sangat baik dilakukan, Sebab renang tidak membuat tenggorokan dan saluran napas kering. Selain itu juga, tak perlu kuatir akan tertular asma, sebab asma tidak akan menular sebab ia sangat tergantung dari bakat alerginya seseorang. Jika tidak ada bakat atau riwayat keluarga maka tidak perlu kuatir. Asma akan menular jika ada infeksi, baik infeksi virus maupun bakteri. Itulah sebabnya jika terjadi eksim segera sembuhkan dengan tuntas sebelum berjalan menjadi asma. Sebab secara alamiah eksim karena alergi makanan nantinya bisa jadi asma jika tidak diobati dengan baik.
