Halloween party ideas 2015

Advertisement
Apa reaksi Anda ketika mendengar si kecil berkata demikian? Kesal, bingung, dan tak tahu harus bagaimana lagi?

Seberapa seringkah Anda harus meninggikan suara dan marah karena anak tidak mau makan? Masalah makan memang cukup sering dikeluhkan orangtua. Masalah ini sering di alami oleh anak usia 1-3 tahun dan dapat berlanjut hingga usia sekolah. Hal ini terjadi karena pada usia tersebut anak sedang asyik bereksplorasi dengan lingkungan dan tidak begitu tertarik dengan makan. Disamping itu pula, pasa usia tersebut secara psikologis, anak ingin otorisasi terhadap apapun yang dilakukannya, ia juga cenderung menolak atau malah besikap melawan atas apa pun yang disuruh oleh orangtua.

Masalah makan sering terjadi adalah selective eaters, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu saja. Ini terjadi karena anak mempunyai memori tertentu terhadap bentuk, rasa, bau dan tekstur tertentu di masa lalu sewaktu kita sebagai orangtua memberi pelajaran makan.

Terkatang anak bisa juga menjadi neophobia, artinya takut mencoba jenis makanan baru. Masalah lain yang sering terjadi adalah justru karena mispersepsi dari orangtua, maksudnya adalah kita sebagai orangtua sering dengan sadar atau tidak sadar hanya memperkenalkan dan memberikan makanan  yang terbatas variasinya. Alasan yang sering dikemukakan oleh para orangtua adalah takut terjadi alergi, takut gangguan percernaan atau masih terlalu kecil, alias belum cukup umur untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Akibatnya si anak hanya mengal makanan dan rasa yang itu-itu saja sedangkan umumnya pada anak usia 9 bulan keatas sudah dapat merasakan rasa selain manis, indera perasanya sudah peka terhadap rangsangan berbagai macam rasa.  Setelah Usia 1 tahun, anak juga lebih senang mengkonsumsi makanan yang lebih tajam rasanya. Ia juga sudah mulai ingin berekspresi untuk memegang sendok sendiri, menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sendiri serta bereksperimen dengan bentuk, tekstur dan rasa yang berbeda.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memberikan makanan pada anak adalah jangan sampai melakukan pola  pemaksaaan dalam memberikan makanan ataupun sekedar mencobakan bentuk, tekstur dan rasa baru. Ingat, masa beberapa kali percobaan untuk sampai hingga anak tersebut menyukainya.

Masalah makan sering terjadi adalah selective eaters, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu saja
Masalah makan sering terjadi adalah selectiveeaters, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu saja
Bagamana cara mengatasinay? Berikan makanan yang variatif sejak dini. Usia 6-9 tahun merupakan masa keemasan seorang anak untuk mengenal  dan belajar makan. Diharapkan pada usia 1 tahun sorang anak sudah dapat diberikan makanan keluarga. Jadi, berikanlah  pengalaman bagi anak Anda verbagai macam rasa, konsitensi dan tekstur secara bertahap dan dilakukan dengan sabar. Artinya kita sebagai orangtua menyediakan bentuk , macam dan waktu mekanannya, anaklah yang menentukan seberapa yang ia ingin makan. Tidak perlu memaksakan kehendak atau harus habis. Agar anak tidak mengalami kesulitan makan nantinya, perkenalkan jadwal makan yang teratur, tidak berlama-lama dalam memberikan makan cukup 30 ment , berikan lingkungan yang menyenangkan sewaktu makan, tetapi juga tidak bermain sambil makan. Berikan porsi sedikit tapi sering, dorong anak untuk mencoba makan sendiri serta hentikan proses makan jika anak sudah lebih asyik bermain atau menunjukkan tanda penolakan.

Jika kemudian hari ia masih juga memilih makan tertentu, janganlah bingung. Coba perhatikan jenis makanan yang kurang di sukainya, ganti denagn makanan sejenis yang hampir sama kandungannya serta coblah resep masakan unik ala Chep terkenal. Jangan lupa perbaiki teknik penyajian makanan. Anak-anak sangat  suka warna-warni meriah serta makanan yang lain dari pada yang lain, di sini memang kreativitas sangat diperlukan. Tidak lupa pula perlunya orangtua bertindak sebagai role model bagi anak agar ia juga dapat melihat dan akhirnya ingin untuk mencoba makanan selayaknya orang dewasa, mengingat di priode itu pula anak ingin diperlukan bukan sebagai anak kecil lagi.
Powered by Blogger.