Advertisement
Apa reaksi Anda ketika mendengar si kecil berkata demikian? Kesal, bingung, dan tak tahu harus bagaimana lagi?
Seberapa seringkah Anda harus meninggikan suara dan marah karena anak tidak mau makan? Masalah makan memang cukup sering dikeluhkan orangtua. Masalah ini sering di alami oleh anak usia 1-3 tahun dan dapat berlanjut hingga usia sekolah. Hal ini terjadi karena pada usia tersebut anak sedang asyik bereksplorasi dengan lingkungan dan tidak begitu tertarik dengan makan. Disamping itu pula, pasa usia tersebut secara psikologis, anak ingin otorisasi terhadap apapun yang dilakukannya, ia juga cenderung menolak atau malah besikap melawan atas apa pun yang disuruh oleh orangtua.
Masalah makan sering terjadi adalah selective eaters, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu saja. Ini terjadi karena anak mempunyai memori tertentu terhadap bentuk, rasa, bau dan tekstur tertentu di masa lalu sewaktu kita sebagai orangtua memberi pelajaran makan.
Terkatang anak bisa juga menjadi neophobia, artinya takut mencoba jenis makanan baru. Masalah lain yang sering terjadi adalah justru karena mispersepsi dari orangtua, maksudnya adalah kita sebagai orangtua sering dengan sadar atau tidak sadar hanya memperkenalkan dan memberikan makanan yang terbatas variasinya. Alasan yang sering dikemukakan oleh para orangtua adalah takut terjadi alergi, takut gangguan percernaan atau masih terlalu kecil, alias belum cukup umur untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Akibatnya si anak hanya mengal makanan dan rasa yang itu-itu saja sedangkan umumnya pada anak usia 9 bulan keatas sudah dapat merasakan rasa selain manis, indera perasanya sudah peka terhadap rangsangan berbagai macam rasa. Setelah Usia 1 tahun, anak juga lebih senang mengkonsumsi makanan yang lebih tajam rasanya. Ia juga sudah mulai ingin berekspresi untuk memegang sendok sendiri, menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sendiri serta bereksperimen dengan bentuk, tekstur dan rasa yang berbeda.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memberikan makanan pada anak adalah jangan sampai melakukan pola pemaksaaan dalam memberikan makanan ataupun sekedar mencobakan bentuk, tekstur dan rasa baru. Ingat, masa beberapa kali percobaan untuk sampai hingga anak tersebut menyukainya.
![]() |
Masalah makan sering terjadi adalah selectiveeaters, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu saja
|
Jika kemudian hari ia masih juga memilih makan tertentu, janganlah bingung. Coba perhatikan jenis makanan yang kurang di sukainya, ganti denagn makanan sejenis yang hampir sama kandungannya serta coblah resep masakan unik ala Chep terkenal. Jangan lupa perbaiki teknik penyajian makanan. Anak-anak sangat suka warna-warni meriah serta makanan yang lain dari pada yang lain, di sini memang kreativitas sangat diperlukan. Tidak lupa pula perlunya orangtua bertindak sebagai role model bagi anak agar ia juga dapat melihat dan akhirnya ingin untuk mencoba makanan selayaknya orang dewasa, mengingat di priode itu pula anak ingin diperlukan bukan sebagai anak kecil lagi.
