Halloween party ideas 2015

Advertisement
Pola makan tidak teratur serta konsumsi makanan yang asal-asalan sangat mempengaruhi terjadinya gangguan ini. Nyeri di perut , kram, mual, dan muntah adalah bererapa gejala yang sering muncul. Banyak orang yang menganggap gangguan ini sepele dan berusaha mengatasinya dengan produk obat yang beredar dipasaran, padahal belum tentu obat tersebut sesuai dengan keluhan yang dideritanya. Oleh karena itu sebagai konsumen kita harus mengetahui secara benar obat-obat apa saja yang dapat mengatasi gangguan cerna terutama lambung, yang boleh di konsumsi sendiri maupun harus dengan resep dokter, sehingga nantinya kita dapat bijak dan tidak sembarang mengatasi keluhan yang terjadi pada saluran cerna.

Golongan Antasida

Kelompok obat ini adalah jenis yang paling sering digunakan oleh masyarakat sebagai penetralisisr asam lambung saat terjadi serangan maag. Obat yang dapat dibeli tanpa resep ini bekerja dengan cara menaikkan pH lambung ketika produksi asam lambung berlebihan. Anasida sangat efektif diberikan ketika perut kosong, yaitu 2 jam sebelum dan sesudah makan, dan sebelum tidur jika kita khawatir nyeri perut dapat menggangu tidur.

Dipasaran jenis antasida dikemas dalam bentuk bubuk, tablet kunyah, maupun cairan suspensi. Ada banyak kandungan zat yang terdapat dalam antasida diantaranya Aluminium Hidroksida, Kalsium bikarbonat, dan Natrium bikarbonat. Masing-masing Zat memiliki sifat tersendiri sehingga kita perlu mencermati penggunaannya. Umumnya dalam kemasan obat, Aluminium Hidroksida dan Hidroksida dikombinasi untuk meningkatkan khasiatnya dan mengurangi efek samping yang mungkin timbul. Aluminium Hidroksida yang berefek samping konstipasi (sembelit) dan Aluminium Hidroksida  yang berefek sebaliknya, sering dikombinasi agar khasiatnya aman, cepat dan efektif. Antasida yang mengandung kalsium bikarbonat hanya boleh digunakan dalam waktu singkat, dan yang mengandung Natrium bikarbonat tidak bolah digunakan pada penderita hipertensi, gagal jantung, gagal ginjal, dan ibu hamil. Hal lain yang perlu diperhatikan saat menggunakan antasida adalah mencermati apakah ada obat lain yang kita konsumsi secara bersamaan pada saat itu. Jika ya, maka penggunaan keduanya perlu diberi jarak waktu anatara 2-3 jam.

Golongan Altiulcer
Salah Memilih Obat Lambung Ini Akibatnya

obat-obat jenis ini digunakan untuk pengobatan jangka panjang pada tukak lambung atau tukak usus dan umumnya digunakan atas resep dokter. Altiulcer terbagi menjadi empat golongan utama yaitu H2-anatagonis, proton pump inhibitor (PPI), antimuskarinik selektif, dan analogi prostaglandin, tetapi yang sering diresepkan adalah yang golongan H2-anatagonis dan roton pump inhibitor (PPI).  H2-anatagonis bekerja memblog reseptor histamin H2 dalam sel parietal lambung. sehingga mencegah stimulasi histamin yang dapat menimbulkan produksi asam lambung. Caontoh dari H2-antagonis yaitu semetidin, ranitidin, famotidin. Golongan proton pump inhibitor (PPI) bekerja menghambat enzim yang berperan dalam tarnspor  aktif proton, yang nantinya dapat memicu keluarnya asam. Contoh, lansoprazol, omeprazol dan pantoprazol.

Golongan Antidiare

Banyak obat-obat yang digunakan untuk mengatasi diare di antaranya antibiotik (jika diketahui diare karena infeksi bakteri), antimotilitas yang bekerja menghambat gerak usus, dan absorbrn untuk menyerap zat racun yang menyebabkan diare), Absorben seperti arang, attapulgit, dan kaolin efektif menyerap racun yang mengiritasi saluran cerna. sedangkan obat antimotilitas seperti difenoksilat dan loperamid diberikan untuk menghambat pergerakan usus yang berlebihan pada kejadian diare dalam perjalanan. Untuk memberikan pengobatan yang tepat diare, kita harus mengetahui terlebih dahulu penyebab pastinya dengan dengan cara mengkonsultasikan dengan dokter atau apoteker. Hal yang paling penting dan pertama dilakukan pada penanganan diare adalah melakukan penggantian cairan dan efek trolit dengan konsumsi oralit karena umumnya ketika kita diare banyak cairan yang terbuang dan menimbulkan kekurangan cairan (dehidrasi).

Jadi jangan sembarangan minum obat ketika lambung terasa sakit. pilihlah obat yang sesuai dengan keluhan Anda. Bila perlu konsultasikan masalah ini ke dokter.

Nanda Puspita
Pusat Informasi Obat Universitas Gadjah Mada


Powered by Blogger.