Halloween party ideas 2015

Advertisement
Bayi-bayi yang lahir dengan bobot besar biasa disebut makrosamia. Termasuk makrosamia atau giant baby jika saat lahir berberat lebih dari 3,8 kilogram. Kelahiran bayi berbobot lahir besar umumnya dipicu oleh 3 hal. Yakni, faktor dari gizi yang sangat baik, faktor dari ibu penderita diabetes melitus dan bayi-bayi terlahir dari ibu yang mengalami obesitas dan faktor hamil lebih bulan.

Yang paling berisiko adalah jika bayi lahir besar dari ibu penderita diabetes. Sebab, banyak kegawatan yang bakal terjadi sejak si bayi lahir. Kemungkinan besar si besar ini mengalami hipogilkemia dan resiko kesehatan lainnya.

Bakal tumbuh besar?. Mengutip dari sebuah riset terbaru tentang masa depan bayi lahir besar, bahwa belum tentu bay-bayi demiakain akan tumbuh menjadi bongsor. Memang benar bayi-bayi makrosamia punya kesempatan tumbuh menjadi besar pula dengan asumsi peningkatan pertumbuhan sama dengan bayi normal lainnya. Namun, pada faktanya mereka bisa saja tumbuh dengan berat badan normal sesuai usianya.

Pola makan dan pola hidup yang sehat akan menyeimbangkan kebutuhan tubuh si bayi besar di saat selanjutnya. Para ibu yang punya bayi makrosamia  agar tidak cemas anaknya akan menjadi obesitas selama tidak ada indikasi kesehatan membahayakan seperti diabetas. Banyak pasien yang dulu lahir besar namun dalam perkembangan selanjutnya normal-normal saja. Sebaliknya, bayi yang berberat lahir normal berkembang menjadi bayi obes dikarenakan orangtuanya tidak menerapkan pola hidup sehat seimbang.

Lahir Besar, Tumbuh Besar?
Namun demikian, berat tidak ada penagturan penambahan kenaikan berat badan bagi si makrosamia. Pengontrolan berat badan ini, bukan berarti menghambat tumbuh kembangnya melainkan mengatur agar tidak bablas. Pertambahan berat badan tidak boleh lebih dari  1 kg/bulan dalam tiga bulan pertama setelah kelahiran. Tiga bulan selanjutnya, maksimal penambahan BB-nya 600 gr. Tiga  bulan selanjutnya berkurang lagi, setiap bulannya tidak boleh lebih dari 300-400 gram.

Bukankah pada bayi berat normal pun harus ada pengontrolan berat agar tak kurang dan tak berlebihan. Target BB itu bisa tercapai dengan pemberian ASI ekslusif. Sebab kebutuhan ASI itu sesuai dengan demmad-nya, sesuai kebutuhan bayi tak lebih tak kurang.
Powered by Blogger.