Advertisement
Sebagai orangtua, kita harus mengerti apa yang sebenarnya diinginkan si kecil. Harus kita akui kalau anak-anak sulit mengungkapkan keinginan mereka terutama saat mereka masih kecil.
Agar kita bisa memahami apa sebenarnya yang diinginkan anak sehingga komunikasi bisa berjalan dengan lebih baik, Anda bisa mengikuti beberapa tips berikut ini.
Bermain bersama anak
Anak-anak belajar dengan lebih baik melalui permainan. Cobalah bermain bersamanya sekurangnya selama 20 menit. Lakukan ini setidaknya tiga kali sehari. Libatkan diri Anda pada permainan yang disukai anak. Cobalah larut dalam permainannya sehingga komunikasi bisa berjalan dengan lebih lancar sekaligus memberikan pelajaran melalui permainan tersebut.
Jadilah pendengar yang baik
Jadikan anak prioritas
Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak dan jadikan mereka prioritas utama Anda.
Libatkan diri Anda
Tunjukkan kalau kita memang peduli pada anak serta dunianya. Anda bisa melakukan ini dengan mencoba melihat aneka hal dari sudut pandang anak. Berpartisipasilah saat anak menanyakan sesuatu dan tunjukkan rasa ingin tahu seperti yang biasa ditunjukkan si kecil.
Semangati anak untuk berbicara
Janganlah menjadi figur yang dominan saat menyemangati anak berbicara. Cobalah menanyakan hal-hal yang sederhana dimana ia akan dengan senang hati menjawabnya. Cobalah membesarkan hati anak untuk menceritakan sesuatu dengan ekspresi, emosi, mimik dan lain-lain.
Biarkan ia berbicara mengenai keberhasilannya seperti mendapatkan nilai bagus di sekolah, memenangkan lomba atau apapun. Si kecil akan bersemangat bercerita dengan sepenuh hati kepada Anda.
Bantulah anak dengan metode visual
Memperlancar proses komunikasi dengan anak juga bisa dilakukan saat Anda mengajarinya dengan menunjukkan gambar, flash card, video, binatang serta aneka kegiatan lainnya. Tanggapi keingintahuannya dengan menjelaskan dalam bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami serta dimengerti.
Bercerita
Cobalah menceritakan dongeng dengan menggunakan ekspresi wajah, gerakan tangan yang akan lebih menarik perhatian anak.
Tetaplah tersenyum
Sebisa mungkin hindari mimik serius di wajah Anda, begitu pula dengan intonasi suara. Cobalah untuk tetap tersenyum pada si kecil untuk menunjukkan kalau Anda bahagia dengan kehadirannya.
Komunikasi non verbal terdiri atas ekspresi wajah, intonasi suara, kontak mata dan bahasa tubuh. Tanpa kita sadari komunikasi non verbal ini bisa berarti lebih dari ribuan kata lho. Sehingga bahasa tubuh yang menyenangkan membuat si kecil akan lebih dekat dan akrab dengan kita sebagai orangtuanya.
