Advertisement
Lingkungan sosial berupa pertemanan adalah faktor penting dalam perkembangan anak, selain pengaruh keluarga dan orangtua. Melalui peretmanan anak mengembangkan kemampuan sosial dan emosional mereka, juga mengembangkan kepribadian sosial mereka. Dengan mengetahui siapa saja teman anak dan mengenal mereka, maka orangtua bisa mengetahui seperti apa lingkungan sosial yang mengelilingi anaknya.
Selain itu orangtua yang mengenal teman anaknya tentunya keterlibatan mereka dalam kehidupan sosial anaknya. Keterlibatan tersebut, tentunya dalam kadar yang wajar dan merupakan keterlibatan positif yang diyakini dapat meningkatkan kemampuan sosial anak karena anak belajar tentang cara menjalin interaksi sosial yang baik dari orangtuanya. Dengan menunjukkan sikap menerima terhadap teman-teman anak, anak akan merasa dihargai dan dipercaya yang pada akhirnya meningkatkan self- esteem dan rasa percaya dirinya. Anak merasa didukung dan merasa nyaman karena tahu bahwa orangtuanya juga kenal siapa teman mereka. Manfaat lainnya adalah, orangtua akan menjadi lebih kenal dan dekat dengan anak. Hubungan orangtua-anak yang sangat dekat akan sangat bermanfaat bagi perkembangan sosial emosional anak.
Pertemanan anak dan orangtua dengan sahabat anak mutlak diperlukan untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan. Pada saat anak memasuki usia sekolah, ia mulai lebih banyak menghabiskan waktunya dengan teman-teman dibandingkan dengan keluarganya. Seringkali mereka terjebak pada pergaulannya yang tidak sehat, yang dapat merusak dirinya. Oleh karena itu, orangtua perlu perlu menjadi teman bagi sahabat anak, sehingga ia dapat mengenal mereka dengan lebih dan mengenal latar belakang keluarga mereka. Orangtua juga dapat memberi masukan kepada anak bila ada teman-temannya yang membawa pengaruh buruk, serta bagaimana mengatasinya. Selain itu orangtua dapat menjadi tempat curhat bagi sahabat-sahabat anak dikala mereka mengalami konflik dengan orangtuanya.
![]() |
Lingkungan sosial berupa pertemanan adalah faktor penting dalam perkembangan anak,
selain pengaruh keluarga dan orangtua
|
Pada era internet sekarang ini, kedekatan orangtua dengan teman-teman anak semakin diperlukan, karena seringkali anak-anak bertemu dengan teman baru di dunia maya. bila tak hati-hati teman baru ini bisa jadi merupakan orang dewasa yang berpura-pura sebagai anak-anak.atting anak. Bila perlu sesekali ikut terlibat dalam chatting tersebut. Dengan demikian orangtua melindungi anak dari ulah orang-orang usil yang mau memanfaatkan kepolosan dan rasa keingintahuan anak secara tidak baik. Orang seperti itu dapat membahayakan anak-anak kita. Oleh karena itu, orangtua perlu mengetahui siapa saja teman ch
Namun tidak selamanya bergaul dengan sahabat anak menghasilkan hal yang fositif. Orangtua perlu bijak bersikap agar pergaulan dengan teman anak itu tidak berubah menjadi sesuatu yang tidak disuakai anak. Beberapa efek negatif yang dapat terjadi diantaranya adalah anak merasa orangtua terlalu ikut campur dalam kehidupannya. Hal ini bukanya memberi efek positif, tetapi malah bisa membuat anak menjauh dari orangtua. Orangtua juga perlu menjaga perasaan anak , jangan sampai anak merasa cemburu atau iri dengan kedekatan orangtua dan teman mereka. Pada hal-hal tertentu anak-anak menginginkan privasi dan menganggap orangtua akan menghambat keinginan tersebut. Bukan tidak mungkin teman anak akan menolak kehadiran orangtua.
Namun bukan berarti, orangtua harus menyingkir bila anak atau teman anak tidak menginginkan kehadirannya. Oarangtua harus memberikan batasan bahwa ada saat-saat dimana perlu kembali memerankan perannya. Terutama ketika tingkah laku anak-anak dan teman-temanya, dinilai sudah keluar batas kewajaran. Misal, merencanakan hal yang kaurang baik, menjatuhkan dan memusuhi teman lain yang tidak termasuk kelompok mereka, dan sebagainya. Pada saat ini biasanya orangtua menghadapi dilema bagaimana bertindak supaya tidak kehilangan kepercayaan dari sahabat kecilnya.
Dalam menghadapi kondisi seperti itu, orangtua perlu menegaskan perannya. Orangtua sebenarnya tidak harus terlalu memaksakan diri untuk menjadi teman ideal dalam berteman dengan sahabat anak. Yang penting, Tahu dengan siapa anak menghabiskan waktunya. Setelah itu baru kenali siapa saja teman-teman anak. Paling tidak mereka tahu siapa Anda sebagai orangtua atau tuan rumah bila teman-teman berkunjung ke rumah. Yang perlu dikenali adalah informasi umum (misalnya nama, kenal anak Anda dimana, apa yang dilakukan saat bermain bersama, main dimana), dan gambaran kira-kira mereka adalah anak yang seperti apa. Lebih baik lagi kalau bisa mengenal orangtua teman-teman anak, sehingga bisa kenal lebih dekat dan saling menjaga atau tukar info.
Untuk mulai melakukan pendekatan agar dapat menjadi teman sahabat anak, ada beberapa langkah yang disarankan. Mulai saja dari yang dasar, yaitu dengan menunjukkan dikap ramah dan terbuka. lakukan pendekatan seperti layaknya hendak menjalin pertemanan pada umumnya. tunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan anak dan teman-temannya, dan jalin interaksi yang hangat dan komunikasi dua arah. Sisihkan waktu untuk mengenal teman anak dan rancang kegiatan khusus dimana orangtua bisa ikut terlibat didalamnya. Misalnya ikut serta dalam kegitan bermain anak dan temannya, mengundang teman-teman anak untuk bermain dirumah, mengantar anak dan teman-temanya bepergian atau jalan-jalan ke tempat rekreasi, menyempatkan mengantarkan mereka pulang setelah main dirumah atau dari sekolah.
Salah satu hal yang tidak boleh dilakukan orangtua adalah memaksa mengorek info tentang anak untuk kepentingan orangtua. Jadi walaupun orangtua sudah dekat jangan sampai memaksa teman anak merusak rasa percaya yang anak percayakan padanya. Hindari pola adu domba, Misalnya mengatakan, tadi ibu sudah tanya temanmu , katanya kemarin kamu membolos. Benar begitu? Kalau perlu ada yang di cek hindari membawa teman-temanya. Langsung saja to the point.
Hal yang perlu dihindari adalah terlu mau tahu tentang segala hal dalam pertemanan anak, atau terlalu ingin terlibat dalam segala hal atau kegiatan anak dengan teman karena hal itu bisa membuat anak merasa malu atau merasa tidak dipercaya. Sebisa mungkin orangtua jangan memberi larangan yang bersifat frontal tanpa memberikan alasan dibalik larangan tersebut. Misalnya, anak dan sahabat-sahabatnya terlalu asyik main game, sehingga lupa belajar. Orang yang bersahabat akan berusaha menghentikan permainan tersebut dengan memberi pemberitahuan terlebih dulu bahwa beberapa menit lagi mereka harus berhenti bermain game, karena TV atau komputernya mau digunakan.
lalu bagaimana apabila bersahabat dengan anakyang terlibat nakal? Ada dua kemungkianan yang bisa terjadi. Bila anak memiliki hubungan yang terbuka dengan orangtua dan sudah memiliki pemahaman tentang hal baik dan tidak secara cukup baik, mereka mungkin akan mencoba menasehati sahabat-sahabatnya tersebut, dan bila tidak mempan kemungkinan terjadi pemutusan persahabatan. Kemungkinan kedua, bila orangtua kurang harmonis, maka ia akan terpengaruh dan mengikuti kenakalan temannya.
Namun jangan buru-buru berburuk sangka bahwa teman yang nakal akan memberi pengaruh bagi anak. Kenali baik-baik teman tersebut karena kadang hanya tampilan luar saja yang memberi kesan nakal. Ketahui juga apa pengaruh teman tersebut bagi anak. Misalnya apakah keselamatan anak terancam, apakah anak mengalami perubahan prilaku yang nyata; jadi lebih agresif, prestasi menurun, dan lain-lain. Yakinkan denganpasti perubahan atau efek negatif yang dialami anak adalah memang karena pergaulannya dengan teman yang nakal dan bukan karena sebab lain. Apabila Anda ingin mendekati teman anak yang nakal, tipsnya sebagai berikut, Anda harus menghilangkan label nakal terebut supaya bisa bertindak obyektif.
Untuk mulai melakukan pendekatan agar dapat menjadi teman sahabat anak, ada beberapa langkah yang disarankan. Mulai saja dari yang dasar, yaitu dengan menunjukkan dikap ramah dan terbuka. lakukan pendekatan seperti layaknya hendak menjalin pertemanan pada umumnya. tunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan anak dan teman-temannya, dan jalin interaksi yang hangat dan komunikasi dua arah. Sisihkan waktu untuk mengenal teman anak dan rancang kegiatan khusus dimana orangtua bisa ikut terlibat didalamnya. Misalnya ikut serta dalam kegitan bermain anak dan temannya, mengundang teman-teman anak untuk bermain dirumah, mengantar anak dan teman-temanya bepergian atau jalan-jalan ke tempat rekreasi, menyempatkan mengantarkan mereka pulang setelah main dirumah atau dari sekolah.
Salah satu hal yang tidak boleh dilakukan orangtua adalah memaksa mengorek info tentang anak untuk kepentingan orangtua. Jadi walaupun orangtua sudah dekat jangan sampai memaksa teman anak merusak rasa percaya yang anak percayakan padanya. Hindari pola adu domba, Misalnya mengatakan, tadi ibu sudah tanya temanmu , katanya kemarin kamu membolos. Benar begitu? Kalau perlu ada yang di cek hindari membawa teman-temanya. Langsung saja to the point.
Hal yang perlu dihindari adalah terlu mau tahu tentang segala hal dalam pertemanan anak, atau terlalu ingin terlibat dalam segala hal atau kegiatan anak dengan teman karena hal itu bisa membuat anak merasa malu atau merasa tidak dipercaya. Sebisa mungkin orangtua jangan memberi larangan yang bersifat frontal tanpa memberikan alasan dibalik larangan tersebut. Misalnya, anak dan sahabat-sahabatnya terlalu asyik main game, sehingga lupa belajar. Orang yang bersahabat akan berusaha menghentikan permainan tersebut dengan memberi pemberitahuan terlebih dulu bahwa beberapa menit lagi mereka harus berhenti bermain game, karena TV atau komputernya mau digunakan.
lalu bagaimana apabila bersahabat dengan anakyang terlibat nakal? Ada dua kemungkianan yang bisa terjadi. Bila anak memiliki hubungan yang terbuka dengan orangtua dan sudah memiliki pemahaman tentang hal baik dan tidak secara cukup baik, mereka mungkin akan mencoba menasehati sahabat-sahabatnya tersebut, dan bila tidak mempan kemungkinan terjadi pemutusan persahabatan. Kemungkinan kedua, bila orangtua kurang harmonis, maka ia akan terpengaruh dan mengikuti kenakalan temannya.
Namun jangan buru-buru berburuk sangka bahwa teman yang nakal akan memberi pengaruh bagi anak. Kenali baik-baik teman tersebut karena kadang hanya tampilan luar saja yang memberi kesan nakal. Ketahui juga apa pengaruh teman tersebut bagi anak. Misalnya apakah keselamatan anak terancam, apakah anak mengalami perubahan prilaku yang nyata; jadi lebih agresif, prestasi menurun, dan lain-lain. Yakinkan denganpasti perubahan atau efek negatif yang dialami anak adalah memang karena pergaulannya dengan teman yang nakal dan bukan karena sebab lain. Apabila Anda ingin mendekati teman anak yang nakal, tipsnya sebagai berikut, Anda harus menghilangkan label nakal terebut supaya bisa bertindak obyektif.
