Halloween party ideas 2015

Advertisement
Buang angin dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah flatus merupakan proses fisiologi yang normal terjadi pada semua orang, baik anak-anak, bayi, maupun orang dewasa. Karena proses peristatik usus, yaitu gerakan dalam meremas dan mendorong makanan agar bisa di cerna. Sebab, setiap 4 menit usus bergerak terus. Dalam proses pergerakan itu salah satu yang dikeluarkan adalah angin. 

Di dalam usus terdapat banyak gas hasil fermentasi bakteri penghuni usus besar, dan gas itu harus dikeluarkan. Maka, ada istilah buang angin atau buang gas atau sering disebut orang awam kentut.

Secara alami proses tersebut normal, sementara produksi gasnya bisa normal bisa juga berlebihan. Dalam keadaan normal pun gas tetap diproduksi karena makanan tidak semuanya bisa diserap. Ada sebagian seperti serat yang tidak diserap usus halus. Fungsi usu halus untuk menyerap makanan. Di dalam usus besar atau kilon tidak menyerap makanan, tetapi penyerapan air dan elektrolit.

Makanan yang tidak diserap usus halus, misalnya yang mengandung serat dan prebiotik, akan turun ke usus besar. Usus besar normalnya memang mengandung banyak kuman, sekitar 1oo milyar kuman. Kuman tersebut akan menangkap makanan yang tidak diserap, lalu difermentasikan, hasil fermentasi adalah gas. Gas itu dikeluarkan, sehingga buang angin merupakan proses yang sangat normal.

Pada dasarnya batasan normal flatus itu cukup luas, biasanyasehari sampai 4-6 kali masih normal, lebih dari itu kalau tidak ada kelainan, misalnya diare, infeksi saluran pencernaan yang bisa membuat kuman jadi berlebihan, sehingga membuat produksi gas berlebihan, juga masih normal.

Kalaupun sering terjadi faktus tidak perlu dikuatirkan. Falatus tidak berbahaya yang bahaya justru yang tidak bisa buang angin, tidak di keluarkan, karena terdapat kemungkinan obstrksi atau sumbatan di usus kondisi lainnya. Jadi buang angin tidak bahaya.

Kalau terlalu sering cari tahu penyebabnya apa, bukan karena buang anginnya yang bahaya tapi ada apa di balik itu, karena sekali lagi, flatus itu hanya tanda terjadinya sesuatu didalam tubuh kita.

Mereka yang sering buang angin biasanya ada infeksi saluran pencernaan, mengalami pertumbuhan bakteri  berlebihan  (overgrowth bacterial), diare, iritable bowel syndrome (IBS), dan intoleransi laktosa, sementara IBS lebih sering terjadi pada anak remaja dan dewasa.

Bila Si Kecil Sering Buang Angin
Buang angin 4- 6 kalim sehari masih batas normal pada anak-anak
Bau yang timbul dari gas disebabkan overgrowth bacteria di usus dan bila ini terjadi kemungkianan infeksi. Sebab kalau fermentasi bakteri secara normal, tidak menimbulkan bau yang terlalu tajam. Kalau bakterinya patogen, terutama bakteri anerob akan menimbulkan bau busuk. Begitu juga kalau terjadi infeksi saluran pencernaan.

Kalau bau sekali dan terlalu sering misalnya lebih dari 10 kali dalam sehari perlu diwaspadai, diluar itu tidak apa-apa, tidak ada yang perlu dikuatirkan.

Pada bayi, flatus yang terlau sering terjadi karena intoleransi laktosa, maka, sebaiknya orangtua mengurangi susu sapi dan produk turunnnya, berikan susu rebdah atau bebas laktosa.

Sekali lagi, flatus tidak berbahaya, jika terlalu sering harus dicari penyebabnya, ini ibarat sinyal. Bukan flatusnya yang diobati tapi penyebabnya, sama halnya seperti demam, bukan penyakit tapi gejala atau tanda dari suatu penyakit.

Jika flatus tidak teratasi dan pasien merasa kembung harus segera ke dokter, jangan diobati sembarangan, misalnya diberi obat gosok atau diurut. Kembung menyebabkan regangan di usus dan menimbulkan sakit, sehingga bayi jadi rewel.

Pada bayi yang minumasi, enzim laktosanya tinggi pada bulan pertama sehingga masih banyak yang tidak diserap sehingga bayi sering buang anagin, itu normal. Selama berat badannya bagus, tidak ada demam atau keluhan lainnya walaupun sering flatus normal saja. Selain itu kadang-kadang lebih cair buang air besar (BAB)-nya dan lebih asam. Biasanyasetelah memasuki usia 4 bulan sudah sempurna enzimnya, akan kembali normal.

Buang angin yang terlalu sering terkadang timbul kolik infantile. Hal itu ada hubungannya dengan gas yang berlebihan, akan timbul mulas, nyeri mendadak, biasanya pada sore hari, lalu tiba-tiba hilang.

Kapan orangtua harus waspada? Jika ada tanda-tanda obstruksi, anak sering muntah apalagi muntahnya hijau, tangisnya sudah berlebihan dan terus-menerus tidak berhenti. Kendati belum tentu ada kelainan tapi harus dicari penyebabnya, segera dibawa ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Powered by Blogger.