Halloween party ideas 2015

Advertisement
Bagaimana kondisi air tanah Indonesia saat ini? Saat ini kondisi air tanah kita sangat menguatirkan. Karena tidak setiap orang punya kepedulian dan tanggung jawab moral untuk memanfaatkan air secara bijak di wilayah masing-masing.

Semula wilayah tenpat tinggal kita hakikatnya adalah tempat untuk meresapkan air hujan, tetapi sekarang tidak lagi. Air hujan yang jatuh tak sempat meresap ke dalam tanah tetapi justru mengalir lewat selokan, sungai dan akhirnya kembali ke laut. Jadi air tak sempat singgah.

Jadi kaitannya dengan air bersih tak bisa lepas dari peran sampah yang menotori air, karena sampah tidak diproses di dalam tanahnya masing-masing tetapi diproses ditempat lain, yaitu tempat pembuangan akhir sehingga mengotori air. Jika kondisi itu dibiarkan tanpa solusi yang tepat maka dengan sendirinya, ktersediaan air tanah akan habis.

Yang paling menderita dari kondisi ketrsediaan air adalah mereka yang paling dekat dengan laut, karena inilah wilayah yang paling rendah. Jadi ketika air tidak diserap melainkan dibuang begitu saja mereka ke laut maka mereka yang akan kena musibah dua kali, pada musim kemarau dan musim hujan. Nyaris kedua musim itu tetap terjadi banjir.

Solusinya sangat sederhana, yaitu tanggung jawab moral. Kalau tidak ingin ada musibah di daerah yang rendah, ya jangan mengirim air langsung ke sana tetapi resapkan dulu di daerah yang lebih tinggi.

Saat ini sebagian kalangan mulai berpikir untuk mencari alternatif dalam mengatasi krisis air bersih. Salah satunya dengan mencari sumber air baru. Namun, ada kendala besar yang dihadapi yaitu teknologi yang tinggi dengan dana yang besar dan sumber daya manusia yang mumpuni. Sayangnya, tidak semua orang bisa melakukan itu di tempatnya masing-masing. Karena, teknologi yang dibutuhkan pasti akan jauh lebih kompleks dengan biaya lebih mahal pula.
Dicari Sumber Air Baru
Air sebagai sumber kehidupan manusia

Itulah sebabnya , kita harus memakai solusi yang sederhana, murah dan semua orang bisa melakukannya yaitu dengan memanfaatkan lubang resapan biopori di tempat tinggal masing-masing. Tinggal mengubah kebiasaan yang tadinya membuang menjadi memanfaatkan air. Langkah ini akan menyelamatkan lingkungan kita bukan hanya dari segi sumber daya air tetapi juga lingkungan secara serentak.

Sumber air alternatif saya rasa tidak mungkin, pada akhirnya daerah yang tidak ada atau sedikit curah hujan bisa melakukan rekayasa dengan pemanfaatan air laut, tetapi lagi-lagi ini butuh teknologi tinggi dan saya ragu kita bisa melakukannya.

Padahal dengan memanen air hujan, energinya gratis, proses itu berjalan dengan sendirinya dengan mekanisme alam tan biaya dan tanpa teknologi. Sekarang tinggal bagaimana manusianya melestarikan proses alam itu agar tetap berlangsung dengan semestinya.

Krisis air sudah menjadi ancaman global termasuk di Indonesia. Itulah sebabnya menjaga kelestarian air merupakan tanggung jawab bersama sehingga upaya mengatasi persolan air ini bisa membuahkan hasil.

Dalam hal ini pemerintah memiliki peran cukup besar karena punya kewenangan membuat regulasi atau aturan mainnya. Jadi bila birokrat memiliki pengetahuan dan budaya hemat air maka pencegahan terhadap krisis air jauh lebih baik.

Pentingnya melibatkan kearifan lokal di tengah masyarakat dalam mengatasi krisis air. Kolam tampungan air hujan untuk rumah tangga, inilah salah satu kearifan lokal mulai di tinggalkan. Pakar lingkunagnan hidup ini menyebut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat dalam menghemat air, di antaranya membuat baik tampungan air, membuat sumur resapan baik dangkal maupun dalam, membuat parit resapan, taman resapan, dan lubang resapan biopori membuat terasering pada pertanian dan sebaginya.

Powered by Blogger.