Halloween party ideas 2015
Showing posts with label karier. Show all posts

Karier Terus melaju tentu dambaan pekerja atau karyawan. Bukan  hanya demi kesejahreaan lahir yang meningkat, tetapi juga kepuasan batin. Namun, Orang sering di hadapkan pada pilihan  untuk tetap menekuni pekerjaan yang sedang di jalani, pindah ke tempat kerja lain atau bahkan alih profesi. Apa pun pilihannya pertimbangan matang diperlukan.

Sudah 10  tahun  si A – sebut saja begitu- bekerja sebagai  fotografer di sebuah studio di  Jakarta. Namun, sebagai juru foto pengantin ia merasa, kariernya mandeg. Karier tidak naik-naik.Tidak beranjak jadi supervisor atau manager, misalnya.
Sejak hari pertama  bekerja  hingga hari ke-3.650, tugasnya  itu-itu melulu. Memegang kamera, mengatur posisi pengantin, lalujepret-jepret. Sempat pula  ia berpikiruntuk alih profesi menjadi koki atau juru masak. Kebetulan , ia gemar dan jago memasak. Kini, ia betul-betul berada di persimpangan jalan.

Ada bermacam-macam alasan yang bisa membuat seseorang bertahan atau tidak pada pekerjaannya yang sedang di lakoninya. Salah satunya, berhubungan dengan pendapatan  (take home pay). Gaji atau pendapatan menjadi  yang diterima menjadi alasan yang paling banyak dipertimbangkan oleh orang yang  ingin berpindah atau bertahan pada tempat ia bekerja.

Selain itu juga faktor tunjanagn dan fasilitas tertentu yang diberikan oleh perusahaan atau tempat bekerja. Semisal, tunjangan kesehatan,  fasiliats rumah, pinjaman ringan, dan sebagainya.

Satu hal lagi yang belakangan ikut dipertimbangkan , yaitufaktor jarak  dari rumah atau tempat tinggal ke lokasi tempatnya bekerja. Tampaknya sepele, tetapi berpotensi  menjadi masalah. Apa lagi bagi orang yang bekerja di kota besar seperti Jakarta. Jarak yang jauh dan macet serta makin tingginya ongkos  transportasi  bisa bikin orang berpikir untuk pindah tempat kerja atau ganti profesi.
marketing kartu kredit mandiri

Namun, memutuskan untuk pindah kerja atau alih profesi bukan urusan mudah. Dibutuhkan dorongan atau alasan yang kuat untuk itu. Berpindah pekerjaan, apalagi ganti profesi, jelas mengandung resiko di masa depan. Di sana ada ketidak pastian, apa lagi orang harus memulianya dari awal. Persoalanya akan semakin rumit jika ia sudah beranak-istri.

Hubungan atau relasi sosial yang luas memang sering memudahkan seseorang mendapatkan imformasi tentang lapangan pekerjaan baru yang lebih menjanjikan jenjang karier. Ini  tentu peluang. Namun,  itu pun tidak ada jaminan. Kalaupun harus memilih, Tetapkan secara hati-hati, realistis, dan fair, agar tidak menuai penyesalan dikemudian hari.

Bekerja serius
 Lantas bagaimana jika sudah  merasa nyaman di tempat kerjanya, namun persoalannya  kenapa jenjang kariernya tidak naik-naik?  Adakah sesuatu yang salah?
Harus di telaah lebih dulu, kenapa karier seseorang  tidak beranjak naik. Sewaktu hendak bekerja  di suatu kantor  atau perusahaan , sebaiknya kumpulkan imformasi yang cukup tentang kantor atau perusahaan itu. Cari tahu apakah dalam formasi strukturalnya terdapat peluang  untuk naik jenjang atau tidak. Dalam kasus si A mungkin  di studio foto tempat ia bekerja tidak formasi itu.

Kalaupun misalnya ada formasi yang memungkinkan pekerja atau karyawan untuk naik jenjan, perlu juga soal kreterianya. Apakah berdasarkan prestasi yang di capai, kompetensi, keterampilan, atau kemahiran? Apakah berdasarkan pada senioritas? Atau mungkin karena faktor hubungan keluarga yang biasanya ada  pada perusahaan keluarga?

Kita tahu, di beberapa instasi kenaikan jenjang karier berjalan otomatis mengikuti masa kerja. Namun,  dibeberapa perusahaan lain kesempatan naik jenjang atau karier karyawannya di buka berdasarkan prestasi yang dicapai.

Kalau sistem yang terakhir itu yang berlaku,saatnya kini meraih posisiitu dengan cara mengejar prestasi sebaik-baiknya. Prinsipnya, untuk bisa naik pangkat kita harus bekerja sungguh-sungguh. Bukan dengan cara menjilat atasan. Hambatan dalam meraih nya tentu saja ada. Namun, sebaiknya jadikan hambatan sebagai tantangan. Kalau kita bekerja secara benar, cepat atau lambat akan terlihat apa yang sesungguhnya. Kalau ada penilaian negatif akan berubah dengan sendirinya.

Lalu, Bagaimana membuat diri kita menonjol dibandingkan dengan yang lain? Tentu dengan melaukan sesuatu yang bisa di anggap sebagai prestasi di tempat kerja.Prestasi yang jauh lebih tinggi dari yang dicapai teman sekerja lainnya. Misalnya kalau bekerja di bidang  marketing atau penjualan segai salesman, bauatlah pencapaian target penjualan yang lebih dari yang lain.

Untuk mencapai perlu strategi pribadi yang tangguh, dan mungkin juga pengorbanan. Misalnya, dengan menyediakan waktu  bekerja lebih banya, berpikir dan bertindak kreatif, atau bahkan berani mengeluarkan dana pribadi agar bisa mengejar pencapaian yang jauh melebihi target. Bisa juga dengan melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan pelanggan baru, dan sebagainy. Intiunya, bekerja keras tapoi juga cerdas.
Tiga faktor bikin betah

Si A yang fotografer sempat tergoda untuk beralih profesi menjadi koki, seseorang akan memutuskan pindah kerja atau alih profesi dari pekerjaan lamanya bisa karena beberapa faktor. Diantaranya, ambang batas toleransinya sudah sudah terlampaui, kejenuhan, dan hubungan interpersonal dengan rekan kerja kurang baik.
Untuk mengetahui apakah keputusan pindah kerja atau alih profesi itu tepat atau tidak, perlu pertimbangan yang relistis dan berimbang, agar kepusan yang di ambil bukan berdasarkan emosi semata.

Sedikitnya, ada tiga faktor yang membuat orang bertahan pada profesi atau tempat kerjanya. Pertama, Ia bekerja di tempat yang  mendukung karena aman dan nyaman . Kedua, gaji atau pendapatan  yang ia terima sudah di anggap cukup. Ketiga, pekerjaan yang digelutinya sesui dengan minat dan bakat.

Kalau satu dari tiga itu tidak terpenuhi, biasanya orang akan mempertimbangkan untuk alih profesi atau pindah ke tempat kerja  lain. Alih profesi  pun perlu pertimbangan matang misalnya dengan menilai kemampuan yang dimiliki, seperti keterampilan, bakat, kompetensi, juga kemahiran,. Juga mengali lagi minat dan cita-cita yang belum terlaksana. Yang tidak kalah penting,  harus yakin apakah kita benar-benar mahir tentang bidang  baru yang di pilih.

Cara melihat dan mengali kemampuan itu bisa dengan menelisik kembalin  riwayat hidup kita. Sebagian besar waktu kita dad di mana? Kemudian tilik bagian mana yang membuat kita berprestasi. Juga dilihat apakah kita punya kebiasaan bekerja dalam tim atau bekerja sendirian.  

Setelah itu, saatnya kita bermain dengan pilihan. Yakni kalau pilihan kita tidak salah. Tentukan minat ke arah mana yang kuat, di barengi dengan membuat skema kerja:  Apa yang akan di capai dan apa saja yang akan dikerjakan pada tahun pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Di kantor baru biasanya semangat kerja juga baru.  Nah, pergunakan semangat itu untuk memacu kerja.

Sekarang   tidak bingung lagi,  ke arah mana kita melangkah agar kita sejahtera
 lahir dan batin

Di era global tingkat persaingan di dunia kerja makin ketat. Apalagi ditambah kondisi ekonomi yang masih sulit seperti sekarang ini. Yang belum bekerja harus mempunyai posisi tawar yang tinggi agar lolos seleksi. Yang sudah jadi pekerja mesti tetap berprestasi biar tidak kena PHK dan karier melaju lancar bak air mengalir.

Apapun status kita saat ini, entah calon pekerja atau sedang meniti karier, mengenali SWOT diri itu penting. Identifikasi strength(kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunity (kesempatan) dan thread (tantangan) akan memudahkan kita mengambil langkah pengembangan diri.

Seterampil atau semahir apapun kita  upaya pengembangan diri harus terus dilakukan. Jangan sampai kita tetap jalan di tempat. Sebab dunia berubah dengan cepat, pengetahuan dan teknologi berkembang pula.
  
Banyak cara bisa di tempuh misal dengan banyak membaca, berdiskusi sesama rekan kerja untuk memperluas wawasan.  Pada posting kali ini saya mengajak anda untuk bersama-sama membuka jalan demi mencapai kesuksesan berkarya. Mari melangkah bersama, menggapai puncak karier secara profesional tanpa perlu menjilat.


Menggali Potensi Diri
Sejak dari sononya dibekali potensi diri. Cuma sering tidak di sadari bahkan sampai usia dewasa. padahal banyak kemampuan yang bisa di kembangkan dari situ bila tahu seberapa besar potensi itu, karena hal itu berguna sebagai bekal memasuki dunia kerja meningkatkan karier. Salah satu cara menggali potensi diri bisa lewat buku harian.

Siapa yang tidak suka bekerja sesuai dengan minat dan bakat? Melakuakan pekerjaan sesuai dengan minat dan bakat tentu akan lebih menyenangkan. Selain itu, minat dapat mendorong keinginan dan keseriusan seseorang untuk belajar dari berbagai jenis pengalaman yang diperoleh. Sementara bakat akan mempercepat proses penyerapan dan pembelajaran pengalaman itu. Alhasil kinerja seseorang akan menjadi lebih baik.

Sebelum mengenali miinat dan bakat, kita perlu memahami lebih dulu potensi yang tersimpan di dalam diri. Dari sanalah seseorang menentukan arah dan mengawali tindakan untuk mewujudkan  tujuan hudup.

Potensi yang bisa disebut  sebagai kesanggupan atau kekuatan yang dapat dikembangkan itu memang memegang peranan  besar dalam keberhasilan seseorang dalam bekerja. Apa pun jenis pekerjaannya.

potensi itu berbicara mengenai "siapakah saya" dan kemampuan apa yang dimiliki untuk dapat melakuakan pekerjaan dengan baik.

Agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan  itu, mulailah melakukan oservasi  untuk mengenali diri sebagai langkah awal menggali potensi diri sebagai langkah awal menggapai menggali potensi diri. Lontarkan pertanyaan misalnya "apa yang saya sukai?" , "orang-orang seperti apakah saya?" , "apa yang menjadi minat saya?", atau "jenis pekerjaan apa yang sulit saya kerjakan?", (kemampuan menilai diri sendiri dan tidak mudah menyalahkan orang lain).

Untuk memudahkan observasi diri, catatlah  setiap keberhasilan  yang pernah kita capai, keterampilan yang kita miliki dan sifat - sifat  positif yang kita punyai.  Sesudah itu, Pertahankanlah keberhasilan, keterampilan, dan sifat-sifat positif itu sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja kita.

Makin Dini Makin Baik

Semakin dini kita mengenali diri tentu lebih baik, sebab, kita akan lebih cepat bertidak dan lebih fokus dalam mengarahklan diri sesuai dengan minat dan bakatnya.

Sebagai gambaran, "Anak - anak yang sudah fokus pada potensi dirinya biasaya bersal dari keluarga dengan pola asuh tertentu dan sekolah tertentu pula. Mereka bayak mengalami latihan yang membuatnya memahami diri sehingga di usia belia sudah mampu menentukan arah untuk dirinya. Tidak sekedar mengiukuti arus orang lain. Semakin dini mengetahui potensi diri, Ia akan lebih cepat menentukan bidang pekerjaan yang akan ditekuninya kelak.

Kaum remaja atau dewasa muda sekarang terlalu banyak terpapar dengan hal - hal yang membuat mereka secara tak sadar mengikuti apa yang terjadi di luar. Mereka tidak dibiasakan dan di beri kesempatan  masuk ke dalam diri untuk melihat dan mengamati apa yang selama ini mereka lakukan.

Bagi kita yang tidak datang dari keluarga denga pola tertentu  dan sekolah yang memberi ruang utuk mengeksplorasi minat dan bakat, tidak perlu berkecil hati.  Mulailah menjawab pertanyaan - pertanyaan untuk mengenali diri, jika sudah,  srgera ambil keputusan. Tanamkan dalam benak ketika keputusan sudah di ambil, kita bersedia membayar apa pun resikonya.

Beri peluang kepada diri kita untuk merasakan akibat dari kepusan yang sudah di ambil. Orang - oarang muda yang terbiasa merasakan akibat dari kepusan lebih mampu memfokuskan diri. Kelak mereka lebih cepat sampai kepada cita - citanya.

Dalam mengali potensi diri jangan terlalu mengandalkan orang lain. Suatu kesalahan besar bila itu kita lakukan. teman, pacar, orang tua sekalipun tidak dapat memberi gambaran totalitas tentang diri kita. Kita sendiri yang tahu tentang kelebihan dan kekurangan kita. Bahkan, alat - alat tes canggih untuk mengukur potensi seseorang belum tentu 100% cocok, karena tergantung bagaimana kita menjawabnya.  Kalau kita masih ragu tidak mungkin mendapat jawaban memuaskan. Tujuan psikotes hanya mengumpulkan preferensi  seseorang di banyak hal, lalu di kategorisasikan sebelum seseorang dinilai punya minat ini - itu. 

Mereka yang duduk di tingkat akhir perguruan tinggi dan akan selesai kuliah, sebaiknya mulai mengarahkan diri. Mau kemana setelah lulus kuliah dan pekerjaan apa yang membuat mereka enjoy.

Menikmati Perjalan Diri

Setelah Mengenal diri dan potensi kita, mulailah membuka diri terhadap banyak hal dan melakukan banyak hal pula, kita tidak pernah tahu apakah cocok terhadap sesuatu kalau kita tidak pernah mencoba dan belajar menguasainya.

Membuka diri terhadap hal - hal baru dapat juga dilakukan saat memasuki dunia kerja. Adakah seseorang merasa tidak bisa berkembang lagi.  Kalau memilih bertahan mau tidak mau harus merubah paradigma berpikir. Kalau sebelunya tidak suka, kini mulailah menjadi sesuatu yang kita sukai. Caranya dengan mencari hal - hal yang bisa kita nikmati,  karena masih ada potensi yang beklum tergali. sekali lagi, amati diri sendiri, karena tidak ada tempat bekerja yang tepat kalau kita tidak memutuskannya tepat.

 Seseorang dapat mengembangkan potensinya , yang bisa berupa bakat, hobi, atau minat khusus menjadi salah satu modal memasuki dunia kerja. Jangan cemas jika tidak memiliki bakat seperti menari, melukis,  atau keterampilan bernigosiasi. Sebab ragam talenta itu banyak dan luas. Senang berbicara, mudah menerima atau membantu orang lain, atau senang merangkai bunga bukan soal, Yang penting semua itu dilakukan dengan senang. Hal - hal itu merupakan ekspresi diri, yang selanjutnay bisa membangun harga diri dan kesuksesan dibelakang hari.

Penekanan bukan pada kesuksesan, sebab itu bukan tujaun. Yang lebih penting, bagaimana kita menikmati perjalanan diri kita masing - masing  dan piliha - pilihan itu.  Sebab seseorang tidak bisa tahu, apakah keputusan terbaik atau tidak untuk dirinya. Tak ada jaminan hasilnya akan seperti yang kita harapkan  Seseorang yang jungkir balik dulu baru meraih kesuksesan tidak bisa dinilai melakukan kesalahan. Sebab ia memang ingin mengeksplorasi dirinya dulu.  Sepanjang ia menerima konsekuensinya tidak jadi masalah.


 Mengurai Diri

Kalau berminat, ada cara dan teknik lain untuk mengenali potensi diri. Yaitu dengan mengisi buku harian bukan sekedar agenda kegiatan apa yang dilaukan seseorang fungsinya murni sebagai wadah untuk menuangkan perasaan dan emosi dari hari ke hari. Dengan menuliskannnya ke buku harian seseorang dapat mengeksplorasi hingga ke hal - hal yang sensitif.

Peristiwa - peristiwa tidak menyenangkan dalam kehidupan seseorang  bisa menjadi titik balik dalam memandang hidup.  Bagi  Tapi peristiworang dewasa muda, peristiwa tidak menyenangkan itu bisa berupa putus cinta, tidak diterima di fakultas favorit, lamaran di tolak hingga jabatan tidak di promosikan oleh atasan. Tapi peristiwa itu bisa di jadikan momen untuk mengasah self awareness, yang penting jangan di tolak, karena bisa berakibat penumpulan rasa, kunci keberhasilan itu jujur pada diri sendiri. Kekecewaan dan amarah mampu mendobrak seseorang memiliki self awareness yang kuat.

Sayangnya banyak orang tidak bangkit atau merasa cukup puas dengan dirinya saat ini. Padahal mereka memiliki potensi yang jauh lebih besar, andai saja berani berubah dan mengambil hikmah atas peristiwa yang tidak menyenangkan itu.

Melalui kegiatan menulis setiap hari, seseorang dapat mengekspresikan diri sehingga memunculkan sifat dan karakternya yang asli. Lama - kelamaan, kita mengetahui emosi dan keinginan kita yang terpendam.

Itulah sebabnya, kenapa anak perempuan lebih cepat punya self awareness di bandingkan dengan remaja pria.  Mereka yang rajin menuliskan pengalaman - pengalaman emosinya dapat mengamati dirinya sendirin dari waktu ke waktu. Ada benanang merah mengenai siapa dirinya, apa yang menjadi kelemahan dan kekuatannya.  Apa bila sudah terbiasa merumuskan diri secara tertulis, seseorang mampu menentukan dirinya sendiri.  Tidak lagi ditentukan oleh orang lain. 

Kenapa kita tidak memulainya dari sekarang?
Powered by Blogger.