Advertisement
Apapun status kita saat ini, entah calon pekerja atau sedang meniti karier, mengenali SWOT diri itu penting. Identifikasi strength(kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunity (kesempatan) dan thread (tantangan) akan memudahkan kita mengambil langkah pengembangan diri.
Seterampil atau semahir apapun kita upaya pengembangan diri harus terus dilakukan. Jangan sampai kita tetap jalan di tempat. Sebab dunia berubah dengan cepat, pengetahuan dan teknologi berkembang pula.
Banyak cara bisa di tempuh misal dengan banyak membaca, berdiskusi sesama rekan kerja untuk memperluas wawasan. Pada posting kali ini saya mengajak anda untuk bersama-sama membuka jalan demi mencapai kesuksesan berkarya. Mari melangkah bersama, menggapai puncak karier secara profesional tanpa perlu menjilat.
Menggali Potensi Diri
Sejak dari sononya dibekali potensi diri. Cuma sering tidak di sadari bahkan sampai usia dewasa. padahal banyak kemampuan yang bisa di kembangkan dari situ bila tahu seberapa besar potensi itu, karena hal itu berguna sebagai bekal memasuki dunia kerja meningkatkan karier. Salah satu cara menggali potensi diri bisa lewat buku harian.
Siapa yang tidak suka bekerja sesuai dengan minat dan bakat? Melakuakan pekerjaan sesuai dengan minat dan bakat tentu akan lebih menyenangkan. Selain itu, minat dapat mendorong keinginan dan keseriusan seseorang untuk belajar dari berbagai jenis pengalaman yang diperoleh. Sementara bakat akan mempercepat proses penyerapan dan pembelajaran pengalaman itu. Alhasil kinerja seseorang akan menjadi lebih baik.
Sebelum mengenali miinat dan bakat, kita perlu memahami lebih dulu potensi yang tersimpan di dalam diri. Dari sanalah seseorang menentukan arah dan mengawali tindakan untuk mewujudkan tujuan hudup.
Potensi yang bisa disebut sebagai kesanggupan atau kekuatan yang dapat dikembangkan itu memang memegang peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam bekerja. Apa pun jenis pekerjaannya.
potensi itu berbicara mengenai "siapakah saya" dan kemampuan apa yang dimiliki untuk dapat melakuakan pekerjaan dengan baik.
Agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, mulailah melakukan oservasi untuk mengenali diri sebagai langkah awal menggali potensi diri sebagai langkah awal menggapai menggali potensi diri. Lontarkan pertanyaan misalnya "apa yang saya sukai?" , "orang-orang seperti apakah saya?" , "apa yang menjadi minat saya?", atau "jenis pekerjaan apa yang sulit saya kerjakan?", (kemampuan menilai diri sendiri dan tidak mudah menyalahkan orang lain).
Untuk memudahkan observasi diri, catatlah setiap keberhasilan yang pernah kita capai, keterampilan yang kita miliki dan sifat - sifat positif yang kita punyai. Sesudah itu, Pertahankanlah keberhasilan, keterampilan, dan sifat-sifat positif itu sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja kita.
Makin Dini Makin Baik
Semakin dini kita mengenali diri tentu lebih baik, sebab, kita akan lebih cepat bertidak dan lebih fokus dalam mengarahklan diri sesuai dengan minat dan bakatnya.
Sebagai gambaran, "Anak - anak yang sudah fokus pada potensi dirinya biasaya bersal dari keluarga dengan pola asuh tertentu dan sekolah tertentu pula. Mereka bayak mengalami latihan yang membuatnya memahami diri sehingga di usia belia sudah mampu menentukan arah untuk dirinya. Tidak sekedar mengiukuti arus orang lain. Semakin dini mengetahui potensi diri, Ia akan lebih cepat menentukan bidang pekerjaan yang akan ditekuninya kelak.
Kaum remaja atau dewasa muda sekarang terlalu banyak terpapar dengan hal - hal yang membuat mereka secara tak sadar mengikuti apa yang terjadi di luar. Mereka tidak dibiasakan dan di beri kesempatan masuk ke dalam diri untuk melihat dan mengamati apa yang selama ini mereka lakukan.
Bagi kita yang tidak datang dari keluarga denga pola tertentu dan sekolah yang memberi ruang utuk mengeksplorasi minat dan bakat, tidak perlu berkecil hati. Mulailah menjawab pertanyaan - pertanyaan untuk mengenali diri, jika sudah, srgera ambil keputusan. Tanamkan dalam benak ketika keputusan sudah di ambil, kita bersedia membayar apa pun resikonya.
Beri peluang kepada diri kita untuk merasakan akibat dari kepusan yang sudah di ambil. Orang - oarang muda yang terbiasa merasakan akibat dari kepusan lebih mampu memfokuskan diri. Kelak mereka lebih cepat sampai kepada cita - citanya.
Dalam mengali potensi diri jangan terlalu mengandalkan orang lain. Suatu kesalahan besar bila itu kita lakukan. teman, pacar, orang tua sekalipun tidak dapat memberi gambaran totalitas tentang diri kita. Kita sendiri yang tahu tentang kelebihan dan kekurangan kita. Bahkan, alat - alat tes canggih untuk mengukur potensi seseorang belum tentu 100% cocok, karena tergantung bagaimana kita menjawabnya. Kalau kita masih ragu tidak mungkin mendapat jawaban memuaskan. Tujuan psikotes hanya mengumpulkan preferensi seseorang di banyak hal, lalu di kategorisasikan sebelum seseorang dinilai punya minat ini - itu.
Mereka yang duduk di tingkat akhir perguruan tinggi dan akan selesai kuliah, sebaiknya mulai mengarahkan diri. Mau kemana setelah lulus kuliah dan pekerjaan apa yang membuat mereka enjoy.
Menikmati Perjalan Diri
Setelah Mengenal diri dan potensi kita, mulailah membuka diri terhadap banyak hal dan melakukan banyak hal pula, kita tidak pernah tahu apakah cocok terhadap sesuatu kalau kita tidak pernah mencoba dan belajar menguasainya.
Membuka diri terhadap hal - hal baru dapat juga dilakukan saat memasuki dunia kerja. Adakah seseorang merasa tidak bisa berkembang lagi. Kalau memilih bertahan mau tidak mau harus merubah paradigma berpikir. Kalau sebelunya tidak suka, kini mulailah menjadi sesuatu yang kita sukai. Caranya dengan mencari hal - hal yang bisa kita nikmati, karena masih ada potensi yang beklum tergali. sekali lagi, amati diri sendiri, karena tidak ada tempat bekerja yang tepat kalau kita tidak memutuskannya tepat.
Seseorang dapat mengembangkan potensinya , yang bisa berupa bakat, hobi, atau minat khusus menjadi salah satu modal memasuki dunia kerja. Jangan cemas jika tidak memiliki bakat seperti menari, melukis, atau keterampilan bernigosiasi. Sebab ragam talenta itu banyak dan luas. Senang berbicara, mudah menerima atau membantu orang lain, atau senang merangkai bunga bukan soal, Yang penting semua itu dilakukan dengan senang. Hal - hal itu merupakan ekspresi diri, yang selanjutnay bisa membangun harga diri dan kesuksesan dibelakang hari.
Penekanan bukan pada kesuksesan, sebab itu bukan tujaun. Yang lebih penting, bagaimana kita menikmati perjalanan diri kita masing - masing dan piliha - pilihan itu. Sebab seseorang tidak bisa tahu, apakah keputusan terbaik atau tidak untuk dirinya. Tak ada jaminan hasilnya akan seperti yang kita harapkan Seseorang yang jungkir balik dulu baru meraih kesuksesan tidak bisa dinilai melakukan kesalahan. Sebab ia memang ingin mengeksplorasi dirinya dulu. Sepanjang ia menerima konsekuensinya tidak jadi masalah.
Mengurai Diri
Kalau berminat, ada cara dan teknik lain untuk mengenali potensi diri. Yaitu dengan mengisi buku harian bukan sekedar agenda kegiatan apa yang dilaukan seseorang fungsinya murni sebagai wadah untuk menuangkan perasaan dan emosi dari hari ke hari. Dengan menuliskannnya ke buku harian seseorang dapat mengeksplorasi hingga ke hal - hal yang sensitif.
Peristiwa - peristiwa tidak menyenangkan dalam kehidupan seseorang bisa menjadi titik balik dalam memandang hidup. Bagi Tapi peristiworang dewasa muda, peristiwa tidak menyenangkan itu bisa berupa putus cinta, tidak diterima di fakultas favorit, lamaran di tolak hingga jabatan tidak di promosikan oleh atasan. Tapi peristiwa itu bisa di jadikan momen untuk mengasah self awareness, yang penting jangan di tolak, karena bisa berakibat penumpulan rasa, kunci keberhasilan itu jujur pada diri sendiri. Kekecewaan dan amarah mampu mendobrak seseorang memiliki self awareness yang kuat.
Sayangnya banyak orang tidak bangkit atau merasa cukup puas dengan dirinya saat ini. Padahal mereka memiliki potensi yang jauh lebih besar, andai saja berani berubah dan mengambil hikmah atas peristiwa yang tidak menyenangkan itu.
Melalui kegiatan menulis setiap hari, seseorang dapat mengekspresikan diri sehingga memunculkan sifat dan karakternya yang asli. Lama - kelamaan, kita mengetahui emosi dan keinginan kita yang terpendam.
Itulah sebabnya, kenapa anak perempuan lebih cepat punya self awareness di bandingkan dengan remaja pria. Mereka yang rajin menuliskan pengalaman - pengalaman emosinya dapat mengamati dirinya sendirin dari waktu ke waktu. Ada benanang merah mengenai siapa dirinya, apa yang menjadi kelemahan dan kekuatannya. Apa bila sudah terbiasa merumuskan diri secara tertulis, seseorang mampu menentukan dirinya sendiri. Tidak lagi ditentukan oleh orang lain.
