Advertisement
Ketika hamil, semua ibu pasti menginginkan kehamilan yang sehat, tidak saja bagi dirinya, tetapi juga bagi jabang bayi yang dikandungnya. tentu saja, untuk meraih kehamilan sehat tidak begitu saja datangnya. Diperlukan kerja keras mulai dari tahap pra kehamilan, kehamilan, hingga persalinan..
Kehamilan yang sehat adalah kehamilan yang terjadi di dalam rahim ibu, Dimana ibu dan janin yang dikandung berada dalam keadaan sehat, jasmani dan rohani. Kehamilan yang sehat adalah yang tidak membawa si ibu jatuh ke dalam penyakit yang membahayakan serta perkembangan dan pertumbuhan bayi sesuai dengan kehamilan normal, tidak di jumpai kelainan bawaan.
Usia ketika ibu hamil menjadi salah satu syarat mutlak kehamilan sehat. kehamilan sehat adalah kehamilan yang terjadi pada perempuan usia reproduksi yang sehat yaitu usia 20-35 tahun, dilakukan kontrol yang teratur minimal 4 kali selama periode kehamilan, dan selama pemeriksaan tidak ditemukan kelainan baik pada ibu maipun janin.
Muara dari kehamilan sehat adalah kehamilan normal. Kehamilan normal sebagai kehamilan yang berada dalam usia kehamilan 36-42 minggu., lama persalinan tidak boleh dari 24 jam, dan tidak ada kelinan bawaan.
Bagaimana supaya kehamilan bisa sehat sampai saat persalinan nanti? Kehamilan pada dasarnya merupakan sesuatu yang direncanakan. Dengan demikian, sebelum seorang ibu merencanakan ingin hamil maka ia harus menyiapkan diri untuk menerima kehamilan, Persiapan yang penting adalah mengatur nutrisi. ibu mengkonsumsi makanan dengan dengan gizi seimbang dalam yang cukup, dan tidak berlebihan. Hindari makanan yang berkalori tinggi, terlau manis serta terlau banyak lemak. Perbanyak konsumsi buah, sayuran, serta biji-bijian dalam diet sehari-hari. Hindari pemakaian obat yang tidak perlu serta usahakan minum asam folat selama beberapa bulan sebelum kehamilan karena zat tersebut sangat diperlukan dalam kehamilan.
![]() |
Ketika Hamil, semua ibu pasti menginginkan kehamilan yang sehat, tidak saja bagi dirinya, tapi
juga bagi cabang bayi yang dikandungnya. |
Begitu dipastikan hamil, kunci pertama untuk mendapatkan kehamilan sehat adalah pemeriksaan kehamilan teratur. Terdapat beberapa macam pemeriksaan darah untuk mendeteksi kelainan bawaan janin diantaranya pemeriksaan kadar serum AFP untuk medeteksi kelinan ditulang belakang janin serta triple test untuk mendeteksi sindrom down.
Latihan fisik juga diperlukan terutama untuk menjaga sirkulasi darah ibu cukup lancar serta kebugaran ibu tetap baik selama kehamilan. Banyak jenis latihan fisik yang boleh dilakukan ibu hamil diantaranya jalan santai, berenang, yoga, serta senam ibu hamil. Porsi latihan disesuaikan dengan kondisi ibu masing-masing tidak boleh dipaksakan.
Ada beberapa tanda normal yang terjadi pada kehamilan sehat, diantaranya mual dan muntah yang disebabkan oleh perubahan hormonal yakni meningkatnya hormon progesteron. Hal ini terjadi terutama pada pagi hari. Untuk meredam mual dan muntah, sebaiknya ibu hamil makan dalam porsi kecil tapi sering.
Disamping itu cepat lelah, sering kencing, dan keluar bercak daari V merupakan salah satu tanda normal kehamilan. Begitu juga dengan mengidam, berat badan bertambah, serta kulit lebih gelap terutama pada trisemester ke-2.
Tanda lainnya adalah gerakan bayi mulai dapat dirasakan pada kehamilan 20-22 minggu. Pada saat itu, indra pendengaran janin sudah mulai berfungsi sehingga stimulasi suara kepada janin sudah mulai dapat dilakukan. Pada pertengahan trisemester ke-2, mula dan muntah yang dirasakan ibu sudah mulai hilang sehingga ibu merasa segar dan bertenaga.
Denyut jantung ibu akan meningkat frekuensinya, begitu juga dengan volume darah ibu secara keseluruhan akan meningkatkan 30% dari normal. Pada trisemester 3 banyak tanda yang akan terjadi misalnya timbulnya strechmark di perut dan paha ibu. pada saat itu, ibu juga kadang mengeluarkkan kolostrum.
Pada trisemester 3, banyak ibu akan merasa sering kepanasan, berkeringat dan perasaan tidak nyaman. Tendangan dari janin dalam perut ibu dapat terasa menyakitkan,Ibu juga sering merasa nyeri dibagian pinggang sehingga ibu akan sulit merasa nyaman.
Pada kehamilan 36 minggu, kepala bayi akan masuk ke dalam pinggul. Hal ini akan menyebabkan tekanan diperut atas ibu akan berkurang sehingga ibu dapat bernapas lebih baik tetapi dilain pihak turunnya kepala akan menyebabkan ibu akan sering merasa nyeri serta akan lebih sering kemih.
Perubahan berat badan selama hamil berkisar anatara 13 - 18 kg, biasanya ibu hamil akan memerlukan tambahan sebesar 300 kalori dalam dietnya setiap hari. Pada tri semster 1, pertamabahan berat badan berkisar 1,5 - 3 kg, kemudian perubahan berat menjadi 0,5 samapai 1 kg perminggu sampai janin lahir.
Pada beberapa ibu hamil dapat rerjadi gangguan konstipasi karena aliran makanan dalam usus akan melambat akibat gangguan hormonal karena itu juga akan meningkatkan frekuensi hemoroid dan nyeri di ulu hati.
Gejala lain yang sering terjadi adalah gusi mudah berdarah, mata terasa kering, kaki bengkak serta varises sering terjadi. Kadang terjadi bercak kehitaman di wajah yang sering disebut kloasma, keadaan ini akan berangsur-angsur menghilang setelah persalinan.
Ada juga tanda yang tidak normal terjadi pada kehamilan sehat, yakni nyeri di perut, pecah ketuban dan tak ada perrgerakan janain, pandangan kabur, muntah berkepanjangan, nyeri kepala hebat, serta bengkak dikelopak mata, wajah, dan tangan. Bila itu terjadi segera konsultasikan dengan dokter anda.
Meskipun kehamilan sehat adalah dambaan semua ibu, namun terkadang ada pula si pengancam yang setiap saat dapat merenggut kehamilan.
Ancaman itu bisa terjadi pada trisemester pertama, misalnya keguuguran akibat kelainan pada janinnya sendiri atau rahim atau gangguan terhadap faktor lain misalnya hormonal, faktor kekentalan darah, faktor mekanik dimana ibunya jatuh sehingga rahim kontaksi, serta infeksi toksoplasma dan runbella. Ancaman lain adalah kegagalan pertumbuhan janin, kehamilan tapi sampai usia 12 minggu atau 14 minggu tidak berkembang.
Pada trisemester kedua berupa kondisi plasenta yang berada di bawah yaitu di jalan jalan lahir, kalau ada kontaraksi ada pendarahan sehingga harus dikeluarkan bayinya. atau kelainan yang lain karena lepasnya plasenta, karena darah tinggi atau trauma. Pada trisemester ke tiga, ancaman berupa pendarahan sebelum melahirkan dan preeklamsia yang mengancam janin, biasanya karena serangan darah tinggi.
Di samping infeksi, keguguran banyak dipicu oleh berbagai hal. Bahkan, pada trisemester pertama, kontarksi rahim sedikit saja bisa memicu keguguran. Hal ini perlu diwaspadai adalah keguguran berulang. Pemicunya misalnya kelainan organik dirahim. contohnya myom, bentuk rahim tidak benar misalnya ada sekatnya, bentuknya seperti angka 7 sehingga tidak propesional. Kelainan organik rahim itu harus dikoreksi , atau dioperasi. Selain itu kalau tidak ada kelainan organik bisa juga ada kelemahan dimulut rahim.
Dikatakan keguguran berulang bila terjadi 3 kali atau lebih. Disamping infeksi dan kelinan rahim, keguguran berulang juga dapat dipicu sindrom antifostfolipid, yakni terjadi pengentalan darah. Biasanya terjadi pada tri semester pertama, tapi kalau rahimnya tidak kuat bisanya pada trisemester kedua juga terjadi.
Kondisi tersebut sedikit banyak ikut andil menyebabkan kematian pada ibu. Sebab, keguguran memicu pendarahan yang bisa berujung pada kematian.
Ancaman juga bisa datang dari penyakit yang menular lewat kehamil;an, misalnya hepatitis. Meskipun penyakit asma, jantung, dan diabetes tidak menular ke bayi, tapi hal tersebut berdampak pada pertumbuhan bayi. Misalnya kalau ibunya sakit jantung, bisa menyebabkan pertumbuhan janinnya tidak sempurna bahkan bisa lahir meninggal.
Walau begitu, bukan berarti ibu yang sakit jantung tidak boleh hamil. Ada tiga poin yang harus diperhatikan terkait hal itu. Pertama, sakit jantung seperti apa ibu itu?, kalau misalnya sakit jantung yang bisa menyebabkan kegagalan fungsi dalam kondisi normal apalagi bila ia hami, tentu tidak dianjurkan untuk hamil karena sangat membahayakan ibu dan janinnya.
Kedua, penyakitnya tersebut apakah bisa dipengaruhi atau mempengaruhi kehamilan. Sebab, ada penyakit yang kalau hamil jadi tambah parah, ada juga yang karena penyakit tersebut kehamilannya jadi lebih berisiko bagi si ibu atau pertumbuhan janinnya.
Ketiga, Bagaimana pasien yang hamil tersebut melakukan perwatan saat kehamilan. Misalnya calon ibu menyandang penyakit diabetes melitus (DM), tapi melakukan kontrol yang teratur sehingga dalam keadaan terkontrol mungkin tidak jadi masalah.
Contoh lain, adalah penyakit asma, yang sebenarnya tidak menular ke bayi tapi mempengaruhi proses tumbuh kembang si bayi dalam kehamilan. Misalnya asma berat, maka kadar oksigen dalam dalam tubuh si ibutidak bagus sehingga pertumbuhan bayinya terganggu.
Usia Maksimal ibu saat hamil adalah 35 tahun. Setelah itu jangan hamil lagi karena berisiko kelainan bawaan pada bayi meningkat, kondisi fisik ibunya juga juga tidak seoptimal kalau berusia dibawah 35 tahun. Selain itu, diatas 35 tahun seringkali banyak penyakit lainnya, tak terkucuali dengan kejadian pre eklamsi yang meningkat pada usia tersebut.
Sebagai catatan, pre eklampsia adalah penyakit yang didapat karena kehamilan. Kalau kehamilan normal harusnya tidak ada pre eklamsia karena normal tidak menimbulkan penyakit. Pre eklamsia menyebabkan tekanan darah ibu tinggi, akibatnya pertumbuhan janin terganggu. Sehingga jelaslah bahwa pre eklampsia mengancam tak hanya ibu, tapai juga janin.
DM juga bisa muncul saat kehamilan, di luar hamil dia tidak menyandang DM, karena kehamilan memicu hormon insulin menjadi tidak peka. Insulin pada saat hamil memang tidak peka agar kadar gula darah ibu tinggi sehingga janin bisa makan dan tumbuh, tetapi itu hanya terjadi pada saat hamil, setelah melahirkan akan kembali normal jika ditatakasanakan dengan baik.
Terkait dengan penyakit penyerta, selain kontrol yang itensif, pada kondisis tertentu dibutuhkan obat-obatan. Tentunya sebelum obat, harus menghindari pencetusnya, misalnya kalau asma karena debu gunakan masker, jika pemicunya udara dingin gunakan baju hangat. Tetapi kalau terpaksa minum obat, pilihlah jenis obat yang tidak mengganggu janin. Begitu juga dengan DM, terapi yang utama adalah dengan diet yang tepat tapi kalau tidak bisa, terpaksa dengan obat tapi pilih obat yang aman. Denagn demukian, pada kondisi tertentu saat hamil obat tetap diperlukan.
Agar terhindar dari para pengancam kehamilan, sebaiknya sebelum menikah, calon ibu dan calon bapak mengikuti konseling pranikah untuk mengetahui adakah penyakit tertentu yang diderita oleh seseorang atau pasangannya. Misalnya thalasemia, jika dua-duanya thalasemia, maka anak akan terkena thalasemia akan lebih besar.
Problemnya, konseling pranikah memang tidak lazim di Indonesia, tapi hal itu harus dilakukan agar nantinya kehamilan bisa berjalan dengan baik tanpa ada masalah berarti denganbegitu bayi yang dilahirkan akan sehat dan tumbuh secara maksimal.
Kalaun ternyata saat konseling ditemukan penyakit hepatitis, herpes atau toksoplasma, sehingga bisa diobati sebelum kehamilan.
Proses kehamilan sehat tidak berhenti sampai di situ. Pada waktu hamil juga lakukan pemeriksaan dengan baik dan teratur kalau perlu pemeriksaan tambahan untuk mendeteksi kelainan yang mungkin timbul.
Pada kehamilan dengan risiko tinggi, misalnya usia di atas 35 tahu, memiliki riwayat cacat pada keluarga, terpapar obat atau radiasi selama hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan genetik.
Pada akhirnya kehamilan memang suatu yang alami, tapi calon ibu harus hati-hati dan wajib melakukan kontrol teratur. Maka, pandangan masyarakat yang menganggap kehamilan adalah proses alami sampai lahir akan demikian, harus diubah. Kehamilan yang satu dengan yang berikutnya dan berbeda situasinya, berbeda kondisi ibu dan janinnya.
Sekian.
