Halloween party ideas 2015

Advertisement
Makanan ringan atau snack identik dengan makanan anak-anak. Hampir semua anak-anak menyukai makanan kosong ini. Sebagian makanan snack itu sebenarnya makanan kosong yang tak ada kandungan gizinya. Sehingga tidak bermanfaat bagi tubuh apalagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Snack hanya mengutamakan rasa gurih dari kandungan monosodium glutamat (MSG) yang cukup tinggi sehingga sangat disukai anak-anak. Pada dasarnya penambahan MSG pada makanan  sah-sah saja asal sesuai aturan dan ditulis dalam kemasan. Sementara yang terjadi saat ini tidak sedikit produsen makanan ringan tidak mencantumkan kadar MSG. Kalaupun ada, seringkali tidak sesuai, angkanya lebih rendah dari kadar yang sebenarnya. Misalnya ditulis 0,5 gram, padahal jumlah sebenarnya 1,5 gram. Batas aman konsumsi MSG kurang dari 2 garam bila berlebihan akan menyebabkan alergi. Kadar 5 agram sangat berbahaya bagi penderita asma, dan untuk ibu hamil. MSG bisa mempengaruhi perkembangan janin.

Disinilah orang tua harus mengawasi anak dalam mengkonsumsi snack. Kita harus mengantisipasi dampak buruknya bagi kesehatan anak-anak. Tidak hanya MSG yang dikandung makanan ringan, bahkan pengawet agar makanan bisa tahan lama juga terkandung didalamnya. Begitu juga zat pewarna yang memberi warna tertentu sehingga makanan tersebut tampak menarik dan menggugah anak untuk mencicipi. Umumnya menggunakan pewarna tekstil seperti rhodamine untuk memberi warna merah atau methanil yellow untuk warna kuning.

Zat warna sangat berbahaya bagi tubuh karena mengandung residu logam berat yang bisa memicu diare, alergi, bahakan kanker hingga kerusakan ginjal. Tanda khasnya selain makanan terasa pahit, bila menempel ditangan warna tersebut hanya bisa dihilangkan dengan sabun.

Banyak Makan Snack Bahayakan Kesehatan Anak
Snack yang sehat itu seperti buah,agar-agar, susu, roti gandum, dan kudapan ringan yang 
dibuat  oleh ibu dirumah
Jangan lupa ada satu komponen lagi dalam snack yaitu bahan pemanis buatan seperti sakarin dan siklamat.  Kandungan pemanis sintetik yang berlebihan bisa menyebabkan radang tenggorokan. Hal ini sangat terasa bila semakin tinggi kandungannya dilidah terasa pahit dan getir. Itulah sebabnya sebelum mengkonsumsi snack selain  memperhatikan komposisi gizi dalam kemasan, juga perhatikan tanggal kadaluarsa, nomor regestrasi Depkes atau BPOM untuk menjaga keamanannya.

Kalau anak mau jajan, yang penting orangtua terutama ibu mengarahkan, anaknya hanya boleh membeli jajanan yang sehat, bersih, dan bergizi. Pilih makanan yang aman baik dari segi kemasan maupun komposisi gizinya, anak harus diajarkan memilih mana makanan yang baik dan mana makanan yang tidak baik.

Bukan tidak boleh, sesekali makan snack boleh saja tapi jangan menjadi kebiasaan, Jangan berlebihan. Orangtua harus menjelaskan ini makanan apa, kandungannya seperti apa, anak sekarang kritis jadi orangtua harus lebih pintar dari anaknya. Orangtua memberikan penjelasan yang tepat sehingga anak bisa memahami selanjutnya bisa menentukan pilihan terbaiknya.

Selain memilih jenis snack yang sehat, waktunya juga harus tepat yaitu disela waktu makan utama bukan pada jam makan utama. Itu sebabnya jangan melewatkan jadwal makan utama dengan begitu anak cenderung jajan, karena dia masih merasa belum kenyang, belum tercukupi kebutuhan makannya.

Sebelum berangkat sekolah harus diberi sarapan, ini sering dilewatkan apalagi sekarang anak berangkat lebih pagi, banyak yang tidak sempat sarapan akhirnya jajan diluar beli makanan tanpa bisa dipastikan kebersihan dan keamanannya. Lain halnya bila anak sudah sarapan dia akan kenyang dan tak perlu jajan.

Sarapan sangat penting karena merupakan persiapan cadangan energi untuk anak dalam beraktivitas, apalagi buat anak sekolah yang akan menyerap pelajaran, dengan perut penuh terisi makanan akan membuat ia menyerap pelajaran dengan baik. 

Efek gula terhadap kesehatan mengakibatkan anak kurang gizi, karena kalorinya tinggi sementara zat gizinya rendah, belum lagi memicu penyakit gigi berlobang. 

Snack yang sehat itu seperti buah, agar-agar, susu, roti gandum, dan kudapan ringan yang dibuat oleh ibu dirumah. Untuk itu orangtua harus membuat kudapan tandingan, kalau perlu libatkan anak dalam membuatnya agar ia lebih antusias.
Powered by Blogger.