Advertisement
Semua orang pasti pernah dibuat panik karena sesuatu peristiwa atau momen yang terjadi di luar kendalinya. Itu merupakan hal yang wajar, jadi tak perlu dikuatirkan. Namun jika terjadi berulang kali atau sering disebut gangguan panik, itu yang harus diwaspadai. Gangguan panik dasarnya adalah cemas yang memuncak. Biasanya seseorang merasakan ketakutan yang amat sangat seolah-olah sudah maudekat ajal. Gejala khas bisanya disertai respon tubuh seperti berdebar-debar, sempoyongan, rasa tercekik, kuatir, dan hendak pingsan.
Jadi orang gangguan panik itu ada cemas yang berlebihan, memuncak, biasanya berlangsung singkat, durasinya sekitar 4-5 menit itu akan mereda sendiri. Dikatakan gangguan kalau berulang dalam 1 bulan bisa 4 kali. Sebaiknya jika kurang dari 4 kali, maka akan diobservasi, bisa jadi itu karena gangguan panik sesaat saja. Mungkin ada stressor tertentu atau ada peristiwa khusus yang memicu kecemasan tersebut.
Perbedaan yang mendasar antara gangguan panik dan cemas menyeluruh adalah pada gangguan panik ada episode dan ada kecemasan yang memuncak, sementara pada cemas menyeluruh hanya ringan saja kendati terus menerus, biasanya disertai pemikiran-pemikiran yang tidak penting tapi dipikirkan padahal belum tentu terjadi. Cemas menyeluruh bisa terjadi kapan saja secara tiba-tiba tanpa ada pencetusnya.
Umumnya faktor pemicunya bisa psikologis, faktor biologis, atau keduanya. itulah sebabnya harus diobservasi untuk mengetahui pemicunya. Biasanya biologis ada suatu kelainan struktur dan fungsi otak yang mengeluarkan transmiter tertentu sehingga menimbulkan kecemasan, sementara dari sisi psikologis terjadi karena pertahanan tubuhnya tidak optimal, rentan hingga muncul kepanikan.
Faktor genetik sampai sekarang belum bisa diketahui secara pasti. Begitu juga dengan faktor jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan memiliki peluang yang sama untuk mengalami gangguan panik, karena ia bisa terjadi pada semua usia. Walaupun lebih sering terjadi pada remaja dewasa muda, yaitu usia 20-30an.
![]() |
Panik karena sesuatu peristiwa atau momen yang terjadi di luarkendalinya
|
Obat bisa meredakan gangguan panik, yakni selama sebulan, tapi tidak boleh dilepas, sampai pasien bisa melatih dirinya sendiri. Terapi perilaku sangat penting untuk melatih mengantisipasi jika berulang kembali.
Pada dasarnya gangguan panik bisa disembuhkan, apalagi kalau dideteksi lebih dini akan lebih mudah diatasi. Yang menyulitkan ketika pasien melakukan doctor shopping. Berganti-ganti dokter dengan pemeriksaan macam-macam sehingga lama-lama terpikir jangan-jangan benar ada gangguan jantung, makin lama keyakinan itu makin kuat. Ini akan sulit ketika terapi perilaku diterapkan, karena sudah tertanam pemikiran seperti itu.
Kabar baiknya adalah, sekarang ini sudah mulai ada pengertian di masyarakat bahwa jika mengalami kondisi seperti itu datang ke dokter jiwa atau psikiater.
Mencegah panik, misalnya melalui imunisasi tidak bisa dilakukan karena ada kerentaan tertentu pada setiap orang dan sifanya relatif. Kerentanan artinya orang itu secara biologis memiliki sensitifitas terhadap neoro hormon di otak, sehingga menimbulkan kecemasan tertentu. Karena itu bagi mereka disarankan untuk tidak melaukan olahraga berat karena akan memicu meningkatnya asam laktat dalam darah sehingga merangsang enzim dan memicu gangguan panik.
Sebenarnya panik akan mereda dengan sendirinya. Lebih kurang sekitar 4-5 menit. Sehingga natinya pengobatan dimaksudkan untuk antisipasi kekuatiran supaya tidak kambuh.
Terapi obat harus tetap dimunum selama 2-3 bulan bersamaan dengan psikoterapi. Dosis obat diturunkan hingga pasien bisa bebas dari obat. Terapi kombinasi tujuannya mengajarkan pasien bagaimana mengahdapi serangan yang muncul.
Sehingga, walaupun muncul akan cepat reda. Teknik antisipasi diajarkan agar mereka bisa menerima kemungkinan terburuk sekalipun tanpa disertai rasa panik. Sehingga bisa mengobati dirinya sendiri.
