Advertisement
Dalam ilmu psikologi dikenal 3 jenis pola asuh, yakni overprotektif, otoriter, dan demokrasi. Pola asuh overprotektif terlalu berlebihan dalam melarang anak, karena satu dan lain hal. misalnya takut anak sakit, terlika, dan sebagainya. Dengan pola asuh seperti itu, anak jadi tidak bisa berkembang, kurang kreatif, dan tidak percaya diri.
Ada 3 kata kunci penting yang harus dilakukan dalam mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak anak, yaitu akomodasi, stimulasi dan apresiasi. Orangtua yang baik adalah yang mampu mengakomodasi kebutuhan anak dalam mengakomodasi kebutuhan anak dalam mengeksplorasi segala sesuatu. Karena itu, jangan dilarang tetapi diawasi. Anak butuh bergerak untuk melatih perkembangan kreativitas dan imajinasinya.
Selain akomodasi, cara lainnya adalah stimulasi. Bisa dengan dengan permainan atau menggambar. Hal itu merupakam sarana mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak. Bukan soal benar atau salah tapi kreasinya dan jangan dibatasi dengan hal-hal yang tidak terlalu prinsip, biarkan mereka mencoba dan berekpresi sesuai keinginannya. setiap anak senang mencoba dengan cara yang lain, yang tidak biasa bahkan oleh orang dewasa juga tidak terpikirkan.
Satu yang tak kalah pentingnya adalah apresiasi. Jika anak melakukan sesuatu yang unik dan menarik, orangtua harus menghargai apa yang dilakukan, walau sekecil apapun.
Dalam satu keluarga, selain orangtua biasanya ada nenek atau kakek. Mereka cenderung lebih protektif dan memanjakan anak, bahkan kasih sayang terlalu dalam. Hal itu harus di antisifasi sebab kalau berlebihan akan membahayakan anak.
Sedapat mungkin di lingkungan rumah, dengan siapa kita tinggal harus dikomunikasikan prinsip mendidik anak bagaimana, pola asuhnya seperti apa. Tentu saja demi masa depan anak bukan sekedar keinginan orangtua. Kondisi ideal di rumah harus diimbangi dengan lingkungan yang lebih luas. Contohnya pergaulan di sekolah, bergaulah dengan banyak orang dari banyak latar belakang untuk memicu kreativitas anak.
![]() |
Imajinasi dan Kreativitas adalah sangat penting apalagi berhubungan dengan sosialisasi anak
ke depan |
Dengan begitu, anak merasa bebas untuk berekpresi, tidak dikekang oleh aturan atau hukum yang harus diikuti secara seragam. Ada tempat dan waktu dimana mereka bisa bebas berekpresi. Dari situlah ruang kreativitas dan kebebasan berekpresi anak tumbuh dan berkembang.
Bagaimana dengan imajinasi? Imajinasi yang harus dikembangkan anak konkretnya adalah kreativitas life skill yaitu kreativitas menyelesaikan masalah, dan kreatif mencari solusi masalah. Karena keduanya bagian penting dalam aspek kehidupan anak kelak.
Jika orangtua menerapkan tiga poin penting diatas dalam mendidik anak-anaknya, nantinya kita akan punya anak bangsa yang kreatitif, tangguh, dan berkembang pada masa depan.
