Halloween party ideas 2015

Advertisement
Obat merupakan salah satu sarana untuk menyembuhkan penyakit. Namun, bagi sebagian orang, obat-obat tertentu malah menimbulkan masalah. Isti alergi pertama kali diungkap oleh Cle,men Von Pirquet pada tahun 1906. Alergi terjadi akibat penyimpangan reaksi tubuh (hipersinsitivitas) karena terpapar bahan-bahan tertentu. Dalam istilah medis, bahan-bahan yang bisa menimbulkan reaksi alergi disebut alergen. Obat-obatan adalah salah satu bentuk alergen, selain makanan, sengtan atau bulu binatang, udara panas atau dingin, debu, asap rokok, dan sebagainya.

Tubuh setiap orang memiliki sensitifitas yang berbeda. Bisa saja tubuh seseorang terlalu sensetif, sehingga tak bisa mengkonsumsi obat yang mengandung zat tertentu.  Alergi obat terbagi dalam alergi ringan dan berat. Alergi obat ringan gejalanyaberupa gatal-gatal pada kulit yang sering disebut biduran. Gejalanya alergi obat berat antara lain bibir pecah-pecah, lemah, rasa tidak enak di dada dan perut, atau gatal hidung.

Alergi obat bisa menyerang pernapasan. Orang yang mengalaminya akan merasa gatal-gatal di hidung, hidung tersumbat, atau bersin-bersin. Sebaiknya menghentikan konsumsi obat dan lekas ke dokter untuk penawarnya. 

Seseorang yang alergi terhadap obat tertentu, umumnya tidak terdeteksi sejak awal. Terkecuali orang itu telah melakukan skin test sebelum mengkonsumsi obat tersebut. Reaksi alergi baru akan terlihat beberapa saat setelah mengkonsi obat. Oleh karena itu, ketika kita sakit dan dokter mau memberikan obat, sebaiknya dokter dineri tahu obat apa saja yang bisa menimbulkan alergi pada tubuh kita. Biasanya dokter juga akan bertanya, apakah si pasien pernah mengalami alergi terhadap obat tertentu, atau mempunyai riwayat keturunan yang memeiliki alergi.

Riwayat keturunan yang memiliki alergi bisa mempengaruhi. karena faktor genetik merupakan salah satu indikator yang membuat sesorang alergi terhadap obat tertentu. Obat yang sering menimbulkan alergi pada seseorang, yaitu antibiotik dan analgesik, obat penghilang rsa sakit. Karena itu banyak orang sering mengalami alegi antibiotik, maka pemberian obat melalui suntikan oleh para dokter diperkecil. Dampak reaksi alergi dari obat suntik lebih cepat dan fatal dibandingkan obat minum.

Bila Tubuh Menolak Obat
Tubuh setiap orang memiliki sensitifitas yang berbeda. Bisa saja tubuh seseorang  terlalu sensetif, sehingga tak bisa mengkonsumsi obat yang mengandung zat tertentu
Sebaiknya agar terhindar dari damfak fatal alergi obat, ketika konsultasi ke dokter, si pasien menanyakan obat apa yang diberikan, apa kegunaanya dan bagaimana penggunaannya. Aktif bertanya mengenai obat yang akan diberikan dokter, merupakan salah satu solusi agar terhindar dari obat memicu alergi.

Tips mngatasi reaksi alergi obat:
  • Bila terjadi gatal-gatal konsumsi air putih sebanyak-banyaknya
  • Minum susu murni, yang tidak dicampur dengan coklat, kopi, dan sebagainya.
  • Segera konsultasikan ke dokter bila reaksi alergi obat yang dialami cukup berat.
Powered by Blogger.